Jurnal Pengembangan Kota
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN DARI PROSES PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PADA USAHA BATIK PESANTENAN PATI
Usaha berbasis rumah Batik Tulis Pesantenan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan di Kabupaten Pati yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Berdirinya usaha ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ibu rumah tangga muda yang menganggur dengan suami sebagai perantau dan terbukti mampu memberdayakan lebih dari 200 (dua ratus) ibu rumah tangga sebagai pekerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pembelajaran dari proses pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga non-pemerintah berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Metode yang digunakan adalah campuran melalui kuesioner terhadap 19 responden dan wawancara secara mendalam dengan narasumber kunci yaitu pemilik dan perintis usaha serta 9 perangkat desa asal pekerja. Teknik analisis dengan cara deskriptif baik data kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini memberikan pembelajaran proses pemberdayaan melalui usaha berbasis rumah sebagai fenomena dalam studi tentang perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik usaha merupakan pihak yang sangat berpengaruh dan penting keberadaannya sehingga aktivitas pemberdayaan ada dan berlanjut hingga sekarang. Ia berperan sebagai inisiator, penggerak, dan fasilitator yang merintis terjadinya proses mulai dari nol sehingga memberikan akses pekerjaan bagi ibu rumah tangga yang memiliki keterbatasan waktu dan keterampilan. Enam sifat yang melekat padanya yakni rasa empati, mampu melihat adanya potensi dan kebutuhan, jiwa kepemimpinan, inisiatif yang tinggi, pemikiran maju dan terbuka, berperan sebagai fasilitator. Selain itu, motif utama keberhasilannya yaitu adanya manfaat ekonomi.
THE ROLE OF COMMUNITY IN SAFEGUARDING THE HISTORY OF DENPASAR
Denpasar has a variety of heritage assets that are still used by the people. Living Culture or intangible cultural heritage refers to the practices, representations, expressions, knowledge, and skills owned by the local community. Globalization and information technology are factors that influence people to change and reinterpret their traditions that have been carried out for generations. This paper aims to explore the role and rights of the community in safeguarding their architecture and the built environment. From this study can be concluded that the changes made to the architecture and built environment are mostly carried out by following the current trends as a representation of the economic capacity of the owner and sometimes ignoring the rules and knowledge/tatwa and norm/susila that were previously used by the community for the spatial arrangement of their environment. In the past, knowledge was possessed by Brahmins in the power of the king, and the people only carry out traditions with little knowledge of the meaning contained in it. The knowledge stored in artifacts needs to be socialized or published so the changes made are still rooted in the local cultural character and can maintain the identity of the city of Denpasar
PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN TINGGI DAN ASOSIASINYA TERHADAP LALU LINTAS DI KORIDOR SIMPANG TIGA K.H.SIROJUDIN-MULAWARMAN RAYA
Pusat pertumbuhan baru dengan fungsi utama pendidikan tinggi memicu munculnya aktivitas pendukung kawasan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Aktivitas pendukung kawasan membawa perubahan fungsi bangunan serta perubahan lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun di sekitar kampus terutama pada lahan di sisi akses utama karena memiliki aksesibilitas yang tinggi. Perubahan ini didominasi oleh perdagangan dan jasa dengan bangkitan tarikan yang menambah beban pada jalan. Lahan yang belum dilengkapi ruang parkir akan menambah hambatan samping dan dapat menimbulkan kemacetan. Tipologi perubahan pemanfaatan lahan di koridor terdiri dari warung makan, café, supermarket, toko ATK, toko pakaian, laundry, print/fotocopy, dan kost-an. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi, analisis trip rate, dan analisis komparasi tingkat perjalanan dengan volume lalu lintas. Identifikasi perubahan pemanfaatan lahan 10 tahun terakhir (2008-2018) dilakukan untuk menentukan sampel yang akan dicari datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pemanfaatan lahan yang paling banyak terjadi adalah pada aktivitas warung makan. Jenis aktivitas tersebut berkontribusi 34% terhadap volume lalu lintas di koridor. Identifikasi tingkat perjalanan perdagangan dan jasa menunjukkan prediksi volume lalu lintas yang akan timbul jika perubahan pemanfaatan lahan di sisi akses utama menuju kampus masih terus berlanjut. Tingkat perjalanan aktivitas ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh stakeholders dalam mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan pendidikan tinggi
STRATEGI INTEGRASI SISTEM TRANSPORTASI UMUM DALAM MENUNJANG PARIWISATA KOTA YOGYAKARTA
The development of Yogyakarta City arises the issue of congestion that might interfere various activities, one of them is tourism activity. This aims at strategizing integration of public transport system for reducing congestion. It seeks an integration strategy of public transport system that can improve accessibility and support tourism in Yogyakarta City based on domestic tourist preference. Using descriptive statistics, service quality (servqual), and importance-performance analysis (IPA), it was revealed that respondents feel less satisfied with the quality of service of integration of public transport system, for which an improvement is needed. This can be done by strategizing integration of public transport system, from the strategy will be known the order of handling priority each variable, i.e. (1) schedule integration, (2) network integration, (3) land use integration, (4) physical integration, and (5) information integration which is done by improving its performance. Furthermore, (6) social integration, (7) environmental integration, and (8) fare and ticket integration which is done by maintaining its performance
KAJIAN IDENTIFIKASI KOTA AMAN (SAFECITY) di SEMARANG
Keamanan (safety) menjadi isu yang penting khususnya dalam suatu kota. Aspek keamanan tersebut meliputi meningkatnya tindakan kriminalitas di suatu kota sehingga menggangu aktivitas dan mobilitas masyarakat yang ada di dalamnya. Kemanan menjadi aspek penting sehingga perlu dilakukan pengkajian mengenai bagaiman identifikasi Kota Aman (Safecity) sehingga dapat meningkatkan keaman Kota Semarang? Metode menggunakan konsep Three Onion layers yang melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dan mengakibatkan kemanan terganggu. Hasil temuan berupa Semarang terdapat kepadatan penduduk tinggi, sektor perdagangan dan jasa memiliki aktivitas tinggi, perlu upaya peningkatan respon kota baik sector pemerintah berkaitan dengan sumber daya manusia dan sektor kepolisian yang berkaitan langsung dengan penindakan kejahatan dan kekerasan di Semarang
PROSES PEMBERDAYAAN DENGAN MODEL EPE (ENGAGEMENT–PARTICIPATION–EMPOWERMENT) DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA DI KABUPATEN TEGAL
PPIP merupakan salah satu program pembangunan infrastruktur berbasis pemberdayaan masyarakat. Meskipun dalam setiap program berbasis pemberdayaan sudah ada pedoman pelaksanaannya, namun pada pelaksanaan kegiatan PPIP di Kabupaten Tegal, terdapat perbedaan proses pemberdayaan antardesa satu dengan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pemberdayaan dikaitkan dengan proses pemberdayaan model EPE (Engagement–Participation–Empowerment) pada PPIP di Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi multi kasus. Peneliti mengambil dua kasus pada dua lokasi berdasarkan topografi wilayahnya yaitu lokasi di daerah perdesaan di pegunungan (Desa Dukuhbenda) dan daerah perkotaan di daerah dataran rendah (Desa Slawi Kulon). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis dengan model EPE diketahui pada Desa Dukuhbenda (perdesaan) proses pemberdayaan berproses secara linier sesuai tahapannya. Sedangkan pada Desa Slawi Kulon (perkotaan) proses pemberdayaan berproses tidak sesuai dengan tahapannya, fase pemberdayaan terputus pada fase partisipasi
SIMULASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN KONSEP CELLULER AUTOMATA DI KOTA MATARAM
Dinamika perubahan penggunaan lahan dapat dipahami secara spasial dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Penelitian ini bertujuan membangun model perubahan penggunaan lahan di Kota Mataram untuk memprediksi penggunaan lahan di Kota Mataram pada tahun2031. Model yang dibangun adalah hasil analisis spasial dari pola perubahan penggunaan lahan dari kurun waktu tahun 2008 sampai tahun 2017 dengan menggunakan konsep cellular automata. Penentuan aturan transisi dan faktor-faktor pendorong perubahan lahan serta nilai pengaruh (bobot) masing-masing faktor tersebut merupakan hal yang penting untuk membangun model prediksi perubahan lahan. Hasil perhitungan validitas model menujukkan tingkat akurasi model sebesar 84,18%. Dari tahun 2017 sampai tahun 2031 terjadi peningkatan secara signifikan luasan penggunaan lahan industri dan pergudangan, perdagangan dan jasa, dan permukiman di Kota Mataram berturut-turut sebesar 9,861 hektar, 355,354 hektar, dan 482,697 hektar. Pemanfaatan simulasi perubahan penggunaan lahan dengan konsep Cellular Automata ini dapat diterapkan untuk mengevaluasi Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota
PENILAIAN SAFETY DRIVING PADA BUS RAPID TRANSIT (BRT) KORIDOR 6 DI KOTA SEMARANG UNTUK MEWUJUDKAN TRANSPORTASI YANG BERKELANJUTAN
Transportasi berkelanjutan diperlukan agar kebutuhan mobilitas penduduk dapat terpenuhi dengan meminimalkan dampak negative pada aspek social, ekonomi, dan politik. Perwujudan konsep transportasi berkelanjutan bisa diterapkan pada transportasi publik salah satunya yakni BRT. Beberapa penelitian sebelumnya tentang BRT lebih banyak membahas tentang tingkat pelayanan, kinerja, dan preferensi masyarakat secara umum tentang pengoperasian BRT. Transportasi berkelanjutan bisa dilhat pada aspek social yang fokus pada terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi penumpang dan pengguna jalan lain. Safety Driving merupakan konsep yang tepat untuk diterapkan pada BRT yang memiliki tujuan mengurangi resiko kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan penumpang melalui penerapan beberapa indikator atau cara mengemudi yang aman. BRT merupakan salah satu sarana untuk mewujudkan transportasi yang berkelanjutan sehingga penelitian Safety Driving pada BRT perlu dilakukan. Penelitian dilakukan pada BRT Koridor 6 Kota Semarang yang didasarkan pada beberapa kasus kecelakaan yang pernah terjadi pada koridor 6. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat Safety Driving koridor 6 termasuk ke kategori sedang. 61% pengemudi tergolong ke tingkat Safety Driving sedang dan 31% pengemudi tergolong ke tingkat Safety Driving tinggi. Hal tersebut menunjukan bahwa konsep Safety Driving sudah dijalankan seluruh pengemudi, namun pada 11 pengemudi dengan tingkat Safety Driving sedang masih perlu ditingkatkan lagi dalam menerapkan Safety Driving selama mengemudi. Pelanggaran terjadi pada 7 indikator Safety Driving disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal yakni kondisi lalu lintas yang menyebabkan pengemudi melakukan pelanggaran. Saat tidak ditemukan faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku mengemudi, diambil kesimpulan bahwa penyebabnya adalah faktor internal atau keputusan yang diambil berdasar sikap dan kondisi setiap pengemudi
KAJIAN TATA KELOLA PENYEDIAAN TAMAN KOTA RAMAH HAM DI KABUPATEN WONOSOBO
Kabupaten Wonosobo menjadi Kota Ramah Hak Asasi Manusia pada tahun 2014. Hal tersebut mengacu pada Deklarasi Gwangju guna mewujudkan kovenan HAM internasional. Bentuk implementasinya adalah melalui pembangunan taman kota ramah HAM yaitu Taman Kartini dan Taman Fatmawati. Permasalahan yang terjadi pada kedua taman adalah belum optimalnya tata kelola taman kota pada beberapa aspek seperti minimnya sosialisasi taman ramah HAM kepada masyarakat dan minimnya perawatan fasilitas taman yang rusak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji tata kelola taman kota di Kabupaten Wonosobo. Tata kelola yang dimaksud adalah bentuk manajemen pembangunan dengan kerjasama dan pelibatan sluruh stakeholder. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Data diperoleh melalui kegiatan telaah dokumen, observasi, kuisioner, dan wawancara terstuktur. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis skoring data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan tata kelola antara Taman Kartini dan Taman Fatmawati pada tahap pemeliharaan khususnya pada pihak yang bertanggung jawab. Tata kelola taman kota ramah hak asasi manusia yang baik dapat diwujudkan melalui pemenuhan prinsip-prinsip pada tiap tahapan pembangunan meliputi tahap perencanaan, implementasi dan pemeliharaan. Prinsip utama yang harus diakomodir adalah prinsip partisipatif, prinsip akuntabilitas dan prinsip transparansi
PEMILIHAN RUTE TERPENDEK DARI KAWASAN PERMUKIMAN TERBANGUN PERKOTAAN PURBALINGGA MENGGUNAKAN ALGORITMA FLOYD-WARSHALL
Salah satu indikasi terjadinya perkembangan dan pertumbuhan kota ditandai dengan pertumbuhan lahan perumahan. Distribusi lokasi perumahan dalam hal ini berkaitan dengan pergerakan berbasis rumah dari masing-masing zona karena adanya lokasi perumahan akan menimbulkan terjadinya pergerakan. Pergerakan dalam hal ini berkaitan erat dengan pemilihan rute dan moda. Pengendara cenderung memilih rute atau moda yang dianggapnya dapat memberikan nilai optimum. Dalam pemilihan rute, untuk mendapatkan rute optimum salah satu pendekatan yang bisa diambil adalah dengan memilih rute dengan jarak terpendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan rute terpendek pada kawasan permukiman terbangun di Kawasan Kota Purbalingga. Data yang dibutuhkan adalah data sekunder berupa data Matriks Asal Tujuan (MAT), peta pembagian zona, peta jaringan jalan Kota Purbalingga, dan data panjang jalan. Proses analisis diawali dengan terlebih dahulu menentukan pusat zona. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian adalah penentuan pusat zona, penentuan rute-rute alternative dari suatu zona ke zona-zona lainnya, dan penentuan rute terpendek melalui reduksi terhadap alternatif rute. Pereduksian rute terpendek menggunakan algoritma Floyd-Warshall. Dari penelitian ini dihasilkan rute terpendek yang merupakan sebuah rute optimum. Pemakaian algoritma Floyd-Warshall yang diterapkan pada penelitian ini mampu menjadi solusi pencarian rute optimum dari zona asal menuju zona tujuan. Hal ini dikarenakan hasil iterasi matriks terakhir dapat menunjukkan nilai terkecil. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mencari pembebanan jaringan jala