UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Desa Purwajaya Melalui Skrining Kesehatan, Edukasi Gizi dan Konseling Obat
Public health is crucial for improving the quality of life and productivity in communities. However, many individuals remain unaware of the importance of regular health check-ups, proper medication use, and balanced nutrition. This highlights the need for effective community service initiatives that focus on prevention and promotion. Our program aimed to enhance public understanding of early detection of non-communicable diseases through blood pressure and blood glucose screenings, along with education on rational drug use and healthy eating habits. Conducted in Marga Mulya Hamlet, Purwajaya Village, in October 2025, engaged 17 women aged 25 to 60 years. We provided free health checks, consultations with pharmacists, and nutritional advice from dietitians. Educational materials included leaflets and brochures, supported by interactive discussions. We assessed effectiveness using pre-test and post-test questionnaires. Results showed that 29.4% of participants had stage 1 hypertension, and one was identified as prediabetic (RBG 193 mg/dL). Participants demonstrated a significant increase in knowledge, with average post-test scores reaching a score of 10. Dietitians recommended low-salt diets, while pharmacists focused on optimising medication therapy. Notably, 90% of participants committed to healthier lifestyles following the counselling they received. Overall, this initiative successfully raised awareness of early disease detection, appropriate medication use, and healthy living, while highlighting the ongoing need for health programs in the region.Key word: health checks; drug consultasions; nutrition; blood preasure; blood sugarAbstrakKesehatan masyarakat berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas. Namun, kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin, penggunaan obat yang benar, dan pola gizi seimbang masih rendah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta memberikan edukasi terkait penggunaan obat rasional dan pola makan sehat. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Marga Mulya Desa Purwajaya Oktober 2025, melibatkan 17 orang peserta berlatarbelakang ibu rumah tangga berusia 25-60 tahun. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah gratis, konsultasi obat dengan apoteker, serta konsultasi gizi bersama ahli gizi. Edukasi dilakukan melalui pembagian leaflet, brosur, dan diskusi interaktif. Untuk mengukur efektivitas, digunakan kuesioner pre dan post-test. Hasil pemeriksaan terhadap 17 responden menunjukkan 29,4% mengalami hipertensi tingkat 1 dan satu orang prediabetik (GDS 193 mg/dL). Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi yaitu nilai rata-rata pre dan post-test yaitu 10. Ahli gizi memberikan intervensi berupa modifikasi gaya hidup dan diet personal, seperti diet rendah garam dan pengaturan karbohidrat. Apoteker berperan dalam optimalisasi terapi obat melalui review, konseling kepatuhan, serta pencegahan swamedikasi. Mayoritas peserta (90%) menyatakan komitmen untuk menerapkan gaya hidup sehat berdasarkan konseling yang diterima. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, penggunaan obat yang tepat, serta pola hidup sehat. Temuan kasus hipertensi dan prediabetes menyoroti kebutuhan akan program berkelanjutan di wilayah tersebut.Kata kunci: pemeriksaan kesehatan; konsultasi obat; konsultasi gizi; tekanan darah; gula darah Kutip (Cite) artikel ini: BibTeX | EndNote/Zotero/Medelay (RIS) | MLA/APA/Chicago/Harvard/VancouverSejarah artikel: Dikirim: 22, Oktober 2025 Revisi: 28, Oktober 2025 Diterima: 29, Oktober 2025Full PDF artikel : Download Pendahuluan Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Derajat kesehatan yang baik tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap pelayanan kesehatan kuratif, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam melakukan upaya promotif dan preventif, seperti pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini gangguan kesehatan, sehingga tindakan pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif (Abu et al., 2025).Namun, di berbagai wilayah, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kebiasaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Rendahnya kesadaran ini umumnya disebabkan oleh keterbatasan akses layanan kesehatan, faktor ekonomi, dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini penyakit (Agustian et al., 2024). Akibatnya, penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan gangguan metabolik lainnya kerap terdeteksi ketika sudah dalam kondisi lanjut. Menurut WHO, PTM merupakan penyebab utama kematian global, dengan kontribusi sebesar 74% dari seluruh kematian pada tahun 2022 (Alpices et al., 2025).Upaya deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi semakin penting mengingat meningkatnya prevalensi PTM di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi hipertensi mencapai lebih dari 25%, diabetes mellitus sebesar 1,5%, dan obesitas sebesar 21,8% pada kelompok usia dewasa. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan cek kesehatan terpadu yang melibatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi obat dan gizi menjadi salah satu bentuk intervensi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat masyarakat.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah menggunakan tensimeter dan glukometer, disertai edukasi melalui leaflet dan brosur kesehatan. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan konsultasi obat bersama apoteker guna memberikan pemahaman tentang penggunaan obat yang rasional, serta konsultasi gizi bersama ahli gizi untuk membantu masyarakat menerapkan pola makan sehat yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Model edukasi interaktif dan partisipatif seperti ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di berbagai daerah (Mulyana et al., 2023).Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pencegahan penyakit tidak menular, serta mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan lintas profesi antara apoteker, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya juga memperkuat sinergi dalam mewujudkan masyarakat yang sadar dan peduli terhadap kesehatannya secara berkelanjutan. Metode PelaksanaanWaktu, Tempat dan SasaranKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025, pukul 09.00 hingga 12.00 WITA, bertempat di Posyandu Dusun Marga Mulya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Pembantu Desa Purwajaya dan dihadiri sebanyak 17 orang. Sasaran utama program ini adalah ibu rumah tangga berusia antara 25 hingga 60 tahun.Alur KegiatanKegiatan diawali dengan peserta mengisi pre-test yang dibagikan, kemudian tim melakukan penyampaian materi mengenai deteksi dini dan pencegahan penyakit diabetes serta peserta mengisi lembar post-test, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama peserta. Setelah itu, tim melaksanakan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, berat badan, dan tinggi badan. Pada tahap akhir, dilakukan sesi konseling gizi dan obat yang mencakup pemberian rekomendasi intervensi yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan dengan formulir konseling yang sudah diisi.Instrumen dan Alat1. Pemeriksaan gratisTensimeter digital untuk mengukur tekanan darah, timbangan berat badan dan mikrotoa untuk mengukur tinggi badan, glukometer (easy touch) dan strip tes untuk mengukur kadar gula darah sewaktu2. Konsultasi dan EdukasiFormulit kesehatan: Berisi data identitas, riwayat keluhan, dan hasil pemeriksaan kesehatan gratis. Leaflet edukasi: media visual yang berisi informasi tentang penyakit diabetes, pengelolaan obat dan panduan giziAnalisis DataAnalisis data yang digunakan bersifat deskriptif-analitis. Teknik ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil temuan di lapangan serta menghubungkannya dengan tujuan dan pelaksanaan program pengabdian yang telah dijalankan. Hasil KegiatanBerdasarkan pemeriksaan terhadap 17 responden di Dusun Marga Mulya, diperoleh gambaran kondisi kesehatan sebagai berikut:Hasil pemeriksaan terhadap 17 responden di Dusun Marga Mulya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki tekanan darah di atas normal, dengan 35,29% termasuk kategori pre-hipertensi dan 35,29% hipertensi tahap satu, sementara hanya 29,42% yang memiliki tekanan darah normal. Seluruh responden memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal tanpa adanya kasus pre-diabetes maupun diabetes. Berdasarkan hasil pengukuran indeks massa tubuh, mayoritas responden memiliki berat badan normal (58,83%), diikuti oleh 23,53% dengan berat badan kurang dan 17,64% dengan kelebihan berat badan, tanpa ditemukan kasus obesitas. Secara keseluruhan, hasil ini menggambarkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat tergolong cukup baik, meskipun masih terdapat indikasi risiko tekanan darah tinggi (Lihat Tabel 1).Hasil pemeriksaan terhadap 17 responden di Dusun Marga Mulya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki tekanan darah di atas normal, dengan 35,29% termasuk kategori pre-hipertensi dan 35,29% hipertensi tahap satu, sementara hanya 29,42% yang memiliki tekanan darah normal. Seluruh responden memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal tanpa adanya kasus pre-diabetes maupun diabetes. Berdasarkan hasil pengukuran indeks massa tubuh, mayoritas responden memiliki berat badan normal (58,83%), diikuti oleh 23,53% dengan berat badan kurang dan 17,64% dengan kelebihan berat badan, tanpa ditemukan kasus obesitas. Secara keseluruhan, hasil ini menggambarkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat tergolong cukup baik, meskipun masih terdapat indikasi risiko tekanan darah tinggi (Lihat Tabel 2).Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap peserta kegiatan edukasi mengenai deteksi dini diabetes, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dalam tingkat pemahaman masyarakat. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 8,81 pada pre-test menjadi 10 pada post-test, menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan intervensi edukatif. Pembahasan KegiatanPrevalensi hipertensi dan gula darah tinggi dalam komunitasHasil pemeriksaan terhadap 17 responden di Dusun Marga Mulya memberikan gambaran yang penting mengenai kondisi kesehatan masyarakat, khususnya terkait tekanan darah dan kadar gula darah. Proporsi peserta dengan tekanan darah di atas normal, yaitu 35,29% pre-hipertensi dan 35,29% hipertensi tahap satu, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah mengalami peningkatan risiko terhadap penyakit kardiovaskular. Kondisi ini berimplikasi pada perlunya deteksi dini dan pengendalian tekanan darah secara berkelanjutan. Meski seluruh peserta memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal, tingginya angka pre-hipertensi dan hipertensi menjadi faktor predisposisi yang dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya gangguan metabolik seperti diabetes melitus.Berdasarkan analisis terhadap data pemeriksaan kesehatan 17 responden, teridentifikasi gambaran kondisi kesehatan yang memiliki kemiripan dengan temuan berbagai studi pengabdian masyarakat dalam jurnal-jurnal yang dirujuk. Data menunjukkan bahwa hampir 30% sampel, atau lima orang, telah memasuki tahap hipertensi tingkat satu, sementara satu orang tercatat memiliki kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) yaitu 193 mg/dL, yang mengindikasikan kondisi prediabetik. Temuan ini sejalan dengan laporan Djaja & Ratimanjari (2024) yang menemukan prevalensi hipertensi mencapai 62,9% dan gula darah tinggi 17,5% pada warga di Bogor, meskipun angkanya lebih rendah, hal ini mengonfirmasi bahwa hipertensi dan gangguan metabolisme gula merupakan masalah kesehatan yang lazim ditemui dalam masyarakat (Djaja & Ratimanjari, 2024). Selain itu, kasus gula darah tinggi dalam data ini juga memperkuat temuan Khosasih (2024) yang melaporkan adanya peserta dengan kadar gula di atas normal dalam kegiatan skrining serupa (Khosasih, 2024). Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan di berbagai lokasi seperti Desa Bangun Rejo, Desa Marioriaja (Anggeraeni et al., 2024), dan Pondok Pesantren KHAS Kempek Ilmiyati et al., (2025) menunjukkan konsistensi hasil sebagai strategi efektif dalam mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (Ilmiyati et al., 2025). Data empiris mengungkapkan bahwa 47,5% peserta di Desa Bangun Rejo mengalami tekanan darah sistolik tinggi, sementara 15% peserta di Bandung Salsabila et al., (2024) terdeteksi dalam kategori diabetes dan prediabetes. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa skrining kesehatan berbasis komunitas berperan sebagai sistem peringatan dini yang mampu mengidentifikasi masalah kesehatan sebelum berkembang menjadi kondisi patologis yang irreversible (Salsabila et al., 2024).Urgensi deteksi dini dan peningkatan kesadaranBerdasarkan hasil kegiatan edukasi yang dilakukan di Dusun Marga Mulya, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dari peserta, yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata pre-test sebesar 8,8 dan meningkat menjadi 10 pada post-test. Peningkatan ini menggambarkan adanya perubahan positif dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara rutin, pengenalan faktor risiko, serta penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah preventif.Temuan-temuan ini semakin menonjol ketika dikaitkan dengan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan berkala. Banyak dari kondisi tersebut mungkin tidak disadari oleh penderitanya, sehingga kegiatan cek kesehatan gratis, seperti yang dilakukan dalam data ini, memainkan peran krusial. Hal ini selaras dengan penelitian Abu Qosim et al., (2025) dan Agustian et al., (2024) yang menekankan bahwa pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan gratis berhasil meningkatkan kesadaran dan memungkinkan intervensi dini, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat dengan akses kesehatan terbatas (Abu et al., 2025; Agustian et al., 2024). Dengan terdeteksinya masalah kesehatan, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah edukasi. Adanya riwayat penyakit seperti maag, asam urat, dan kolesterol pada beberapa responden dalam data menggarisbawahi perlunya pendampingan pola hidup sehat.Perlunya intervensi gizi dan gaya hidup yang komprehensifKonsultasi gizi dan edukasi merupakan upaya promotif-preventif yang efektif, sebagaimana diimplementasikan oleh Aryatika et al., (2025), di mana konseling gizi secara langsung terbukti membantu masyarakat memahami dan menerapkan pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatannya untuk mencegah komplikasi lebih lanjut (Aryatika et al., 2023).Dari hasil pengukuran indeks massa tubuh, sebagian besar responden memiliki berat badan normal yaitu sebesar 58,83%. Sebagian lainnya, yakni 23,53%, tergolong memiliki berat badan kurang, sedangkan 17,64% termasuk dalam kategori kelebihan berat badan. Tidak ditemukan kasus obesitas pada peserta kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa status gizi masyarakat secara umum tergolong cukup baik, namun masih ada sebagian kecil yang perlu memperbaiki pola makan agar mencapai berat badan ideal. Bagi peserta dengan berat badan kurang disarankan untuk meningkatkan asupan protein dan kalori, sedangkan bagi yang mengalami kelebihan berat badan dianjurkan untuk mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik untuk mencegah risiko penyakit tidak menular.Khosasih (2024) dan Fitrianah et al., (2024) melaporkan bahwa senam komunitas, seperti senam diabetes atau hipertensi, yang dilakukan secara rutin dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan tekanan darah dan mengontrol kadar gula darah (Fitrianah et al., 2024; Khosasih, 2024). Oleh karena itu, integrasi antara skrining kesehatan, edukasi gizi, dan promosi aktivitas fisik membentuk sebuah siklus yang saling memperkuat. Skrining mengidentifikasi masalah, edukasi memberikan pemahaman dan solusi praktis, sementara aktivitas fisik menjadi salah satu instrumen terapi non-farmakologis. Untuk memaksimalkan dampaknya, individu dengan temuan abnormal seperti GDS sangat tinggi atau hipertensi yang persisten perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk diagnosis yang lebih mendalam dan penatalaksanaan yang berkelanjutan, sehingga upaya pengabdian masyarakat ini tidak hanya berhenti pada deteksi, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju derajat kesehatan yang lebih baik. Dokumentasi kegiatan setelah dilakukan pemaparan materi dilakukan kuis dan pemberian hadiah ke peserta (Lihat Gambar 1).Sinergi Apoteker dan Ahli Gizi dalam penangan secara holistikBerdasarkan hasil tersebut, tim pengabdian merekomendasikan intervensi multidisiplin yang melibatkan apoteker dan tenaga ahli gizi untuk mendukung upaya promotif dan preventif. Apoteker berperan dalam memberikan edukasi terkait penggunaan obat yang rasional, terutama bagi peserta dengan tekanan darah tinggi, melalui konseling mengenai kepatuhan terapi, potensi efek samping obat antihipertensi, serta pencegahan swamedikasi yang tidak tepat. Selain itu, apoteker juga menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin dan mengedukasi masyarakat tentang hubungan antara gaya hidup, stres, dan efektivitas terapi obat. Di sisi lain, tenaga ahli gizi memberikan intervensi berbasis pola makan dan gaya hidup, seperti penerapan diet rendah garam, peningkatan konsumsi buah dan sayur, serta pengaturan asupan karbohidrat dan lemak sesuai kebutuhan individu. Untuk peserta dengan berat badan kurang, disarankan peningkatan asupan protein hewani dan nabati, sedangkan bagi yang memiliki kelebihan berat badan diberikan panduan defisit kalori yang aman serta peningkatan aktivitas fisik ringan hingga sedang.Intervensi Ahli Gizi difokuskan pada modifikasi gaya hidup melalui pendekatan nutrisi yang personal. Ahli gizi akan melakukan asesmen mendalam terhadap kebiasaan makan setiap individu berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan mereka. Sebagai contoh, bagi responden dengan hipertensi, ahli gizi akan merancang pola makan rendah garam (diet DASH), membatasi konsumsi tidak lebih dari 1 sendok teh garam per hari, dan meningkatkan asupan kalium dari buah-buahan serta sayuran. Edukasi gizi kelompok juga menjadi kunci, dengan mempromosikan panduan "Isi Piringku" dan melakukan demonstrasi memasak sehat untuk mengurangi kebiasaan menggoreng dan penggunaan MSG berlebihan, sebagaimana ditemukan Aryatika et al., (2025) sebagai masalah umum di masyarakat (Aryatika et al., 2023).Di sisi lain, Intervensi Apoteker berpusat pada aspek terapi obat dan penggunaan obat yang rasional (rational drug use). Apoteker akan melakukan review obat-obatan yang dikonsumsi oleh peserta, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes. Tujuannya adalah untuk memastikan kepatuhan, dosis yang tepat, dan mendeteksi adanya Potensi Masalah Terkait Obat (DRP/Drug Related Problems), seperti efek samping atau interaksi obat. Bagi pasien hipertensi yang baru terdiagnosis, apoteker memberikan konseling tentang cara kerja obat antihipertensi, pentingnya minum obat secara rutin meskipun sudah merasa sehat, dan cara mengatasi efek samping seperti pusing. Untuk pasien dengan GDS tinggi, apoteker akan menjelaskan cara penggunaan dan penyimpanan obat diabetes (misalnya, insulin), serta mewaspadai gejala hipoglikemi. Apoteker juga berperan dalam mencegah swamedikasi yang tidak tepat, misalnya dengan mengedukasi tentang bahaya penggunaan obat penghilang rasa sakit tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah, serta mendorong penggunaan obat bebas terpilih yang aman bagi penderita maag atau gangguan lambung, yang juga banyak ditemui dalam data (Sinaga, 2024).Sinergi antara ahli gizi dan apoteker menciptakan sebuah siklus penanganan yang berkelanjutan. Ahli gizi membangun fondasi melalui modifikasi gaya hidup, yang pada banyak kasus dapat mengurangi beban ketergantungan terhadap obat. Sementara apoteker memastikan bahwa jika terapi obat diperlukan, obat tersebut digunakan dengan cara yang paling aman, tepat, dan efektif. Dalam konteks pengabdian masyarakat, kolaborasi ini dapat diwujudkan dalam bentuk posko terpadu, dimana setelah pemeriksaan kesehatan, masyarakat dapat langsung berkonsultasi dengan ahli gizi untuk perencanaan makan dan dengan apoteker untuk konseling obat. Pendekatan kolaboratif semacam ini tidak hanya menangani gejala, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk secara mandiri mengelola kesehatannya, sehingga secara signifikan dapat mencegah progresivitas penyakit dan meningkatkan kualitas hidup. Simpulan dan Saran KegiatanSimpulanBerdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Marga Mulya, simpulan utama yang dapat diambil adalah:Skrining Kesehatan sebagai Deteksi Dini: Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis berhasil mengidentifikasi prevalensi faktor risiko PTM yang signifikan pada komunitas tersebut, dengan 5 dari 17 responden (29.4%) terdiagnosis hipertensi stadium 1 dan satu orang (5.9%) berada dalam kondisi prediabetes. Temuan ini membuktikan bahwa skrining komunitas merupakan langkah krusial sebagai sistem peringatan dini.Efektivitas Model Layanan Terpadu: Model intervensi yang mengintegrasikan pemeriksaan kesehatan, konsultasi gizi personal, dan konsultasi obat oleh apoteker terbukti efektif. Model ini tidak hanya berhenti pada deteksi, tetapi langsung memberikan solusi dan edukasi yang konkret dan personal kepada masyarakat, sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.Pemberdayaan Melalui Edukasi: Konsultasi gizi
ENHANCING VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS' COMPETENCE IN OPERATING SYSTEM SECURITY THROUGH HARDENING TRAINING TO IMPROVE AWARENESS OF CYBER THREATS
Abstrak: Keamanan sistem operasi merupakan elemen krusial dalam melindungi perangkat digital dari ancaman siber. SMK Negeri 2 Tegal, yang memiliki jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, menghadapi tantangan dalam meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang keamanan sistem operasi, khususnya dalam teknik hardening. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengamankan sistem operasi Windows dan Linux melalui pelatihan hardening. Metode yang digunakan mencakup seminar interaktif dan praktik langsung di laboratorium komputer di SMK Negeri 2 Tegal dengan 33 siswa kelas XI jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TKTJ). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan nilai rata-rata post-test meningkat sebesar 22.7%, dari 66 menjadi 81. Keunikan pengabdian ini terletak pada pendekatan yang menggabungkan teori dan praktik langsung, serta modul pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Sebagai rekomendasi, disarankan untuk mengadakan pelatihan lanjutan dan mengintegrasikan materi keamanan sistem operasi ke dalam kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesiapan siswa menghadapi dunia kerja, dan ketahanan digital di dunia pendidikan.Abstract: Operating system security is a crucial element in protecting digital devices from cyber threats. SMK Negeri 2 Tegal, with its Computer Network and Telecommunications program, faces challenges in improving students' competencies in operating system security, particularly in hardening techniques. This community service aims to enhance students' skills in securing Windows and Linux operating systems through hardening training. The method employed includes interactive seminars and hands-on practice in the computer laboratory at SMK Negeri 2 Tegal, envolving 33 students from the eleventh grade of the Computer Network Engineering and Telecommunications (TKTJ) program. Evaluation is carried out through pre-tests and post-tests to measure the improvement in students' understanding and skills. The results show a significant increase in students' understanding, with the average post-test score rising by 22.7%, from 66 to 81. The uniqueness of this service lies in the approach that combines theory and hands-on practice, along with training modules tailored to students' needs. As a recommendation, it is advised to conduct further training and integrate operating system security into the curriculum to enhance educational quality, students' readiness for the workforce, and digital resilience in education
PENINGKATAN NILAI GUNA LIMBAH KARET SEBAGAI BAHAN ADITIF POLIMER DOTTING PADA SARUNG TANGAN KESELAMATAN
Abstrak: Sarung tangan keselamatan merupakan salah satu benda utama dalam proses produksi di berbagai industri karena dapat melindungi tangan dari kecelakaan kerja. PT. Sumber Lancar Cemerlang (PT. SLC) merupakan pabrik produsen sarung tangan keselamatan yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Produk unggulan PT. SLC adalah sarung tangan dotting dan sarung tangan karet tebal. Proses produksi sarung tangan karet tebal menghasilkan potongan limbah karet sebesar 3 ton/bulan. Melihat jumlah limbah karet yang dihasilkan cukup besar dan menyebabkan pencemaran lingkungan ketika dibakar, dibutuhkan pengolahan secara efektif. Gagasan yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah pengolahan bahan campuran polimer dalam proses produksi sarung tangan dotting yang memiliki nilai jual. Dotting pada sarung tangan dotting terbuat dari polimer sintesis yang bersifat fleksibel dan kuat. Rasio antara limbah karet dengan polimer sebesar 1:3 merupakan rasio terbaik karena karakteristik polimer dotting menyerupai produk komersilnya. Proses praktik percobaan dan analisis polimer dotting dilakukan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kalijudan, sedangkan pengecekan kualitas produk dalam skala industri dilakukan oleh mitra. Melalui tahapan evaluasi, mitra memperoleh peningkatan pengetahuan terkait pemanfaatan limbah karet sebagai bahan baku polimer dotting dan proses pencampuran.Abstract: Safety gloves are among the main objects in the production processes of various industries because they protect hands from work-related accidents. PT Sumber Lancar Cemerlang (PT SLC) is a safety glove manufacturer located in Sidoarjo, East Java. The main products of PT SLC include dotting gloves and thick rubber gloves. The production of thick rubber gloves generates 3 tons per month of rubber waste. Rubber waste cannot be disposed of directly or burned, as it causes environmental pollution. To address this issue, the rubber waste is processed into a polymer blend material for the production of dotting gloves. The dots on dotting gloves are made from flexible and strong synthetic polymers. A ratio of 1:3 between rubber waste and polymer is optimal because the characteristics of the dotting polymer are similar to those of commercial product. Experiments and analysis of the dotting polymer were conducted at Widya Mandala Surabaya Catholic University (UKWMS) Kalijudan Campus, while product quality checks on an industrial scale were carried out by the partners. Based on the evaluation, partners improved their knowledge of the utilization of rubber waste and the mixing process
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN DAYA SAING PETERNAK BEBEK PETELUR MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PENCACAH TANAMAN, PEMBERSIH TELUR DAN DIGITAL MARKETING
Abstrak: UMKM Bebek Fitria memiliki penambahan ternak menyebabkan masalah kebutuhan pakan ternak yang besar serta kecepatan dalam proses pembersihan telur bebek. Area pemasaran masih sekitar kecamatan sehingga diperlukan ekspansi pasar. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas jangkauan pasar melalui penerapan inovasi teknologi mesin pencacah tanaman dan pembersih telur, serta Digital Marketing bagi mitra. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan evaluasi. Hasil PKM menunjukkan dari 5 pekerja mitra termasuk pemilik, berdasarkan hasil angket kuesioner pre-test dan post-test adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan Digital Marketing sebesar 80%, fintech 50%, penggunaan mesin pembersih telur dan pencacah tanaman sebesar 75%. Selain itu, pkm ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dengan mesin pembersih telur yang sebelumnya diperlukan waktu 6 jam untuk membersihkan telur 200 butir menjadi 1440 butir, Adanya pencacah tanaman untuk pakan ternak mampu mengurangi biaya pakan sebesar Rp500.000,- per bulan serta potensi dampak keuntungan akibat adanya Digital Marketing akan meningkatkan keuntungan sebesar 6,94% dari proyeksi keuntungan perluasan pasar.Abstract: The Fitria Duck MSME has an increase in livestock, causing the problem of large animal feed needs and speed in the process of cleaning duck eggs. The marketing area is still around the sub-district so market expansion is needed. The purpose of this activity is to increase productivity and expand market reach through the application of technological innovations in plant choppers and egg cleaners, as well as Digital Marketing for partners. The implementation method in this activity is through socialization, training, application of technology and evaluation. The results of PKM show that from 5 partner workers including owners by questionnaire pre-test and post-test, there is an increase in partner knowledge and skills in implementing Digital Marketing by 80%, fintech by 50%, and the impact of using egg cleaning machines and plant chopping machines by 75%. In addition, this pkm has succeeded in increasing production capacity with an egg cleaning machine which previously took 6 hours to clean 200 eggs to 1440 eggs. The existence of a crop enumerator for animal feed is able to reduce feed costs by Rp500.000 per month and the potential profit impact due to Digital Marketing will increase profits by 6.94% from the projected profit of market expansion
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH MULTIDISIPLIN DAN KOMERSIALISASI HASIL PENELITIAN DENGAN DUKUNGAN AI
Abstrak: Pelatihan penulisan karya ilmiah multidisiplin dan komersialisasi hasil penelitian dengan dukungan AI bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan memanfaatkan hasil penelitian secara ekonomis. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan praktis, mengintegrasikan teknik penulisan karya ilmiah, strategi komersialisasi hasil penelitian, dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pelatihan meliputi sesi teori, praktik langsung, serta diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai disiplin ilmu. Kegiatan diikuti 292 peserta dengan berbagai profesi dan narasumber yang berasal dari BRIN, Universitas Padjadjaran, dan INSTIKI. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui survei kepuasan peserta, dengan hasil menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,75 dari skala 4. Hal ini mencerminkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan, relevansi, dan manfaat pelatihan. Peserta merasa terbantu dalam memahami cara memanfaatkan AI untuk menyederhanakan proses penulisan dan merancang strategi komersialisasi hasil penelitian mereka. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas karya ilmiah nasional serta mendorong inovasi penelitian berbasis teknologi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Abstract: Multidisciplinary scientific writing and research result commercialization training with AI support aims to improve participants' ability to produce quality scientific work and utilize research results economically. This activity is designed with a practical approach, integrating scientific writing techniques, research result commercialization strategies, and the use of artificial intelligence (AI) technology. The training includes theory sessions, hands-on practice, and interactive discussions involving participants from various disciplines. The activity was attended by 292 participants with various professions and speakers from BRIN, Padjadjaran University, and INSTIKI. Evaluation of the success of the activity was carried out through a participant satisfaction survey, with the results showing an average value of 3.75 on a scale of 4. This reflects a very high level of satisfaction with the implementation, relevance, and benefits of the training. Participants felt helped in understanding how to utilize AI to direct the writing process and design strategies for commercializing their research results. The results of this activity are expected to support improving the quality of national scientific work and encourage technology-based research innovation to provide real impacts on society
SOSIALISASI KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH LAYAK HUNI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HUNIAN DI WILAYAH TROPIS
Abstrak: Rumah layak huni merupakan hunian yang memenuhi standar kualitas, kenyamanan, aksesibilitas, kesehatan, dan keberlanjutan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman. Namun, minimnya pemahaman masyarakat mengenai kenyamanan termal sering kali menyebabkan pembangunan rumah hanya mengacu pada desain gambar tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan, seperti orientasi bangunan, ventilasi, dan material yang digunakan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan termal rumah layak huni melalui sosialisasi dan penerapan desain prototipe yang menyesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Kegiatan ini melibatkan 15 peserta, terdiri dari perangkat desa, anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Pendamping Lokal Desa (PLD). Evaluasi dilakukan melalui angket pre-test dan post-test, wawancara, serta observasi langsung terhadap implementasi desain adaptif di rumah percontohan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa rumah contoh dapat dikategorikan layak huni, namun masih terdapat variabel yang memengaruhi kualitas kenyamanan termal, yaitu arah ventilasi dan bukaan, jumlah penghuni, luas rumah, serta jenis material bangunan. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta sebesar 60%, terutama dalam aspek perencanaan ventilasi silang dan pemilihan material isolasi termal. Selain itu, pengukuran menggunakan 5-in-1 Environment Meter menunjukkan adanya penurunan suhu ruangan rata-rata sebesar 2°C setelah dilakukan perbaikan ventilasi dan penggunaan material yang lebih sesuai. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan intervensi desain adaptif dapat meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas hunian di wilayah tropis.Abstract: A habitable house is a dwelling that meets the standards of quality, comfort, accessibility, health, and sustainability, as regulated in Law No. 1 of 2011 on Housing and Settlement Areas. However, limited public understanding of thermal comfort often results in house construction that solely follows design blueprints without considering environmental factors such as building orientation, ventilation, and materials used. This community service activity aims to enhance thermal comfort in habitable houses through socialization and the implementation of a prototype design adapted to local climate conditions. The activity involved 15 participants, including village officials, members of the Family Empowerment and Welfare group (PKK), and Local Village Facilitators (PLD). Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires, interviews, and direct observation of adaptive design implementation in sample houses. The results indicate that while the examined houses can be categorized as habitable, certain factors still influence thermal comfort, including ventilation orientation and openings, number of occupants, house size, and building materials. This socialization program successfully improved participants' knowledge and skills by 60%, particularly in planning cross-ventilation and selecting thermal insulation materials. Additionally, measurements using a 5-in-1 Environment Meter recorded an average indoor temperature reduction of 2°C after ventilation improvements and the use of more suitable materials. These findings demonstrate that education and adaptive design interventions can enhance thermal comfort and overall housing quality in tropical regions
INOVASI SABUN BERKELANJUTAN BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH
Abstrak: Pengolahan limbah minyak jelantah merupakan salah satu metode yang digunakan sebagai upaya mengurangi jumlah buangan sampah organik. Limbah minyak jelantah yang langsung dibuang melalui sink dan berakhir ke badan air di selokan akan mengakibatkan banyak dampak negatif baik bagi masyarakat ataupun lingkungan. Pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun memiliki dampak langsung dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga. Hal ini dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian dihadiri oleh seluruh anggota PKK RT.40, Gunung Samarinda, Kota Balikpapan, dengan jumlah peserta sekitar ± 25 orang. Selama kegiatan, metode yang diterapkan adalah praktik langsung yang dilanjutkan dengan evaluasi dan monitoring pasca pelatihan bersama warga. Kuesioner digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur peningkatan keberhasilan kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan hasil kuesioner, terjadi peningkatan pemahaman serta keterampilan warga sebesar 30%. Selain itu 80% warga menyatakan bahwa proses pembuatan sabun dari minyak jelantah sangat menarik, mudah dipraktikkan dan bahan-bahannya mudah didapatkan dipasaran. Abstract: The processing of used cooking oil waste is one of the following methods used as an effort to reduce the amount of organic waste disposal. Direct disposal of used cooking oil waste through sinks and into water bodies or sewers can have significant negative impacts on both the community and the environment. Processing used cooking oil waste into soap has a direct impact on reducing the volume of organic waste as well as improving the skills of the community. The process aims to enhance the skills of the residents. This can encourage the development of a sustainable creative economy for the community. All members of PKK RT.40, Gunung Samarinda, Balikpapan City, attended the community service activity, with a total of approximately 25 participants. The activity employed a hands-on practice method, followed by a post-training evaluation and community monitoring. We used questionnaires as an evaluation tool to gauge the success of the activities we carried out. The questionnaire showed a 30% increase in community understanding and skills. In addition, 80% residents stated that the process of making soap from used cooking oil is very interesting, easy to practice and the ingredients are easily available in the market
PENINGKATAN SOFT SKILL WIRAUSAHA MAHASISWA MELALUI PELATIHAN GO DIGITAL
Abstrak: Mahasiswa selaku calon wirausaha harus dituntut mampu menciptakan pekerjaan bukan mencari pekerjaan, untuk itu mereka harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang dinamis dan modern. Kreativitas dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sangat dibutuhkan wirausaha baik hardskills maupun softskills. Tujuan pelatihan ini adalah menciptakan mahasiswa menjadi seorang entrepreneur sekaligus sebagai agen perubahan dengan memberikan pemahaman dalam digital marketing dan mengelola media sosial menjadi alat promosi digital (hardskills). Selain itu, pelatihan ini juga memberikan pemahaman kiat-kiat berjualan online yang baik, berfikir kreatif dan kritis, kemampuan kolaborasi dan manajemen waktu (kaizen). Metode kegiatan ini dengan melakukan ceramah dan pelatihan kepada mahasiswa selaku mitra. Setelah diobservasi, angket dan wawancara, didapat peningkatan sebanyak 80% hardskils dan softskill mahasiswa. Diharapkan pelatihan ini menjadi agenda rutin bagi LPPM Universitas Muara Bungo sehingga merangsang mahasiswa dalam berwirausaha dan pendapatannya meningkat sehingga berimbas peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di kabupaten Bungo semakin maju karena memiliki wirausaha yang banyak.Abstract: Students as prospective entrepreneurs must be required to create jobs, not look for jobs, and they must be able to adapt to dynamic and modern environmental changes. Entrepreneurs need creativity in utilizing developments in information technology, both hard and soft skills. This training aims to make students become entrepreneurs as agents of change by providing an understanding of digital marketing and managing social media as a digital promotional tool (hard skills). This training also provides insight into selling online good tips, creative thinking, and time management (kaizen). The method of this activity is by conducting lectures and training to students as partners. After observations, questionnaires, and interviews, an 80% increase in students' hard and soft skills was obtained. It is hoped that this training will become a routine part of the agenda for LPPM Muara Bungo University, stimulating students to become entrepreneurs and improve their income, thereby increasing the welfare of families and the community in Bungo district increasingly advanced because it has many entrepreneurs
MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA MELALUI PROGRAM ONE DAY ONE BOOK DI SD 69/IV KOTA JAMBI
Abstrak: Program One Day One Book di SD 69/IV Kota Jambi bertujuan meningkatkan minat baca siswa melalui kebiasaan membaca setiap hari sebelum pelajaran dimulai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis pelaksanaan dan dampaknya. Hasil menunjukkan program ini efektif meningkatkan minat baca siswa, dari 40% menjadi 75%. Selain itu, siswa lebih aktif berdiskusi dan menunjukkan rasa percaya diri lebih tinggi. Meskipun ada kendala seperti keterbatasan buku, solusi dengan membawa buku dari rumah dan pendampingan intensif berhasil meningkatkan kualitas program. Program ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan budaya literasi di sekolah dasar.Abstract: The One Day One Book program at SD 69/IV Jambi City aims to increase students' interest in reading through the habit of reading every day before the lesson starts. This study uses a qualitative descriptive method to analyze the implementation and its impact. The results show that this program is effective in increasing students' interest in reading, from 40% to 75%. In addition, students are more active in discussions and show higher confidence. Despite obstacles such as limited books, the solution by bringing books from home and intensive mentoring has succeeded in improving the quality of the program. This program makes a positive contribution to creating a literacy culture in elementary schools
Training financial administration bagi pekerja migran di Malaysia untuk menuju ekonomi yang berkelanjutan
Abstrak Pekerja migran Indonesia di Malaysia menghadapi tantangan literasi keuangan, yang mengakibatkan pengelolaan keuangan kurang optimal meski remitansi yang dikirim cukup besar. Hal ini memengaruhi stabilitas ekonomi mereka dan keluarga. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pekerja migran melalui Training Financial Administration yang bekerja sama dengan Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia di Malaysia (AOMI Malaysia). Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dengan metode pelaksanaan meliputi pretest, pelatihan tatap muka, posttest, dan pendampingan daring. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman keuangan peserta, terutama pada kemampuan pengelolaan aliran kas dan perencanaan investasi. Secara deskriptif kualitatif, 75% peserta menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan mereka, sedangkan secara kuantitatif, hasil posttest menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 30% dibandingkan pretest. Program ini diharapkan membantu pekerja migran mencapai kesejahteraan ekonomi yang lebih baik melalui pengelolaan finansial yang berkelanjutan. Kata kunci: administrasi finansial; pekerja migran; AOMI Malaysia Abstract Indonesian migrant workers in Malaysia face financial literacy challenges, which lead to suboptimal financial management despite substantial remittances sent home. This affects their economic stability and that of their families. This community service program aims to improve financial literacy among migrant workers through Financial Administration Training in collaboration with the Alliance of Indonesian Community Organizations in Malaysia (AOMI Malaysia). The training involved 25 participants and included methods such as pre-test, in-person training, post-test, and online mentoring. Results showed a significant increase in participants' financial understanding, particularly in cash flow management and investment planning. Qualitatively, 75% of participants found the training highly relevant to their needs, while quantitatively, post-test scores demonstrated an average improvement of 30% over pre-test results. This program aims to support migrant workers in achieving better economic well-being through sustainable financial management. Keywords: financial administration; migrant workers; AOMI Malaysi