2 research outputs found

    Pengembangan PedomanOperasional Baku (POB) Pengolahan Bahan Pustaka di Perpustakaan STMIK STIE Asia

    No full text
    ABSTRAK Vibryan Iddo Pristantiya, 2014. Pengembangan Pedoman Operasional Baku (POB) Pengolahan Bahan Pustaka di Perpustakaan STMIK STIE Asia. Skripsi, Prodi  S1 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (II) Dwi Novita Ernaningsih, S.Sos, M.Hum.Kata Kunci: perpustakaan perguruan tinggi, POB perpustakaan, pengolahan bahan pustakaPedoman Operasional Baku (POB) sangat penting dalam menjalankan kegiatan di perpustakaan, terutama pada kegiatan pengolahan bahan pustaka. Hal itu disebabkan POB berperan dalam penjaminan mutu, proses, dan hasil pengolahan bahan pustaka. Mengingat dalam organisasi sangat dimungkinkan terjadinya pembaruan anggota, maka POB berperan sebagai panduan sekaligus sebagai aturan. Tujuan penelitian ini menghasilkan POB pengolahan bahan pustaka STMIK STIE Asia yang efektif dan efisian. Penelitian penggembangan ini menggunakan spesifikasi produk berupa isi, bahasa, bentuk dan tampilan Pengembangan POB kegiatan pengolahan bahan pustaka ini sangatlah penting. Hal itu disebabkan hasil dari kegiatan pengolahan digunakan langsung dalam penelusuran informasi koleksi pada bagian layanan. Ketika hasil pengolahan bahan pustaka bermasalah maka akan berdampak secara sistemik pada bagian layanan. Kegiatan pengolahan bahan pustaka melibatkan pustakawan dengan latar belakang pendidikan D3 Perpustakaan dan petugas perpustakaan yang tidak berlatar belakang perpustakaan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan.  Secara prosedur terbagi atas tiga yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tiga tahapan ini dipadukan dengan metode penelitian Borg and Gall menjadi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, mendesain produk, uji ahli, revisi produk uji ahli, uji coba, dan revisi produk uji praktisi. Pada tahapan uji ahli menelaah prototype produk dengan teori yang ada. Hasil dari uji ahli kemudian diujicobakan  pada praktisi di lapangan. Subjek uji ahli melibatkan tenaga kependidikan berkualifikasi S2 Ilmu Perpustakaan, sedangkan uji praktisi melibatkan pustakawan dan petugas Perpustakaan STMIK STIE Asia bagian pengolahan. Jenis data yang didapatkan berupa data kualitatif dari tahapan persiapan dan data kuantitatif dari tahapan uji ahli dan uji coba. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif diperoleh dari hasil dokumentasi, wawancara, dan observasi menggunakan prosedur: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data; sedangkan untuk data kuantitatif diperoleh dari hasil angket menggunakan kriteria validasi yang disampaikan pada BAB III.Hasil uji POB pengolahan koleksi oleh ahli dan praktisi dari aspek tampilan, isi, dan bentuk mencapai skor 4 dalam pengisian angket dan mendapat persentase 100% (layak digunakan tanpa revisi). Hasil yang sedikit berbeda didapatkan dari uji POB pengolahan koleksi oleh praktisi dari aspekbahasa mencapai 87,5%. Nilai ini didapatkan dari skor 4 untuk kesesuaian bahasa dan skor 3  untuk kemudahan pemahaman bahasa.  Secara keseluruhan produk telah lulus validasi produk dengan tanpa revisi, tetapi demi kesempurnaan produk, maka penggunaan bahasa perlu diperbaiki. Selanjutnya diberikan pengantar mengenai penggunaan bahasa tersebut beserta maksud dan tujuannnya.Saran pemanfaatan produk POB pengolahan koleksi ini perlu memperhatikan hal-hal berikut (1) sebaiknya penggunaan e-ddc perlu diperkuat dengan penggunan DDC versi tercetak, (2) hendaknya input  data koleksi memperhatiakan aturan yang berlaku di AACR2, dan (3) sebaiknya koleksi digital dijadikan satu dengan koleksi utamanya yang berupa buku tercetak. Saran pengembangan lebih lanjut kearah koleksi digital dan menyesuaikan dengan kondisi setempatABSTRACT Vibryan Iddo Pristantiya, 2014. Development of Pedoman Operasional Baku (POB) Processing Library Materials in STIE STMIK Asia Library. Thesis, S1 Prodi Library, Indonesia Literature Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (II) Dwi Novita Ernaningsih, S. Sos, M. Hum.Keywords: college library, POB library, library materials processingPedoman Operasional Baku (POB) is very important in running the library, especially in processing activities of library materials. That is because the POB role in quality assurance, process, and results of processing library materials. Given the very organization which enabled the renewal of members, the POB act as a guide as well as a rule. The purpose of this study resulted in the processing of library materials STMIK POB STIE Asia effective and fuel-efficient. Penggembangan research uses product specifications such as content, language, form and appearance POB Development of library materials processing activities is very important. This was due to the result of the processing operations used directly in search of information collection on the part of the service. When the processing of library materials troubled systemically it will impact on the service. Library materials processing activities involving the librarian with a background in education D3 Libraries and librarians are not background library.This study uses research and development Borg and Gall which has been adjusted to the field conditions. Procedurally divided into three namely preparation, implementation, and evaluation. Three stages are incorporated by Borg and Gall research methods into the identification of potential and problems, data collection, product design, testing experts, the revision of the test product expert, testing, and product revision test practitioners. At the stage of examining expert test prototype products with existing theories. The results of the expert test and then tested on practitioners in the field. Test subjects involving education personnel qualified experts S2 Library Science, while the practitioner trials involving librarians and library officials STMIK Asia STIE processing section. The type of data that is obtained in the form of qualitative data and quantitative data preparation stage of the stages of expert test and trials. The instruments used in the form of interview guidelines, observation guidelines, questionnaires, and documentation. Analysis of qualitative data obtained from the results of documentation, interviews, and observation procedures: data reduction, data presentation, and data verification; while for the quantitative data obtained from the questionnaire using validation criteria presented in Chapter III.POB test result collection processing by experts and practitioners from the aspect of the look, content, and form of achieving a score of 4 in filling the questionnaire and receive a percentage of 100% (fit for use without revision). Slightly different results obtained from the test processing POB collection by practitioners of aspects. Language reached 87.5%. This value is obtained from a score of 4 for appropriateness of language and a score of 3 for ease of understanding the language. Overall the product has passed the validation of aproduct with no revision, but for the perfection of the product, then the use of the language needs to be fixed. Furthermore, given the introduction of the use of the language and its intent and tujuannnya.Suggestions product utilization POB collections processing needs to pay attention to the following (1) should the use of e-DDC needs to be strengthened by the use of DDC printed version, (2) should input the data collection memperhatiakan applicable rules in AACR2, and (3) preferably digital collections rolled into the main collection in the form of a printed book. Suggestions of further development towards digital collections and adapt to local condition

    PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN KHUSUS BALITTAS SEBAGAI PUSAT INFORMASI PERTANIAN OLEH MASYARAKAT PETANI KARANG PLOSO KABUPATEN MALANG DAN SEKITARNYA

    No full text
    ABSTRAK <!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-alt:"MS 明朝"; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:"\@MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> ABSTRAK Vibryan Iddo Pristantiya, 2014. Pemanfaatan Perpustakaan Khusus Balittas Sebagai Pusat Informasi Pertanian Oleh Masyarakat Petani Karang Ploso Kabupaten Malang dan Sekitarnya. Tugas Akhir, Prodi  D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Chasanah, M.Pd., (II) Dwi Sugianto, M.Pd.   Kata Kunci:Perpustakaan Khusus Balittas, Masyarakat Petani, Informasi. Perpustakaan pada hakikatnya merupakan lembaga yang bertugas untuk mengelola dan mendistribusikan informasi.Fungsi dan tujuan informasi tergantung pada pemakai dan pemberi informasi. Perkembangan informasi dewasa ini sangatlah cepat.Hal ini diiringi dengan perkembangan teknologi informasi yang menyebabkan produksi serta distribusi informasi menjadi lebih cepat. Masyarakat petani memiliki kekurangan dalam halkepekaan dan pemanfaatan informasi yang berlimpah ini untuk meningkatkan kualitas pertaniannya. Tugas akhir ini menggunakan rumusan masalah (1) bagaimana gambaran umum Perpustakaan Khusus Balittas?, (2) apa saja informasi yang ditawarkan oleh Perpustakaan Khusus Balittas pada masyarakat petani?, (3) bagaimana pemanfaatan Perpustakaan oleh masyarakat petani?. Penulisan tugas akhir ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Pengambilan data tugas akhir ini di Perpustakaan Khusus Balai Tanaman Berserat dan Pemanis (Balittas) yang beralamat di jalan raya karang ploso, Malang. Teknik pengambilan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan memanfaatkan instrument pedoman wawancara, pedoman observasi.Data yang didapat penulis berupa gambaran umum Perpustakaan Khusus Balittas, informasi yang ditawarkan, dan pemanfaatan Perpustakaan Khusus Balittas oleh masyarakat petani Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan prosedur (1) mengumpulkan semua data, (2) mencocokan semua data yang ada dengan teori yang ada, (3) menarik kesimpulan. Hasil tugas akhir ini berupa (1) gambaran umum Perpustakaan Khusus Balittas. Perpustakaan khusus ini melayankan bebagai koleksi yang berhubungan  dengan pertanian. Koleksi perpustakaan lebih dari 1000 judul. Perpustakaan Khusus Balittas menggunakan system terbuka dalam operasional perpustakaanynya. Layanan yang disediakan perpustakaan yaitu: layanan sirkulasi, layanan refrensi, layanan ruang baca. Layanan refrensi dan layanan sirkulasi banyak dimanfaatkan oleh pemustaka internal. Sedangkan layanan ruang baca banyak dimanfaatkan oleh pemustaka eksternal. Layanan yang ditawarkan perpustakaan sudah sesuai dengan teori yang ada, tetapi potensi pemanfaatannya masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka eksternal, bahkan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat petani karangploso kabupaten malang dan sekitarnya. (2) Informasi yang ditawarkan oleh perpustakaan khusus Balittas. Perpustakaan ini menawarkan informasi tentang pertanian terutama yang berkaitan dengan pertanian tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industrisebagai komoditas lembaga induk Balittas. Informasi  tentang yang disediakan bersifat teoritis dan praktis. Koleksi yang bersifat praktis siap untuk dimanfaatkan dan teoritis sebagi bahan untuk rujukan penelitian. Informasi-informasi ini terkemas dalam koleksi tercetak dan juga koleksi digital yang semuanya terbagi kedalam koleksi referensi, umum, dan koleksi serial. (3) pemanfaatan perpustakaan khusus Balittas oleh masyarakat petani. Tidak adanya pemanfaatan perpustakaan oleh para masyarakat petani merupakan buktikesadaran kebutuhan informasinya masih rendah. Hal ini di sebabkan oleh beberapa factor antara lain malas, malu, belum ada keinginan, waktu, belum ada kepentingan yang mendesak dan berhubungan dengan Perpustakaan Khusus Balittas, akses lokasi, serta ketidak tahuan masyarakat petani tentang keberadaan, peran serta fungsi Perpustakaan Khusus Balittas. Saran untuk memperbaiki pemanfaatan Perpustakaan Khusus Balittas sebagai pusat informasi pertanian masyarakat petani antara lain sebagai berikut. (1) Memfasilitasi pemustaka eksternal dalam memanfaatkan Perpustakaan Khusus Balittas dengan membentuk kerjasama antar perpustakaan atau pihak lain untuk meningkatkan daya saing. (2) Perpustakaan Khusus Balittas melakukan promosi melalui media digital maupun konvensional. (3) masyarakat mulai berfikir terbuka dengan memanfaatkan koleksi di Perpustakaan Khusus Balittas
    corecore