UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
    13083 research outputs found

    Peningkatan literasi keuangan rumah tangga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ngijo, Malang

    Get PDF
    AbstrakLiterasi keuangan berperan penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Ngijo, yang menghadapi tantangan dalam merencanakan anggaran dan investasi guna mencapai kesejahteraan ekonomi. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui sosialisasi interaktif dan diskusi dengan ibu rumah tangga, yang mengungkap permasalahan utama berupa kurangnya pemahaman dalam menentukan prioritas keuangan serta alokasi dana untuk tabungan dan investasi. Sebagai solusi, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai penyusunan skala prioritas keuangan dan strategi investasi jangka panjang. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi keuangan, dengan skor pre-test sebesar 49% meningkat menjadi 74,67% setelah pelatihan. Kesadaran ibu rumah tangga mengenai pengelolaan keuangan yang baik semakin meningkat. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi ketahanan finansial keluarga serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Ngijo. Kata kunci: literasi keuangan; rumah tangga; pengelolaan keuangan; kesejahteraan ekonomi. AbstractFinancial literacy plays a crucial role in household financial management, particularly in rural areas such as Ngijo Village, where challenges in budgeting and investment planning hinder economic well-being. This community service program was conducted through interactive socialization and discussions with housewives, revealing key issues such as a lack of understanding in setting financial priorities and allocating funds for savings and investments. As a solution, the program provided education on financial prioritization and long-term investment strategies. The results demonstrated a significant improvement in financial literacy, with pre-test scores increasing from 49% to 74.67% after the training. Participants’ awareness of effective financial management improved considerably. This program is expected to serve as a foundation for household financial resilience while fostering economic growth and enhancing human resource quality in Ngijo Village. Keywords: financial literacy; households; financial management; economic welfare

    Pelatihan metode 4MW (Membaca, Menulis, Menghitung, Mengaji dan Kewirausahaan) dengan anak-anak dari Panti Asuhan Rumah Anak Tercinta, Kapala Batas-Penang, Malaysia

    Get PDF
    Abstrak Pemberdayaan anak-anak panti asuhan melalui metode 4MW (Membaca, Menulis, Berhitung, Mengaji, dan Berwirausaha) di Malaysia menjadi fokus penting untuk meningkatkan pengetahuan, kesejahteraan ekonomi dan sosial. Anak-anak di panti asuhan yang dikelola memiliki potensi yang besar, namun seringkali terkendala oleh masalah keterbatasan akses infrastruktur, permodalan, dan kurangnya pemahaman dalam memanfaatkan teknologi informasi. Program Pengabdian Mandiri Internasional melalui penerapan metode 4MW digadang-gadang sebagai solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan membaca, menulis, berhitung, mengaji dan jiwa kewirausahaan anak-anak panti asuhan. Kendala utama yang dihadapi antara lain: kurangnya waktu untuk berlatih membaca dan berhitung, terbatasnya akses dan sumber daya untuk pelatihan, serta mahalnya biaya untuk penggunaan internet. Selain itu, stereotip sosial dan keterbatasan waktu juga menghambat keterlibatan penuh anak-anak panti asuhan dalam dunia pendidikan dan jiwa kewirausahaan. Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Sumatera Utara (USI) bersama dengan Pusat Kajian Wanita dan Gender (Kanita) Universiti Sain Malaysia (USM) membuat program Pengabdian Internasional Mandiri bersama Panti Asuhan Rumah Kesayangan di Penang, Malaysia melalui Program 4MW. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar anak-anak panti asuhan memahami dan lebih mahir dalam membaca, menulis, berhitung, mengaji dan berwirausaha. Penguasaan konsep 4MW mencapai hasil 90% dimana  tercapai peningkatan pengetahuan 4 MW, upaya pemberdayaan anak-anak panti asuhan di bidang pendidikan dan ekonomi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini bagi anak-anak panti asuhan. Kata kunci: anak panti asuhan; 4MW; USM; USU; pelayanan internasional AbstractEmpowering orphanage children through the 4MW method (Reading, Writing, Counting, Reciting the Koran, and Entrepreneurship) in Malaysia is an important focus to improve knowledge, economic and social welfare. Children in orphanages that are managed have great potential, but are often constrained by problems of limited access to infrastructure, capital, and lack of understanding in utilizing information technology. The Mandiri International Service Program through the application of the 4MW method is predicted to be a solution that can improve the knowledge, skills of reading, writing, counting, reciting the Koran and the entrepreneurial spirit of orphanage children. The main obstacles faced include: lack of time to practice reading and arithmetic, limited access, and resources for training, and high costs for internet use. In addition, social stereotypes and time constraints also hinder the full involvement of orphanage children in the world of education and entrepreneurial spirit. The Center for Gender and Child Studies (PSGA) of the University of North Sumatra (USI) together with the Center for Women and Gender Research (Kanita) of Universiti Sain Malaysia (USM) created an Independent International Service program with the Rumah Kesayangan Orphanage in Penang, Malaysia through the 4MW Program. This community service program aims to provide training and assistance so that the children of the orphanage understand and are more proficient in reading, writing, counting, reciting the Koran and entrepreneurship. Built up of 4MW concept will open up new opportunities in understanding in the field of education. This program supports efforts to empower children of the orphanage in the fields of education and economy, fostering an early entrepreneurial spirit for children of the orphanage. Keywords: orphanage children; 4MW; USM; USU; international servic

    Penguatan kesehatan keluarga melalui apocil kenal toga di SDN 1 Medana

    Get PDF
    Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kurangnya sarana dan prasarana kesehatan di SD Negeri 1 Medana, Kabupaten Lombok Utara, serta rendahnya pemahaman siswa mengenai profesi apoteker melalui Apoteker Cilik (APOCIL) dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan profesi apoteker, tanaman obat keluarga, serta pemanfaatan TOGA melalui praktik langsung seperti penanaman tanaman obat dan pembuatan produk jamu kunyit asam dan serbat. Selain itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya penggunaan obat yang aman dan alami serta membentuk kader sadar obat sejak dini. Metode pengabdian ini dengan pendekatan edukasi, pelatihan dan pemberdayaan, dimulai dengan sosialisasi kepada guru dan siswa, kemudian dilakukan pelatihan untuk lebih mengenal berbagai manfaat jenis tanaman obat yang dapat ditanam di lingkungan sekolah. Melibatkan 50 siswa kelas 5 SD Negeri 1 Medana, yang dianggap sudah mampu memahami materi dan menjadi agen perubahan dalam keluarga dan lingkungan terkait kesehatan. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan menujukkan peningkatan yang signifikan dalan pemahaman dan keterampilan siswa mengenai tanaman obat keluarga (TOGA) dan profesi apoteker. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pemanfaatan obat alami dan aman, siswa tidak hanya mampu mengidentifikasi berbagai jenis obat, tetapi memahamu cara budidaya tanaman obat yang benar. Selain itu, melalui pelatihan praktis dalam pembuatan jamu, kunyit asam, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui penggunaan obat alami dan aman. Pendampingan rutin yang dilakukan oleh tim juga terbukti efektif dalam memastikan bahwa siswa tetap termotivasi dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Kata Kunci : penguatan kesehatan keluarga; APOCIL; kenal TOGA. Abstract This study aims to overcome the problem of lack of health facilities and infrastructure in Medana 1 Elementary School, North Lombok Regency, as well as low student understanding of the pharmacist profession through Junior Pharmacists (APOCIL) and the use of Family Medicinal Plants (TOGA). This community service activity focuses on introducing the pharmacist profession, family medicinal plants, and the use of TOGA through direct practice such as planting medicinal plants and making turmeric, tamarind and sherbet herbal products. In addition, this program aims to increase student awareness of the importance of using safe and natural medicines and to form drug-aware cadres from an early age. This community service method uses an educational, training and empowerment approach, starting with socialization to teachers and students, then training is carried out to better understand the various benefits of types of medicinal plants that can be planted in the school environment. Involving 50 5th grade students of Medana 1 Elementary School, who are considered to be able to understand the material and become agents of change in their families and environments related to health. The results of the community service activities carried out showed a significant increase in students' understanding and skills regarding family medicinal plants (TOGA) and the pharmacist profession. This activity successfully increased students' awareness of the importance of utilizing natural and safe medicines, students were not only able to identify various types of medicines, but also understood how to properly cultivate medicinal plants. In addition, through practical training in making herbal medicine, turmeric and tamarind, students showed high enthusiasm. Overall, this activity not only succeeded in increasing students' knowledge, but also equipped students with skills that could be directly applied, while raising awareness of the importance of health through the use of natural and safe medicines. Routine mentoring carried out by the team also proved effective in ensuring that students remained motivated and received the support needed to continue developing their knowledge and skills. Keywords: strengthening family health; pharmacist through junior pharmacist; get to know the use of TOGA

    Penerapan model inverted class sebagai upaya peningkatana kualitas pembelajaran matematika untuk mahasiswa baru di Jurusan Fisika Universitas Lampung

    Get PDF
    Abstrak Matematika merupakan fondasi utama dalam penyelesaian berbagai masalah dalam bidang ilmu fisika. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengusasai konsep-konsep dasar matematika sehingga menganggu prestasi akademik mahasiswa. Pengabdian ini bertujuan mengimplementasi metode inverted class untuk melihat bagaimana keberhasilannya dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada minggu ke 3 dan 4 bulan Januari 2025. Kegiatan ini  dibagi menjadi menjadi tiga kegiatan yaitu persiapan kegiatan, pelaksanan kegiatan di kelas serta evaluasi keberhasilan dengan sasaran 55 mahasiswa baru Fisika Unila. Dalam masa persiapakan disusun modul interaktif, menarik dan modern. Lalu dilakukan test pemahaman awal konsep matematika dengan hasil 42,9%. Selanjutnya dilakukan 2 kali pembelajaran dengan inverted class. Pada tahap evaluasi diperoleh peningkatan pemahaman mahasiswa menjadi 60.5%. Dengan tambahan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan modul yang diberikan. Pengabdian ini berhasil menunjukkan bahwa inverted class dapat menjadi solusi untuk mencarik pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sekaligus melatih kemandirian belajar mahasiswa.  Kata kunci: fisika; inverted class ; mahasiswa baru; pemahaman matematika AbstractHowever, many students struggle to grasp basic mathematical concepts, which negatively impacts their academic performance. This community service program aims to implement the Inverted Class method to evaluate its effectiveness in addressing this issue. The program activities were carried out in 3th dan 4th weeks of January 2025. This program was divided into three stages: preparation, classroom implementation, and evaluation of its success, involving 55 first-year physics students at Universitas Lampung. During the preparation phase, an interactive, engaging, and modern module was developed. An initial test was conducted to assess students' understanding of basic mathematical concepts, yielding an average score of 42.9%. The implementation phase involved two Inverted Class learning sessions. In the evaluation phase, the students' understanding improved significantly, with an average score increase to 60.5%. Additionally, students provided positive feedback on the learning process and the module used. This program successfully demonstrated that the Inverted Class method can serve as an effective approach to improving conceptual understanding while fostering students' independent learning skills. Keywords: inverted class; first-year students; physics; mathematical understanding; independenc

    Implementasi K-Means untuk segmentasi pelanggan dalam pengembangan aplikasi untuk toko ABC

    Get PDF
    Abstrak Pemerintah Indonesia mendorong akselerasi adopsi teknologi digital oleh UMKM agar tetap produktif. Toko ABC adalah salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang distribusi suku cadang kendaraan bermotor. Tim PkM mengidentifikasi tiga masalah utama di toko ABC pada proses pembelian dan persediaan, dan lima masalah utama pada proses penjualan. Salah satu masalah utama pada proses penjualan adalah data pelanggan dan riwayat transaksi penjualan belum dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan segmentasi pelanggan. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah mengembangkan aplikasi melalui peningkatan fitur yang berfokus pada manajemen usaha inti toko. Aplikasi ini juga menerapkan K-Means untuk melakukan segmentasi pelanggan menggunakan model RFM. Analisis dan perancangan sistem menggunakan pendekatan design thinking yang terdiri dari 6 (enam) tahapan, dilanjutkan dengan konstruksi sistem, pengujian fungsionalitas, implementasi dan evaluasi aplikasi. Berdasarkan pengujian black-box dan pengujian kepuasan dengan nilai rata-rata sebesar 3.2 (interval Puas), maka PkM ini berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh mitra. Kata kunci: aplikasi; segmentasi; pelanggan; K-Means; RFM AbstractThe Indonesian government is promoting the acceleration of digital technology adoption by SMEs to maintain productivity. Store ABC is one of the SMEs engaged in the distribution of motor vehicle spare parts. The Community Service team identified three main issues at Store ABC in the purchasing and inventory processes, and five main issues in the sales process. One of the main issues in the sales process is that customer data and sales transaction history have not been maximally utilized for customer segmentation. The goal of this PkM activity is to develop an application through feature enhancement focused on the core business management of the store. This application also applies K-Means to perform customer segmentation using the RFM model. The system analysis and design use a design thinking approach consisting of six stages, followed by system construction, functionality testing, implementation, and application evaluation. Based on black-box testing and satisfaction testing with an average score of 3.2 (in the Satisfied interval), this PkM successfully addressed the issues faced by the partner. Keywords: application; segmentation; customer; K-Means; RF

    Implementasi Skrining kesehatan dan terapi aktivitas kelompok sebagai upaya holistik perawatan lansia di Panti Werdha Sentani

    Get PDF
    AbstrakPeningkatan jumlah lansia di Indonesia memberikan tantangan dalam aspek kesehatan fisik dan psikososial. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2022, prevalensi hipertensi pada populasi usia 45–54 tahun mencapai 33,5% dan meningkat hingga 63,2% pada kelompok usia 55–64 tahun. Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2023, sekitar 1,28 miliar orang di seluruh dunia mengalami hipertensi dalam rentang usia 30–79 tahun, dengan sebagian besar kasus terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi serupa terlihat di Panti Werdha Sentani yang di mana sebagian besar lansia belum mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan minim terlibat dalam aktivitas fisik dan sosial yang terstruktur. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan holistik melalui skrining kesehatan dan terapi aktivitas kelompok guna meningkatkan status kesehatan fisik dan kesejahteraan psikososial lansia. Metode kegiatan mencakup tiga tahap utama: (1) skrining kesehatan (pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan berat badan); (2) edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif; dan (3) terapi aktivitas kelompok berupa senam ringan, permainan kognitif, serta aktivitas sosial dengan alat musik sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2024 dan melibatkan 30 lansia sebagai peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap perilaku dan ekspresi peserta, serta tingkat partisipasi dalam aktivitas. Hasil skrining menunjukkan kecenderungan hipertensi dan hiperglikemia pada sebagian besar peserta, sementara observasi menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan interaksi sosial setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi deteksi dini dan stimulasi aktivitas sosial mampu meningkatkan kualitas hidup lansia. Diperlukan program berkelanjutan dan sinergis dengan pengelola panti werdha guna memperluas dampak kegiatan. Kata kunci: lansia; skrining kesehatan; terapi aktivitas kelompok; hipertensi; diabetes mellitus AbstractThe increase in the number of elderly in Indonesia presents challenges in terms of physical and psychosocial health. According to the 2022 Indonesian Health Profile, the prevalence of hypertension in the population aged 45–54 years reached 33.5% and increased to 63.2% in the age group of 55–64 years. Globally, the World Health Organization (WHO) reports that in 2023, around 1.28 billion people worldwide will have hypertension in the age range of 30–79 years, with the majority of cases occurring in developing countries, including Indonesia. A similar condition can be seen at the Sentani Nursing Home, where most of the elderly have not received regular health checkups and are minimally involved in structured physical and social activities. This community service aims to apply a holistic approach through health screening and group activity therapy to improve the physical health status and psychosocial well-being of the elderly. The activity method includes three main stages: (1) health screening (blood pressure, blood sugar, and weight checks); (2) health education through interactive counseling; and (3) group activity therapy in the form of light gymnastics, cognitive games, and social activities with simple musical instruments. The activity was held on October 16, 2024, and involved 30 elderly as participants. Evaluation is carried out through direct observation of participants' behavior and expressions and the level of participation in activities. The screening results showed a tendency to hypertension and hyperglycemia in most participants, while observations showed increased motivation and social interaction after the activity. This activity shows that integrating early detection and stimulation of social activities can improve the quality of life of the elderly. A sustainable and synergistic program is needed with nursing home managers to expand the impact of activities. Keywords: elderly; health screening; group activity therapy; hypertension; diabetes mellitus

    Implemetasi Metode Debat Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMKN 5 Mataram

    Get PDF
    Penelitian ini berdasarkan fenomena yang melatarbelakangi adanya sejumlah faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa. Antara lain penggunaan media dan metode pembelajaran konvensional sehingga tidak dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Sebagaimana yang selama ini dilakukan di kelas X Grafika di sekolah tepatnya di SMKN 5 Mataram. Pembelajaran dikelas membutuhkan metode pembelajaran yan berpusat pada siswa. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran debat yang dimana siswa dapat bekerja secara aktif dalam mengemukakan dan mengeluarkan pendapat, gagasan serta ide-ide yang dimiliki. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses penggunaan metode debat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dikelas X Grafika SMKN 5 Mataram, dan kemudian mendeskripsikan faktor penghambat penerapan atau pengimplementasian metode debat terhadap motivasi belajar siswa dan mengetahui masalah yang muncul selama penerapan metode debat dikelas terhadap motivasi belajar siswa di kelas X Grafika SMKN 5 Mataram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data meliputi sumber data primer, sekunder, dan tersier. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) implementasi atau penerapan metode debat mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif dan bersemangat serta rasa keingintahuan lebih besar ketika ketika proses pembelajaran berlangsung. (2) faktor penghambat penerapan metode debat terhadap motivasi belajar dalah faktor keterbatasan waktu, kurangnya bahan referensi serta karakarter siswa yang berbeda-beda. (3) Solusi yang ditawarkan disini yaitu, sebelum penerapan metode debat dikelas guru diharapkan menyiapkan rangkaiannya seminggu sebelum metode debat diterapkan, kemudian yang kedua guru diharapkan memberi kebabasan kepada siswa untuk bebas mengakses materi dari internet kemudian yang ketiga terkait karakter siswa disini guru dituntut untuk lebih sabar lagi dalam menghadapi sisw

    PENGEMBANGAN E-MODUL GEOGRAFI TERINTEGRASI AYAT-AYAT AL-QURAN BERBASIS FLIPBOOK DI MAN 2 PONTIANAK

    Get PDF
    Abstrak: Minimnya ketersediaan media pembelajaran dalam pembelajaran geografi dapat mengakibatkan kesulitan belajar yang berpengaruh terhadap pemahaman peserta didik terkait materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul geografi terintegrasi ayat-ayat Al-Quran berbasis flipbook di MAN 2 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi 3 tahapan yaitu define, design, dan develop. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala likert. Data dihitung dalam perhitungan kuantitatif dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan e-modul hasil validasi ahli materi sebesar 97,66% yang dikategorikan sangat layak. Kelayakan kegrafikan oleh ahli media sebesar 84,66% dengan kategori sangat layak, dan kelayakan integrasi materi dengan Islam oleh validator agama sebesar 85,2% masuk kategori sangat layak. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan kelayakan e-modul sebesar 86,42% dengan kualifikasi sangat baik. Pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase kelayakan sebesar 82% dengan kategori sangat baik, dan uji coba guru geografi diperoleh persentase kelayakan sebesar 92,66% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil keseluruhan uji kelayakan oleh 3 validator ahli dan uji coba produk, diketahui bahwa e-modul memiliki kategori yang sangat layak, sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran maupun penelitian lanjutan. Abstract:  The lack of availability of learning media in geography learning can lead to learning difficulties that affect students' understanding of the material taught. This study aims to produce a flipbook based integrated geography e-module of Al-Quran verses in MAN 2 Pontianak. The research method used in this study is Research and Development (R&D) with the 4D development model modified into 3 stages namely define, design and develop. The data collection technique used was a Likert scale questionnaire. The data were calculated in quantitative calculations and analysed in descriptive statistics. The results showed the feasibility of the e-module from the material expert validation of 97.66%, which was classified as very feasible. The feasibility of graphics by media experts is 84.66% with a very feasible category, and the feasibility of material integration with Islam by religious validators is 85.2% in the very feasible category. The results of the small group trial showed that the feasibility of the e-modules was 86.42% with very good qualifications. In the large group trial, the feasibility percentage was 82% with a very good category, and the geography teacher trial obtained a feasibility percentage of 92.66% with very good qualifications. Based on the overall results of the feasibility test by 3 expert validators and product trials, it is known that the e-module has a very feasible category, so it can be used in the learning process and further research

    EXPLORING CLUNGUP MANGROVE CONSERVATION THROUGH VIRTUAL FIELD TRIP MEDIA : TO IMPROVE STUDENTS CRITICAL THINKING CAPABILITY

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan keterampilan berpikir kritis siswa yang tidak merata pada setiap siswa serta pembelajaran yang bersifat pasif pada materi konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Virtual Field Trip (VFT) di Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang mendukung pemahaman materi konservasi dan mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dengan instrumen berupa wawancara, angket kebutuhan siswa, lembar validasi ahli, angket respons siswa, dan asesmen kemampuan berpikir kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis kebutuhan, validasi ahli, uji coba media, dan asesmen siswa dengan analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan media VFT memiliki tingkat validitas sangat tinggi (93%), respons positif siswa sebesar 91.6%, skor kemampuan berpikir kritis rata-rata 81% (kategori tinggi) dan 94% siswa mencapai KKTP yang menunjukkan bahwa media ini membantu siswa dalam berbagai aspek berpikir kritis, seperti conveying simple explanations , forming basic skills, inferring, elaborating further explanations, dan organising tactics and strategies. Media VFT efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, mendukung pemahaman konsep konservasi, dan menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran geografi.   Abstract:  This research is backgrounded by the problem of students' critical thinking skills that are uneven in each student and passive learning on conservation material. This research aims to develop Virtual Field Trip (VFT) learning media at Clungup Mangrove Conservation (CMC) that supports the understanding of conservation materials and measures students' critical thinking skills. This research uses the 4D development method (Define, Design, Develop, Disseminate) with instruments in the form of interviews, student needs questionnaires, expert validation sheets, student response questionnaires, and critical thinking skills assessments. Data collection was carried out through needs analysis, expert validation, media trials, and student assessments with data analysis using a Likert scale. The results showed that the VFT media had a very high level of validity (93%), a positive student response of 91.6%, an average critical thinking ability score of 81% (high category) and 94% of students achieved KKTP which indicated that this media helped students in various aspects of critical thinking, such as conveying simple explanations, forming basic skills, inferring, elaborating further explanations, and organising tactics and strategies. VFT media is effective in improving students' critical thinking skills, supporting the understanding of conservation concepts, and being an innovative alternative in geography learning.

    IMPLEMENTASI WEBGIS BERBANTUAN MY MAPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SPASIAL SISWA KELAS X SMA DI KOTA SEMARANG MATERI INTERPRESTASI CITRA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan WebGIS berbantuan My Maps guna meningkatkan kemampuan analisis spasial siswa kelas X SMA di Kota Semarang dalam pembelajaran materi interpretasi citra. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan analisis spasial siswa dan keterbatasan akses terhadap teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan siswa dari SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 5 Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan analisis spasial siswa setelah penggunaan WebGIS berbantuan My Maps, ditunjukkan oleh peningkatan skor praktik keterampilan dari fase awal ke fase akhir pada seluruh sekolah. Selain itu, respons siswa terhadap penggunaan media ini sangat positif, dengan sebagian besar siswa menilai media mudah diakses, interaktif, dan sesuai dengan kurikulum merdeka. Temuan ini menunjukkan bahwa WebGIS berbasis My Maps efektif dalam mendukung pembelajaran geografi dan berpotensi untuk diterapkan secara lebih luas dalam pendidikan spasial di tingkat menengah. Abstract: This study aims to implement WebGIS assisted by My Maps to improve the spatial analysis skills of 10th-grade high school students in Semarang City in the subject of image interpretation. The background of this research lies in the students' low spatial analytical abilities and limited access to Geographic Information System (GIS) technology in schools. A pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design was employed, involving students from SMAN 1, SMAN 3, and SMAN 5 Semarang City. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation. The results showed a significant improvement in students' spatial analysis skills after using WebGIS assisted by My Maps, as evidenced by increased performance scores from the initial to final skill practice phases across all schools. Furthermore, student responses to the use of this media were overwhelmingly positive, with most students finding it accessible, interactive, and aligned with the independent curriculum. These findings indicate that WebGIS based on My Maps is effective in supporting geography learning and holds great potential for broader application in spatial education at the secondary school level

    12,181

    full texts

    13,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇