UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
Artificial Intelligence for Economic Growth Prediction
Abstract: This Systematic Literature Review explores the transformative potential of Artificial Intelligence (AI) in economic growth prediction. Drawing on research from Dimension and Scopus databases, published between 2014 and 2024, the review highlights AI's capacity to process complex datasets, uncover non-linear patterns, and provide dynamic responses to real-time economic changes. AI’s integration into economic forecasting and various industries is shown to enhance productivity, reduce costs, and foster inclusivity. However, the review identifies several challenges, including overfitting, data access, biases, and the need for ethical frameworks, which hinder its full potential. It suggests that AI should complement traditional economic forecasting methods, creating more robust and interpretable models. The review also emphasizes the necessity of a balanced approach that incorporates workforce adaptation, policy interventions, and ethical considerations to address risks such as job displacement and data misuse. This paper calls for further research on optimizing AI applications in economic forecasting while ensuring equitable and sustainable growth.Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi potensi transformatif Kecerdasan Buatan (AI) dalam prediksi pertumbuhan ekonomi. Dengan mengacu pada penelitian dari basis data Dimension dan Scopus yang diterbitkan antara tahun 2014 dan 2024, ulasan ini menyoroti kemampuan AI dalam memproses dataset kompleks, mengidentifikasi pola non-linear, dan memberikan respons dinamis terhadap perubahan ekonomi real-time. Integrasi AI ke dalam peramalan ekonomi dan berbagai industri terbukti dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan mendorong inklusi. Namun, tinjauan ini mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk overfitting, akses data, bias, dan kebutuhan akan kerangka etika, yang menghambat potensi penuhnya. Disarankan agar AI melengkapi metode peramalan ekonomi tradisional, menciptakan model yang lebih tangguh dan dapat diinterpretasikan. Tinjauan ini juga menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang yang menggabungkan adaptasi tenaga kerja, intervensi kebijakan, dan pertimbangan etika untuk mengatasi risiko seperti penggantian tenaga kerja dan penyalahgunaan data. Artikel ini menyerukan penelitian lebih lanjut tentang optimalisasi aplikasi AI dalam peramalan ekonomi sambil memastikan pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan
REVIEW ARTIKEL: VALUASI EKONOMI PADI SEBAGAI INSRUMEN IDENTIFIKASI TANTANGAN STUNTING DI KALIMANTAN BARAT
Abstrak: Stunting di Kalimantan Barat berada di angka 20,6 % pada 2024 menjadi prioritas karena melebihi ambang WHO (≤ 20 %). Pemicu utamanya adalah ketergantungan tinggi pada beras (93,79 kg/kapita/tahun) yang disandingkan dengan ketersediaan & harga yang tidak stabil, konversi sawah 3,63 % per tahun ditambah produktivitas yang stagnan (3 ton/ha) dan harga gabah yang melambung 33 % dalam kurun waktu 2020-2024 makin menekan daya beli protein hewani & sayur. Dengan menggunakan metode studi literatur dari tahun 2015–2025 dan pendekatan benefit transfer, kajian ini mengestimasikan bahwa lahan sawah Kalimantan Barat dapat menghasilkan jasa lingkungan senilai Rp 129 juta/ha/tahun, 3,3 kali nilai budidayanya (Rp 38,75 juta/ha/tahun) sehingga Total Economic Value (TEV) 247.208 hektare sawah dapat mencapai sekitar Rp 41,5 triliun/ tahun. Angka ini menjadi sinyal peringatan bahwa alih fungsi lahan sama dengan menghapus triliunan rupiah dari manfaat ekosistem dan dapat meningkatkan kasus stunting. Oleh karena itu, valuasi ekonomi padi diusulkan sebagai instrumen kebijakan baru dengan menghentikan konversi lahan sawah, bayar insentif jasa lingkungan, dan jadikan perbaikan gizi sebagai bonus dalam program ketahanan pangan lokal agar prevalensi stunting turun.Abstract: Stunting in West Kalimantan is at 20.6% in 2024 and is a priority because it exceeds the WHO threshold (≤ 20%). The main triggers are high dependence on rice (93.79 kg/capita/year) combined with unstable availability & prices, rice field conversion of 3.63% per year plus stagnant productivity (3 tons/ha) and soaring rice prices of 33% in the 2020- 2024 period, further suppressing the purchasing power of animal protein & vegetables. Using the literature study method from 2015–2025 and the benefit transfer approach, this study estimates that West Kalimantan's rice fields can produce environmental services worth IDR 129 million/ha/year, 3.3 times the value of its cultivation (IDR 38.75 million/ha/year) so that the Total Economic Value (TEV) of 247,208 hectares of rice fields can reach around IDR 41.5 trillion/year. This figure serves as a warning that land conversion is equivalent to eliminating trillions of rupiah in ecosystem benefits and could increase stunting cases. Therefore, the economic valuation of rice is proposed as a new policy instrument by halting rice field conversion, paying incentives for environmental services, and making nutritional improvements a bonus in local food security programs to reduce stunting prevalence.
Penyembelihan Karakter Bahimiah Sebagai Implementasi Nilai Iduladha
Abstract: This community service aims to provide understanding and internalization of the values of Eid al-Adha to Muslims, especially in the context of the slaughter of sacrificial animals carried out by Prophet Ibrahim and Ismail. This community service initiative is considered important due to the phenomenon of society being trapped in patterns of animalistic behavior, such as the ruthless and oppressive nature of wolves, the cunning of rats, the deceitful nature of dogs, and the slave-like mentality of sheep. The community service initiative was implemented using a service-learning approach with a lecture method. The results of this service show positive changes in perspective and behavior, reflected in increased religious devotion and better control of negative behavior in daily life. The activity is considered effective in strengthening religious understanding, building awareness, and promoting the values contained in Eid al-Adha.Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Iduladha kepada umat Islam, terutama dalam konteks penyembelihan hewan kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail. Pengambdian kepada masyarakat ini dianggap penting karena fenomena masyarakat yang sudah terjebak dalam pola hidup karakter bahimiah, seperti karakter serigala yang kejam dan menindas, tikus yang licik, anjing yang penuh tipu muslihat, dan domba yang bermental budak. Metode pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning dengan metode ceramah. Hasil pengabdian ini menunjukkan perubahan pandangan dan perilaku positif yang tercermin dalam peningkatan ketaatan beribadah dan pengendalian perilaku negatif dalam kehidupan sehari-hari.. Kegiatan dianggap efektif dalam memperkuat pemahaman agama, membangun kesadaran, dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha
Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Inovasi Ikan Bandeng Untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Abstract: This community service program aimed to enhance the economic independence of coastal women through milkfish processing innovation to create value-added products. The program was conducted in Lampa Village, Duampanua District, Pinrang Regency, involving 20 women from local small business groups. The methods included socialization, technical training in milkfish floss production, workshops on branding and packaging design, digital marketing training using WhatsApp Business, and ongoing business mentoring. Evaluation was carried out through observation, interviews, and pre–post test questionnaires to measure skill improvement and economic impact. The results showed a significant increase in participants’ technical and managerial skills. Milkfish processing ability improved from 35% to 85%, packaging skills increased from 25% to 75%, and digital marketing knowledge rose from 20% to 70%. Moreover, participants’ household income grew from 15% to 65%, indicating positive economic impact despite being in the early stage. The produced milkfish floss became more hygienic, durable, and attractively packaged, making it marketable. The program also encouraged the formation of a women’s business group actively developing local village-based products.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat inbertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan pesisir melalui inovasipengolahan ikan bandeng menjadi produk bernilai tambah. Program dilaksanakan di Desa Lampa, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang dengan melibatkan 20 perempuan anggota kelompok usaha lokal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan teknis pembuatan abon ikan bandeng, workshop branding dan desain kemasan, pelatihan pemasaran digital menggunakan WhatsApp Business, serta pendampingan usaha. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket pre–post test untuk mengukur peningkatan keterampilan dan dampak ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis dan pemahaman manajerial peserta. Kemampuan pengolahan ikan bandeng meningkat dari 35% menjadi 85%, keterampilan pengemasan naik dari 25% menjadi 75%, dan pengetahuan pemasaran digital meningkat dari 20% menjadi 70%. Selain itu, pendapatan keluarga peserta naik dari 15% menjadi 65%, menandakan adanya dampak ekonomi positif meskipun masih tahap awal. Produk abon bandeng yang dihasilkan kini lebih higienis, tahan lama, dan dikemas menarik sehingga layak dipasarkan. Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok usaha perempuan yang aktif mengembangkan produk lokal unggulan desa
Development of Local Wisdom-Based Media through Maggalasyeng and Expanded Reality for Enhancing Mathematical Reasoning
Abstract: Mathematical reasoning is a fundamental competency for problem-solving and decision-making, yet Indonesian students’ performance in this domain remains low according to national and international assessments. This study introduces Mathgalasyeng-VR, an innovative learning media that combines the Bugis traditional game Maggalasyeng with expanded reality technology to enhance students’ reasoning skills in mathematics. The objectives are: (1) to develop a valid, practical, and effective media; (2) to examine its impact on mathematical reasoning; and (3) to explore the integration of local wisdom in learning mathematics. The research employed a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, conducted for four months in junior high schools in Bone, South Sulawesi. Data were collected through expert validation, pre- and post-tests, questionnaires, observations, and interviews. Results revealed that Mathgalasyeng-VR met validity criteria (mean score 3.72–3.85), practicality (teacher response 100%; student response 76–79%), and effectiveness (significant N-gain improvement in the experimental group). These findings demonstrate that integrating local culture with immersive technology can strengthen mathematical reasoning, create meaningful and joyful learning experiences, and contribute to cultural preservation
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PUSAT LITERASI DESA PESISIR
ABSTRAK Masyarakat pesisir kerap menghadapi tantangan dalam akses dan budaya literasi, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Desa Jerowaru, Lombok Timur. Perpustakaan sekolah yang belum optimal dimanfaatkan menjadi peluang strategis untuk memperkuat literasi dasar anak-anak sekaligus membuka ruang belajar bersama masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi perpustakaan SDN 2 Jerowaru menjadi pusat literasi desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, kepala sekolah, dan masyarakat desa sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, perencanaan bersama, pelibatan warga dan guru, serta aksi kolaboratif seperti pelatihan membaca, dongeng, mural edukatif, dan penyediaan bahan bacaan tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anak dan warga dalam kegiatan literasi, terbentuknya ruang baca multifungsi, serta tumbuhnya kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya baca sejak dini. Program ini juga memperkuat koneksi antara sekolah dan komunitas sebagai mitra dalam pengembangan literasi berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi fungsi perpustakaan sekolah dapat menjadi model penguatan literasi desa di wilayah pesisir jika dilaksanakan secara kolaboratif, kontekstual, dan berkelanjutan. Kata kunci: literasi desa; perpustakaan sekolah, anak pesisir, pengabdian masyarakat, partisipatif ABSTRACTCoastal communities often face challenges in access to and culture of literacy, especially in remote areas such as Jerowaru Village, East Lombok. The underutilized school library presents a strategic opportunity to strengthen children’s basic literacy while opening a shared learning space for the broader community. This community service program aims to transform the SDN 2Jerowaru school library into a participatory and sustainable village literacy center. The program involved 35 participans, consisting of students, teachers, the school principal, and local residents as active patners in all stages of the activity. The community service method applied a participatory approach through stages of observation, joint planning, engagement of local residents and teachers, and collaborative activities such as reading sessions, storytelling, educational murals, and provision of thematic reading materials. The results showed increased participation of children and residents in literacy activities, the establishment of a multifunctional reading space, and the growth of collective awareness on the importance of early reading habits. This program also strengthened the connection between school and community as partners in sustainable literacy development. The findings suggest that transforming school libraries into village literacy centers can serve as a model for empowering literacy in coastal areas when implemented collaboratively, contextually, and sustainably. Keyword: village literacy; school library; coastal children; community service; participator
PELATIHAN POKDARWIS: MEMBUAT PAKET WISATA KREATIF BERBASIS POTENSI LOKAL
ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, dalam merancang paket wisata kreatif berbasis potensi lokal. Desa Gaya Baru memiliki keindahan alam yang belum terkelola optimal, dengan promosi wisata yang terbatas pada Waburi Park. Kegiatan ini melibatkan satu kelompok mitra utama, yaitu Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Gaya Baru, dengan jumlah 20 orang anggota aktif yang berpartisipasi langsung dalam pelatihan dan praktik penyusunan paket wisata. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan. Pelatihan berfokus pada pemaparan materi dasar tentang pengelolaan potensi wisata lokal, penyusunan itinerary, penentuan harga paket, dan strategi promosi. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh tim dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhammadiyah Buton untuk memastikan peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan secara praktis. Kegiatan praktik melibatkan simulasi penyusunan paket wisata secara berkelompok, sementara diskusi digunakan untuk mengeksplorasi ide kreatif dari peserta. Tahap evaluasi dan pelaporan dilakukan secara kualitatif melalui observasi, respons terhadap pertanyaan, diskusi kelompok, dan dokumentasi kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan POKDARWIS dalam menyusun paket wisata yang terarah dan menarik, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian potensi budaya dan alam setempat. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan POKDARWIS dalam menyusun paket wisata yang terarah dan menarik. Peserta berhasil merancang paket wisata yang mengangkat potensi lokal seperti alam, budaya, dan kuliner khas daerah, lengkap dengan rute, aktivitas, dan perkiraan biaya. Pelatihan ini juga berhasil menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam pelestarian aset budaya dan situs bersejarah, serta menekankan prinsip pengelolaan wisata berkelanjutan. Kompetensi yang dibangun meliputi pemandu wisata, manajemen acara, pengelolaan homestay, dan keterampilan mengelola sumber daya alam, serta pelayanan pelanggan. Kata kunci: Paket Wisata; Potensi Lokal; Pemberdayaan Masyarakat; POKDARWIS; Desa Gaya Baru ABSTRACTThis activity aims to empower the local community in Gaya Baru Village, Lapandewa District, in designing creative tourism packages based on local potential. Gaya Baru Village has natural beauty that has not been optimally managed, with tourism promotion limited to Waburi Park. This activity involved one main partner group, namely the Gaya Baru Village Tourism Awareness Group (POKDARWIS), with 20 active members who directly participated in training and practice in developing tour packages. The activity implementation method used a participatory approach through training. The training focused on the presentation of basic materials on managing local tourism potential, developing itineraries, determining package prices, and promotional strategies. Mentoring was carried out directly by teams from Gadjah Mada University and Muhammadiyah Buton University to ensure participants were able to apply their knowledge practically. The practical activity involved a simulation of developing tour packages in groups, while discussions were used to explore creative ideas from participants. The evaluation and reporting stages were carried out qualitatively through observations, responses to questions, group discussions, and documentation of activities. The training results demonstrated an increase in the knowledge and skills of POKDARWIS in developing targeted and attractive tour packages, as well as fostering a sense of collective responsibility for the preservation of local cultural and natural potential. The training results demonstrated an increase in the knowledge and skills of POKDARWIS in developing targeted and attractive tour packages. Participants successfully designed tour packages that highlighted local potential such as nature, culture, and regional culinary specialties, complete with routes, activities, and estimated costs. The training also succeeded in fostering a sense of shared responsibility in the preservation of cultural assets and historical sites, and emphasized the principles of sustainable tourism management. The competencies developed included tour guiding, event management, homestay management, and natural resource management skills, as well as customer service. Keywords: Tourism Packages; Local Potential; Community Empowerment; POKDARWIS; New Style Villag
DIGITALISASI LAYANAN PELANGGAN UMKM: PELATIHAN PENERAPAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PADA SENTRA IKM JADAH TEMPE KALIURANG, SLEMAN
ABSTRAK Sentra IKM Jadah Tempe di Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan klaster usaha kuliner tradisional dengan potensi ekonomi lokal yang signifikan. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pencatatan manual dan pendekatan konvensional dalam mengelola pelanggan, sehingga pengelolaan relasi pelanggan belum optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini memperkenalkan konsep CRM dan alat digital kepada 32 peserta dari Sentra IKM Jadah Tempe di Kaliurang dengan tujuan agar dapat meningkatkan keterampilan pada pelayanan pelanggan yang diharapkan akan mendorong loyalitas. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2025 dengan fokus pada konsep dasar CRM, manajemen data pelanggan, serta demonstrasi aplikasi digital. Metode pelatihan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan praktik langsung penginputan data penjual serta pelanggan ke dalam aplikasi berbasis CRM. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta lembar umpan balik. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 55%, dengan 27 dari 32 peserta berhasil menyelesaikan simulasi pembuatan database pelanggan dan merancang strategi loyalitas sederhana. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, dengan 90% menyatakan bahwa CRM relevan dengan usaha mereka. Pelatihan ini menegaskan pentingnya keterampilan pengelolaan pelanggan berbasis digital bagi UMKM sektor kuliner, serta membuktikan bahwa intervensi yang terarah dan praktis dapat mendorong kesiapan digital dan strategi berorientasi pelanggan pada klaster bisnis tradisional. Sebagai tindak lanjut, Sentra IKM Jadah Tempe berencana membentuk tim CRM internal didampingi tim pengabdian UPN Veteran Yogyakarta dan menerapkan sistem basis data pelanggan secara rutin sebagai upaya keberlanjutan untuk memperkuat daya saing dan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Kata kunci: Pelatihan; UMKM; customer relationship management; digitalisasi ABSTRACTThe Jadah Tempe Small and Medium Industries (IKM) Center in Kaliurang, Pakem District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, is a traditional culinary business cluster with significant local economic potential. However, most business owners still rely on manual record-keeping and conventional approaches in managing customer relationships, resulting in suboptimal customer relationship management. This community service program introduced the concept of Customer Relationship Management (CRM) and digital tools to 32 participants from the Jadah Tempe IKM Center in Kaliurang. The program aimed to enhance customer service skills, which are expected to foster greater customer loyalty. The training was held on April 22, 2025, focusing on fundamental CRM concepts, customer data management, and demonstrations of digital CRM applications. The training methods included interactive lectures, group discussions, simulations, and hands-on practice in entering seller and customer data into a CRM-based application. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, observations, and participant feedback forms. The results showed a 55% increase in participants’ understanding, with 27 out of 32 participants successfully completing the simulation of building a customer database and designing simple loyalty strategies. Participants demonstrated high enthusiasm, with 90% stating that CRM was relevant to their businesses.This training highlights the importance of digital customer management skills for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the culinary sector and demonstrates that targeted and practical interventions can effectively enhance digital readiness and customer-oriented strategies in traditional business clusters. As a follow-up, the Jadah Tempe IKM Center plans to establish an internal CRM team, supported by the UPN “Veteran” Yogyakarta community service team, and to implement a regular customer database system as a sustainability effort to strengthen competitiveness and customer loyalty in the long term. Keywords: Training; MSMEs; customer relationship management; digitalizatio
EKSPLORASI KONSEP SAINS DAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI MELALUI PRAKTIKUM PERAWATAN PAKAIAN
ABSTRAK Terbatasnya integrasi konsep sains dan matematika dalam pendidikan anak usia dini masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pendekatan kontekstual berbasis aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman ilmiah, keterampilan logis, serta karakter anak melalui praktik perawatan pakaian sebagai media pembelajaran. Metode pelaksanaan dilakukan dengan praktikum berbasis pusat sains tematik yang mencakup empat tahap, yaitu merendam, mencuci, menjemur, dan melipat pakaian. Mitra kegiatan adalah TK Annisa Tarakan dengan sasaran 12 anak usia 5–6 tahun. Evaluasi dilaksanakan melalui observasi langsung, catatan anekdot, daftar periksa indikator perkembangan, serta dokumentasi foto. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada softskill anak, yaitu rasa ingin tahu ilmiah (83%), tanggung jawab (76%), dan refleksi emosional (71%). Selain itu, terdapat penguatan hardskill berupa pemahaman bahan pembersih, pengamatan perubahan fisik, serta penerapan konsep matematika dasar seperti pengukuran waktu, klasifikasi bentuk, dan simetri. Temuan ini menegaskan bahwa rutinitas harian dapat dimanfaatkan sebagai media edukatif yang bermakna, ekonomis, dan dapat direplikasi di lingkungan PAUD dengan keterbatasan sumber daya.Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini; Pembelajaran Kontekstual; Sains; Matematika Dasar. ABSTRACTThe limited integration of science and mathematics concepts in early childhood education remains a challenge that requires contextual approaches based on daily activities. This community service program aimed to enhance children’s scientific understanding, logical skills, and character development through clothing care practices as a learning medium. The implementation method employed thematic science-center practicum activities consisting of four stages: soaking, washing, drying, and folding clothes. The partner institution was TK Annisa Tarakan, involving 12 children aged 5–6 years. Evaluation was conducted through direct observation, anecdotal records, developmental checklists, and photo documentation. The results indicated significant improvement in children’s soft skills, including scientific curiosity (83%), responsibility (76%), and emotional reflection (71%). In addition, the program strengthened hard skills such as understanding cleaning materials, observing physical changes, and applying basic mathematical concepts including time measurement, shape classification, and symmetry. These findings demonstrate that daily routines can serve as meaningful and economical educational media, which are replicable in early childhood education settings with limited resources.Keywords: Early Childhood Education; Contextual Learning, Science; Basic Mathematics
SINERGI MODERASI BERAGAMA, KEARIFAN LOKAL, DAN DIGITALISASI: KUKERTA KOLABORATIF UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
ABSTRAK Transformasi digital di pedesaan menghadirkan tantangan dalam menjaga moderasi beragama, pelestarian kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Desa Teluk Sialang menghadapi rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman moderasi beragama di kalangan pelajar, serta keterbatasan akses pasar bagi pelaku UMKM. Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) lintas prodi hadir sebagai solusi dengan mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni penguatan moderasi beragama, pemberdayaan berbasis kearifan lokal, dan pemanfaatan digitalisasi dalam satu model pengabdian yang komprehensif dan terstruktur. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital masyarakat, mengembangkan ekonomi syariah berbasis konteks digital, dan memperkuat harmoni sosial melalui moderasi beragama. Metode pelaksanaan meliputi kelas toleransi interaktif di MTs Sa'adatuddaraini, pembuatan podcast di SD 035 Teluk Sialang, pelatihan promosi digital melalui media sosial dan Google Maps, edukasi kesadaran hukum dan hak warga desa, penyuluhan keharmonisan keluarga dan literasi digital, serta pendampingan sertifikasi halal secara door to door pada 25 UMKM. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek, meliputi pemahaman moderasi beragama siswa dari 0% menjadi 100%, peningkatan literasi digital dan kesadaran hukum warga mencapai 100%, pemahaman keharmonisan keluarga dan literasi digital mencapai 100%, serta keberhasilan pengurusan NIB dan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM yang didampingi. Program Kukerta ini membuktikan bahwa model pengabdian kolaboratif lintas prodi terbukti mampu menciptakan solusi holistik bagi permasalahan desa, memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat Desa Teluk Sialang yang lebih inklusif, berdaya, dan harmonis. Kata kunci: Moderasi Beragama; Kearifan Lokal; Digitalisasi Desa; Ekonomi Syariah; Kolaborasi Lintas Prodi ABSTRACTDigital transformation in rural areas presents challenges in maintaining religious moderation, preserving local wisdom, and empowering the community's economy. Teluk Sialang Village faces low digital literacy, minimal understanding of religious moderation among students, and limited market access for MSME actors. The cross-study Community Service (Kukerta) program emerges as a solution by integrating three main pillars: strengthening religious moderation, empowerment based on local wisdom, and digitalization utilization in a comprehensive and structured community service model. The aim of this service is to enhance community digital literacy, develop sharia-based economies within a digital context, and strengthen social harmony through religious moderation. Implementation methods include interactive tolerance classes at MTs Sa'adatuddaraini, podcast production at SD 035 Teluk Sialang, digital promotion training via social media and Google Maps, education on legal awareness and village residents' rights, counseling on family harmony and digital literacy, as well as door-to-door halal certification assistance for 25 MSMEs. The program results show significant improvements across all aspects, including students' understanding of religious moderation increased from 0% to 100%, residents' digital literacy and legal awareness reached 100%, family harmony understanding and digital literacy reached 100%, and successful processing of business registration numbers (NIB) and halal certifications for accompanied MSMEs. This Kukerta program demonstrates that a collaborative cross-study community service model effectively creates holistic solutions for village problems, providing tangible contributions in building a more inclusive, empowered, and harmonious Teluk Sialang Village community. Keywords: Religious Moderation; Llocal Wisdom; Digitalizatio