Jurnal Pengembangan Kota
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAMPAK STUDENTIFIKASI PADA KAWASAN PENDIDIKAN SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK
Studentifikasi di kawasan pendidikan khususnya di Kota Depok telah menjadi fenomena yang signifikan akibat pertumbuhan kampus-kampus seperti Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma Depok, dan sekitarnya. Penelitian ini menganalisis dampak studentifikasi pada kawasan pendidikan sekitar kampus Universitas Indonesia Depok, seperti apa dampak yang dirasakan serta bagaimana tingkatan dampak dari aspek fisik, lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak seperti apa yang dirasakan dan kawasan mana yang paling terdampak dengan adanya studentifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis delphi dengan melibatkan pakar dan pemangku kepentingan dalam rangka mendapatkan pandangan komprehensif tentang dampak yang mungkin terjadi, dan analisis kuantitatif dengan skoring menggunakan kuesioner, kemudian mengetahui tingkatan dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Adapun dampak fenomena studentifikasi yang paling tinggi berdasarkan analisis delphi dan skoring adalah munculnya bangunan tertentu identik dengan kegiatan mahasiswa, penyediaan hunian kos secara khusus hanya untuk mahasiswa dan peningkatan nilai lahan/ harga tanah. Kawasan yang paling terkena dampak dari Studentifikasi kawasan pendidikan sekitar Universitas Indonesia adalah Kelurahan Kemiri Muka. Dampaknya mencakup peningkatan nilai lahan/harga tanah menyebabkan banyak alih fungsi bangunan hunian menjadi bangunan kos yang menyesuaikan kebutuhan mahasiswa untuk menunjang kegiatan sehari-hari
THE FUTURE OF KUDUS AS A RELIGIOUS CITY IN CENTRAL JAVA
Urban planning is needed to manage changes within a spatial approach. It helps in planning activities where the economic, environmental, and social goals are holistically managed. The planning process involves studying past trends, learning from past and present, and preparing for the future. The fast development and adoption of new cultures lead to significant changes in socio-cultural and economic growth. Some Industry activities, especially religious ones in this decade, brought many changes in Kudus, Central Java, and Indonesia. It diversifies the city's social and cultural identity and generates tremendous economic development opportunities. Therefore, the town has several potentials facing urban planning problems. Exploring these issues and the reasons behind them will help minimize their impact. Kudus has tremendous potential for research in this direction. The need of the decade for urban planners and designers is to be prepared for the changes in a Kudus city. This study identifies the growth of Kudus as a religious city along with changes in regional spatial plans using descriptive qualitative analysis from secondary data such as planning documents and primary data from in-depth interviews with relevant stakeholders. This study shows Kudus as a religious city having challenges of spatial changes and growth patterns of religious tourism growth in the Kudus area.
SPESIFIKASI RUANG AKTIVITAS PKL DI KOTA KAJEN, PEKALONGAN
Keberadaan aktivitas PKL masih dipandang menjadi masalah ruang di perkotaan, karena memicu konflik pemanfaatan ruang dan menurunkan visual fisik kawasan sehingga dianggap sebagai elemen "out of place". Padahal PKL mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan, memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari dan merupakan aktivitas riil perkotaan yang perlu diwadahi. Oleh karena itu penataan ruang aktivitas PKL diperlukan dan perlu sesuai dengan karakteristik aktivitasnya. Isu tumbuh dan berkembangnya PKL di ruang kota Kajen karena akibat dari adanya pemekaran wilayah kabupaten. Kawasan Perkotaan Kajen menjadi pusat aktivitas baru Kabupaten Pekalongan dan memunculkan keberadaan PKL yang terus berkembang di kawasan tersebut. Kondisi ini perlu diantisipasi agar meminimalisir timbulnya konflik penggunaan ruang di perkotaan. Penelitian ini bertujuan menemukenali spesifikasi ruang PKL di kawasan kota Kajen. Penelitian menggunakan metode kuantitatif (crosstab dan deskriptif kuantitatif). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa spesifikasi ruang aktivitas PKL di sekitar Alun-alun Kajen adalah sekitar kawasan terdapat aktivitas beragam yaitu aktivitas perkantoran, ibadah, rekreasi/hiburan/olahraga; terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat berdagang di tepi alun-alun, di trotoar, di tepi jalan, di taman; ruang di sekitar alun-alun dapat dimanfaatkan sesuai waktu aktivitas masyarakat dan terdapat banyak pengunjung; ruang dapat digunakan secara menetap dan memiliki luas yang cukup untuk aktivitas berdagang makan/minuman, persewaan mainan anak-anak dan memiliki luas yang cukup dengan sarana gerobak tenda/lesehan/gerobak/meja/motor/mobil/berbagai jenis sarana permainan; PKL dapat berdagang dengan pembatas ruang yang transparan/tanpa batas antar PKL sehingga antar PKL dapat mudah bekerjasama; ruang PKL di sekitar alun-alun mudah dilihat dan mudah dicapai oleh pengunjung; teduh dan terang; ruang yang aman untuk berdagang karena ruang yang diijinkan oleh pemerintah; tersedia ruang parkir pengunjung.
MODEL POTENSI PENDUDUK KOTA METROPOLITAN SEMARANG
Saat ini di Kota Semarang belum tersedia informasi potensi penduduk yang mempertimbangkan interaksi spasial. Model Potensi penduduk adalah model spasial yang mencerminkan pemusatan penduduk berdasarkan interaksi antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model dan persebaran potensi penduduk di Kota Semarang. Menggunakan metode deskripif kuantitatif serta pendekatan spasial dengan memanfatkan citra pengginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Potensi penduduk ditentukan berdasarkan model gravitasi yang mendasarkan pada jumlah penduduk dan jarak antara masing-masing kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi penduduk paling tinggi terdapat di Kecamatan Gayamsari sedangkan potensi penduduk paling rendah terdapat di Kecamatan Mijen. Kawasan yang mempunyai potensi penduduk rendah perlu didorong perkembangannya dengan penambahan fasilitas sehingga dapat meningkatkan mobilitas yang mencerminkan adanya aktivitas. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan terkait pemenuhan kebutuhan penduduk secara rasional yang mengarah pada pembangunan yang berkelanjutan
DESAIN RUANG PUBLIK MASA DEPAN: STUDI RUANG PUBLIK INDOOR DAN OUTDOOR DI BALI
Ruang publik harus mengakomodasi peran esensinya sebagai ruang responsif, demokrartis dan bermakna. Siklus wabah penyakit yang berulang kali terjadi di dunia yang disebabakan oleh virus mulai tahun 1500-an hingga 2020-an, dapat menjadi pertimbangan dalam mendesain ruang terbuka publik masa depan. Pandemi Covid-19 yang terjadi tiga tahun silam menyebabkan banyak ruang publik yang ditutup karena tidak mampu mengakomodasi ruang yang aman dan nyaman bagi warga kota. Peran responsif ruang publik diuji, elemen penyusun ruang publik perlu disesuaikan untuk menciptakan ruang publik yang mampu mengakomodasi kebutuhan dan keinginan warga kota sebagai penggunanya. Penelitian ini berupaya merumuskan kriteria elemen penyusun ruang publik yang responsif di masa depan serta menilai sejauh mana kriteria tersebut diterapkan pada ruang publik di Bali. Metode kuantitaif digunakan, dengan menggunakan bantuan perangkat lunak JMP. Hasil penelitian menyimpulkan elemen desain, fasilitas, dan pengelolaan serta pemeliharaan ruang publik di Bali perlu disesuaikan agar menjadi lebih responsif di masa depan. Apabila ditinjau dari kriteria ruang publik responsif, ruang publik indoor dan outdoor masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan
PENERAPAN KONSEP TEKNOLOGI BAHAN BAKAR JUMPUTAN PADAT (BBJP) SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KEBUTUHAN LAHAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH CILOWONG, SERANG, BANTEN
Timbulan sampah yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan TPA telah menjadi masalah utama pengelolaan sampah di perkotaan. Hal tersebut juga terjadi di Kota dan Kabupaten Serang Provinsi Banten. TPA yang melayani Sampah dari kedua daerah tersebut yaitu TPA Cilowong saat ini sudah melebihi kapasitas. Di sisi lain sampah dari dua daerah tersebut berpotensi untuk dibuat Bahan Bakar Jemputan Padat (BBJP) atau bahan bakar jumputan padat (BBJP). Penelitian ini bertujuan untuk membahas upaya mengurangi kebutuhan lahan TPA dengan mengolah sampah yang masuk ke TPA menjadi BBJP. Metodologi yang digunakan adalah menggunakan metoda kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui potensi kalor sampah yang masuk ke TPA Cilowong dalam keadaan kering yaitu 5.626,67 kCal/Kg layak untuk dijadikan BBJP. Dengan jumlah sampah setiap hari sebanyak 454 ton/hari maka dapat dihasilkan BBJP sebanyak 136–181 ton setiap harinya. Selain itu, di Kota dan Kabupaten Serang terdapat potensi pemanfaatan BBJP pada lima PLTU dan dua pabrik semen yang saat ini menggunakan batu bara. Dengan mengolah sampah yang masuk ke TPA Cilowong menjadi BBJP maka dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA untuk 10 tahun ke depan seluas 67 Ha. Artikel ini memiliki kontribusi bagi bidang ilmu teknik lingkungan dan perencanaan wilayah terutama perencanaan infrastruktur pengelolaan sampah
PRIORITAS ALTERNATIF PENGEMBANGAN KONSEP OMOTENASHI DI KORIDOR JL. ZAINUL ARIFIN, KOTA MALANG
Koridor Jalan Zainul Arifin merupakan salah satu koridor yang menghubungkan Kawasan Alun-Alun sebagai pusat kota dengan Pasar Besar Kota Malang. Pasar Besar sebagai pusat perdagangan dan jasa, kuliner, pertokoan, dan wisata memiliki ciri khas dan daya Tarik tersendiri. Karakteristik tersebut mampu menarik aktivitas yang masif sehingga diperlukan pengendalian arus lalu lintas dan fasilitas penunjang aktifitas di koridor tersebut. Omotenashi memiliki makna keramahan, kehangatan, dan kekeluargaan. Keramahan yang dimaksud ialah ramah dalam hal desain jalan, jalur pejalan kaki dan layanan angkutan umum bagi para penggunanya, adapun kekeluargaan memiliki makna yang berlawanan dengan individualis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat keramahan dalam konsep omotenashi dan merumuskan prioritas alternatif pengembangan keramahan. Penelitian ini menggunakan analisis aspek keramahan omotenashi, analisis parkir on-street berdasarkan aspek kekeluargaan, dan Quantitative Descriptive Analysis (QDA) berupa spiderweb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keramahan omotenashi pada Koridor Jalan Zainul Arifin memiliki nilai 10,64 yang masuk dalam klasifikasi ramah dan prioritas pengembangan berdasarkan hasil spiderweb meliputi pengembangan aspek geometri jalur pejalan kaki, geometri jalan, dan parkir on-street
EXPLORING THE RELATIONSHIP BETWEEN GREEN VIEW INDEX AND RUNNING ACTIVITY: A CASE STUDY OF YOGYAKARTA AND SINGAPORE USING STRAVA AND GOOGLE STREET VIEW DATA
The Development of Geospatial Data and Volunteered Geographic Information (VGI) has been significant and can be utilized in urban and regional planning. One of the notable data sources includes Google Street View and Strava running activity data. This research investigates the potential correlation between the presence of green spaces, measured by the Green View Index (GVI) using Google Street View data, and the level of running activity recorded by Strava, a popular running application. The novelty of this study lies in the integration of GVI analysis with Google Street View and Strava data, providing a comprehensive understanding of the relationship between green environments and physical activity by leveraging Big Data. In this research, two locations are compared: Yogyakarta, identified to have a low GVI category, and Singapore, identified to have a high GVI category. The findings reveal a moderate negative correlation between GVI and the Strava running index in Yogyakarta, while a moderate positive correlation is observed in Singapore. These results contribute to the growing research on urban vitality and emphasize the importance of integrating green spaces into urban planning and development using big data. This study serves as a foundation for further research on the relationship between green environments and various forms of physical activity, contributing to the development of healthier and more sustainable cities in the future
PENILAIAN KEBERLANJUTAN KAMPUNG JAWI SEBAGAI KAMPUNG TEMATIK WISATA DI KOTA SEMARANG
Kota Semarang memiliki beragam kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pariwisata. Sebagaimana yang diamanatkan di dalam Sustainable Development Goals bahwa pembangunan diarahkan untuk memenuhi tujuan-tujuan berkelanjutan, salah satunya adalah pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu bentuk pariwisata, yakni pariwisata kampung dapat ditemukan pada kampung-kampung tematik. Salah satu kampung tematik di Kota Semarang yang cukup potensial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah Kampung Jawi yang terletak di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Terdapat indikasi bahwa kualitas atraksi yang diperoleh dari pengelolaan Kampung Jawi belum maksimal sehingga mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung. Sehingga dikhawatirkan Kampung Jawi tidak berkelanjutan di masa depan. Untuk itu, penting untuk mengetahui keberlanjutan dan hal-hal yang mempengaruhi keberlanjutan Kampung Jawi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan Kampung Jawi sebagai kampung Tematik wisata dilihat dari empat dimensi, yakni Pemanfaatan Lingkungan Fisik, Manfaat Ekonomi, Tata Kelola Kampung Tematik, dan Interaksi Sosial dan Budaya Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan MDS (Multidimensional Scaling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat keberlanjutan Kampung Jawi sebagai Kampung Tematik Wisata termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Keberlanjutan dimensi pemanfaatan lingkungan fisik dikategorikan sebagai dimensi yang berkelanjutan, sedangkan dimensi manfaat ekonomi, tata kelola kampung tematik dan interaksi sosial dan budaya dikategorikan cukup berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan pada atribut aksesibilitas, pendapatan masyarakat, kerjasama dengan pihak luar, dan keterlibatan masyarakat dalam pariwisata Kampung Jawi
PEMBANGUNAN INKLUSIF DI URBAN HERITAGE KOTA TUA JAKARTA MELALUI PARIWISATA KREATIF
Kawasan Kota Tua merupakan urban heritage di Jakarta yang sepatutnya memperoleh perhatian lebih dari pemerintah agar tidak mengalami kemunduran kota Melalui pembangunan inklusif yang memberi akses bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi pada kegiatan pariwisata kreatif diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam merevitalisasi kawasan ini. Penelitian ini bertujuan 1) memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kemunduran kota dan upaya revitalisasi di Kota Tua Jakarta; dan 2) mengetahui komunitas kreatif di Kota Tua yang merupakan bagian penting dari pembangunan inklusif kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik stakeholders mapping. Data primer diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara semi terstruktur dengan perwakilan Unit Pengelola Kawasan Kota Tua dan komunitas pada tahun 2022, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur dan kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi Kota Tua masih menghadapi kompleksitas dari pemangku kepentingan yang menghambat proses kerjasama lintas sektoral sehingga membuat pengembangan potensi kreativitas kurang maksimal. Namun animo masyarakat untuk berkunjung memberi peluang bagi komunitas untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata kreatif di kawasan Kota Tua Jakarta. Dukungan ini dapat menyelamatkan Kota Tua dari kemunduran kota, memaksimalkan potensi kreatif, dan menghidupkan Kota Tua, sehingga memberi pengalaman berwisata yang lebih intens bagi pengunjung sesuai dengan konsep pariwisata kreatif