UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
    13083 research outputs found

    EDUKASI KESEHATAN DAN PENYAKIT MULUT BAGI PARA LANSIA TERKAIT PENYAKIT SISTEMIK

    Get PDF
    Abstrak: Seiring bertambahnya usia, lansia rentan mengalami berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. Umumnya masyarakat beranggapan bahwa masalah gigi merupakan bagian alami dari proses penuaan, dan lebih parah jika masyarakat beranggapan bahwa masalah gigi dan mulut merupakan hal yang sepele. Sehingga kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan dan penyakit mulut bagi para lansia terkait penyakit sistemik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Tim pelaksana kegiatan terdiri dari 7 Dosen FKG UB, 20 Mahasiswa FKG UB, sedangkan mitra sekaligus peserta sebanyak 44 orang lansia yang berasal dari Desa Sumberejo dan Desa Kalisongo. Sistem evaluasi menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, seperti pengetahuan tentang diabetes mellitus dan dampaknya terhadap kesehatan mulut. Responden yang menyatakan "tahu," awalnya sebanyak 11 responden meningkat drastis menjadi 33 responden (50%). Secara garis besar kegiatan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut dalam kegiatan pengabdian ini mampu memberikan dampak positif. Tim pengabdian berharap, kegiatan pengabdian ini dapat mendorong perubahan perilaku menuju praktik kebersihan gigi dan mulut yang lebih baik.Abstract: As people age, the elderly become increasingly susceptible to various dental and oral health problems. Generally, people assume that dental problems are a natural part of the ageing process, and it is worse if people assume that dental and oral problems are trivial. So this community service activity aims to provide health and oral disease education for the elderly regarding systemic diseases. The implementation of the activity was carried out using the dissemination method and then continued with a health check. The activity implementation team consists of 7 FKG UB lecturers, 20 FKG UB students, while the partners and participants are 44 elderly people from Sumberejo Village and Kalisongo Village. The evaluation system uses a questionnaire to measure participants' level of understanding before and after the activity. The evaluation results showed a significant increase in participants' understanding, such as knowledge about diabetes mellitus and its impact on oral health. Respondents who stated "know," initially 11 respondents, increased drastically to 33 respondents (50%). Generally, educational activities about dental and oral health in this community service activity were able to provide a positive impact. The community service team hopes that this community service activity can encourage behavioural changes towards better dental and oral hygiene practices

    PEMBERDAYAAN PETANI KELAPA UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MINYAK KELAPA

    Get PDF
    Abstrak: Pemberdayaan petani kelapa untuk meningkatkan nilai tambah minyak kelapa penting karena membantu petani mengoptimalkan hasil panen kelapa melalui proses pengolahan yang lebih baik, sehingga meningkatkan kualitas dan nilai jual produk. Dengan pelatihan dan pendampingan, petani dapat menghasilkan minyak kelapa berkualitas tinggi, yang lebih kompetitif di pasar. Tujuan tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman petani kelapa dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan minyak kelapa menjadi lebih bernilai atau memiliki added value. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode Asset Based Comunities Development (ABCD), yaitu pendekatan dalam pengabdian kepada masyarakat yang menitikberatkan pada inventarisasi asset yang terdapat pada petani kelapa Desa Kedabu Rapat, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan empat orang dengan mitra Kepala Desa Kedabu Rapat dan petani berjumlah 20 orang. Metode evaluasi dilakukan melalui observasi dan pemberian 5 pertanyaan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta antusiasme peserta setelah kegiatan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Program pemberdayaan petani kelapa di Desa Kedabu Rapat berhasil meningkatkan nilai tambah produk minyak kelapa, pendapatan petani, dan keterampilan kewirausahaan. Dengan dukungan teknologi tepat guna, pemasaran efektif, dan kelembagaan yang kuat, petani lebih mandiri dan kompetitif. Melalui pelatihan dan pendampingan, petani mampu menghasilkan minyak kelapa berkualitas tinggi dengan teknik pengolahan modern yang lebih efisien dan higienis. Program ini berhasil meningkatkan pendapatan petani rata-rata sebesar 30%, terutama melalui penguasaan teknologi tepat guna dan pemasaran produk yang lebih luas.Abstract: Empowering coconut farmers to increase the added value of coconut oil is important because it helps farmers optimize coconut harvests through better processing processes, thereby increasing the quality and selling value of the product. With training and assistance, farmers can produce high quality coconut oil, which is more competitive in the market. The purpose of this community service is to improve the understanding of coconut farmers through training and mentoring in making coconut oil more valuable or having added value. The method used in this community service activity is the Asset Based Communities Development (ABCD) method, which is an approach to community service that emphasizes the inventory of assets found in coconut farmers in Kedabu Rapat Village, the implementation of this activity was carried out by four people with partners from the Head of Kedabu Rapat Village and 20 farmers. The evaluation method is carried out through observation and giving 5 post-test questions to measure the increase in participants' knowledge and enthusiasm after the activity. The results of this service show that the coconut farmer empowerment program in Kedabu Rapat Village has succeeded in increasing the added value of coconut oil products, farmer income, and entrepreneurial skills. With the support of appropriate technology, effective marketing, and strong institutions, farmers are more independent and competitive. Through training and mentoring, farmers are able to produce high-quality coconut oil with modern processing techniques that are more efficient and hygienic. This program has succeeded in increasing farmers' income by an average of 30%, especially through mastery of appropriate technology and wider product marketing

    PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH FLESHING UNTUK PAKAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY

    Get PDF
    Abstrak: Permasalahan limbah padat fleshing dari industri penyamakan kulit menjadi hal yang perlu diperhatikan. Limbah fleshing umumnya hanya ditimbun di lahan atau dibakar yang dapat mencemari lingkungan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu terwujudnya pemanfaatan limbah fleshing sebagai pakan maggot dan meningkatkan nilai tambah limbah penyamakan kulit pada karyawan perusahaan penyamakan kulit di Yogyakarta dan untuk meningkatkan softskill dan hardskill peserta dalam budidaya maggot. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampus 1 Politeknik ATK Yogyakarta. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahap: (1) persiapan dan survei, (2) penyuluhan materi dan praktik budidaya maggot dari limbah fleshing, dan (3) evaluasi kegiatan diklat. Pelatihan dalam bentuk praktik budidaya maggot terdiri dari tiga tahap yaitu penetasan telur maggot, pembiakan telur maggot, dan pemanenan maggot setelah 9-14 hariPeserta merupakan karyawan perusahaan kulit di Yogyakarta yang terdiri dari 15 pesertaTingkat pemahaman peserta terhadap materi dikategorikan baik, dengan peningkatan nilai rata-rata pretest dari (78) menjadi posttest (86). Instruktur telah memenuhi kriteria dalam ketepatan waktu, kehadiran setiap proses dan mampu menyampaikan materi dengan baik dengan nilai rata-rata 4,7 (sangat baik). Penilaian seluruh aspek kegiatan yang meliputi tema atau materi diklat, metode diklat, fasilitas, dan penyelenggaraan diklat menunjukkan nilai rata-rata 4,68 (sangat baik).Abstract: The problem of fleshing solid waste from the leather tanning industry is something that needs attention. Fleshing waste is generally only dumped on land or burned, which can pollute the environment. The aim of this community service is to realize the use of fleshing waste as maggot feed and increase the added value of tanning waste for employees of tanning companies in Yogyakarta and to improve the soft skills and hard skills of participants in maggot cultivation. The activities were carried out at Campus 1 of ATK Yogyakarta Polytechnic. The implementation of this activity is divided into 3 stages: (1) preparation and survey, (2) counseling on materials and practices for cultivating maggots from fleshing waste, dan (3) evaluation of training activities. Counseling in the form of maggot cultivation practices consists of three stages, namely hatching maggot eggs, cultivating maggot eggs, and harvesting maggots after 9-14 days. Participants are employees of a leather company in Yogyakarta consisting of 15 participants. The level of participants' understanding of the material is categorized as good, with an increase in the average pre-test score from (78) to post-test (86). The instructor has met the criteria for punctuality, attendance at each process and is able to deliver the material well with an average score of 4.7 (very good). Assessment of all aspects of activities including training themes or materials, training methods, facilities and training implementation showed an average score of 4.68 (very good)

    TRANSFORMASI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA: PEMBUATAN PUPUK KOMPOS, POC, ECO-ENZYME DAN BIOPORI DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL

    Get PDF
    Abstrak: Ketidakhadiran tempat pembuangan akhir dan rendahnya pengetahuan masyarakat di Kalurahan Pilangrejo mengakibatkan limbah organik rumah tangga tidak dikelola dengan bijaksana. Permasalahan ini perlu ditangani dengan beberapa strategi seperti pengolahan limbah menjadi pupuk kompos, pupuk organik cair, eco-enzyme, dan lubang biopori. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pengolahan limbah organik rumah tangga sehingga menjadi produk bermanfaat. Sasaran kegiatan ini adalah anggota PKK dengan total peserta sejumlah 45 peserta dan dilaksanakan di dua lokasi yaitu Padukuhan Pilangrejo (sosialisasi eco-enzyme) dan di Padukuhan Wotgalih (pembuatan pupuk kompos, pupuk organik cair serta lubang biopori). Program ini terdiri dari tiga tahapan: survei dan perizinan, penyuluhan dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi melalui wawancara verbal dan kuisioner kepuasan. Hasil menunjukkan penigkatan pengetahuan terkait eco-enzyme hingga 97%. Sementara itu, penerapan teknologi biopori, pupuk organik cair (POC) serta pupuk kompos mendapatkan respons sangat setuju (9,09%), setuju (75%), dan cukup setuju (15,91%) terkait kebermanfaatan, ketertarikan dan pemahaman program pengabdian.Abstract: The absence of a final disposal site and the low level of public knowledge in Pilangrejo Village have resulted in household organic waste not being managed wisely. This problem needs to be addressed with several strategies such as processing waste into compost, making biopore holes, making liquid organic fertilizer and eco-enzyme. The purpose of this community service is to increase public awareness and understanding regarding the importance of processing household organic waste to facilitate its conversion into useful products. The target of this activity is PKK members with a total of 45 participants and the program is implemented in two locations, namely Pilangrejo Hamlet (eco-enzyme socialization) and Wotgalih Hamlet (socialization of making compost, liquid organic fertilizer, and bio pore holes). This program is structured in three stages: survey and licensing, counseling and training as well as monitoring and evaluation through verbal interviews and satisfaction questionnaires. The results show a 97% increase in knowledge about eco-enzyme. Meanwhile, the implementation of biopore, liquid organic fertilizer (POC), and compost received responses of strongly agree (9.09%), agree (75%), and moderately agree (15.91%) regarding usefulness, interest, and understanding of the program

    OPTIMALISASI KUNJUNGAN KE POSYANDU BALITA DENGAN ANAK SEHAT IBU PINTAR

    Get PDF
    Abstrak: Posyandu sebagai tempat penjaringan awal bagi tenaga kesehatan dan kader memiliki peran penting, dimana berbagai permasalahan kesehatan terutama pada ibu hamil dan anak balita dapat dideteksi lebih dini. Data balita bahwa masih banyaknya ibu-ibu yang memiliki balita tidak membawa anaknya ke posyandu, dengan capaian D/S tahun 2023 sebesar 78,8% dari target 98,53%. Perilaku ibu untuk membawa anaknya ke posyandu akan lebih mudah jika mengetahui semua kemanfaatan posyandu. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu balita guna meningkatkan kunjungan balita ke posyandu. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang terbagi menjadi tiga yakni tahap pra pelaksanan; pelaksanaan; dan evaluasi. pengukuran pengetahuan dilakukan melalui pre test dan pos test. Mitra kegiatan yaitu ibu balita dengan jumlah 20 orang. Hasil yang diperoleh dari evaluasi pre test dan post test setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan ibu balita meningkat dari 55% menjadi 73,5%. Para peserta menyatakan mempunyai ilmu pengetahuan yang baru, namun kendala yang mendasari seperti pekerjaan ibu, dukungan dari keluarga/tokoh masyarakat, serta jarak tempuh ke posyandu perlu dipertimbangkan. Abstract: Integrated service posts as initial screening places for health workers and cadres have an important role, where various health problems, especially for pregnant women and children under five, can be detected early. Data on toddlers shows that many mothers with toddlers do not take their children to integrated service posts, with the D/S achievement in 2023 amounting to 78.8% of the target of 98.53%. A mother's behaviour in bringing her child to an integrated service post will be easier if she knows all the benefits of an integrated service post. The aim of this community service activity is to increase the knowledge of mothers of toddlers in order to increase visits by toddlers to integrated service posts. The method used is counselling, which is divided into three stages, namely: pre-test, providing material, post-test and evaluation stage. The activity partners are mothers of toddlers, with a total of 20 people. The results obtained from the pre-test and post-test evaluation after being given counselling, the knowledge of mothers of toddlers increased from 55% to 73.5%. The participants stated that they had new knowledge, but underlying obstacles such as mother's job, support from family/community figures, and distance to the posyandu needed to be considered

    PERAN STRATEGIS PKK DALAM MENUNJANG PENINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG OBAT DAN SUPLEMEN MAKANAN

    Get PDF
    Abstrak: Pemahaman masyarakat tentang obat termasuk cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang serta penggunaan suplemen makanan masih perlu mendapat perhatian khusus, terutama untuk masyarakat perifer. Peran apoteker dibutuhkan dalam mengedukasi masyarakat dengan melibatkan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Tujuan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang obat dan suplemen makanan kepada masyarakat dengan memberdayakan PKK. Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga telah menyelenggarakan kegiatan bakti sosial bersama-sama IAI dan kader PKK di Kota Madya Tuban dalam bentuk penyuluhan atau sosialisasi terkait obat dan suplemen makanan. Sosialisasi dilakukan melalui Webinar via Zoom Meeting dalam bentuk seminar dan diskusi interaktif, karena aktivitas pengabdian dilaksanakan saat pandemi Covid-19. Sebagai mitra pada pengabdian masyarakat ini adalah Kader PKK dan Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Tuban dengan jumlah peserta yang hadir sejumlah 71 orang. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan rerata pemahaman peserta meningkat 7,04% dan 12,7% masing-masing untuk materi DAGUSIBU dan Probiotik. Diharapkan PKK secara aktif menyebar-luaskan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di seluruh desa.Abstract: Public understanding of medicines, including how to obtain, use, store and dispose of them as well as the use of food supplements, still needs special attention, especially for peripheral communities. The role of pharmacists is needed in educating the public by involving the Family Empowerment and Welfare (PKK) movement. The aim of this PKM is to increase knowledge about medicines and food supplements among the community by empowering PKK. The community service team at the Faculty of Pharmacy, Airlangga University has held social service activities together with IAI and PKK cadres in Tuban in the form of counseling or outreach regarding medicines and food supplements. Socialization was carried out through Webinar via Zoom Meeting in the form of seminars and interactive discussions, because service activities were carried out during the Covid-19 pandemic. As partners in this community service were PKK cadres and the Chair of the Indonesian Pharmacists Association (IAI) in Tuban city with a total of 71 participants attending. The evaluation results via pre-test and post-test showed that after participating in the activity the participants' average understanding increased by 7.04% and 12.7% for DAGUSIBU and Probiotic material, respectively. It is hoped that the PKK will actively spread outreach activities to communities throughout the village

    PERAN PHBS DI SDN PASIRBIRU UNTUK PENCEGAHAN STUNTING: PENDEKATAN LINGKUNGAN DAN EDUKASI KESEHATAN

    Get PDF
    Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah dengan tingkat gizi dan sanitasi yang rendah. Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Pasirbiru, Rancakalong dengan metode edukasi interaktif, demonstrasi, serta sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 73,1 (kategori cukup) menjadi 90,8 (kategori sangat baik), dengan peningkatan sebesar 23,1%, yang membuktikan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap PHBS. Selain itu, tim juga menyerahkan alat cuci tangan sebagai kontribusi untuk mendukung kebiasaan hidup bersih di sekolah. Diharapkan, program ini dapat berdampak luas dalam menurunkan angka stunting dengan penerapan PHBS secara konsisten.Abstract:  Stunting remains a significant health issue in Indonesia, particularly in areas with poor nutrition and sanitation. This educational program aims to increase primary school students' understanding of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) as a preventive measure against stunting. The activity was conducted at SDN Pasirbiru, Rancakalong, using interactive education methods, demonstrations, and Q&A sessions. Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments to measure the program's effectiveness. The results showed an increase in the average score from 73.1 (fair category) to 90.8 (excellent category), with a 23.1% improvement, indicating that the education was effective in raising students' awareness of PHBS. Additionally, the team provided a handwashing facility as a contribution to support clean living habits in schools. This program is expected to have a broader impact in reducing stunting rates through the consistent implementation of PHBS

    Pemanfaatan limbah biji durian sebagai bubur dan biskuit MP-ASI sebagai pemenuhan gizi balita di Desa Giyanti

    Get PDF
    Abstrak Durian merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Candimulyo yang dikenal sebagai sentra produksi dan wisata durian. Namun, limbah biji durian sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal, meskipun memiliki kandungan gizi yang berpotensi sebagai bahan pangan bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah biji durian menjadi tepung sebagai bahan dasar Makanan Pendamping ASI (MPASI) bagi balita di Desa Giyanti. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan keluarga penerima manfaat (KPM), serta eksperimen pembuatan tepung biji durian yang diolah menjadi biskuit dan bubur MPASI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung biji durian memiliki kandungan gizi yang baik, dengan energi sebesar 73,87 kkal, protein 4,57 g, lemak 0,48 g, dan karbohidrat 12,83 g per 100 gram. Produk yang dihasilkan, bernama "Mongge" (Modifikasi Pongge), mendapat respons positif dari masyarakat setempat sebagai alternatif pangan yang bernutrisi dan ramah lingkungan. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan limbah pangan tetapi juga berkontribusi dalam pencegahan stunting serta pemberdayaan ekonomi keluarga penerima manfaat. Dengan keberlanjutan produksi dan pemasaran yang baik, inovasi ini berpotensi menjadi solusi berbasis sumber daya lokal dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan gizi balita di wilayah Kabupaten Magelang. Kata kunci : durian; biji durian; MPASI; inovasi pangan; pemberdayaan masyarakat Abstract Durian is one of the leading commodities in Magelang Regency, especially in Candimulyo District which is known as a durian production and tourism center. However, durian seed waste is often not utilized optimally, even though it has nutritional content that has the potential to be a food ingredient of high economic value. This research aims to develop an innovation in the use of durian seed waste into flour as a basic ingredient for Complementary Foods for Breast Milk (MPASI) for toddlers in Giyanti Village. The methods used include observation, interviews with beneficiary families (KPM), and experiments on making durian seed flour which is processed into biscuits and complementary porridge. The results showed that durian seed flour had good nutritional content, with energy of 73.87 kcal, protein of 4.57 g, fat of 0.48 g, and carbohydrates of 12.83 g per 100 grams. The results showed that durian seed flour had good nutritional content, with energy of 73.87 kcal, protein of 4.57 g, fat of 0.48 g, and carbohydrates of 12.83 g per 100 grams. The resulting product, named "Mongge" (Modified Pongge), received a positive response from the local community as a nutritious and environmentally friendly food alternative. This program not only increases public awareness about the use of food waste but also contributes to stunting prevention and economic empowerment of beneficiary families. With good production and marketing sustainability, this innovation has the potential to become a local resource-based solution in supporting food security and improving nutrition for toddlers in the Magelang Regency area. Keywords: durian; durian seeds; complementary foods; food innovation; community empowermen

    Pemberdayaan perempuan dalam mengembangkan usaha rumahan melalui added value ikan bulan di Gampong Kuala Langsa, Kota Langsa

    Get PDF
    AbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September 2023. PKM ini bertujuan untuk menghasilkan produk olahan ikan, hingga tahap pemasaran. Indikatornya adalah kontribusi perempuan dalam peningkatan pendapatan keluarga. Mitra yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Karang Taruna Gampong. Metode yang dilakukan adalah pendekatan sosial, pelaksanakan kegiatan, evaluasi dan monitoring. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah terciptanya kreatifitas masyarakat Gampong Kuala Langsa, khususnya perempuan dalam menciptakan sebuah produk olahan ikan bulan. Dimana dari hasil olahan ini dapat meningkatkan nilai atau harga jual ikan bulan tersebut dan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan skill anggota mitra terhadap pentingnya packaging dan branding suatu produk. Serta peningkatan daya kreatifitas mitra untuk mengembangkan suatu bahan menjadi suatu produk olahan yang memiliki nilai tambah sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Kata kunci: ikan bulan; kuala langsa; nugget; pemberdayaan; Perempuan; usaha rumahan. AbstractThis Community Service (PKM) activity was carried out from August to September. This PKM aims to produce processed fish products, up to the marketing stage. The indicator is the contribution of women in increasing family income. Partners who are the target of this activity are Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) and Gampong Youth Organization. The methods used are social approach, activity implementation, evaluation and monitoring. The result of this PKM activity is the creation of creativity in the community of Gampong Kuala Langsa, especially women in creating a processed moon fish product. Where from these processed results can increase the value or selling price of the moon fish and can help improve the family economy. The result of this activity is an increase in the knowledge and skills of partner members on the importance of packaging and branding a product. As well as increasing the creativity of partners to develop an ingredient into a processed product that has added value so that it can increase family income. Keywords: moon fish; kuala langsa; nuggets; empowerment; women; home-based business

    Peningkatan keterampilan menulis artikel ilmiah mahasiswa melalui pelatihan berbasis artificial intelligence

    Get PDF
    Abstrak Penulisan artikel ilmiah merupakan keterampilan esensial bagi mahasiswa yang perlu dikembangkan secara sistematis. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan keterampilan menulis artikel ilmiah mahasiswa. Pelatihan ini dilaksanakan secara intensif selama satu hari dengan metode penyampaian materi dan tutorial, yang kemudian diikuti dengan pendampingan dan kerja mandiri selama satu bulan. Dalam masa pendampingan, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan revisi, konsultasi, dan submisi artikel ilmiah ke jurnal nasional terakreditasi SINTA 2-4. Analisis terhadap tanggapan peserta menunjukkan bahwa mayoritas aspek pelatihan, seperti pemanfaatan AI dalam menemukan topik penelitian, menyusun bagian artikel ilmiah, serta pembuatan tabel dan bagan, mendapatkan penilaian sangat baik. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penggunaan AI secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan menulis akademik mahasiswa. Keberhasilan pelatihan ini dibuktikan dengan jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan, yakni sebanyak 25 artikel yang siap dipublikasikan. Dengan demikian, AI terbukti menjadi alat bantu yang efektif dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa. Kata kunci: artificial intelligence; artikel ilmiah; keterampilan menulis; pelatihan; publikasi ilmiah.  Abstract Writing scientific articles is an essential skill for students that needs to be developed systematically. This community service aims to analyze the effectiveness of Artificial Intelligence (AI)-based training in improving students' scientific article writing skills. This training is carried out intensively for one day with material delivery and tutorial methods, which are then followed by mentoring and independent work for one month. During the mentoring period, participants were given the opportunity to revise, consult, and submit scientific articles to SINTA 2-4 accredited national journals. Analysis of participants' responses showed that the majority of training aspects, such as the use of AI in finding research topics, compiling sections of scientific articles, and making tables and charts, received very good ratings. The results of this community service show that the use of AI significantly contributes to improving students' academic writing skills. The success of this training is evidenced by the number of scientific articles produced, namely 25 articles that are ready to be published. Thus, AI is proven to be an effective tool in increasing the productivity and quality of student scientific publications. Keywords: artificial intelligence; scientific articles; scientific publication training; writing skill

    12,181

    full texts

    13,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇