Jurnal Pengembangan Kota
Not a member yet
    208 research outputs found

    PEMODELAN KEPUASAN PELANGGAN PADA LAYANAN BRT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MOBILITAS BERKELANJUTAN: STUDI KASUS BANDA ACEH, INDONESIA

    Full text link
    Penelitian ini meneliti kepuasan pengguna terhadap layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Koetaradja di Banda Aceh, serta kontribusinya terhadap mobilitas perkotaan berkelanjutan. Meskipun BRT diperkenalkan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, tingkat penggunaan dan kepuasan pengguna layanan ini masih rendah. Dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini mengumpulkan data dari 500 responden pengguna Trans Koetaradja untuk mengidentifikasi pengaruh atribut kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, baik aspek pengelolaan maupun teknis terbukti berdampak positif terhadap persepsi kualitas layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pengguna dapat dicapai dengan fokus pada pemeliharaan fasilitas, peningkatan kondisi kendaraan, dan manajemen waktu serta rute yang lebih baik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah rekomendasi bagi pemerintah untuk mengembangkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, guna mendorong penggunaan transportasi umum sebagai solusi mobilitas berkelanjutan di Banda Aceh

    KONSEP PENGEMBANGAN AKTIVITAS PERDAGANGAN INFORMAL PADA KAWASAN ALUN-ALUN GRESIK

    Full text link
    Pedagang Kaki Lima merupakan salah satu sektor informal perdagangan dan jasa yang tumbuh untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Masalah perkotaan akibat adanya PKL terjadi di Alun-Alun Gresik meliputi belum tersedianya peraturan daerah yang khusus dalam mengatur arahan lokasi PKL di Alun-Alun Gresik, kesemrawutan pola berjualan yang tersebar dan tidak teratur, kurang tersedianya infrastruktur penunjang bagi pengunjung, dan PKL yang tidak memiliki Surat Izin Menempati semakin bertambah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan infrastruktur penunjang PKL serta merekomendasikan konsep pengembangan PKL di Alun-Alun Gresik. Metode analisis yang digunakan ialah Analisis Statistik Deskriptif, Importance Performance Analysis dan Analytical Hierarchy Process. Konsep pengembangan PKL di Alun-Alun Gresik didasarkan pada perhitungan analisis IPA dengan AHP, sehingga urutan variabel yang perlu dikembangkan ialah infrastruktur penunjang, kenyamanan, karakteristik PKL, dan kemudahan aksesibilitas. Prioritas pengembangan variable infrastruktur penunjang terdiri dari sub variabel ketersediaan air bersih (X2.2), tempat parkir (X2.5) dan drainase (X2.1)

    TINGKAT ASET PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA TERDAMPAK BANJIR ROB DI BANDENGAN, PEKALONGAN

    Full text link
    Bandengan adalah salah satu kelurahan di pesisir Kota Pekalongan yang rawan banjir rob akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah. Dalam menghadapi rob, rumah tangga terdampak dapat mengupayakan seluruh aset penghidupan yaitu modal manusia, modal alam, modal finansial, modal sosial, dan modal fisik untuk bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kondisi aset penghidupan rumah tangga terdampak rob di Bandengan, Kota Pekalongan. Riset ini penting untuk melihat bagaimana rumah tangga di Bandengan mengelola dan memanfaatkan lima aset penghidupan dalam menghadapi resiko banjir rob. Populasi adalah rumah tangga terdampak banjir rob sebanyak 100 sampel melalui survei kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan modal alam berada pada kategori rendah sebanyak 92% dikarenakan kurangnya lahan produktif. Modal manusia berada pada kategori sedang sebanyak 66%, dikarenakan jenjang pendidikan yang masih sebatas lulusan SD. Modal sosial berada pada kategori rendah dengan persentase 48%, dikarenakan kurangnya partisipasi masyarakat dalam komunitas sosial seperti karang taruna, PKK, arisan RT/RW, serta kurangnya akses informasi peringatan dini. Adapun kondisi modal finansial berada pada kategori rendah sebanyak 72%, dikarenakan pendapatan keluarga yang mayoritas kurang dari Rp2.500.000,00. Penilaian modal fisik kategori tinggi sebesar 64% mengindikasikan mayoritas rumah tangga telah melakukan renovasi tempat tinggal melalui pengurugan, peninggian pintu, peninggian jendela. Dapat disimpulkan bahwa modal penghidupan di Kelurahan Bandengan didominasi oleh modal fisik dan modal manusia. Penelitian menjadi masukan pemerintah untuk merancang manajemen resiko bencana rob berdasarkan potensi lokal masyarakat sebagai people centered seperti penguatan peringatan dini, edukasi pelatihan kerja, membentuk komunitas arisan penanganan bencana rob, dan membentuk komunitas peduli lingkungan tingkat kelurahan.

    IDENTIFIKASI FUNGSI PERKOTAAN KAWASAN KOTABARU, KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN DATA SURVEI LAPANGAN DAN POINT OF INTEREST GOOGLE MAPS

    Full text link
    Identifikasi fungsi kota yang akurat dan efektif sangat penting untuk mengoptimalkan pengalokasian tata ruang kota dan memonitoring perkembangan kota, termasuk di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Penelitian ini berusaha membandingkan hasil antara 2 metode identifikasi fungsi perkotaan, yaitu interpretasi citra disertai survei lapangan dan data Point of Interest (POI). Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kuantitatif-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil identifikasi fungsi perkotaan Kawasan Kotabaru antara metode identifikasi melalui interpretasi citra disertai survei lapangan dan data Point of Interest (POI). Perbedaan hasil ini dikarenakan POI yang diperoleh dari google maps secara gratis hanya 60 POI (tidak semua POI pada kawasan). Adapun metode identifikasi fungsi perkotaan yang lebih efektif dari segi output yang dihasilkan yaitu metode interpretasi citra disertai survei lapangan. Dari segi efektivitas waktu dan efisiensi biaya, metode yang lebih baik yaitu metode data POI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh data yang akurat lebih baik menggunakan metode interpretasi disertai validasi survei lapangan. Namun jika untuk memonitoring perkembangan kota secara cepat dan murah, maka metode data POI lebih baik digunakan dari pada metode interpretasi disertai survei lapangan

    OPTIMALISASI ASET NEGARA DI KAWASAN PERKOTAAN MELALUI ANALISIS HIGHEST AND BEST USE: STUDI KASUS GEDUNG KEUANGAN NEGARA SEMARANG I

    Full text link
    Aset negara memiliki peran penting dalam mendukung fungsi pemerintahan dan pelayanan publik, namun banyak di antaranya belum dimanfaatkan secara optimal. Di antaranya, Gedung Keuangan Negara (GKN) Semarang I, yang juga sebagai bangunan cagar budaya di pusat Kota Semarang, menunjukkan indikasi penggunaan yang belum mencapai tingkat tertinggi dan terbaik (underutilized). Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi optimalisasi penggunaan GKN Semarang I sebagai aset negara dengan menggunakan pendekatan Highest and Best Use (HBU). Analisis HBU mengidentifikasi penggunaan paling menguntungkan dan kompetitif dari suatu properti, sehingga dapat meminimalkan kegagalan pengembangan pasar dan mendukung keberhasilan penataan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun saat ini digunakan sebagai gedung perkantoran pemerintah, aset ini memiliki potensi tertinggi dan terbaik untuk pengembangan sebagai kawasan mixed use yang mencakup ruang pamer atau galeri seni, kios UMKM, dan food court. Rekomendasi ini sejalan dengan potensi komersial kawasan pusat kota dan arah pembangunan kota yang mendorong integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan pariwisata

    DETERMINATION OF URBAN SPRAWL PHENOMENON IN PEKALONGAN CITY AND ITS SURROUNDING

    Full text link
    Urbanization defines as a spatial and socio-economic transformation process from rural to urban areas. While urban sprawl is the process of propagation of the appearance of urban physical characteristics from the inner city toward the urban fringe area. Pekalongan City has grown from a small town to a medium-sized city with a population of 300,000 people. This study aims to identify the phenomenon of urban sprawl in Pekalongan City and its surroundings (Pekalongan and Batang Regency) and identify the urban environment quality based on the condition of the public services availability in these urban areas. The data used in this study were the 2019 Village Potential (PODES) from the Central Agency on Statistics (BPS) and a digital base map from the Geospatial Information Agency (BIG). The urban-rural classification scoring from the BPS was used to identify urban areas as the method in this study. The results showed that 111 out of 285 villages in Pekalongan Regency and 63 out of 248 villages in Batang Regency could already be classified as urban areas and formed an urban agglomeration with Pekalongan City. This study also showed that the environmental quality in urban areas with urban sprawl phenomenon has met the standards and criteria for urban public services compared to other areas

    POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS TOD PADA KAWASAN STASIUN PASAR SENEN

    Full text link
    TOD merupakan perencanan kawasan berkelanjutan yang mengintegrasikan antara kebutuhan transportasi dengan efisiensi lahan perkotaan. Kawasan Senen merupakan salah satu kawasan strategis di Jakarta karena merupakan pusat kegiatan sekunder dan juga Pusat Pelayanan Kota. Melalui RDTR DKI Jakarta 2022 dan Perpres No 60 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur, Stasiun Pasar Senen ditetapkan sebagai TOD Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi eksisting Kawasan Stasiun Pasar Senen sebagai kawasan TOD kota. Pengukuran dilakukan dengan menghitung TOD Indeks yang berasal dari indikator–indikator utama dalam perancangan kawasan TOD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Stasiun Pasar Senen belum optimal sebagai TOD Kota. Nilai TOD indeks Kawasan Stasiun Pasar Senen adalah 0.63 yang tergolong cukup tinggi melebihi 0.5 namun masih jauh dari nilai optimal TOD.  Kondisi saat ini masih jauh dari prinsip-prinsip TOD, khususnya pada kepadatan kawasan serta infrastruktur pejalan kaki. Pengembangan TOD Kawasan Stasiun Pasar Senen perlu memaksimalkan fungsi lahan campuran dan penyediaan infrastruktur pejalan kaki

    KONSEP DIRI PADA MASYARAKAT PEMILIK RUMAH STIKER WARGA MISKIN DI BUMIARJO, SURABAYA

    Full text link
    Kemiskinan menjadi persoalan krusial di perkotaan. Bantuan dari pemerintah hadir agar masyarakat miskin kota tidak termarjinalkan. Peraturan dibuat sedemikian rupa agar bantuan tepat sasaran salah satunya melalui penempelan stiker Keluarga miskin di rumah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri masyarakat pemilik rumah stiker keluarga miskin di Bumiarjo, Surabaya dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik george herbert mead. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada tiga informan. Penentuan subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria khusus masyarakat pemilik rumah berstiker keluarga miskin di Bumiarjo, Surabaya. Hasil penelitian menyatakan penerima stiker keluarga miskin tidak mempermasalahkan persoalan kebijakan pelabelan tersebut. Hal ini membuat terbentuknya konsep diri dalam masyarakat tersebut sebagai masyarakat miskin yang biasa saja dan layak untuk menerima bantuan dari pemerintah. Hasil penelitian ini tentunya terdapat perbedaan dengan penelitian terdahulu dalam hal konsep diri masyarakat Kota Surabaya yang tergambar pada hasil penelitian. 

    POTENSI WILAYAH PERKOTAAN POLISENTRIS PADA SURAKARTA RAYA DITINJAU DARI PERSPEKTIF PUSAT AKTIVITAS

    Full text link
    Urbanisasi yang pesat di negara-negara berkembang sering kali menciptakan ketimpangan wilayah sehingga muncul urgensi perencanaan Wilayah Perkotaan Polisentris. Surakarta Raya, sebagai contoh wilayah di Indonesia yang mengalami urbanisasi cepat, menghasilkan pusat-pusat aktivitas baru yang disebabkan oleh urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana potensi struktur ruang Surakarta Raya dengan pendekatan Wilayah Perkotaan Polisentris dari perspektif pembentukan pusat aktivitas melalui variabel pola penggunaan lahan, harga lahan, kepadatan penduduk, dan fasilitas umum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisis klaster k-means yang dispasialkan. Hasil analisis menunjukkan adanya potensi perkembangan pada beberapa pusat aktivitas perkotaan di Surakarta Raya yang dapat membentuk struktur ruang polisentris. Terkait dengan fenomena tersebut, diperlukan perencanaan tata ruang wilayah yang mengatur konsentrasi pusat aktivitas sehingga dapat mencegah ketimpangan wilayah di Surakarta Raya. Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus pada proses spesialisasi ekonomi dan mobilitas antar wilayah dalam konteks Wilayah Perkotaan Polisentris

    ANALISIS PERBANDINGAN GREEN URBANISM DI KOTA JAKARTA DAN SURABAYA

    Full text link
    Pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan terus meningkat dan meninmbulkan beragam permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Kota Jakarta dan Surabaya dalam menerapkan prinsip Green Urbanism. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada analisis perbandingan penerapan Green Urbanism di Kota Jakarta dan Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dalam melakukan analisis data dibantu dengan perangkat lunak Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian yaitu, Kota Jakarta lebih dominan menerapkan prinsip Urban planning and transport dengan angka 32,89% dan Water and Biodiversity sebesar 25%. Sedangkan Kota Surabaya menekankan pada prinsip urban planning and transport dengan angka 48,15% dan socio-cultural features yang memiliki angka 29,63%

    185

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengembangan Kota
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇