UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
    13083 research outputs found

    Pelatihan Dan Sosialisasi Pembuatan Sabun Padat Organik Dengan Essence Bunga Kenanga

    Get PDF
    Abstract: Gajahrejo Village, located in Pasuruan Regency, possesses a variety of natural resources, one of which is the ylang-ylang flower. However, its utilization by the local community remains limited, generally confined to grave visitation rituals or other religious ceremonies. To optimize this potential, a training and outreach program was conducted on the production of organic solid soap using ylang-ylang as the primary ingredient. This Community Service initiative aimed to evaluate the implementation of the program, which is part of the community engagement activities of Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. The program was designed to address challenges in creating value-added products based on local resources. The methods employed included practical demonstrations, technical production workshops, and interactive discussions on branding, marketing, and creative packaging design. The primary participants in this program were local members of the Family Welfare Movement (PKK). The results of the program indicated a 75% increase in participants' soft skills and an 80% improvement in hard skills, reflecting the program's success in enhancing the capacity and competence of its participants. This initiative not only promotes individual empowerment but also opens opportunities for developing micro-enterprises based on local potential, serving as a sustainable strategy for strengthening the local economy. Abstrak: Desa Gajahrejo, yang terletak di Kabupaten Pasuruan, memiliki beragam sumber daya alam, salah satunya bunga kenanga. Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat setempat masih terbatas, umumnya hanya digunakan untuk keperluan ziarah kubur atau ritual keagamaan lainnya. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, dilaksanakan program pelatihan dan sosialisasi pembuatan sabun padat organik berbahan dasar bunga kenanga. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengkaji pelaksanaan program yang merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Program ini dirancang untuk mengatasi tantangan dalam menciptakan produk bernilai tambah berbasis sumber daya lokal. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi praktis, penyuluhan teknik produksi, serta diskusi interaktif mengenai branding, pemasaran, dan desain kemasan kreatif. Peserta utama dalam program ini adalah ibu-ibu PKK setempat. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan softskill peserta sebesar 75% dan peningkatan hardskill hingga 80%, mencerminkan keberhasilan program dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta. Program ini tidak hanya mendorong pemberdayaan individu, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal, sebagai bagian dari strategi berkelanjutan dalam penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.                

    PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMAN USAHA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASAP YANG BERKELANJUTAN DI DESA MAPAK INDAH

    No full text
    ABSTRAKSektor perikanan memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir di Indonesia, termasuk di Desa Mapak Indah, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya ikan, membuka peluang besar bagi pengembangan usaha pengolahan seperti ikan asap. Namun, potensi ini seringkali belum tergarap optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen usaha, terutama terkait keberlanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen usaha melalui pengembangan usaha ikan asap yang berkelanjutan di Desa Mapak Indah. Metodologi program ini melibatkan 18 peserta ibu-ibu pelaku UMKM ikan asap dan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025 di Desa Mapak Indah, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra, pelatihan manajemen usaha dan keuangan, penerapan teknologi pengasapan yang ramah lingkungan, pelatihan pemasaran dan branding produk, serta pendampingan dan monitoring berkala. Tahapan kegiatan dilakukan oleh Tim dari pelatihan proses pengolahan ikan asap yang baik dan tepat, dan dilanjudkan dengan pendampingan manajeman usaha yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65 menjadi 80. Selain itu, rata-rata penjualan UMKM meningkat sebesar 30% dalam tiga bulan setelah pelatihan. Sebanyak 80% ibu-ibu pelaku UMKM berhasil membuka lapak fisik, dan rata-rata pendapatan bulanan mereka meningkat dari Rp 400.000 menjadi Rp 700.000 dalam satu minggu setelah pendampingan.Kata kunci: Manajemen Usaha; Ikan Asap; Berkelanjutan. ABSTRACTThe fisheries sector plays a crucial role in supporting the economy of coastal communities in Indonesia, including in Mapak Indah Village. Its abundant natural resources, especially fish, open up significant opportunities for developing processing businesses like smoked fish. However, this potential often remains underutilized due to limited knowledge and skills in business management, particularly regarding sustainability. This community service program aims to provide business management training and mentoring through the development of sustainable smoked fish businesses in Mapak Indah Village. The program's methodology involved 18 women participants who are micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) owners in the smoked fish sector. It was carried out on May 17, 2025, in Mapak Indah Village, Mataram, West Nusa Tenggara. The implementation methods included identifying partners' problems and needs, business and financial management training, implementing eco-friendly smoking technology, product marketing and branding training, and regular mentoring and monitoring. The stages of the activity are carried out by the Team from training on the proper and correct process of processing smoked fish, and continued with assistance in business management that is in accordance with community conditions. The program's results showed an increase in participants' knowledge and skills, with the average knowledge score rising from 65 to 80. Additionally, the average MSME sales increased by 30% within three months after the training. A significant 80% of the women MSME owners successfully opened physical stalls, and their average monthly income increased from Rp 400,000 to Rp 700,000 within one week of receiving mentoring.Keywords: Business Management; Smoked Fish; Sustainable.

    GERAKAN PERISAI DIGITAL UMKM : EDUKASI TENTANG CYBER CRIME BAGI UMKM DI ERA SIBER

    Get PDF
    ABSTRAK                                                                                                                                                                            Kehadiran teknologi bagi UMKM bagai 2 sisi mata uang, satu sisi memberikan peluang, satu sisi mendatangkan tantangan. Salah satu tantangannya adalah maraknya terjadi penipuan, peretasan dan malware secara online dengan sasaran UMKM. Lemahnya pengetahuan akan hadirnya kejahatan siber dan kurangnya alokasi anggaran untuk mengatasi terjadinya kejahatan siber menjadi penyebab banyaknya korban kejahatan dari kalangan UMKM. Berdasarkan hal tersebut, dipandang perlu untuk mengadakan edukasi pada para pelaku usaha berkala UMKM agar mereka dapat lebih fokus dan meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan bisnis. Edukasi dikemas  dalam bentuk Talkshow  secara hybrid dengan mitra yang disasar adalah 65 UMKM di Kota Surabaya dan mahasiswa yang sedang menjalankan usaha. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari 10 orang dosen Departemen Manajemen dan 24 orang mahasiswa Magister Manajemen FEB Universitas Airlangga.  Pelaksanaan pengabdian masyarakt ini terlaksana sesuai dengan tahapan yang direncanakan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjut. Metode yang dilakukan adalah ceramah, tanya jawab dan agar materi ini dapat didengarkan kembali oleh peserta dan disebarluaskan pada UMKM lain, maka keseluruhan materi dikemas dalam 10 video yang diunggah pada kanal Youtube.  Hasil yang dicapai adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang karakteristik, bentuk, cara mengenali, berikut mitigasi penanganan cyber crime yang diketahui dengan peningkatan prosentasi jawaban benar dari soal pre-test dan post-test . Peserta juga  antusias mengikuti kegiatan hingga akhir, aktif berpartisipasi dalam mengajukan pertanyaan. Kata kunci: kejahatan; siber; talkshow; UMKM; waspada ABSTRACTThe presence of technology for MSMEs is like 2 sides of a coin, one side provides opportunities, one side brings challenges. One of the challenges is the rise of online fraud, hacking and malware targeting MSMEs. The lack of knowledge of the presence of cybercrime and the lack of budget allocation to overcome the occurrence of cybercrime are the causes of the many victims of crime from MSMEs. Based on this, it is deemed important to educate MSMEs periodically so that they can focus and increase vigilance in running their business. Education is packaged in the form of a hybrid Talkshow with the targeted partners being 65 MSMEs in Surabaya City. The community service team consisted of 10 lecturers from the Department of Management and 24 Magister of Management students from FEB Universitas Airlangga. The methods used were lectures, questions and answers and so that this material could be listened to again by participants and disseminated to other MSMEs, the entire material was packaged in 10 videos uploaded on the Youtube channel. The results achieved were an increase in participants' knowledge about the characteristics, forms, how to recognize, and mitigation of cyber crime handling, which was known by the increase in the percentage of correct answers from the pre-test and post-test questions. Participants were also enthusiastic in following the activity until the end, actively participating in asking questions.Keywords: cyber; crime; MSME’s;  talkshow; vigilanc

    SOSIALISASI SOCIAL MEDIA MARKETING UNTUK MENJADI PEMIMPIN DI ERA DIGITAL

    Get PDF
    ABSTRAK                                                                                     Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Malam Manajemen Prodi Manajemen Universitas Bumigora 2024. Kegiatan ini dilaksanakan dengan landasan hasil survey yang menunjukkan bahwa mayoritas responden yang merupakan mahasiswa selama ini hanya menggunakan akun sosial medianya untuk keperluan hiburan, sehingga tim pengabdian merasa perlu untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan sosial media lain selain sebagai aplikasi hiburan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni untuk memberikan pemahaman serta wawasan kepada mahasiswa dan Masyarakat umum tentang arti penting social media marketing di era digital dan bagaimana itu bisa menjadi kunci kesuksesan dalam bisnis. Penggunaan sosial media merupakan suatu hal yang identik akan terucap secara otomatis apabila berbicara mengenai strategi memasuki era digital. Karena banyaknya penggunaan media internet di era digital, yang mencakup berbagai platform seperti media sosial dan website. Dengan demikian, penulis membuat kesimpulan bahwa, dalam era digital ini, setiap perusahaan, komunitas, ormas, atau partai yang bergerak pada bidang apapun harus pandai menggunakan media sosial sebagai sarana promosi, memperluas eksistensi, menjalin relasi, dan menyampaikan realitas kejadian suatu organisasi kepada masyarakat umum. Kata kunci: Social Media Marketing; Kepemimpinan; Digital ABSTRACTThis activity is part of a series of events for the 2024 Management Study Program Management Night at Bumigora University. This activity was carried out based on survey results which showed that the majority of respondents, who were students, had only been using their social media accounts for entertainment purposes. Therefore, the community service team felt it necessary to provide information on the use of social media for purposes other than entertainment. The purpose of this activity is to provide understanding and insight to students and the general public about the importance of social media marketing in the digital age and how it can be a key to business success. The use of social media is something that is automatically mentioned when discussing strategies for entering the digital age. Due to the widespread use of the internet in the digital age, which includes various platforms such as social media and websites. Therefore, the author concludes that, in this digital era, every company, community, organization, or political party operating in any field must be skilled in using social media as a tool for promotion, expanding their presence, building relationships, and communicating the reality of an organization’s activities to the general public. Keywords: Social Media Marketing; Leadership; Digita

    PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MITIGASI BENCANA DI KAWASAN WISATA GOA JEPANG, SELOHARJO, BANTUL

    Get PDF
    ABSTRAK Kawasan wisata Goa Jepang di Kalurahan Seloharjo, Bantul merupakan kawasan yang sarat akan nilai sejarah, budaya dan keindahan alam. Namun demikian, kawasan ini juga memiliki beberapa tantangan signifikan terkait kebencanaan dalam pengembangan pariwisata. Pengelola serta masyarakat di sekitar kawasan wisata perlu membekali diri dengan pengetahuan kebencanaan agar dapat meminimalisir kerugian ketika terjadi bencana di masa mendatang. Pelatihan mitigasi bencana menjadi salah satu upaya preventif untuk membekali kelompok masyarakat terdampak dengan pengetahuan terkait kebencanaan. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk kelompok masyarakat yang tangguh bencana dan memiliki kemampuan mandiri dalam penanggulangan bencana. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan dari pelatihan ini yaitu metode ceramah dan diskusi kelompok di dalam kelas. Tahapan dalam kegiatan ini yaitu identifikasi kebutuhan, desain program, pelaksanaan, dan evaluasi penilaian pelatihan. Hasil dari pelatihan adalah pemahaman Pokdarwis Seloharjo dan Kelompok Wanita Tani Ngentak terkait pengelolaan wisata ramah bencana melalui upaya mitigasi bencana. Pelatihan ini perlu ditindaklanjuti dengan fasilitasi teknologi tepat guna berupa sistem peringatan dini (early warning system) bencana yang dipasang di kawasan wisata Goa Jepang. Kata kunci: Mitigasi bencana; Pengembangan pariwisata; Pelatihan kebencanaan; Sistem peringatan dini; Wisata ramah bencana.ABSTRACT The Goa Jepang tourism area in Seloharjo sub-district, Bantul, consists of historical values, culture, and natural beauty. However, this area also faces some significant challenges related to disasters in tourism development. Managers and communities around the tourist area need to equip themselves with disaster knowledge to minimize losses when disasters occur in the future. Disaster mitigation training is one of the preventive efforts to equip affected community groups with disaster-related knowledge. This training aims to form disaster-resilient community groups and develop independent abilities in disaster management. The methods used in achieving the objectives of this training are lecture methods and group discussions in the classroom. The stages in this activity are needs identification, program design, implementation, and training assessment evaluation. The result of the training is the understanding of Pokdarwis Seloharjo and Ngentak Women Farmers Group regarding disasterfriendly tourism management through disaster mitigation efforts. This training needs to be followed up with the facilitation of appropriate technology in the form of a disaster early warning system installed in the Goa Jepang tourist area. Keywords: Disaster mitigation; Tourism development; Disaster training; Early warning system; Disasterfriendly tourism

    Peningkatan Produktivitas Ternak Melalui Teknologi Pengolahan Pakan Komplit Fermentasi di Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil

    No full text
    Abstract: The training activity entitled “Improving Livestock Productivity Through Complete Fermented Feed Technology” was conducted at the Local Assembly and Testing Station for Small Ruminants in Sei Putih Village, Galang Subdistrict, Deli Serdang Regency. The objective of this activity was to enhance the knowledge and skills of livestock farmers in processing complete fermented feed as an effective and economical alternative. The training was attended by 24 participants, and evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure the improvement in understanding. The results showed an increase in the average score from 42 before the training to 86 afterward, indicating the effectiveness of the program in enhancing participants’ knowledge. These findings suggest that the training contributed to the adoption of fermented feed technology and the dissemination of sustainable, locally-based innovations among smallholder livestock farmers.Abstrak: Kegiatan pelatihan bertajuk “Peningkatan Produktivitas Ternak Melalui Teknologi Pengolahan Pakan Komplit Fermentasi” dilaksanakan di Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil, Desa Sei Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah pakan komplit fermentasi sebagai alternatif pakan yang efektif dan ekonomis. Pelatihan diikuti oleh 24 peserta, dan evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 42 sebelum pelatihan menjadi 86 setelah pelatihan, yang menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berkontribusi pada peningkatan adopsi teknologi pakan fermentasi serta penyebaran inovasi lokal yang berkelanjutan di kalangan peternak rakyat

    Dampak Hukum Adat Belis Terhadap Angka Perceraian Di Pulau Sumba

    No full text
    This study aims to examine the impact of the customary law of belis on divorce rates in Sumba Island through a library research approach based on an integrative review. Belis, a traditional transfer of wealth from the groom's family to the bride's, serves not only as a symbol of respect and social recognition but also functions as a binding mechanism between clans within the customary structure. However, under the pressures of modernity and economic hardship, belis has shifted from a cultural symbol to a structural burden that may lead to marital inequality and conflict. This study reveals that belis can either hinder or accelerate the divorce process, depending on the family's social and economic context. Cultural narratives, social pressure, and gender imbalances shaped by customary norms are significant variables in this dynamic. The findings emphasize the importance of a progressive reinterpretation of belis to ensure its relevance in a more inclusive and equitable society. This research offers both theoretical and practical contributions to the discourse on customary law reform and encourages critical dialogue between local cultural values and universal human rights principles.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak hukum adat belis terhadap angka perceraian di Pulau Sumba melalui pendekatan library research berbasis integrative review. Belis, sebagai praktik pemberian harta dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan dalam institusi perkawinan, tidak hanya merepresentasikan simbol kehormatan dan pengakuan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme pengikat antar-marga dalam struktur adat. Namun, dalam konteks modernitas dan tekanan ekonomi, makna belis mengalami pergeseran menjadi beban struktural yang potensial menimbulkan ketimpangan relasi rumah tangga dan memicu konflik. Studi ini menemukan bahwa belis dapat menjadi faktor pendorong maupun penghambat dalam proses perceraian, tergantung pada konteks sosial dan ekonomi masing-masing keluarga. Narasi budaya, tekanan sosial, serta ketimpangan gender yang dibentuk oleh norma adat menjadi variabel penting dalam dinamika ini. Temuan menunjukkan pentingnya reinterpretasi hukum adat belis secara progresif agar tetap relevan dalam tatanan masyarakat yang inklusif dan adil. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretik dan praktis bagi wacana reformasi hukum adat, serta mendorong dialog kritis antara nilai budaya lokal dan prinsip hak asasi manusia

    Evaluasi Efektivitas Kebijakan Kependudukan dalam Menurunkan Laju Pertumbuhan Penduduk

    No full text
    The demographic “triple burden” refers to the simultaneous emergence of three demographic challenges, namely the increase in the number of children under five, adolescents, and the elderly in one period. This study aims to evaluate the effectiveness of population policies in reducing the population growth rate in Indonesia through a desk research approach. The method used is an integrative review, by systematically examining scientific articles from five credible databases: Google Scholar, Scispace, Elicit, Scite.ai, and Perplexity AI. The articles analyzed were selected based on inclusion criteria-publications published between 2015-2025, relevant to the topic, available in full text, and peer-reviewed. The analysis was conducted descriptively-qualitatively with a thematic approach to identify patterns, gaps, and challenges of policy implementation. The results show that policies such as family planning programs, women's empowerment, and equitable development have had partial positive impacts. However, structural challenges such as inequality in population distribution, uncontrolled urbanization, and weak coordination between sectors are still the main obstacles. This research recommends the need for a more holistic and area-based policy approach and the integration of spatial data in planning. In-depth studies on cross-sectoral synergies and real time data utilization are on the agenda."Triple burden" demografi merujuk pada simultan munculnya tiga tantangan demografi: peningkatan jumlah balita, remaja, dan lansia dalam satu periode. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kebijakan kependudukan dalam menurunkan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia melalui pendekatan library research atau studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah integrative review, dengan menelaah secara sistematis artikel-artikel ilmiah dari lima basis data kredibel: Google Scholar, Scispace, Elicit, Scite.ai, dan Perplexity AI. Artikel yang dianalisis dipilih berdasarkan kriteria inklusi dipublikasikan antara tahun 2015–2025, relevan dengan topik, tersedia dalam teks lengkap, dan telah melalui proses peer-review. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, kesenjangan, dan tantangan implementasi kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan seperti program keluarga berencana, pemberdayaan perempuan, dan pemerataan pembangunan telah memberikan dampak positif secara parsial. Namun, tantangan struktural seperti ketimpangan distribusi penduduk, urbanisasi tak terkendali, dan lemahnya koordinasi antar sektor masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan kebijakan yang lebih holistik, berbasis wilayah, serta integrasi data spasial dalam perencanaan. Kajian mendalam terhadap sinergi lintas sektor dan pemanfaatan data real-time menjadi agenda riset mendesak guna mendukung kebijakan kependudukan berbasis bukti untuk pembangunan berkelanjutan

    Interaksi Tiga Lempeng di Kawasan Indonesia Timur

    No full text
    This study explores the interaction of three major tectonic plates Indo-Australian, Eurasian, and Pacific within Eastern Indonesia, a region recognized as one of the most geotectonically complex and active in the world. Using a qualitative approach through library research, the study examines correlations between subduction parameters such as convergence rate, slab dip angle, and the presence of seismic gaps and geological hazard levels. Scientific literature from the past decade was thematically analyzed to identify patterns linking plate dynamics to geological disaster potential. Findings indicate that plate convergence induces significant crustal deformation, triggering frequent seismic and volcanic activity, as well as regional geomorphological changes. The study emphasizes the need for numerical modeling of microplate interaction, advanced deformation monitoring technologies (e.g., InSAR), and paleoseismic research to support evidence-based mitigation strategies. These findings aim to inform risk-sensitive spatial planning and strengthen early warning systems in disaster-prone areas across Eastern Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi tiga lempeng utama Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik di kawasan Indonesia Timur, yang membentuk sistem geotektonik paling kompleks dan aktif di dunia. Dengan pendekatan kualitatif berbasis library research, kajian ini menelaah korelasi antara parameter subduksi seperti kecepatan pergerakan lempeng, sudut penunjaman, dan keberadaan zona seismik gap terhadap tingkat risiko geologi. Literatur ilmiah dari sepuluh tahun terakhir dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antara dinamika tektonik dan potensi bencana geologi. Hasil menunjukkan bahwa konvergensi lempeng menghasilkan deformasi kerak yang signifikan, memicu aktivitas gempa, vulkanisme, serta perubahan morfologi regional. Studi ini menekankan pentingnya pengembangan model numerik interaksi lempeng mikro, teknologi pemantauan deformasi (seperti InSAR), dan studi paleo-bencana sebagai dasar ilmiah mitigasi. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi strategis dalam penyusunan kebijakan tata ruang berbasis risiko serta penguatan sistem peringatan dini di wilayah rawan bencana

    Strategis Muhammadiyah dan Elitnya dalam Membangun Pilar Pendidikan, Kesehatan, dan Demokrasi Indonesia

    Get PDF
    Abstract: This study aims to analyze Muhammadiyah’s institutional strategy and the role of its elites in strengthening the pillars of education, healthcare, and democracy in Indonesia. Using a qualitative approach through library research, this study examines Muhammadiyah’s contributions based on academic literature from nationally and internationally indexed databases. The findings indicate that Muhammadiyah plays a strategic role in educational modernization by integrating religious and general curricula (ISMUBA), promoting equitable access, and fostering religious and national character. In the health sector, its proactive response to the COVID-19 pandemic through the Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) demonstrates the capacity of faith-based organizations in crisis mitigation. Institutionally, Muhammadiyah stands out as an adaptive and impactful social actor grounded in moderate Islamic values. The study recommends further interdisciplinary research on institutional models, leadership, and partnerships of Islamic organizations in national development.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kelembagaan Muhammadiyah dan peran elite-nya dalam membangun pilar pendidikan, kesehatan, dan demokrasi di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka (library research), studi ini menelaah kontribusi Muhammadiyah berdasarkan literatur ilmiah dari database terindeks nasional dan internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa Muhammadiyah memainkan peran strategis dalam modernisasi pendidikan melalui integrasi kurikulum agama dan umum (ISMUBA), pemerataan akses pendidikan, serta pembentukan karakter religius dan nasionalis. Di sektor kesehatan, respons terhadap pandemi melalui Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) membuktikan kapasitas organisasi keagamaan dalam mitigasi krisis. Secara kelembagaan, Muhammadiyah tampil sebagai aktor sosial yang adaptif dan berdaya guna dengan basis nilai Islam moderat. Kajian ini merekomendasikan riset lanjutan terkait model kelembagaan, kepemimpinan, dan kemitraan organisasi keagamaan dalam pembangunan nasiona

    12,181

    full texts

    13,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇