UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
Juridical Analysis of Handling Non-Procedural Indonesian Migrant Worker Practices by the P4MI Parepare
The author raised the title of the thesis "Legal Analysis of Prevention and Handling of Non-Procedural Indonesian Migrant Worker Practices by P4MI of Parepare City". Indonesia is one of the largest countries that sends its citizens to work abroad. However, many of them experience injustice in their rights and experience inappropriate treatment. This study has two problem formulations, namely How is the legal analysis of the handling of non-procedural Indonesian migrant worker practices based on Law No. 18 of 2017 concerning the protection of Indonesian migrant workers, and How are the efforts of the Indonesian Migrant Worker Protection Service Post P4MI to repatriate non-procedural Indonesian migrant workers. The purpose of this study is to find out how the legal analysis of the prevention and handling of non-procedural Indonesian migrant worker practices is based on Law No. 18 of 2017 concerning the protection of Indonesian migrant workers, and to find out how the efforts of the Indonesian Migrant Worker Protection Service Post (P4MI) to repatriate non-procedural Indonesian migrant workers. This study uses a type of empirical normative research. The data collection techniques used are literature studies, field studies and interviews. From the results of this study, it can be concluded that the role of the Ministry of Protection of Indonesian Migrant Workers (P2MI) in seeking protection for Indonesian migrant workers
KARAKTER VISUAL STREET FURNITURE KORIDOR JALAN DIPONEGORO KOTA SURAKARTA
Abstrak: Koridor Jalan Diponegoro telah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Surakarta karena ingin seperti Koridor Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta. Obyek-obyek yang diperbaiki seperti street furniture. Street furniture ini merupakan elemen penting dalam membentuk karakter visual kawasannya. Hal tersebut dapat menonjolkan identitasnya. Dalam penelitian ini mendeskripsikan tentang karakter visual yang terpampang jelas pada street furniture di Koridor Jalan Diponegoro, Kota Surakarta. Adapun indikator yang dipakai yaitu bentuk, warna, skala, garis, irama, tekstur, dan proporsi dan dimensi. Hal yang dilakukan ialah mengamati, mendokumentasi, dan menganalisis literatur sesuai dengan permasalahan lalu mendeskripsikannya dalam bentuk tabel. Hasil analisa menunjukkan bahwa karakter visualnya didominasi bentuk persegi yang kuat, warna gelap yang kuat/elegan, skala sedang dibanding dengan obyek sekitar, garis lurus yang sederhana, irama yang berulang-ulang tidak beraturan, dan berukuran sedang dan proporsinya bagus. Diharapkan dengan penjelasan di atas dapat mudah mengenal dan mengangkat identitas kawasan Koridor Jalan Diponegoro di Kota Surakarta.Abstract: The Surakarta City Government has repaired the Diponegoro Street Corridor because it wants to be like the Malioboro Street Corridor, Yogyakarta City. Repaired objects such as street furniture. Street furniture is an important element in shaping the visual character of the area. This can highlight their identity. This study describes the visual characters that are clearly displayed on the street furniture in the Jalan Diponegoro Corridor, Surakarta City. The indicators used are shape, color, scale, line, rhythm, texture, and proportion and dimensions. The thing to do is to observe, document, and analyze the literature according to the problem and then describe it in tabular form. The results of the analysis show that the visual character is dominated by strong square shapes, strong/elegant dark colors, moderate scale compared to surrounding objects, simple straight lines, irregularly repeated rhythms, and medium size and good proportions. It is hoped that the explanation above can easily recognize and elevate the identity of the Jalan Diponegoro Corridor area in Surakarta City
ANALISIS KERAWANAN TERHADAP BANJIR ROB DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU
Abstrak: Banjir Rob telah menjadi salah satu permasalahan di kawasan pesisir Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru yang terjadi pada musim penghujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat Kerawanan Banjir Rob dan merumuskan arahan pemanfaatan ruang berbasis mitigasi struktural dan non struktural. Penelitian ini membutuhkan data kuantitatif, data kualitatif dan data spasial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif berdasarkan pembobotan skor 6 parameter yaitu Ketinggian Lahan, Jarak dari Pantai, Jarak dari Sungai, Kemiringan Lereng, Jenis Tanah dan Tutupan Lahan. Metode analisis yang digunakan berupa overlay untuk menganalisis tingkat kerawanan dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis menghasilkan tingkat kerawanan banjir rob berdasarkan kelasnya yaitu rawan, cukup rawan dan tidak rawan. Tingkat kerawanan bencana banjir rob di Kawasan pesisir Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi berada di Desa Madello, Desa Lampoko dan Kelurahan Takkalasi, tingkat kerawanan sedang berada di desa Binuang, Madello, Takkalsi,Lampoko, Balusu dan Kamiri, sedangkan untuk tingkat kerawanan rendah berada di Desa Kamiri.Abstract: Rob flooding has become one of the problems in the coastal area of Balusu District, Barru Regency which occurs during the rainy season. This study aims to identify the level of Rob Flood Vulnerability and formulate spatial utilization directions based on structural and non-structural mitigation. This research requires quantitative data, qualitative data and spatial data. The method used in this study is a quantitative approach based on weighting the score of 6 parameters, namely Land Height, Distance from Beach, Distance from River, Slope Slope, Land Type and Land Cover. The analysis method used is in the form of overlays to analyze the level of vulnerability and descriptive analysis. Based on the results of the analysis, the level of tidal flood vulnerability based on its class is vulnerable, quite vulnerable and not vulnerable. The level of vulnerability to tidal flood disasters in the coastal area of Balusu District, Barru Regency, areas with a high level of vulnerability are in Madello Village, Lampoko Village and Takkalasi Village, moderate levels of vulnerability are in the villages of Binuang, Madello, Takkalsi, Lampoko, Balusu and Kamiri, while The low level of vulnerability is in Kamiri Village
IDENTIFIKASI SEBARAN PENAMBANG RAKYAT DAN POTENSI RESIKO K3 DAN LINGKUNGAN DALAM PENYIAPAN PENGELOLAAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT
Abstrak: Kegiatan Pertambangan rakyat yang dilakukan di Kecamatan Sekotong telah menimbulkan dampak positif maupun negative. Sehingga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya untuk menertibkannya dengan menjadikan Kecamatan Sekotong sebagai salah satu Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Dalam hal untuk mendukung hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Untuk mengidentifikasi sebaran pertambangan rakyat di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, 2) Untuk mengidentifikasi Tata kelola pertambangan rakyat dari aspek K3-KO dan lingkungan sesuai konsep kaidah pertambangan yang baik, 3) Untuk melakukan analisa kesesuaian kegiatan pertambangan rakyat dengan konsep kaidah pertambangan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif (tabulasi) dan disajikan dalam bentuk grafik. Tata Kelola pertambangan yang dilakukan masyarakat Desa Pelangan dari aspek K3-KO dan lingkungan sebagai berikut: 41% tidak selalu menggunakan APD dalam melakukan penambangan, 50% disebakan karena masyarakat belum mengetahui fungsi dan manfaat penggunaan APD. Hal ini mengakibatkan masih terjadinya kecelakaan kerja (41%)dengan tingkatan cedera ringan 93%, cedera berat 7%. Penyebab kecelakaan kerja Sebagian besar disebabkan karena perilaku tidak hati-hati (55,55%) dan tidak menggunakan APD(27,8%). Sering terjadi ambrukan/longsor di lokasi tambang akibat tidak ada penyanggaan di lubang tambang, lubang tambang cenderung ditinggalkan begitu saja setelah tidak digunakan, dan limbah hasil pengolahan (tailing) belum dimanfaatkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan/rekomendasi saat Wilayah Pertambangan Rakyat dan Izin Pertambangan Rakyat telah diperoleh.Abstract: People's mining activities in Sekotong District have had both positive and negative impacts. So that the West Nusa Tenggara Provincial Government is trying to put it in order by making Sekotong District one of the People's Mining Areas (WPR). In order to support this, this research was conducted with the following objectives: 1) To identify the distribution of community mining in Pelangan Village,Sekotong District, 2) To identify community mining governance from the K3-KO and environmental aspects according to the concept of good mining practice, 3) To conduct analysis conformity of community mining activities with the concept of good mining practice, the research method used is a survey method with purposive sampling. Data analysis was done descriptively (tabulation) and presented in graphical form. Mining governance carried out by the people of Pelangan Village from the K3-KO and environmental aspects is as follows: 41% do not always use Personal Protective Equipment (PPE) in mining, 50% is caused because the community does not know the functions and benefits of using PPE. This resulted in the occurrence of work accidents (41%) with a light injury rate of 93%, and a serious injury 7%. The causes of work accidents are mostly caused by careless behavior (55.55%) and not using PPE (27.8%). There are frequent collapses/landslides at the mine site due to the absence of support in the mine pit, mining pits tend to be abandoned after not being used, and tailings has not been utilized. The results of this study are expected to provide input/recommendations when the People's Mining Area and People's Mining Permit have been obtained.
Cooling Powder Against Dark Spots With Curcuma Longa Linn And Cananga Odorata
Cosmetics are one of the skin care efforts, in addition to protecting the skin from ultraviolet rays, cosmetics function to brighten the skin, clean the skin, and moisturize the skin. Excessive exposure to sunlight causes skin damage, so it needs care to protect the skin. Natural cosmetics that use natural ingredients are safer to use and tend not to have side effects. One of the natural cosmetics for skin care is cold powder, which is one of the traditional powders for treating the skin. The purpose of the team's community service is to find out the Curcuma Longa Linn and Cananga Odorata cold powder, this community service uses a quantitative method. The results of the cold powder community service The marketing results of Curcuma Longa Linn and Cananga Odorata cold powder on the marketing percentage for Curcuma Longa Linn Cananga Ordata on the first day were 31.57% while Curcuma Longa Linn Canangan Ordata on the second day was 57.90% and many positive responses from the people who use it
Karakter Gotong Royong dalam Novel Terjemahan Minimarket yang Merepotkan Karya Kim Hoyeon dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA
Abstract: Novels are one of the effective media used to instill the values of the Pancasila Student Profile, especially in the dimension of mutual cooperation. Then these values can be used as a reference for Indonesian language teaching materials in high schools. This study aims to analyze the character of mutual cooperation in the translated novel Minimarket yang Merepotkan by Kim Hoyeon and its relevance as Indonesian language teaching materials in high schools. This study was conducted using a descriptive qualitative approach. The data in this study were sentences and paragraphs containing the character of mutual cooperation and the results of interviews with informants. The data sources in this study were the text of the translated novel Minimarket yang Merepotkan by Kim Hoyeon and informants. The data collection techniques used were library techniques, listening and taking notes, and interviews with 10 questions. The validity of the data in this study used source and theory triangulation techniques. The data analysis technique in this study used an interactive model technique, namely data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed that there was a character of mutual cooperation in the elements of collaboration, caring, and sharing. This research is also relevant to be used as a reference in developing Indonesian language teaching materials, especially literary studies in high schools.Abstrak: Novel mejadi salah satu media yang efektif digunakan untuk menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi bergotong royong. Kemudian nilai-nilai tersebut dapat digunakan sebagai acuan bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter gotong royong dalam novel terjemahan Minimarket yang Merepotkan karya Kim Hoyeon dan relevansinya sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan paragraf yang mengandung karakter gotong royong serta hasil wawancara dengan informan. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel terjemahan Minimarket yang Merepotkan karya Kim Hoyeon dan informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka, simak-catat, dan wawancara dengan 10 pertanyaan. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik model interaktif, yaitu pengumpulan data, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan adanya karakter gotong royong pada elemen kolaborasi, kepedulian, dan berbagi. Penelitian ini juga relevan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia, khususnya kajian sastra di SMA
Penguatan Karakter Generasi Muda melalui Wisata Sejara: Studi Kasus Walking Tour di Kota Cirebon
Abstract: Considering the crucial role of the youth as the future leaders of the nation, strengthening their character is essential in the national development process. This study aims to explore the contribution of walking tour activities to character building among the youth in Cirebon. The research employs a descriptive qualitative method with walking tour activities to examine its impact on strengthening the character of the youth. Data were collected through participatory observation and in-depth interviews with 98 students from the Islamic Tourism Department at UIN Syekh Nurjati Cirebon. An evaluation was conducted to assess the effectiveness of the learning process and its contribution to character development and tourism development. The results of the study indicate that walking tours provide a deep understanding of local history and culture, fostering a sense of love and appreciation for them. This activity is also economically affordable, making it an inclusive tourism alternative for young people with limited budgets. Additionally, walking tours support sustainable tourism, strengthen the local economy, and reduce environmental impacts by using eco-friendly transportation. Based on these findings, walking tours can serve as an educational, sustainable, and responsible tourism model that benefits the character development of the youth.Abstrak: Mengingat peran penting generasi muda sebagai pemimpin masa depan bangsa, penguatan karakter mereka menjadi hal yang krusial dalam proses pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi kegiatan walking tour dalam penguatan karakter generasi muda di Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode kegiatan walking tour untuk mengkaji dampaknya terhadap penguatan karakter generasi muda, data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan 84 mahasiswa jurusan Pariwisata Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil efektivitas kegiatan dan kontribusinya terhadap penguatan karakter generasi muda dan pengembangan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walking tour memberikan pemahaman mendalam mengenai sejarah dan budaya lokal, serta menciptakan kecintaan terhadap keduanya. Kegiatan ini juga terjangkau secara ekonomi, menjadikannya alternatif wisata inklusif bagi kalangan muda dengan anggaran terbatas. Selain itu, walking tour mendukung pariwisata berkelanjutan, memperkuat perekonomian lokal, dan mengurangi dampak lingkungan dengan menggunakan transportasi ramah lingkungan. Berdasarkan temuan ini, walking tour dapat menjadi model pariwisata edukatif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab, memberikan manfaat bagi karakter generasi muda
Peran Evaluasi Diri Guru dalam Supervisi Akademik sebagai Upaya Meningkatkan Inovasi Pembelajaran
Abstract: Self-evaluation plays a strategic role in academic supervision, particularly in fostering improvements in learning quality. In the context of private elementary madrasahs in Karawang Regency, teachers' ability to conduct self-evaluation serves as a vital foundation for developing instructional innovations. This study aims to explore how academic supervision is implemented through teacher self-evaluation as a means to encourage innovation in teaching practices. The concept of innovation in this research refers specifically to teachers’ readiness to reflect on their instructional methods and the extent to which such reflections are applied to enhance the learning process. A qualitative approach was employed using purposive sampling, as participants were selected based on specific characteristics aligned with the study's objectives. Data were collected through in-depth interviews, direct observations, and document analysis. The study was conducted between April and September 2024, involving teachers from the Klari District, Karawang Regency. The findings indicate that self-evaluation has a positive impact on the development of learning innovations. This is evident in the implementation of collaborative strategies, the creative integration of digital media, and the refinement of assessment techniques. The reflective process enables teachers to identify both their strengths and areas for improvement, ultimately contributing to the enhancement of classroom learning quality.Abstrak: Evaluasi diri memiliki peran strategis dalam supervisi akademik, terutama dalam mendorong peningkatan mutu pembelajaran. Di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Swasta Kabupaten Karawang, kemampuan guru dalam melakukan evaluasi diri menjadi landasan penting dalam menciptakan inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pelaksanaan supervisi akademik melalui evaluasi diri guru sebagai upaya untuk mendorong pembaruan dalam praktik mengajar. Inovasi yang dimaksud dibatasi pada kesiapan guru dalam merefleksikan praktik pembelajaran serta bagaimana refleksi tersebut diterapkan untuk memperbaiki proses mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, mengingat karakteristik subjek harus sesuai dengan tujuan studi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan pada April hingga September 2024 dengan partisipan guru-guru dari Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi diri berkontribusi positif terhadap pengembangan inovasi pembelajaran, yang tampak melalui penerapan strategi kolaboratif, pemanfaatan media digital secara kreatif, serta peningkatan metode asesmen yang beragam. Proses refleksi yang mendalam membantu guru mengenali kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, sehingga berdampak pada perbaikan kualitas proses pembelajaran di kelas
Written Corrective Feedback in EFL Writing: A Human-Machine Comparison
Abstract: Human-written corrective feedback (HWCF) and automated written corrective feedback (AWCF) are trusted to benefit students’ writing in English as a Foreign Language (EFL) course in higher education. This study analyzed the different impacts offered by both types of feedback on students' EFL writing. A systematic literature review with a PSALSAR framework was employed, involving 11 articles with the following inclusion criteria: the articles are taken from the Scopus database; the focus is on the EFL courses in higher education institutions setting; published between 2020-2025, and can be openly accessed. The findings reveal that both types have a positive and negative impact on students’ writing. Positively, HWCF mostly impacts students’ writing accuracy on revising their composition, including grammar mastery, learning engagement, and conditional metacognitive awareness. However, students’ engagement on HWCF depends on their individual proficiency and the types of feedback delivered (direct or indirect). AWCF is positively beneficial due to its influence on students’ writing accuracy and time efficiency. Nevertheless, AWCF does not have any significant impact on students’ writing quality, and it offers decontextualized feedback. To conclude this research, practical implications for lecturers, university management, and future research are presented.Abstrak: Umpan balik korektif yang ditulis oleh manusia (HWCF) dan umpan balik korektif yang ditulis secara otomatis (AWCF) dipercaya dapat memberikan manfaat bagi penulisan siswa dalam kursus Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di perguruan tinggi. Penelitian ini menganalisis dampak yang berbeda yang ditawarkan oleh kedua jenis umpan balik tersebut terhadap penulisan EFL siswa. Sebuah tinjauan literatur sistematis dengan kerangka PSALSAR digunakan dalam penelitian ini, dengan melibatkan 11 artikel yang memenuhi kriteria berikut: artikel diambil dari database Scopus; fokus pada kursus EFL di lingkungan pendidikan tinggi; diterbitkan antara tahun 2020-2025, dan dapat diakses secara terbuka. Temuan menunjukkan bahwa kedua tipe tersebut memiliki dampak positif dan negatif terhadap tulisan siswa. Secara positif, HWCF sebagian besar berdampak pada ketepatan siswa dalam merevisi komposisi mereka, termasuk penguasaan tata bahasa, keterlibatan belajar, dan kesadaran metakognitif bersyarat. Namun, keterlibatan siswa dalam HWCF bergantung pada kemampuan individu dan jenis umpan balik yang disampaikan (langsung atau tidak langsung). AWCF bermanfaat secara positif karena pengaruhnya terhadap akurasi penulisan dan efisiensi waktu siswa. Namun demikian, AWCF tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas tulisan siswa, dan memberikan umpan balik yang tidak kontekstual. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, disajikan implikasi praktis untuk dosen, manajemen universitas dan penelitian selanjutnya
Pembuatan Sabun Cair Berbahan Dasar Minyak Zaitun Dengan Variasi Penambahan Sodium Lauryl Sulfate
Abstract: The purpose of this research is to examine the effect of adding Sodium Lauryl Sulfate (SLS) on the quality of liquid soap made from olive oil. Soap is made through a saponification reaction with the main composition: 25 grams of olive oil, 5.2 grams of sorbitol, 5.2 grams of 0.1 N KOH solution, and 7.8 grams of distilled water. Variations in the addition of SLS were carried out in four concentrations, namely 1.25 grams, 2.5 grams, 3.75 grams, and 5 grams. The parameters tested include foam stability, viscosity, free alkali, pH, and organoleptic tests. The results showed that the addition of SLS had a significant effect on improving the quality of liquid soap, especially in terms of foam and viscosity. The SLS concentration of 2.5 grams produced soap with optimal performance, a pH of 10 which is still in accordance with SNI standards, and good foam stability. Thus, this study succeeded in determining the ideal SLS concentration to improve the quality of liquid soap according to SNI 1996 and SNI 2558:2017 standards.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) terhadap kualitas sabun cair berbahan dasar minyak zaitun. Sabun dibuat melalui reaksi saponifikasi dengan komposisi utama: 25 gram minyak zaitun, 5,2 gram sorbitol, 5,2 gram larutan KOH 0,1 N, dan 7,8 gram aquades. Variasi penambahan SLS dilakukan sebanyak empat konsentrasi, yaitu 1,25 gram, 2,5 gram, 3,75 gram, dan 5 gram. Parameter yang diuji meliputi, stabilitas busa, viskositas, alkali bebas, pH, dan uji organoleptis. Hasil menunjukkan bahwa penambahan SLS berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas sabun cair, terutama dalam aspek busa dan viskositas. Konsentrasi SLS sebesar 2,5 gram menghasilkan sabun dengan performa optimal, pH sebesar 10 yang masih sesuai dengan standar SNI, serta stabilitas busa yang baik. Dengan demikian, penelitian ini berhasil menentukan konsentrasi SLS yang ideal untuk meningkatkan mutu sabun cair sesuai standar SNI 1996 dan SNI 2558:201