Jurnal Pengembangan Kota
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
INDIKATOR MASYARAKAT CERDAS COVID-19 DALAM MEWUJUDKAN KAMPUNG TANGGUH NUSANTARA: KASUS STUDI BANDAR LAMPUNG
Kampung Tangguh Nusantara (KTN) merupakan program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 di era new normal. Keberhasilan mewujudkan KTN memerlukan peranan berbagai pihak salah satunya peran masyarakat yang cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun indikator dan mengkaji potensi masyarakat cerdas dalam mendukung KTN. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam menyusun indikator dan deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung potensi masyarakat cerdas Covid-19 (MCC-19). Terdapat empat dimensi dan enam belas indikator MCC-19, meliputi: Pertama, dimensi Kesehatan dan Keamanan dengan indikator jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19, keamanan lingkungan, akses fasilitas kesehatan, kesadaran dan kebersihan lingkungan. Kedua, dimensi sosial dan ekonomi dengan indikator tingkat toleransi penduduk, respon terhadap suspek Covid-19, kemandirian ekonomi, dan akses logistik. Ketiga dimensi partisipasi dan transparansi yang terdiri dari indikator tingkat partisipasi dalam program KTN, keterbukaan informasi, ketersediaan layanan pengaduan berbasis digital, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan. Keempat dimensi, pemberdayaan dan kapasitas dengan indikator akses terhadap sarana pendidikan, akses telekomunikasi, pelatihan dan pengembangan masyarakat, serta kemampuan adaptasi dan inovasi dalam menghadapi pandemi. Secara keseluruhan, masyarakat Kelurahan Pinang Jaya memiliki potensi masyarakat cerdas dalam mendukung Kampung Tangguh Nusantara di Kelurahan Pinang Jaya. Kelurahan Pinang Jaya unggul pada dimensi sosial ekonomi dan dimensi partisipasi dan transparansi
EVALUASI KINERJA PARKIR GUNA MENDUKUNG PENERAPAN PARK AND RIDE DI STASIUN SIDOARJO
Park and Ride merupakan salah satu bentuk Transportation Demand Management (TDM) berupa penyediaan fasilitas parkir yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan transportasi umum dan memenuhi kebutuhan pergerakan penglaju karena berfungsi sebagai penghubung antara pusat kota dengan wilayah sub-urban dengan keterbatasan jaringan transportasi umum. Stasiun Sidoarjo sebagai stasiun asal terbesar di Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu lokasi yang direkomendasikan untuk pengembangan fasilitas Park and Ride. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja parkir di Stasiun Sidoarjo, baik kinerja operasional dan pelayanan menggunakan analisis kinerja parkir dan model kano, serta menyusun prioritas rekomendasi perencanaan parkir di Stasiun Sidoarjo menggunakan Analytical Hierarchy Process. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 100 pengguna parkir Stasiun Sidoarjo dan 11 responden ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fasilitas parkir Stasiun Sidoarjo masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan guna mendukung
KONDISI DAYA DUKUNG AIR TERHADAP KETERSEDIAAN SUMBERDAYA AIR DI KECAMATAN SAWANGAN KOTA DEPOK
Fenomena urban sprawl di Kota Depok diperkirakan telah menyebabkan degradasi lingkungan yang membahayakan daya dukung sumber daya air. Selain itu, Kecamatan Sawangan sebagai Sub Pusat Pelayanan Kota sejak tahun 2015 menjadi tujuan baru perumahan dan kegiatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung sumber daya air di Kecamatan Sawangan Kota Depok. Analisis dilakukan dengan mengestimasi ketersediaan dan kebutuhan air, yang menggunakan analisis sistem spasial dan dinamis. Selanjutnya, menggunakan koefisien limpasan berdasarkan informasi penggunaan lahan dan data curah hujan tahunan untuk memperkirakan ketersediaan air. Mengkonversi kebutuhan harian standar untuk memperkirakan kebutuhan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan dan ketersediaan air di Sawangan masing-masing diperkirakan 16.266 dan 20.728 juta liter/tahun. Dengan demikian, total ada surplus sekitar 4.462 juta liter/tahun, meskipun terjadi defisit air di 5 dari 6 desa. Sedangkan proyeksi jangka panjang menunjukkan kebutuhan air akan mencapai 25.161 juta liter/tahun pada tahun 2030. Kesimpulannya Sawangan secara total surplus air, tetapi masih defisit di 5 desa. Ada juga tantangan besar untuk memastikan pemenuhan kebutuhan air dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan untuk memastikan: pemulihan lingkungan di daerah tangkapan air yang rusak, terutama di sekitar desa-desa defisit; dan pemeliharaan daya dukung sumber daya air untuk menjamin pemenuhan kebutuhan air di masa mendatang. Sementara itu, perlu dilakukan kemungkinan untuk mendistribusikan air dari daerah surplus ke daerah defisit melalui promosi inovasi teknologi
PERKEMBANGAN FUNGSI PERKOTAAN KAWASAN KOTABARU, KOTA YOGYAKARTA DITINJAU PADA PERIODE 1925 DAN 2021
Perkembangan kawasan dipengaruhi oleh perkembangan aktivitas manusia dan kebijakan di kawasan tersebut. Hal ini menyebabkan perkembangan fungsi kawasan. Kawasan Kotabaru merupakan kawasan lama di Kota Yogyakarta yang keberadaannya sudah ada sejak dahulu dan telah mengalami perkembangan sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan fungsi Kawasan Kotabaru. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deduktif-kuantitatif-kualitatif. Unit amatan dalam penelitian ini yaitu peta lama tahun 1925 dan citra google earth tahun 2021. Adapun unit analisis dalam penelitian ini yaitu fungsi Kawasan Kotabaru. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menemukan besaran fungsi bangunan. Adapun pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menyimpulkan hasil dominasi fungsi di kawasan ini, serta analisis lebih lanjut dikaikan dengan Rencana Detil Tata Ruang pada kawasan ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi perkembangan fungsi kawasan di Kawasan Kotabaru, dari fungsi permukiman di tahun 1925 berubah menjadi fungsi pendidikan di tahun 2021. Perubahan fungsi perkotaan juga merupakan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, di tengah terbatasnya lahan di kota menyebabkan alih fungsi bangunan lama atau bersejarah menjadi hal yang tak terhindarkan. Oleh karena itu agar bangunan-bangunan lama yang dibangun pada awal Kawasan Kotabaru tidak hilang ataupun hancur, perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian
ANALISIS PENYEDIAAN LAYANAN MRT JAKARTA YANG BERKESEHATAN
Angkutan umum massal perkotaan menjadi salah satu kunci utama dalam mengatasi masalah kemacetan, terutama di kota-kota besar. Pembangunan MRT Jakarta dapat membantu masyarakat Kota Jakarta untuk melakukan perpindahan dari kendaraan pribadi menjadi angkutan umum. Namun, pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia pada tahun 2020 mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan MRT Jakarta. Hal ini berdampak pada penurunan penumpang MRT Jakarta yang mencapai 47,05%. Jika dilihat dari Peraturan Menteri nomor 63 Tahun 2019, dalam standar pelayanan minimum (SPM) belum menyebutkan adanya aspek kesehatan yang menjadi salah satu nilai penting dalam kondisi pandemi. Maka dari itu, studi ini akan menjawab pertanyaan penelitian mengenai bentuk aspek kesehatan seperti apa yang dibutuhkan saat ini dan di masa mendatang dalam penyediaan layanan MRT Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode CSI dan IPA, dimana hasil analisis menunjukkan adanya rasa puas terhadap layanan aspek kesehatan pada sarana dan prasarananya. Namun, masih terdapat atribut yang dianggap penting oleh pengguna, tetapi layanannya belum tersedia. Adapun atribut tersebut adalah tempat cuci tangan dekat pintu masuk stasiun dan hand sanitizer di ratangga (kereta). Mengacu pada kajian Protokol BANGKIT yang dikeluarkan oleh MRT Jakarta pada Tahun 2020, kedua atribut ini sudah seharusnya diterapkan semenjak diberlakukannya protokol kesehatan saat Pandemi COVID-19. Hasil akhir dalam penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi PT. MRT untuk menyediakan layanan MRT Jakarta yang berkesehatan
KESETARAAN GENDER DAN KETERKAITANNYA DENGAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI INDONESIA: STUDI KASUS KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU, JAWA TIMUR
Kesetaraan gender masuk dalam pilar nomor 5 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sebagai salah satu pendekatan komprehensif untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat di suatu wilayah. Tujuan utama penelitian ini untuk menyelidiki keterkaitan antara nilai kesetaraan gender dengan ikatan sosial dalam masyarakat, guna menyusun rekomendasi kebijakan publik dalam pengentasan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan metode analisis yaitu mengukur kesetaraan gender (Gender Inequality Index) dan mengukur dua indeks modal sosial (rate of participation dan kepadatan), dimana sampel penelitian dibedakan menjadi sampel rumah tangga miskin dan tidak miskin yang terbagi secara proporsional pada total 330 responden. Temuan hasil analisis menunjukan bahwa rumah tangga miskin memiliki indeks ketimpangan gender yang lebih tinggi daripada rumah tangga tidak miskin, dan rumah tangga miskin memiliki ikatan sosial yang lebih rendah dibandingkan rumah tangga tidak miskin. Hal Ini menyiratkan bahwa masyarakat dengan kesetaraan gender yang baik, dan ikatan sosial yang kuat melalui afiliasi anggota masyarakat dengan lembaga eksisting dapat memberikan peluang lebih besar untuk terwujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi. Kesimpulannya, penguatan ikatan sosial di antara anggota masyarakat dapat memperluas perspektif masyarakat tentang betapa pentingnya kesetaraan gender sebagai bagian dari tindakan mereka untuk mengatasi kemiskinan
INFRASTRUKTUR DAN SMART CITY: TINJAUAN BIBLIOMETRIK
Isu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat membutuhkan solusi optimal untuk menghadapi tantangan baru dikarenakan adanya transisi era teknologi dalam perkembangan kota dipicu dengan menghadirkan konsep kota pintar. Jurnal ini membahas terkait hubungan antara kota pintar dan infrastruktur melalui kajian bibliometrik; dan mengidentifikasi perkembangan smart city di berbagai kota di dunia untuk dapat diadaptasi pada penelitian mendatang. Hasil dari kajian bibliometrik dengan hubungan, pola dan kata kunci “smart city” dan “infrastructure” dalam kurun waktu 2017 sampai 2021, dihasilkan visualisasi kedekatan hubungan berdasarkan kata kunci. Hasil studi bibliometrik menunjukkan 6 klaster dari 40 negara yang banyak membahas topik penelitian dengan kata kunci tersebut. Temuan lainnya pada tahun 2017 menjadi titik perkembangan smart city yang berkaitan erat dengan perkembangan Internet of Things yang diadaptasi dalam pelayanan publik. Sedangkan pada tahun 2020, temuan bergeser pada topik blockchain dimana banyak penelitian menggambarkan bagaimana internet dan sistem smart city mampu mengefisiensikan pendataan kependudukan, pengaturan keamanan, serta penggunaan sensor
RIVER DEBRIS TRANSPORT PLANNING FROM SOURCE TO PUTRI CAMPO FINAL PROCESSING PLACE, SURAKARTA CITY
The waste from the river is one of the obstacles in managing the Bengawan Solo River, Surakarta City. River debris is usually collected in tributaries so as not to carry the pollutant load to the watershed, causing flooding, and then transported to the Final Processing Site (TPA). This study aims to analyze the waste transportation system from the source to the landfill. This research was conducted by direct observation and using Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) for determination. Alternative waste transportation used are haul container system (HCS) and stationary container system (SCS). The criteria used are the number of ritations, price, ease of transportation, potential damage, maintenance, and type of container. Based on the weighting results on the MAUT analysis, transportation with the SCS method has a higher weight than the HCS method
DECENTRALIZATION OF HOUSING POLICY FOR LOW-INCOME COMMUNITIES IN URBAN AREAS: AN ANALYSIS OF POLITICAL, FISCAL AND, ADMINISTRATIVE POLICY
The purpose of this study is to discuss housing decentralization policies for urban Low-Income Communities based on three decentralization issues, namely politics, fiscal, and administration, and to recommend the concept of housing decentralization as an instrument and housing policy reform. The idea of decentralization of housing policy can’t be separated from various problems such as the debate over the authority of housing policy, the dependence of the regional government's housing budget on the central government, and various other obstacles. This study employed academic literature review related to decentralization studies and housing policies. The results of the study show that the three decentralization issues that are correlated with urban housing policies for Low-Income Communities have not yet fully provided an optimal impact on the realization of the ideal and desirable urban housing policies for Low-Income Communities. However, the very strong relationship between the three issues of decentralization and urban housing policy can be an important idea and recommendation to promote housing decentralization as an instrument and direction of urban housing policy reform for Low-Income Communities in Indonesia in the future.
POTENSI KAWASAN STADION LUKAS ENEMBE SEBAGAI DESTINASI WISATA DALAM PENGEMBANGAN PARWISATA OLAHRAGA (SPORT TOURISM)
Potensi pengembangan wisata olahraga melalui Pekan Olahraga Nasional di Papua. Pemerintah Provinsi Papua memperoleh peninggalan sarana dan prasarana olahraga sebagai asset yang amat berharga “Kawasan Stadion Utama Lukas Enembe” memiliki luas sebesar 13 Ha. Fenomena serta kemampuan yang terdapat di Kasawan Stadion bisa menarik atensi wisatawan. Disamping itu Kawasan Stadion Lukas Enembe juga bisa menjadi peluang bagi peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan budaya pada wilayah sekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan mengetahui potensi Kawasan Stadion Lukas Enembe bagi pengembangan pariwisata berolahraga di Provinsi Papua. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mendalami pada penggunaan data primer dari lokasi studi. Subjek penelitian: Instansi terkait yang mengetahui tentang pembangunan Kawasan Stadion dengan teknik pengumpulan data primer: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aksesbilitas dari dan menuju Kawasan Stadion sudah sangat strategis dan terjangkau dalam akomodasi serta informasinya. Sarana prasarana Kawasan Stadion terfasilitasi lengkap. Atraksi dan penyelenggaran acara pada Kawasan Stadion belum tersedia, namun Kawasan Stadion Lukas Enembe menjadi wadah bagi atraksi itu sendiri seperti kegiatan berolahraga. Fasilitas wisata yang tersedia di dalam Kawasan Stadion ialah olahraga rekreasi dengan ketersediaan RTH dan fasilitas lain yang berada sekitar pertokoan dan ATM dalam mempermudah masyarakat berkunjung. Dukungan pemerintah daerah dan pusat diberikan masksimal dalam menyelesaikan pembangunan kawasan stadion. Namun, belum ada kebijakan dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam optimalisasi pengelolaan kawasan stadion selanjutnya