UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
    13083 research outputs found

    PENGUATAN PENGETAHUAN GIZI IBU MELALUI EDUKASI ASI DAN MPASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BINAAN KECAMATAN TILANGO

    Get PDF
    Abstrak: Masalah stunting di Indonesia, terutama di Provinsi Gorontalo, menunjukkan prevalensi yang tinggi, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pada tahun 2022 mencapai 23,8%, dengan Kabupaten Gorontalo mencatat angka tertinggi 30,8%. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya pemberian ASI eksklusif dan MPASI yang sesuai usia. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pemberian ASI eksklusif, MPASI yang tepat, dan deteksi dini masalah gizi pada anak. Metode yang digunakan adalah edukasi yang dilaksanakan di Desa Tinelo, Tualango, dan Dulomo, dengan peserta 30 ibu yang memiliki bayi balita dan anak prasekolah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu. Hasilnya, pada pre-test pengetahuan ibu sebesar 43,33%, lalu pada post-test terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 83,33% mengenai ASI eksklusif dan MPASI. Meskipun ada kendala cuaca, program ini berhasil memberikan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencegah stunting.Abstract: The problem of stunting in Indonesia, especially in Gorontalo Province, shows a high prevalence, based on data from the Gorontalo Provincial Health Office in 2022 reaching 23.8%, with Gorontalo Regency recording the highest rate of 30.8%. One of the main causes is the low level of exclusive breastfeeding and age-appropriate complementary feeding (MPASI). The purpose of this service is to increase parents' understanding of exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding (MPASI), and early detection of nutritional problems in children. The method used was education that was carried out in Tinelo, Tualango, and Dulomo villages, with 30 participants being mothers of infants under five and preschool children. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure the improvement of mothers' knowledge. As a result, in the pre-test the mothers' knowledge was 43,33%, then in the post-test there was a 83,33% increase in knowledge about exclusive breastfeeding and complementary feeding (MPASI). Despite the weather constraints, this program succeeded in providing much-needed information to the community to prevent stunting

    MEMBANGUN GENERASI EMAS TANPA STUNTING MELALUI PERAN REMAJA DALAM PEMBERIAN EDUKASI PENCEGAHAN DINI

    Get PDF
    Abstrak: Stunting tetap menjadi persoalan kesehatan di Indonesia, termasuk di Kecamatan Sukaratu, dengan prevalensi di atas target nasional. Remaja memiliki peran strategis sebagai calon orang tua dalam memutus siklus stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja SMP tentang pencegahan stunting sejak dini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif dengan presentasi interaktif, diskusi, tanya jawab, dan kuis, melibatkan 32 siswa kelas VIII terpilih. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berisi 10 soal benar atau salah. Hasil menunjukkan persentase siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat secara signifikan dari 40% menjadi 80%, sedangkan kategori pengetahuan kurang turun dari 15% setelah penyuluhan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat 24,1%. Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan partisipasi, antusiasme, dan kemampuan siswa dalam menjelaskan kembali materi.Abstract: Stunting remains a health issue in Indonesia, including in Sukaratu District, with a prevalence above the national target. Adolescents play a strategic role as future parents in breaking the cycle of stunting. This dedication activity aims to increase the knowledge of junior high school students at SMP about early stunting prevention. The method used was participatory education through interactive presentations, discussions, question-and-answer sessions, and quizzes, involving 32 selected eighth-grade students. Evaluation was conducted using pre- and post-tests consisting of 10 true atau false questions. The results showed that the percentage of students in the “good knowledge” category increased significantly from 40% to 80%, while the percentage in the “poor knowledge” category decreased from 15% after the education session. The average knowledge score increased by 24.1%. Additionally, observations indicated improved participation, enthusiasm, and students' ability to explain the material

    PENINGKATAN KEMANDIRIAN PANGAN MELALUI PENERAPAN MEREK DAN PEMASARAN DIGITAL PRODUK BERAS PADA LPM SARITANI

    Get PDF
    Abstrak: Kebutuhan beras yang semakin meningkat menjadi peluang bagi LPM Saritani dalam melakukan usaha dan produksi beras. Akan tetapi, LPM mamiliki beberapa permasalahan utama yaitu manajemen produksi dan pemasaran hasil produk beras. Kegiatan PkM bertujun untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kolompok LPM Saritani melalui penerapan merek dan pemasaran digital produksi beras untuk meningkatkan kemandirian pangan di Desa Sarijaya. PKM menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA) dan dilaksanakan pada Agustus 2025 dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa, serta mitra PKM yaitu LPM Saritani dengan jumlah anggota 25 petani. Evaluasi kegiatan PKM dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra dengan pretest dan postest menggunakan skala likert. Hasil kegiatan PKM yaitu telah terlaksana sosialisasi, penyuluhan tentang pemasaran digital produk beras berupa website serta praktik pengemasan beras merek lumbung Saritani. Hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang pemasaran digital dari 74% menjadi 88%, serta pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengemasan produk yang menarik dari 76% menjadi 87%.Abstract: The increasing demand for rice has created a business opportunity for LPM Saritani in rice production. However, LPM faces major challenges in production management and marketing. This PkM activity aims to improve the skills and knowledge of the LPM Saritani group through branding and digital marketing strategies to increase food independence in Sarijaya Village. PKM used the Participatory Learning and Action (PLA) method and took place in August 2025, involving lecturers, students, and PKM partners, including LPM Saritani's 25 farmer members. Evaluation of PKM activities is conducted to assess the level of knowledge and skills of partners using pretests and posttests, which are administered on a Likert scale. The results included socialization sessions, counseling about digital marketing using a website, and practical training in packaging rice under the Saritani barn brand. Evaluation showed increases in partner knowledge and skills in digital marketing from 74% to 88% and in attractive packaging from 76% to 87%

    MEMAKSIMALKAN POTENSI DESA WISATA HALAL KUNJIR LAMPUNG MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

    Get PDF
    Abstrak: Pariwisata halal merupakan salah satu sektor strategis yang berperan dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Desa Kunjir, Lampung Selatan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata halal, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat dan pelaku UMKM terkait sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill (pemahaman pentingnya sertifikasi halal, kesadaran akan standar syariah dalam wisata halal) sekaligus hard skill (keterampilan teknis pendaftaran sertifikasi halal melalui aplikasi SiHalal) bagi pelaku UMKM Desa Kunjir. Metode kegiatan dilakukan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Pra-kegiatan (Discovery), tahapan pelaksanaan (Dream,Design, Delivery), Tahap evaluasi (Destiny). Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta dari 14 UMKM dengan produk unggulan lokal. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui wawancara dan analisis data capaian keterampilan mitra. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan peserta: pemahaman pentingnya sertifikasi halal meningkat dari 35% menjadi 90%, pengetahuan prosedur pendaftaran meningkat dari 25% menjadi 85%, keterampilan teknis penggunaan aplikasi SiHalal meningkat dari 10% menjadi 75%, dan sebanyak 14 UMKM berhasil mendaftarkan 15 produk untuk sertifikasi halal (100%). Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pengembangan desa wisata halal dapat dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas UMKM. Desa Kunjir berpotensi menjadi model replikasi bagi desa lain dalam pengembangan wisata halal berbasis pemberdayaan masyarakat.Abstract: Halal tourism is one of the strategic sectors that plays an important role in enhancing regional competitiveness while promoting community welfare. Kunjir Village, South Lampung, has great potential to be developed as a halal tourism village; however, it still faces challenges such as the low level of understanding among the community and MSME actors regarding halal certification. This community service program aims to improve both soft skills (understanding the importance of halal certification and awareness of sharia standards in halal tourism) and hard skills (technical skills in registering halal certification through the SiHalal application) of MSME actors in Kunjir Village. The program was implemented using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through three stages: the pre-activity stage (Discovery), the implementation stage (Dream, Design, Delivery), and the evaluation stage (Destiny). The program involved 48 participants from 14 MSMEs producing local superior products. Evaluation of the program’s effectiveness was conducted through interviews and analysis of partners’ skill achievement data. The results showed a significant increase in participants’ skills: understanding of the importance of halal certification improved from 35% to 90%, knowledge of the registration procedure increased from 25% to 85%, technical skills in using the SiHalal application improved from 10% to 75%, and 14 MSMEs successfully registered 15 products for halal certification (100%). These findings demonstrate that the development of halal tourism villages can be carried out inclusively and sustainably through strengthening the capacity of MSMEs. Kunjir Village has the potential to serve as a replication model for other villages in developing halal tourism based on community empowerment

    PEMANFAATAN E-MODUL TEKNOLOGI PAKAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DI SEKOLAH KEJURUAN

    Get PDF
    Abstrak: Perkembangan kemajuan teknologi revolusi industri 5.0 di bidang pendidikan mengalami transformasi menuju digitalisasi pembelajaran. Sekolah tidak lagi menerapkan pembelajaran secara konvensional dengan buku cetak tetapi dituntut untuk menciptakan inovasi media pembelajaran berbasis digital. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan e-modul teknologi pengolahan pakan sebagai media pembelajaran berbasis digital. Metode dalam kegiatan pengabdian yaitu sosialiasi dan penginstalan E-Modul teknologi pakan ternak di Sekolah Kejuruan yang menyasar peserta didik kelas 10 dan 11 sebanyak 100 orang dan 4 orang guru pendamping.Berdasarkan hasil analisis deskriptif melalui pretest dan posttest terjadi peningkatan sebesar 73.73% pengetahuan siswa dalam teknologi pakan ternak. E-modul teknologi pakan ternak dapat digunakan untuk siswa dan guru dalam pembelajaran.Abstract: The development of technological advances in the 5.0 industrial revolution in the field of education has undergone a transformation towards the digitization of learning. Schools no longer apply conventional learning methods using textbooks but are required to develop innovative digital-based learning media. This program was designed to develop e-modules on feed processing technology as digital-based learning media. The methods used in this community service activity were the dissemination and installation of e-modules on animal feed technology in vocational schools, targeting 100 students in grades 10 and 11 and 4 accompanying teachers. Based on the results of descriptive analysis through pre-tests and post-tests, there was a 73.73% increase in students' knowledge of animal feed technology. The E-module on animal feed technology can be used by students and teachers in learning

    PELAYANAN KESEHATAN REMAJA PUTRI DAN EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI MEDIA VIDEO EDUKATIF

    Get PDF
    Abstrak: Remaja putri (rematri) memiliki risiko sepuluh kali lebih besar menderita anemia dibandingkan remaja putra. Apabila anemia tidak ditangani sejak dini, maka risiko anemia pada masa kehamilan akan meningkat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti kematian akibat perdarahan, berat badan lahir rendah (BBLR), kelainan bawaan pada bayi, serta meningkatkan risiko anak mengalami stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan persuasif-edukatif melalui media video edukatif bertema “Cegah Anemia pada Rematri,” dengan jumlah peserta sebanyak 30 remaja putri. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan peserta sebelum edukasi sebesar 79,03 dan meningkat menjadi 89,00 setelah diberikan video edukatif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja putri tentang anemia setelah intervensi. Hasil pemeriksaan kesehatan memperlihatkan sebagian besar remaja putri tidak mengalami anemia, namun masih terdapat beberapa yang mengalami anemia sedang dan berat. Mayoritas peserta memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal dan tidak mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Berdasarkan hasil tersebut, peserta yang mengalami masalah kesehatan diberikan penyuluhan lanjutan serta distribusi tablet tambah darah (TTD). Kegiatan ini membuktikan bahwa media video edukatif efektif digunakan sebagai alternatif media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia.. Kemudian terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video edukatif sehingga dapat disimpulkan bahwa video edukatif edukasi anemia pada rematri remaja putri dapat menjadi alternatif pilihan media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia pada remaja putri.Abstract: Adolescent girls are ten times more likely to suffer from anemia than adolescent boys. If anemia is not treated early on, the risk of anemia during pregnancy will increase. This condition has the potential to cause serious complications such as death from bleeding, low birth weight (LBW), congenital abnormalities in babies, and an increased risk of stunting in children. This community service activity aims to provide health services and increase adolescent girls' knowledge about anemia. The activity includes health checks and persuasive-educational counseling through educational videos themed “Prevent Anemia in Adolescent Girls,” with 30 adolescent girls participating. Evaluation is conducted through pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed that the average knowledge score of the participants before the education was 79.03 and increased to 89.00 after the educational video was shown. This indicates an increase in adolescent girls' understanding of anemia after the intervention. The health examination results showed that most of the adolescent girls did not have anemia, but there were still some who had moderate and severe anemia. The majority of participants had a normal Body Mass Index (BMI) and did not suffer from chronic energy deficiency (CED). Based on these results, participants who had health problems were given further counseling and iron tablets (TTD). This activity proved that educational videos are effective as an alternative health education medium for increasing adolescent girls' knowledge about anemia

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIPANGERAN MELALUI PENGOLAHAN BUNGA TELANG SEBAGAI MINUMAN HERBAL ANTIOKSIDAN

    Get PDF
    Abstrak: Masyarakat Desa Cipangeran, memiliki potensi tanaman bunga telang (Clitoria ternatea, L.) yang selama ini hanya dipandang sebagai tanaman hias, padahal kaya antioksidan alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan manfaat ilmiah bunga telang sekaligus melatih masyarakat dalam pengolahannya sebagai minuman herbal bernilai kesehatan dan ekonomi. Program dilaksanakan melalui penyuluhan, diseminasi ilmiah, dan workshop pengolahan teh rempah telang yang diikuti 20 peserta dari kader posyandu, perangkat desa, dan ibu rumah tangga. Evaluasi dilakukan dengan Pretest–Posttest, observasi praktik, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43% serta seluruh peserta mampu mengolah produk secara mandiri. Bahkan, muncul inisiatif untuk membentuk usaha kecil berbasis telang dengan dukungan perangkat desa. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan praktis dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat berbasis potensi lokal.Abstract: Thec community inc Cipangeranc Village, has long viewed butterfly pea (Clitoria ternatea L.) mainly as an ornamental plant, despite its potential as a rich source of natural antioxidants. This program aimed to introduce its health benefits while equipping the community with practical skills to process it into herbal tea with both health and economic value. The activities involved educational sessions, scientific dissemination, and a hands-on workshop with 20 participants, including health cadres, village officials, and housewives. Evaluation was carried out through pretest–posttest, direct observation, and interviews. Results showed a 43% increase in knowledge, and all participants were able to independently process butterfly pea products. Moreover, the community initiated small-scale businesses supported by local authorities. Beyond improving knowledge and skills, this program encouraged economic empowerment and showcased butterfly pea as a promising local resource.

    PENERAPAN IRIGASI CERDAS BERBASIS AWS DAN TINYML UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL PETANI

    Get PDF
    Abstrak: Keterlambatan dan ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan irigasi menjadi permasalahan utama yang dihadapi mitra petani di Desa Kelapa Satu, Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital petani dan akurasi pengambilan keputusan irigasi berbasis data melalui penerapan sistem irigasi cerdas berbasis AWS dan TinyML. Sebanyak 25 petani mengikuti pelatihan intensif selama dua hari mengenai instalasi perangkat dan pemanfaatan aplikasi Teman Padiku. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur satu minggu setelah pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 92% peserta memahami fungsi sistem, dan 80% menyatakan sistem ini membantu pengambilan keputusan irigasi berbasis data. Kegiatan ini terbukti menjawab kebutuhan mitra dengan meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknis secara signifikan dalam waktu singkat.Abstract: Delays and inaccuracies in irrigation decision-making are the main challenges faced by farmer partners in Kelapa Satu Village, North Sumatra. This program aims to enhance farmers' digital literacy and the accuracy of data-driven irrigation decision-making through the implementation of a smart irrigation system based on AWS and TinyML. Twenty-five farmers participated in a two-day intensive training on device installation and utilization of the Teman Padiku application. Evaluation was conducted through field observations and structured interviews one week after the training. Results showed that 92% of participants understood the system's functionality, and 80% stated that the system facilitated data-driven decision-making for irrigation. This program has proven to address partners' needs by significantly improving digital literacy and technical skills in a short time

    EDUKASI LITERASI KEUANGAN BERBASIS BOOKLET BAGI KELUARGA NELAYAN

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan keuangan keluarga nelayan melalui booklet. Penggunaan booklet menjadi media yang mudah dipahami sesuai dengan karakteristik masyarakat keluarga nelayan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 keluarga nelayan yang memiliki latar belakang penghasilan yang beragam. Permasalahan yang kerap dihadapi keluarga nelayan adalah tidak memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran, tidak memahami instrumen keuangan dasar, sehingga sering terjadi praktik konsumsi impulsif dan terjebak pada peminjaman informal. Metode kegiatan ini melalui tiga tahap yaitu: pra-kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil menujukkan peningkatan dalam pemahaman dan pengetahuan, keterampilan pengelolaan keuangan keluarga serta motivasi kebiasaan sehat keuangan keluarga. dengan rata-rata skor post-test (70) yang lebih tinggi dibandingkan pre-test (40).Abstract: The purpose of this community service is to improve the understanding and financial management skills of fishing families through a booklet. The use of booklets is easy to understand in accordance with the characteristics of fishing families. This activity was attended by 20 fishing families from diverse income backgrounds. Problems frequently faced by fishing families include a lack of habitual recording of income and expenses, a lack of understanding of basic financial instruments, and frequent impulsive consumption practices, leading to reliance on informal borrowing. This activity involves three stages: pre-activity, implementation, and evaluation. The results show an increase in understanding and knowledge, family financial management skills and motivation for healthy family financial habits, with an average post-test score (70) that is higher than the pre-test (40)

    OPTIMALISASI PERAN BIDAN DALAM PENCEGAHAN PREEKLAMSIA MELALUI PELATIHAN PRENATAL YOGA

    Get PDF
    Abstrak: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendekatan non-farmakologis seperti prenatal yoga, yang berfokus pada relaksasi, pernapasan, dan postur tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bidan dalam memberikan pelayanan antenatal care yang lebih holistik melalui pelatihan prenatal yoga. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Mamboro dengan melibatkan 10 bidan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik bersama. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi kemampuan peserta yang menilai aspek keterampilan dalam melakukan gerakan yoga, teknik pernapasan, postur tubuh, dan kemampuan membimbing ibu hamil secara aman dan efektif. Indikator keberhasilan mencakup peningkatan keterampilan praktik, pemahaman terhadap prinsip prenatal yoga, partisipasi aktif selama pelatihan, serta komitmen peserta untuk mengintegrasikan yoga dalam pelayanan antenatal care. Berdasarkan hasil lembar observasi, terjadi peningkatan keterampilan peserta sebesar 75%. Sebagian besar bidan mampu mempraktikkan gerakan prenatal yoga dengan benar, meskipun beberapa masih memerlukan pendampingan. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas bidan dan berpotensi menjadi strategi preventif dalam menurunkan risiko preeklampsia.Abstract: Preeclampsia is a complication of pregnancy that increases the risk of maternal and fetal morbidity and mortality. One prevention effort is through non-pharmacological approaches such as prenatal yoga, which focuses on relaxation, breathing, and posture. This community service activity aims to improve the skills of midwives in providing more holistic antenatal care services through prenatal yoga training. The activity was carried out at the Mamboro Health Center involving 10 midwives. The implementation method includes lectures, demonstrations, and joint practices. The evaluation was carried out using an observation sheet of participants' abilities that assessed aspects of skills in performing yoga movements, breathing techniques, posture, and the ability to guide pregnant women safely and effectively. Success indicators include improving practice skills, understanding of prenatal yoga principles, active participation during training, and participants' commitment to integrating yoga in antenatal care services. Based on the results of the observation sheet, there was an increase in the participants' skills by 75%. Most midwives are able to practice prenatal yoga movements correctly, although some still require assistance. This training makes a positive contribution to increasing the capacity of midwives and has the potential to be a preventive strategy in reducing the risk of preeclampsia.

    12,181

    full texts

    13,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇