1,721,604 research outputs found

    Implementasi Program Go Green dalam Perspektif Montessori di RA Syihabuddin

    No full text
    Pendidikan lingkungan hidup membutuhkan perhatian dan tanggung jawab dari keluarga dan sekolah. Agar peserta didik memiliki kepedulian akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk mempertahankan kehidupan sejak dini dan dimasa depan. Oleh karena itu, pentingnya program Go green dalam perspektif Montessori dapat membentuk pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Peneliti merumuskan masalah, yakni tentang bagaimana konsep Go Green dalam perspektif Montessori di RA Syihabuddin dan bagaimana dampak perspektif montessori di RA Syihabuddin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang konsep Go Green dalam perspektif Montessori di RA Syihabuddin dan dampak perspektif montessori di RA Syihabuddin. Penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan di RA Syihabuddin dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru, dan orang tua/wali murid. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi digunakan peneliti untuk melengkapi dan memperkaya hasil penelitian. Hasi penelitian konsep Go Green dalam perspektif Montessori di RA Syihabuddin adalah menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pendidikan anak usia dini dengan pendekatan Montessori. Pendekatan ini fokus pada kemandirian anak, eksplorasi, dan pengembangan perkembangan jiwa mereka, penggunaan bahan ajar yang ramah lingkungan dan pengalaman praktis seperti berkebun, membuang sampah pada tempatnya, serta mendaur ulang, membantu anak memahami dan menerapkan konsep keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dampak program Go Green dalam perspektif montessori di RA Syihabuddin dapat menumbuhkan sikap peduli , kemandirian, disiplin, berani, kreativitas dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa konsep Go Green dalam perspektif Montessori di RA Syihabuddin adalah menunjukkan hasil positif yang telah mencapai melalui beberapa prinsip Montessori yang melibatkan kegiatan belajar yang berfokus pada belajar mandiri, pemecahan masalah, eksplorasi bebas, menghargai anak, mengontruksi perkembang jiwannya, serta menerapkan praktik ramah lingkungan dengan memberikan pembelajaran praktis melalui pengalaman langsung. Adapaun dampak program Go Green dalam perspektif montessori di RA Syihabuddin adalah memberikan dampak positif dengan meningkatkan kesadaran lingkungan pada peserta didik melalui pembelajaran praktis, bebas dan pengalaman langsung dilingkungan, juga mendorong kemandirian, tanggung jawab, berani, disiplin dan rasa hormat terhadap alam, sesuai dengan prinsip montessori sehingga mendukung perkembangan holistik pada anak usia dini. Kata Kunci : Program Go Green, Perspektif Montessor

    Manajemen Penerapan Pembelajaran Berbasis Fitrah pada Anak Usia 5-6 Tahun di RA Syihabuddin, Dau Malang

    No full text
    Manajemen penerapan pembelajaran berbasis fitrah pada anak usia 5-6 tahun di RA Syihabuddin Dau meliputi perencanaan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di RA Syihabuddin untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi dan fitrah yang tertanam pada diri anak sejak lahir pada usia 5-6 tahun. Latar belakang dalam penelitian ini yaitu bahwa RA Syihabuddin Dau merupakan lembaga yang menerapkan pembelajaran berbasis fitrah dengan program pembelajaran yang dibuat dengan tujuan menumbuhkan fitrah yang tertanam pada diri anak. Di RA Syihabuddin, metode pembelajaran yang digunakan dalam menumbuhkan fitrah pada diri anak yaitu dengan menggunakan metode montessori yang bertumpu pada konsep bermain sebagai cara menumbuhkan fitrah pada diri anak. Tujuan penelitian tentang manajemen penerapan pembelajaran berbasis fitrah pada anak usia 5-6 tahun di RA Syihabuddin Dau adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kegaiatan pembelajaran berbasis fitrah pada anak usia 5-6 tahun di RA Syihabuddin Dau. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi. Informasi mengenai subjek penelitian didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada kepala RA Syihabuddin, guru kurikulum dan juga guru kelas kelompok B. Sedangkan metode analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Dari analisis data yang didapat disimpulkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran berbasis fitrah pada anak usia 5-6 tahun di RA Syihabuddin adalah dengan mengkaji CP dan TP untuk merujuk kepada modul ajar yang akan dibuat sehingga menghasilkan kegiatan dan materi pembelajaran yang sesuai dengan fitrah anak juga membuat asessmen untuk mengevaluasi anak didik. (2) Proses pembelajaran berbasis fitrah di RA syihabuddin ini hanya terfokus pada satu fitrah yaitu fitrah keimanan yang dikembangkan melalui pembiasaan-pembiasaan seperti dialog fitrah dan karakter keimanan. Untuk pengembangan fitrah yang lain akan dikembangkan pada kegiatan pembelajaran yang telah disusun di modul ajar. (3) Hasil observasi dokumen capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran, modul ajar yang sudah dimodifikasi, dan kegiatan pembelajaran setiap harinya menunjukkan bahwa pengembangan fitrah pada anak usia 5-6 tahun dapat dikembangkan dengan baik melalui kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan setiap harinya. Kata Kunci : Manajemen Penerapan, Pembelajaran Berbasis Fitra

    Peranan Syihabuddin Qalyubi dalam Pengembangan Pendidikan Kepustakawanan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakart

    Full text link
    Pendidikan kepustakawanan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dapat dikatakan cukup progresif tidak terjadi begitu saja, terdapat kontribusi para tokoh dan pendahulu. Syihabuddin Qalyubi adalah salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan Syihabuddin Qalyubi dalam pengembangan pendidikan kepustakawanan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Syihabuddin Qalyubi memiliki peranan manajerial-praktis dan juga akademis-teoretis dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan kepustakawanan di IAIN/UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penulisan kontribusi tokoh dalam pengembangan pendidikan kepustakawanan baik dalam konteks UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta maupun Indonesia masih sangat terbuka lebar untuk dilakukan

    Konsep pendidikan tasawuf dalam perspektif Syekh Syihabuddin di Desa Aek Libung Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan

    Full text link
    Penelitian ini berjudul Konsep Pendidikan Tasawuf dalam Perspektif Syekh Syihabuddin di Desa Aek Libung Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan tasawuf yang diterapkan oleh Syekh Syihabuddin di Desa Aek Libung serta dampaknya terhadap perkembangan spiritual dan pendidikan masyarakat setempat. Syekh Syihabuddin dikenal sebagai seorang tokoh sufi yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter dan kepribadian masyarakat melalui pendidikan tasawuf. Pendidikan tasawuf yang diterapkan oleh Syekh Syihabuddin lebih menekankan pada aspek pembentukan moral, akhlak, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, tasawuf tidak hanya dilihat sebagai ajaran agama semata, melainkan juga sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. Metode pendidikan yang digunakan melibatkan pendekatan langsung kepada masyarakat, melalui pengajaran akhlak dan pelatihan spiritual yang berlangsung di pesantren atau majelis taklim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggali pemahaman dan praktik pendidikan tasawuf di Desa Aek Libung. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh agama, masyarakat setempat, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tasawuf yang diajarkan oleh Syekh Syihabuddin memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas spiritual dan sosial masyarakat, terutama dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, sabar, dan tawakal. Dengan demikian, konsep pendidikan tasawuf yang diterapkan oleh Syekh Syihabuddin di Desa Aek Libung dapat dijadikan contoh dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep pendidikan tasawuf di dunia pendidikan Islam, khususnya di Indonesia

    Stimulasi Motorik Halus Anak pada Area Sensorial Kelompok A di Raudlatul Athfal Syihabuddin

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi penilaian untuk menstimulasi fisik motorik halus pada area sensorial anak di RA Syihabuddin Dau. Pada metode pembelajaran Montessori terdapat istilah sensorial atau area sensorial anak yang bertujuan untuk melatih pancaindra anak yakni perabaan, penciuman, pendengaran, pengecapan, penglihatan agar dapat berfungsi secara optimal. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode atau teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan uji credibility triangulasi. Sesuai dengan hasil penelitian model pembelajaran di RA Syihabuddin adalah model pembelajaran sentra. Kurikulum Montessori dipraktekkan dalam area-area seperti area practical life, culture, mathematic, language dan visual sensorial. Contoh kegiatan pada visual sensorial antara lain bermain plastisin, mengelompokkan gambar buah dan sayur yang sejenis, membedakan permukaan kulit buah, menjumput, meronce, pink tower dan sebagainya. Pelaksanaan pembelajaran di RA Syihabuddin berdasarkan dokumen RPPH yang disusun oleh kurikulum dan tim penyusun lainnya sebelum pembelajaan dimulai dan telah disesuaikan dengan Kurikulum 13 dan Kurikulum Montessori. Hasil observasi dokumentasi penilaian di RA Syihabuddin berpedoman pada rencana penilaian dengan menggunakan teknik ceklis, anekdot dan hasil karya. Kata Kunci: Motorik Halus, Area Sensorial, Anak Kelompok

    Penerapan Go Green untuk Menumbuhkan Cinta Lingkungan Anak Usia Dini di KB/RA Syihabuddin Dau

    No full text
    Go green adalah tindakan penyelamatan bumi dan menjaga lingkungan yang sudah mengalami kerusakan global. Pentingnya go green untuk lingkungan di KB/RA Syihabuddin telah menerapkan kegiatan go green dengan cara memilah sampah organik dan organik, membawa sampah sayuran, menanam dan menjaga tanaman yang telah mereka tanam sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Penerapan go green di KB/RA Syihabuddin Dau Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini kelas A dan B yang berjumlah 60 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Penerapan Go Green Untuk Anak Usia Dini Di KB/RA Syihabuddin Dau Malang. Hasil penelitian ini adalah penerapan go green di sekolah mulai dari kegiatan bercocok tanam, membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan an organik membuat anak – anak menjadi lebih bertanggung jawab dengan kebersihan lingkungan, disiplin, menumbuhkan minat dan bakat, mengasah motorik, mempertajam memori dan fokus. Guru yang mengintegrasikan tema – tema tentang go green disekolah menjadi kreatif untuk membantu lembaga mengenalkan go green dan mengembangkan karakter cinta lingkungan kepada anak. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kegiatan peduli lingkungan di KB/RA Syihabuddin Dau Malang guru menjadi lebih peka terhadap kebersihan lingkungan, anak – anak menjadi lebih fokus, lebih mencintai lingkungan, bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan, dan anak memiliki keinginan untuk makan makanan yang sehat.   Kata Kunci: Go Green, Penerapan Go Green, Cinta Lingkunga

    Pengembangan kemampuan Sosial-Emosional Anak melalui program pembiasaan diri di RA Syihabuddin Kabupaten Malang

    Full text link
    INDONESIA: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kemampuan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun kelompok B melalui program pembiasaan diri atau SOP yang ada di RA Syihabuddin, Kabupaten Malang. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan antara pengembangan kemampuan sosial-emosional anak dengan penerapan program pembiasaan diri yang diharapkan anak dapat mengontrol emosinya juga dapat berinteraksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus untuk menggambarkan tentang pengembangan sosial-emosional anak melalui program pembiasaan diri di RA Syihabuddin. Metode pengumpulan data menggunakan obsevasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Analisis data dilakukan berdasarkan oleh Miles dan Huberman (analisis data di lapangan) yang terdiri dari empat alur, yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) pengembangan kemampuan sosial-emosional anak kelompok B usia 5-6 tahun di RA Syihabuddin telah sesuai dengan CASEL organisasi kolaboratif untuk akademik, sosial dan pembelajaran emosional yang menyebutkan beberapa aspek, antara lain: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan, dan pengambilan keputusan bertanggung jawab, (2) program pembiasaan diri di RA Syihabuddin telah melaksanakan beberapa pembiasaan, antara lain: a. pembiasaan rutin – 3S (senyum sapa salaman), pagi ceria, operasi semut, sholat dhuha, bersedekah, doa bersama, makan bersama, sikat gigi, TOMAT (tolong, maaf terima kasih), piket kebersihan kelas, 9 PILAR karakter, b. pembiasaan spontan - kegiatan yang dilakukan berupa sopan dalam bertutur kata, pemberian reinforcement atau penguat terhadap perilaku positif dan negatif anak, c. pembiasaan keteladanan - sifat murah senyum anak, kegiatan yang dilakukan berupa berpakaian rapih, memungut sampah di lingkungan sekolah dan bercerita melalui 9 pilar karakter, dan d. pengondisian - bentuk pemberlakukan tata krama (3S – senyum, sapa, salaman dan kegiatan TOMAT – tolong, maaf, terima kasih) dalam kehidupan sehari-hari. ENGLISH: The research aimed to find out the social-emotional skill development in Group B of RA Syihabuddin, Kabupaten Malang consisting of 5-6 year-children through habituation program and the SOP of the institution. It also aimed to find out the correlation between children’s social-emotional skill development and habituation program to make children able to control their emotion and create social interaction. The study employed a qualitative approach and case study research to describe children’s social-emotional skill development through habituation program in RA Syihabuddin. To collect the data, the researcher conducted observation, interview, documentation, and triangulation. The data was analyzed based on Miles dan Huberman (field data analysis) consisting of four steps, namely: data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The result showed that (1) children’s social-emotional skill development in Group B of RA Syihabuddin consisting of 5-6 year-children was in accordance with CASEL collaborative organization for academic, social and emotional learning relating to some aspects such as self-awareness, self-management, social awareness, relationship skill, and decision making to take the responsibility, (2) the habituation program in RA Syihabuddin consisted of: a. Habituation of 3S (smile, greeting, shake hand), joyful morning (pagi ceria), ant operation, dhuha prayer, charity, congregational duas, lunch, brushing teeth, TOMAT (please, sorry, thank you), class cleaning schedule, 9 PILARS of character, b. Spontaneous habituation – such as to be polite, behavior reinforcement, c. Exemplary habituation – being amicable, wearing tidy clothes, cleaning garbage in school environment and telling stories through 9 pillars of character, and d. conditioning – includes manners such 3S program and TOMAT activity in students’ daily life

    Penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan kepercayaan diri pada Kelompok B2 RA Syihabuddin Malang

    Full text link
    INDONESIA: Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran berbasis masalah di kelompok B2 RA Syihabuddin malang, 2) Untuk mengetahui implementasi sikap percaya diri peserta didik melalui strategi pembelajaran berbasis masalah di kelompok B2 RA Syihabuddin malang, 3) Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah di kelompok B2 RA Syihabuddin malang. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul berupa kata-kata yang di analisis dengan cara pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan kepercayaan diri pada kelompok B2 RA Syihabuddin malang banyak peneliti temukan dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya non akademik seperti outbond, event-event lomba dan media permainan, contohnya: kegiatan membentuk balok kayu dan mencocokkan geometri. 2) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, ada beberapa aspek penting yang dapat dinilai sebagai bagian dari implementasi sikap percaya diri anak didik dalam pembelajaran berbasis masalah di kelompok B2 RA Syihabuddin Malang sebagai berikut: Perhatian dan Motivasi, Keaktifan, Keterlibatan langsung/Pengalaman, Pengulangan, Tantangan, dll. 3) Keberhasilan Strategi pembelajaran berbasis masalah di kelompok B2 RA Syihabuddin Malang dapat dilihat dari kemampuan dan keberanian anak dalam mengemukakan pendapat, mendemonstrasikan hasil karya mereka hingga kemampuan anak dalam bercerita di depan teman-temannya. Keberhasilan dalam menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah tampaknya tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran dalam kelas maupun strategi khusus, akan tetapi di sekolah RA Syihabuddin Malang kegiatan ataupun strategi dilakukan melalui inisiatif setiap tenaga pendidik, sehingga tingkat keberhasilan dalam penerapan strategi berbasis masalah dapat disimpulkan bahwa bergantung pada pola komunikasi dan kreatifitas tenaga pendidik itu sendiri. ENGLISH: The objectives of this study are: 1) To describe problem-based learning strategies in the B2 group of RA Syihabuddin Malang, 2) to find out how to apply problem-based learning strategies in To determine the implementation of students' self-confidence through problem-based learning strategies in the B2 group of RA Syihabuddin Malang, 3) To find out the success of the implementation of problem-based learning strategies in the B2 group of RA Syihabuddin Malang. This study uses a qualitative research approach, namely the type of descriptive qualitative research. Data collection techniques are interviews, observations and documentation. The data collected is in the form of words which are analyzed by collecting, reducing, presenting data and drawing conclusions. The research shows that: 1) The application of problem-based learning strategies in increasing self-confidence in the B2 group of RA Syihabuddin Malang, many researchers find in non-academic activities such as outbound, competition events and media games, for example: the activity of forming wooden blocks and match geometry. 2) Based on the results of research that has been carried out by researchers, there are several important aspects that can be assessed as part of the implementation of students' self-confidence in problem-based learning in the B2 group of RA Syihabuddin Malang as follows: Attention and Motivation, Activeness, Direct involvement/Experience ,Repetition,Challenge, etc . 3) The success of the problem-based learning strategy in the B2 group of RA Syihabuddin Malang can be seen from the ability and courage of children in expressing opinions, demonstrating their work to the ability of children to tell stories in front of their friends. Success in implementing problem-based learning strategies does not seem to be done only through classroom learning and special strategies, but at RA Syihabuddin Malang school activities or strategies are carried out through the initiative of each educator, so the level of success in implementing problem-based strategies can be concluded that depending on the pattern communication and creativity of the educators themselves. ARABIC: الهدف من هذا البحث هو: ١) وصف استراتيجية التعليم القائمة على المشاكل في المجموعة ب الثانية بروضة الأطفال شهاب الدين مالانج، ٢) معرفة تنفيذ موقف ثقة المتعلمين من خلال استراتيجية التعليم القائمة على المشاكل في المجموعة ب الثانية بروضة الأطفال شهاب الدين مالانج، و ٣) معرفة مدى نجاح تنفيذ استراتيجية التعليم القائمة على المشاكل في المجموعة ب الثانية بروضة الأطفال شهاب الدين مالانج. استخدم هذا البحث منهجا نوعيا، بنوع الدراسة الوصفية. تم جمع بيانات من خلال المقابلة والملاحظة والوثائق. والبيانات التي تم جمعها هي في شكل كلمات يتم تحليلها عن طريق جمع البيانات وتحديدها وعرضها والاستنتاج منها. وأظهرت النتائج أن: ١) تنفيذ استراتيجية التعليم القائمة على المشاكل في زيادة الثقة في مجموعة ب الثانية بروضة الأطفال شهاب الدين مالانج الذي وجدته الباحثة يشمل الأنشطة اللاصفية مثل المخيم، المباريات ووسائل الألعاب، على سبيل المثال: أنشطة لتشكيل كتل خشبية و مطابقة الهندسة. ٢) استنادا إلى نتائج البحث التي أجرتها الباحثة، وهناك العديد من الجوانب الهامة التي يمكن تقييمها كجزء من تنفيذ مواقف ثقة المتعلمين في التعليم القائم على المشكلة في المجموعة ب الثانية بروضة الأطفال شهاب الدين مالانج على النحو التالي: الاهتمام والتحفيز، حيوية، المشاركة المباشرة / الخبرة، التكرار، التحدي، وغيرها. ٣) يمكن رؤية نجاح استراتيجية التعليم القائمة على المشاكل في مجموعة ب الثانية بروضة الأطفال شهاب الدين مالانج من قدرة وشجاعة المتعلمين في التعبير عن آرائهم ، وعرض أعمالهم حتى قدرتهم على سرد القصص أمام أصدقائه. ويبدو أن النجاح في تنفيذ استراتيجية التعليم القائمة على المشاكل لا يتم فقط من خلال التعليم في الفصول الدراسية والاستراتيجية الخاصة، ولكن في روضة الأطفال شهاب الدين مالانج يتم تنفيذ أي أنشطة أو استراتيجية من خلال مبادرة كل معلم، بحيث يمكن الاستنتاج منها أن النجاح في تنفيذ الاستراتيجية القائمة على المشاكل يعتمد على نمط التواصل والإبداع لدى المعلم نفسه

    PROSES VERBALISASI PADA SYAIR KARYA SYIHABUDDIN DAN AL-BUNI DALAM KITAB SYAMSUL MA’ARIF (KAJIAN MORFOLOGI)

    No full text
    ABSTRAKSyair merupakan bagian dari karya sastra di dalamnya terdapat berbagai macam proses pembentukan verba salah satunya yaitu seperti yang terdapat pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan terjadinya proses verbalisasi pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kepustakaan (Library Research). Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu dengan menelaah dan mengkaji sumber data pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Teori pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan morfologi atau taṣrīf bahasa Arab menurut Ahmad Al-Hamalawi. (1953). Jumlah bayt pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali terdiri dari 13 bayt dan syair karya Imam Al-Buni terdiri dari 12 bayt. Dengan demikian seluruhnya berjumlah 25 bayt yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Dapat disimpulkan yaitu bahwa proses verbalisasi pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif di antaranya meliputi: prefiks (al-sawabiq) berjumlah sebanyak 16 data, sufiks (al-lawahiq) berjumlah sebanyak 6 data, dan konfiks (al-muzdawijah) berjumlah sebanyak 2 data

    RETORIKA DAKWAH KH. SYIHABUDDIN RASO DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM SENGON JOMBANG

    Full text link
    Penelitian ini membahas retorika dakwah yang diterapkan oleh KH. Syihabuddin Raso di Pondok Pesantren Darussalam Sengon Jombang. Fokus penelitian diarahkan pada analisis konsep, bentuk, serta respon santri terhadap retorika dakwah yang digunakan oleh KH. Syihabuddin Raso, seorang dai yang berasal dari latar belakang sederhana dan bukan keluarga pesantren, namun berhasil mendirikan lembaga pendidikan Islam yang besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Syihabuddin Raso mengembangkan konsep retorika dakwah yang menekankan pada keikhlasan, keteladanan, dan penggunaan bahasa yang sederhana namun menyentuh hati. Bentuk retorika yang digunakan meliputi gaya penyampaian yang komunikatif, penggunaan analogi yang relevan dengan kehidupan santri, serta pemanfaatan pengalaman pribadi sebagai inspirasi. Respon santri terhadap retorika dakwah KH. Syihabuddin Raso sangat positif, terbukti dari meningkatnya minat dan partisipasi santri dalam kegiatan keagamaan serta penguatan karakter keislaman di lingkungan pesantren. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori retorika dakwah dalam konteks pendidikan pesantren dan dapat menjadi inspirasi bagi para dai muda dalam merancang strategi dakwah yang efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Temuan penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi pengelola pesantren dan lembaga dakwah dalam mengoptimalkan peran retorika sebagai alat komunikasi persuasif dalam menyampaikan ajaran Islam
    corecore