Jurnal Pengembangan Kota
Not a member yet
    208 research outputs found

    FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA PEKERJA KANTORAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR (Wilayah Studi: Kota Tangerang Selatan)

    Full text link
    Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan perkotaan terus meningkat, seiring dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan di jalanan. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia, sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia. Salah satu upaya untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas berdasarkan faktor manusia, dapat dilakukan dengan menganalisis perilaku pengguna jalan. Penelitian ini menggunakan metode structural equation modelling (SEM) untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap perilaku keselamatan berkendara pada pekerja kantoran pengguna sepeda motor di Kota Tangerang Selatan. Faktor Eksternal dilihat dari Theory of Planned Behavior, jarak tempuh, dan waktu tempuh perjalanan. Faktor internal dilihat dari trait kepribadian ekstraversi, kooperatif, neurotisme, dan kesadaran. Analisis dilakukan terhadap masing-masing golongan darah, sehingga dapat melihat faktor yang dominan. Berdasarkan hasil analisis perilaku keselamatan berkendara golongan darah A, B, dan AB lebih dipengaruhi oleh variabel dari faktor eksternal, sedangkan golongan darah O lebih dipengaruhi oleh variabel dari faktor internal

    SKEMA KONSOLIDASI TANAH DALAM PENERAPAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI INDONESIA

    Full text link
    Munculnya kawasan kumuh merupakan salah satu dampak dari perwujudan upaya masyarakat kurang mampu secara swadaya memenuhi kebutuhan huniannya. Terdapat satu pendekatan untuk merespon permasalahan kekumuhan yaitu Konsolidasi Tanah (KT). Akan tetapi penerapan konsolidasi tanah ini secara teknis tidaklah mudah karena terdapat beragam kondisi di lapangan yang dinamis dan kontekstual. Artikel ini menguraikan seperti apa keberagaman kondisi tersebut dilihat dari aspek subjek konsolidasi tanah, objek konsolidasi tanah, jumlah bidang tanah, serta luas bidang tanah. Untuk menguraikan keberagaman ini secara empirik dilakukan pendekatan penelitan kualitatif dengan metode studi kasus di tiga Kabupaten di Jawa Tengah. Melalui penelitian ini ditemukan satu hal menarik terkait skema konsolidasi tanah yaitu konsolidasi tanah dapat dilakukan pada satu bidang tanah akan tetapi bidang tanah tersebut dikuasai lebih dari satu orang yang merupakan peserta dari kegiatan konsolidasi tanah tersebut

    ANALISIS SPASIAL KERAPATAN VEGETASI KOTA AMBON BERBASIS NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI)

    Full text link
    Perencanaan dan pengelolaan kota merupakan hal yang kompleks sebagai dampak dari proses urbanisasi yang mempengaruhi tutupan lahan dan terkait erat dengan aktivitas manusia yang secara efektif mencerminkan atribut sosial ekonomi. Identifikasi yang akurat pada pola tutupan lahan perkotaan sangat penting untuk optimasi rasional terhadap struktur perkotaan dan memainkan peran kunci dalam terhadap berbagai perubahan yang memengaruhi ekosistem dan keanekaragaman hayati. Tujuan penelitian yang akan dicapai yaitu untuk menganalisis kerapatan vegetasi Kota Ambon berbasis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dengan penggunaan data spasial penginderaan jauh citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS Path 109 Row 63.  Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan citra penginderaan jauh Landsat 8 OLI/TIRS perekaman 24 Maret 2022 Kota Ambon diklasifikasikan menjadi 5 kelas kerapatan vegetasi. Tingkat kerapatan tidak terinterpretasi (awan) memiliki luas 302,68 Ha (0.9%), Tingkat kerapatan tidak rapat memiliki luas 716,33 Ha (2.7%), Tingkat kerapatan cukup rapat memiliki luas 1367 Ha (4.2%), Tingkat kerapatan rapat memiliki luasan 3.154,70 Ha (9.7%), Tingkat kerapatan sangat rapat memiliki luasan 27.026,43 Ha (83%)

    KAJIAN KARAKTERISTIK KAWASAN TUNJUNGAN SEBAGAI HERITAGE KOTA SURABAYA

    Full text link
    Surabaya merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Perkembangan arsitektur turut serta bertumbuh selaju dengan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan bisnis di Kota Surabaya. Upaya revitalisasi maupun pemanfaatan kembali bangunan pada kawasan Tunjungan digencarkan beberapa tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik, langgam arsitektur, kesesuaian antara karakteristik heritage kota pada kawasan Tunjungan, serta elemen perancangan kota yang diterapkan saat ini untuk mendukung citra kota sebagai kawasan heritage dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berdasarkan temuan sejarah. Diawali dengan menganalisa sejarah di Surabaya dari artikel, jurnal, buku, dan arsip gambar, dilanjutkan dengan melakukan observasi lapangan yakni dengan mengunjungi bangunan–bangunan heritage yang berdiri di sepanjang Jalan Tunjungan untuk mengidentifikasi langgam arsitektur yang digunakan pada bangunan heritage. Ditemukan karakteristik kawasan heritage yakni terkait fungsi, ciri, serta latar belakang sejarah bangunan. Disamping itu, karakteristik langgam arsitektur pada bangunan yang berdiri di sepanjang kawasan Tunjungan terdiri dari berbagai macam gaya dengan periodesasi yang berbeda. Penelitian ini berguna sebagai acuan perencanaan menghidupkan semangat heritage sebagai tujuan wisata Kota Surabaya pada kawasan Tunjungan dan dapat membantu perencana maupun konsultan yang melaksanakan kegiatan revitalisasi maupun konservasi bangunan

    INOVASI SISTEM DIGITAL PADA TATA KELOLA KOTA SURABAYA DALAM MENCAPAI PERTUMBUHAN KOTA GOOD GOVERNANCE

    Full text link
    Surabaya merupakan Salah satu kota di Indonesia di daerah Jawa Timur yang mendapat predikat pemerintah responsif dan inovatif dalam hal penerapan good governance karena berhasil mengembangkan e-Government miliknya. Dasar dari hal tersebut bisa dilihat dari ketersediaan variasi produk pemerintahan terutama untuk pelayanan publik yang sudah berbasis internet. Variasi produk pemerintahan berbasis internet ini mulai diterapkan di Surabaya sudah hampir 5 tahun lalu, dan pada saat itu Walikota Surabaya adalah Ibu Tri Rismaharini. Ibu Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya periode 2010 hingga 2015 dan periode 2016 hingga 2020 menerapkan e-Government  karena ingin berfokus pada pengembangan seluruh pelayanan sehingga bisa diakses secara online, misalkan  pada sistem pengelolaan keuangan daerah, kesehatan, sumber daya manusia, perizinan, pendidikan, dan masih banyak fasilitas lainnya.  Artikel  memiliki tujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi secara jelas bagaimana penerapan pelayanan publik Kota Surabaya berbasis sistem digital dalam mencapai pertumbuhan kota yang good governance. Penelitian ini ingin melihat perkembangan e-Government di Surabaya khususnya pada periode Ibu Tri Rismaharini dan Walikota Surabaya saat ini yaitu Bapak Eri Cahyadi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif yang menggunakan analisis deskriptif dengan teknik studi literatur. Sedangkan untuk pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan studi literature pada penelitian terdahulu yang relevan untuk dijadikan sebagai acuan atas penelitian yang akan dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi sistem digital pada tata kelola Kota Surabaya dalam mencapai pertumbuhan kota good governance menggunakan beberapa aplikasi bagi warga Surabaya seperti e-KTP, Suroboyo Bus, e-Health, e-UMKM, e-Budgeting, e-Surat. Implementasi e-Government di Kota Surabaya banyak berpengaruh pada dua hal, pertama peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengurangan praktik korupsi pada organisasi birokrasi atau sebagai komunikasi antar warga dengan pemerintah

    INTEGRASI ANTAR TRANSPORTASI UMUM DI KOTA SEMARANG

    Full text link
    Tingginya angka penggunaan kendaraan pribadi di Kota Semarang berdampak pada timbulnya kemacetan, yang kemudian mendorong Pemerintah Daerah mewujudkan penyelenggaraan moda transportasi umum untuk meminimalisir permasalahan tersebut. Diketahui bahwa terdapat dua moda transportasi umum yang cukup masif perkembangannya di Kota Semarang, yaitu BRT Trans Semarang dan Trans Jateng. Namun, dalam praktiknya, pengoperasian kedua moda transportasi tersebut menimbulkan permasalahan berkaitan dengan sistem integrasi dan komponen pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis perbandingan yang secara keseluruhan menggunakan data sekunder. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar dari 9 halte transit BRT Trans Semarang dan Trans Jateng belum dilengkapi dengan fasilitas pelayanan integrasi transportasi yang memadai, sehingga perlu adanya peningkatan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menyusun strategi peningkatan komponen desain integrasi antar moda transportasi beberapa diantaranya dengan mempertimbangkan kecepatan dan kemudahan akses penumpang, keterjangkauan tarif dan ketersediaan lokasi transit

    FINDING THE CRAMPED SPACE IN A CITY: THE ACCESSIBILITY ASSESSMENT OF PONTIANAK CITY BASED ON THE GRIDDED POPULATION DENSITY

    Full text link
    Recently, the data on population distribution only illustrates a number of density of a city or a district. Thus, it can not show the exact area of the crowded population. The population density in a city can cause a mismatch between the available space and the carrying capacity of its environment. The discrepancy can make it challenging to allocate resources or assistance in a disaster. In this regard, it is necessary to conduct research on the population's spatial distribution and the potential for movement between spatial segments. It is important to locate the cramped space where the space has high density but low accessibility in the city. This study aimed to determine the distribution of the population in the grid of 0.5 km and its assessment on accessibility in Pontianak City. The methodology used in this research is the population mapping method and space syntax. This research performs a quadrant mapping and correlation analysis to assess city accessibility. The result of the population distribution of Pontianak City shows the density concentrated in the city's center and dispersed from the river to inland. The quadrant maps show that Pontianak City has good accessibility. The quadrant map can be used as a recommendation for city development. With the quadrant division, the government can first concentrate its resources on repairing or developing the grid unit with low accessibility. With a coefficient correlation of 40.5 % and 50.9 %, this research found a positive and moderate correlation between density distribution and accessibility

    KARAKTERISTIK DAN TIPOLOGI PELETAKAN REKLAME PADA BANGUNAN DI KAWASAN PERDAGANGAN JASA KOTA SEMARANG

    Full text link
    Perkembangan Kota Semarang sebagai ibukota provinsi memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan aktivitas dan ekonomi wilayah. Peningkatan aktivitas ini yang ditangkap oleh para perusahaan atau individu dalam penyelenggaraan reklame, untuk mempromosikan produk atau jasa mereka. Pertumbuhan reklame yang meningkat pesat terjadi pada kawasan-kawasan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, salah satunya kawasan perdagangan jasa. Batasan mengenai peletakan reklame perlu diatur agar dapat mendukung citra kawasan dan tidak menimbulkan pencemaran visual. Aturan mengenai peletakan reklame ini dapat diawali dengan mengkaji tipologi dan karakteristik peletakan reklame khususnya pada kawasan perdagangan jasa. Studi ini mengkaji tipologi dan karakteristik peletakan reklame pada kawasan perdagangan jasa dengan melakukan observasi lapangan. Metode penelitian adalah kuantitatif untuk melihat karakteristik dan tipologi peletakan reklame. Lokasi studi adalah kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan perdagangan jasa berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang. Batasan studi adalah reklame yang menempel pada bangunan dan pada persil lahan bangunan. Hasil studi menyatakan bahwa terdapat 6 (enam) jenis tipologi dan 4 (empat) tipe peletakan reklame. Manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini yaitu diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan peletakan reklame di kawasan perdagangan jasa di Kota Semarang

    BUILT ENVIRONMENT ROLE IN CHANGING MOTHERS PERCEPTION ON CHILDREN’S WALKING INDEPENDENTLY TO SCHOOL

    Full text link
    Women have a great significance in their children's lives from the moment they are born. The choice that mothers make regarding their children's mode of travelling to school will have a significant impact on how those children will think about walking and cycling in the future. The purpose of this study is to identify the perspectives of mothers towards allowing their children to school by walking in an area that is deemed suitable for such trip in our discussion on the nation’s future generation towards walking and not depending on private vehicles as the main mode of travelling. A focus group discussion, also known as FGD, took place in Taman Ilmu, which is in Nibong Tebal, Pulau Pinang. As a result of this study, using thematic analysis to analyse the results of conversation during the FGD session and collective mapping, we discovered four (4) themes of mother’s perspectives towards their children walking to school, which are as follows: (1) confidence and trust; (2) safety; (3) age and gender; and (4) weather. In summary, the built environment can be described as a solution to the 'out of control' scenario in which government and parental roles are effective in resolving the issue of children walking independently to school

    STUDI KOMPARATIF PERFORMA ANGKUTAN BRT TRANSJOGJA DAN TRANSJAKARTA

    Full text link
    Peningkatan pelayanan transportasi massal di perkotaan seperti Bus Rapid Transit (BRT) akhir-akhir ini menjadi isu utama di kalangan perencana transportasi. BRT telah menjadi salah satu moda transit terpopuler yang menyediakan akses cepat dan mudah untuk memenuhi kebutuhan transportasi di negara berkembang. Di Indonesia, sistem BRT telah diimplementasikan dengan berbagai level penyesuaian terhadap standar BRT. Dua kota besar yang sudah menerapkan sistem BRT adalah Kota Jakarta dengan TransJakarta dan Kota Yogyakarta dengan TransJogja. Meskipun kedua sistem angkutan umum tersebut sama-sama mengusung konsep BRT, namun terdapat perbedaan dalam teknis implementasi sistem yang diterapkan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melakukan studi komparatif terhadap kedua sistem BRT pada TransJakarta dan TransJogja dengan menganalisis keterkaitan antara aspek BRT system level dan performa operasional layanan dengan jumlah penumpang BRT. Metode dengan pendekatan studi kualitatif dilakukan untuk mengetahui bagaimana aspek BRT system level dan performa BRT dapat berkontribusi terhadap tingkat ridership BRT. Perbandingan kondisi eksisting layanan kedua BRT berdasarkan beberapa parameter teknis dan operasional digunakan sebagai dasar analisis dalam studi ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya dukungan kebijakan pemerintah, keberadaan sistem angkutan umum massal lain, serta integrasi antar moda menjadi aspek yang dapat meningkatkan jumlah penumpang BRT

    185

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengembangan Kota
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇