Jurnal Pengembangan Kota
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
FUNGSI RUMAH SEBAGAI TEMPAT USAHA BIDANG PARIWISATA DI DESA COLO, KUDUS
Perkembangan aktivitas wisata di Desa Wisata Colo telah meningkat pada beberapa dekade terakhir, di mana dengan adanya aktivitas tersebut telah menyerap sumber daya manusia di sekitarnya. Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak dari masyarakat yang tinggal di Desa Colo menggunakan rumah sebagai media untuk melakukan bisnis di bidang pariwisata. Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dengan bisnis wisata adalah adanya peningkatan pendapatan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis usaha yang menggunakan rumah sebagai tempat usaha bidang pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa fungsi rumah tidak hanya dapat digunakan sebagai tempat tinggal saja melainkan sebagai tempat usaha dalam penyediaan jasa pariwisata
KAPASITAS PEMERINTAH KOTA BANDUNG DALAM PENYEDIAAN TAMAN TEMATIK GUNA MEWUJUDKAN KOTA LAYAK HUNI
RTH merupakan tuntutan dasar yang jika tidak dipenuhi maka dapat menunjukan ketidakmampuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan kota dan keseimbangan ekologi. Pemerintah Kota Bandung berupaya memenuhi RTH dengan membangun taman tematik yakni taman yang diberi daya tarik agar dapat merubah taman yang semula pasif menjadi taman aktif. Taman tematik dibangun untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga serta mewadahi aktivitas komunitas dalam rangka mewujudkan kota layak huni. Sebanyak 30 taman tematik telah dibangun namun lokasinya masih terfokus di pusat kota. Penelitian ini hendak melihat kapasitas pemerintah daerah dalam penyediaan taman tematik yang dianalisis menggunakan kerangka tata kelola ruang publik meliputi komposisi, pemangku kepentingan, sarana serta tugas pemerintah. Dalam mewujudkan kota layak huni, pemerintah harus memegang peran utama dengan melakukan kolaborasi bersama stakeholders lainnya untuk percepatan penyediaan ruang publik terutama dalam hal anggaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas Pemerintah Kota Bandung cukup baik terutama dalam hal anggaran dan SDM, namun ketersediaan lahan masih menjadi kendala utama sehingga belum dapat menyediakan taman tematik yang merata di seluruh wilayah Kota Bandung
PENGEMBANGAN HOMESTAY BERBASIS MASYARAKAT PADA KAMPUNG HOMESTAY BOROBUDUR
Candi Borobudur merupakan destinasi wisata yang termasuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991 yang memberikan potensi pengembangan aktivitas ekonomi serta pariwisata. Masyarakat Dusun Ngaran 2 Desa Borobudur memanfaatkan potensi pariwisata dengan melakukan pengembangan homestay berupa Kampung Homestay Borobudur yang hingga saat ini mencapai 27 homestay dengan melibatkan elemen masyarakat dan para pengelola homestay Dusun Ngaran 2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan eksploratif untuk menjelaskan proses pengembangan homestay serta analisis triangulasi dan penarikan kesimpulan untuk mengetahui peran masyarakat dan teknologi informasi di dalamnya. Pengembangan homestay yang berbasis pada masyarakat ini melibatkan dua aspek kegiatan yaitu peningkatan mutu pelayanan dan penyedia kegiatan pariwisata. Selain itu, terdapat juga peran teknologi informasi yang digunakan untuk sistem pemesanan yang terkomputerisasi pada media booking.com atau melalui situs yang dibangun khusus oleh pengurus homestay pada www.kampunghomestayborobudur.com sebagai bagian dari pengembangan aktivitas pariwisata, ekonomi dan teknologi untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan
KAJIAN KONTRIBUSI UMKM BERBASIS RUMAH ECENG GONDOK MELALUI PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP PENDAPATAN PELAKU USAHA DI KAWASAN RAWAPENING
Rawapening merupakan danau semi alami dengan luas 2.670 hektare yang terletak di 4 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Bawen dan Banyubiru. Sekitar 80% dari permukaan air di Rawapening ditumbuhi tanaman eceng gondok yang menyebabkan kondisinya semakin parah akibat penurunan daya tampung. Eceng gondok juga menyimpan potensi bagi upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis rumah. Meskipun kerajinan eceng gondok berbasis bahan alam dan cenderung tradisional, namun adanya dukungan internet dalam hal kemudahan komunikasi, transaksi jual beli, dan penyebaran informasi sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi HBE eceng gondok di sekitar Rawapening berbasis internet terhadap pendapatan pelaku usaha. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan didukung oleh data kualitatif berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE non digital yaitu 75% dengan pendapatan Rp1.414.585. Berbeda kondisi, rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE digital yaitu 81% dengan pendapatan Rp5.162.500
EVALUASI PROGRAM PENYEDIAAN RUMAH LAYAK HUNI BAGI MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN BELITUNG
Permasalahan pemenuhan rumah bagi masyarakat miskin merupakan hal rumit karena faktor ekonomi, kurangnya partisipasi dan tidak menarik dari sisi bisnis, serta ketidakmampuan berusaha karena usia. Pemerintah sebagai fasilitator penyediaan perumahan yang layak bertanggung jawab atas hal tersebut, sehingga muncul pertanyaan bagaimana penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin? Tujuan penelitian adalah mengevaluasi penyediaan rumah layak huni di Kabupaten Belitung. Hal ini penting untuk mengetahui kesesuaian sasaran program dan mekanisme bantuan bagi masyarakat miskin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui penjelasan suatu fenomena secara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa bantuan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin di Kabupaten Belitung sesuai sasaran, namun perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait pengelolaan rumah layak huni pasca pembangunan
SEBARAN EMISI CO2 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENATAAN RUANG AREA INDUSTRI DI KABUPATEN KENDAL
Kabupaten Kendal adalah wilayah yang memiliki peran sebagai salah satu pusat aktivitas industri di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sumber emisi CO2 dari sektor industri serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan emisi tersebut sebagai dasar acuan dalam merumuskan implikasi kebijakan penataan ruang aktivitas industri di Kabupaten Kendal berdasarkan konsep low carbon city. Analisis dilakukan terhadap sembilan aktivitas industri skala besar yang besar tersebar pada tiga kecamatan di Kabupaten Kendal yaitu Kecamatan Kaliwungu, Boja dan Kangkung. Hasil dari analsisis terhadap kadar intensitas produksi emisi CO2 aktivitas industri menunjukkan bahwa industri PT. Sinar Bahari Agung di Kecamatan Kangkung memiliki menghasilkan emisi CO2 tertinggi. Sementara itu untuk hasil dari analisis potensi pertumbuhan pertumbuhan emisi CO2 dilihat dari faktor penghambat dan pemicu pertumbuhan emisi tersebut, menunjukkan bahwa hingga tahun 2031 pertumbuhan emisi CO2 sektor industri di Kabupaten Kendal akan terus mengalami peningkatan. Implikasi kebijakan penataan ruang yang dapat diterapkan adalah penambahan areal ruang terbuka hijau. Penambahan ruang terbuka hijau diprioritaskan pada aktivitas industri pada aktivitas industri PT. Sinar Bahari Agung dan PT. Rimba Partikel Indonesia. Selain itu, implikasi kebijakan lainnya yang dapat diterapkan ialah dengan membatasi pertumbuhan aktivitas industri di wilayah bagian selatan Kabupaten Kendal serta pengoptimalan pemanfaatan lahan industri dengan penerapan Industrial Symbiosis
PENGENDALIAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN SKALA KECIL TAK BERIZIN DI KAWASAN LINDUNG PAMURBAYA
Kawasan lindung Pamurbaya merupakan kawasan yang rentan terjadinya perubahan lahan akibat dari ekspansi pertumbuhan perkotaan sampai ke pinggiran kota. Sementara di pinggiran Kota Surabaya bagian timur terdapat kawasan lindung Pamurbaya yang terancam akibat pembangunan perumahan skala kecil yang tidak berizin tepatnya di Kelurahan Medokan Ayu Kecamatan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan kajian pengendalian pemanfaatan ruang pembangunan perumahan skala kecil tak berizin pada kawasan lindung Pamurbaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan upaya pengendalian pembangunan perumahan skala kecil tak berizin ini efektif telah dilakukan baik dengan cara pengaturan zonasi, perizinan, insentif dan disinsentif, penghentian sementara pemberian hak atas tanah oleh BPN, kelembagaan dan koordinasi maupun keterbukaan informasi rencana tata ruang. Tetapi pemerintah menghadapi kesulitan dalam hal pengenaan sanksi administratif guna penertiban kawasan. Salah satu rekomendasi guna lebih mengefektifkan pengendalian yaitu Pemerintah Kota Surabaya segera melegalkan dan merealisasikan rencana kegiatan atau rencana strategis serta pembiayaan pada kawasan tersebut
PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN WISATA PANTAI DI KELURAHAN AIR MANIS, KECAMATAN PADANG SELATAN
Pantai Air Manis merupakan salah satu wisata yang sedang dikembangkan oleh pengelola wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang. Kondisi dan ketersediaan atraksi maupun fasilitas wisata yang tersedia masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran stakeholder dalam pengelolaan wisata Pantai Air Manis. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan wisata yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas PU, dan Dishub sebagai stakeholder kunci dan masyarakat lokal sebagai stakeholder primer. Stakeholder kunci berperan sebagai koordinator dan fasilitator dalam mengelola atraksi, akomodasi, aksesibilitas serta informasi dan promosi wisata. stakeholder primer berperan sebagai fasilitator dan pelaksana dalam atraksi, akomodasi serta aksesibilitas wisata. Disbudpar memiliki kapasitas yang rendah karena belum mampu mengcover pengelolaan wisata. Oleh karena itu wisata dicover oleh masyarakat lokal sehingga menyebabkan kondisi atraksi serta fasilitas wisata kurang baik dan kurang terawat
PENGEMBANGAN POTENSI PERTANIAN PERKOTAAN DI KAWASAN SUNGAI PALU
Ide Pengembangan Pertanian Perkotaan di Kawasan Sungai Palu berasal dari peneliti. Ketertarikan meneliti berawal dari adanya keinginan Pemerintah Kota Palu untuk mengembangkan Kota Palu menjadi Kota Hijau. Selain itu, kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus di Kota Palu kelak akan menyebabkan peningkatan jumlah penduduk, merupakan peluang menghasilkan bahan pangan. Kawasan Sungai Palu merupakan salah satu lokasi potensial untuk Pengembangan Pertanian Perkotaan, namun Kawasan Sungai Palu perlu ditangani khusus, di sinilah penelitian ini menjadi menarik. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk Pengembangan Potensi Pertanian Perkotaan. Penelitian ini termasuk penelitian survei, dan fenomena yang berlangsung adalah data utama yang diolah pada penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan hasil observasi. Hasil Penelitian memperlihatkan upaya-upaya yang perlu dilakukan meliputi: (1) Konsolidasi Tanah; (2) Penetapan Jenis Aktivitas ; (3) Perekrutan Pelaksana dan Pembinaan Sumber Daya Manusia ; (4) Penyiapan Prasarana dan Sarana ; dan (5) Manajemen Berkelanjutan