116 research outputs found
ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PIUTANG PADA SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN SUKMA MEDAN
The purpose of this study was to determine how the accounting system of receivable at STIM Sukma Medan. the method that I use in this study is a comparative method, which compares to the company's accounting system with the accepted theory of the author during the time of the study, based on this comparison later analysis. research shows that the accounting system of receivable at a high school science field sukma management accounting system has not been doing well, as can be seen from the data receivable students in 2013 through 2014 to increase the number of student accounts
Pembuatan User Persona Pada Rintisan Bisnis Sukma Jaya
Startup atau perusahaan rintisan adalah istilah yang merujuk
pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi.
Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan
perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase
pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang
tepat. Rintisan bisnis Sukma Jaya hadir untuk memberikan
beragam peluang bisnis yang mampu ditangkap dari pasar
pada beragam sektor layanan human remain service. Rintisan
bisnis Sukma Jaya merupakan ide bisnis berbasis online yang
bergerak di bidang pelayanan Human Remain Service.
Pelayanan berbasis website yang disediakan oleh Sukma Jaya
hadir di berbagai sayap bisnis. Sukma Jaya menaungi berbagai
proses terkait prakematian, saat kematian, dan purnakematian.
Kemungkinan layanan yang ditawarkan terkait pengadaan
barang dan jasa seputar akhir hayat. Selain itu bisa juga pada
sektor investasi mengenai persiapan akhir hayat. Adapula
kemungkinan mengenai asuransi jiwa, cicilan pengadaan
makam dan berbagai rangkaian proses bisnis lainnya yang
berkaitan dengan Human Remain Service. Visi Sukma Jaya
yaitu menjadi penyedia Human Remain Service yang terbaik di
Asia dan memiliki misi menjadi penyebar kasih sayang dengan
cara melayani keluarga duka disaat dibutuhkan. Dengan
begitu, rintisan bisnis Sukma Jaya hadir menawarkan beragam
peluang usaha serta rangkaian bisnis dalam ruang lingkup
layanan akhir hayat.
Tugas akhir ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan membuat
user persona pada startup Sukma Jaya. Tugas akhir ini
ii
mengusung lima garis besar metodologi. Tahap kesatu adalah
segmentasi pasar yang mana digunakan untuk membagi
pelanggan sesuai dengan kelas-kelas tertentu. Tahap kedua
adalah riset pasar yang bertujuan untuk mengetahui
permasalahan yang ada sekaligus sebagai wadah eksperimen
mengenai tingkat minat pasar. Tahap ketiga adalah penentuan
beachhead yang bertujuan sebagai penentu letak pelanggan
potensial. Tahap keempat ialah mengalkulasikan besaran nilai
TAM pada beachhead yang telah dipilih. Pada tahap kelima,
tugas akhir ini memastikan user persona dapat
menggambarkan besaran pasar yang ditunjuk pada beachhead
mencakup masing-masing segmen pasar.
Tujuan akhir penelitian ialah terbentuknya user persona dari
startup Sukma Jaya. User persona Sukma Jaya yang
merupakan gambaran riil mengenai pelanggan yang sesuai
dengan segmentasi yang ditawarkan oleh rintisan bisnis Sukma
Jaya. Dengan adanya persona, diharapkan dapat
menggambarkan beberapa peluang pasar mengenai layanan
akhir hayat yang diusung oleh rintisan bisnis Sukma Jaya.
=====================================================================================================
Start-up is e term that refers to all companies that have
operated recently. Most of these companies are newly founded
companies that are in the development and research phase of
finding the right market. Sukma Jaya start-ups are here to
provide a variety of business opportunities that can be captured
from the market in human remain services sector. Sukma Jaya
start-up is an online-based business idea that is engaged in
human remain service sector. The website-based services
provided by Sukma Jaya are present in various business wings.
Sukma Jaya covers various processes related to human remain
such as pre-death moment, at-death service and post time death.
The services offered can also be related to the procurement of
goods and services around human remain service. Another
services can also be in the form of investment regarding end-of�life preparation, can be in a form of life insurance, installments
for the procurement of tombs and various other series of
business processes related to end-of-life services. At this very
moment, the author do not know for sure what services will
sukma jaya proficient at. By creating a user persona, these
possibilities can be realized more practically. Sukma Jaya’s
vision is to be the best human remain services provider in Asia
and has missions to be a spreader of love by serving the
bereaved family in the times of needed. In that way, Sukma Jaya
start-up is created to offer a variety of business opportunities
as well as a series of business within the scope of human remain
services.
iv
The final objective of this research is to form a user persona for
Sukma Jaya start up. This undergraduate thesis is intended to
identify and create user personas at Sukma Jaya. It carries five
outlines of the methodology. The first stage is market
segmentation. Market segmentation is used to divide customer
according to certain group. The second stage is market
research which aims to identify existing problems as well as a
forum for experimentation regarding the level of market size.
The third stage is the determination of the beachhead which
aims to determine the cluster of potential customers. Next stage
is to calculate the TAM size value at the selected beachhead. In
the final stages which is the fifth stage, this undergraduate
thesis project ensures that user persona can describe the size of
the market designated at the beachhead covering each market
segment. The Sukma Jaya’s user persona is a real picture of
customer in accordance with the segmentation offered by
Sukma Jaya business start-up. With the presence of a persona,
it is hoped that it can describe several market opportunities
regarding human remain services carried out by Sukma Jaya
business start-up
Kajian tentang Penyakit Amoebiasis di Kalangan Masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi
ABSTRAK Asrikawati, Sukma Devi. 2009. Kajian tentang Penyakit Amoebiasis di Kalangan Masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (2) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si Kata kunci: penyakit Amoebiasis, vektor penyakit, indeks lalat, fly grill Amoebiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Entamoeba histolytica. Salah satu sumber infeksi adalah kotoran penderita Amoebiasis. Vektor penyakit Amoebiasis adalah lalat, seperti Musca domestica. Lalat tersebut memiliki kecenderungan untuk hinggap di tempat-tempat kotor seperti tempat sampah, tinja,dan bangkai sekaligus juga hinggap pada makanan manusia. Usaha pencegahan penyakit Amoebiasis dapat dilakukan dengan memantau populasi vektornya yaitu melalui penghitungan indeks lalat di lingkungan dengan menggunakan metode fly grill. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui jumlah kasus penyakit Amoebiasis di kalangan masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, (2) mengetahui indeks lalat di lingkungan Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, (3) mengetahui hubungan antara kasus penyakit Amoebiasis dengan indeks lalat di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan teknik observasi, dan penghitungan jumlah lalat di lingkungan dilakukan dengan menggunakan metode fly grill. Objek penelitian ini adalah data penderita penyakit Amoebiasis yang tercatat di RSUD Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tahun 1999-2008 dan lalat di sekitar Kecamatan Genteng yang hinggap di fly grill. Penelitian ini dilakukan di RSUD Genteng dan di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Waktu pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2009. Data kasus penyakit Amoebiasis dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan grafik perbandingan dan data jumlah lalat dianalisis dengan menggunakan rumus indeks lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kejadian kasus penyakit Amoebiasis tertinggi terjadi pada tahun 2002 yaitu mencapai 58 kasus. Sedangkan kejadian kasus penyakit Amoebiasis terendah terjadi pada tahun 2004 yaitu 15 kasus, (2) indeks lalat di lingkungan Kecamatan Genteng adalah 5 ekor lalat/fly grill/30 detik, (3) ada hubungan antara kasus penyakit Amoebiasis dengan indeks lalat, yaitu masih terdapatnya kasus penyakit Amoebiasis di Kecamatan Genteng ternyata diikuti dengan indeks lalat yang sedang
KETERLIBATAN AYAH PADA PENGASUHAN ANAK DOWN SYNDROME
ABSTRAK
Oleh:
Sukma Wulan Suci
Penelitian ini membahas keterlibatan ayah dalam pengasuhan
anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan Down syndrome,
memiliki peranan penting dalam mendukung perkembangan anak dan
kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran keterlibatan ayah dalam mengasuh anak
down syndrome, dan juga faktor pendukung dan penghambat
keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Metode yang digunakan adalah
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan proses
pengumpulan data dengan wawancara dan observasi Teknik analisis
data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan. Pada proses penelitian ini terdapat 3 subjek yang sesuai
dengan karakteristik yang akan diteliti.
Hasil analisis data menyatakan bahwa ayah AS dan AB aktif
terlibat dalam pengasuhan seperti kegiatan sehari-hari,bermain dengan
anak, belajar membaca, menggambar, dan mengurus kebutuhan anak.
Dari keterlibatan yang dilakukan hal ini menimbulkan efek positif
untuk anak karena dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dan
memperkuat ikatan emosional dalam keluarga. Sedangkan, untuk
subjek JI kurang terlibat dalam pengasuhan JI lebih menyerahkan
kepada istri selaku ibunya dan JI lebih menempatkan perannya hanya
sebagai pencari nafkah. Hasil dari penelitian ini menekankan
pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak dengan Down
syndrome, yang tidak hanya membantu perkembangan anak, tetapi
juga memperkuat hubungan keluarga secara keseluruhan. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua, pendidik,
dan profesional kesehatan mengenai pentingnya keterlibatan ayah
dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus.
Kata kunci : Keterlibatan, Ayah, pengasuhan, anak down syndrome
iii
iv
ABSTRACT
Author
Sukma Wulan Suci
This research discusses the involvement of fathers in the
upbringing of children with special needs, including children with
Down syndrome, which plays an important role in supporting the
development of the child and the overall well-being of the family. The
aim of this research is to understand the depiction of fathers'
involvement in raising children with Down syndrome, as well as the
supporting and hindering factors of fathers' involvement in parenting.
The method used is qualitative research with a descriptive approach,
and the data collection process involved interviews and observations.
The data analysis techniques used are data reduction, data
presentation, and conclusion drawing. In this research process, there
are 3 subjects that match the characteristics being studied.
The results of the data analysis indicate that fathers AS and
AB are actively involved in parenting, such as in daily activities,
playing with their children, learning to read, drawing, and taking care
of their children's needs. This involvement has a positive effect on the
children as it can boost their self-confidence and strengthen emotional
bonds within the family. On the other hand, the subject JI is less
involved in parenting, as he entrusts more to his wife as the mother
and sees his role mainly as a breadwinner. The results of this study
emphasize the importance of the father's role in raising children with
Down syndrome, which not only supports the child's development but
also strengthens family relationships as a whole. This research is
expected to provide insights for parents, educators, and health
professionals regarding the importance of a father's involvement in
supporting the development of children with special needs.
Keywords: Involvement, Father, parenting, children with Dow
Layered Regression Analysis on Multimodal Approach for Personality and Job Candidacy Prediction and Explanation
Video blogs (vlogs) are a popular media form for people to present themselves. In case a vlogger would be a job candidate, vlog content can be useful for automatically assessing the candidate's traits, as well as potential interviewability. Using a dataset from the CVPR ChaLearn competition, we build a model predicting Big Five personality trait scores and invite to Interview score of vloggers, explicitly targeting explainability of the system output to humans without the technical background. We use human-explainable features as input, and linear models for the systems building blocks of our layered architecture to ensure a transparent system. This multimodal layered architecture model is an enhancement to our initial submission model to the ChaLearn competition. Six multimodal feature representations are constructed to capture facial expression, movement, speaking pattern, and linguistic usage. Each of these representations is treated individually before the late fusion technique to combine each prediction. For each, correlation analysis is done to get the relation between input features and the predicted traits by considering the significance level of Pearson's correlation coefficient. This way, we split each representation into two feature set; full feature set and subset of a high significance level of features. Three regression techniques are fitted to these two datasets per representation to get the best possible model for each. Then, the six predictions are combined on the second layer of regression to ensure the fair weighting. Our layered regression architecture ensures us to have the best possible model for each representation to make a better overall accuracy. As a result, our enhanced model outperform our initial ChaLearn competition submission model and other systems in the competition. Despite our simple linear model that has lower accuracy than the more complex model on the same competition, we have a strength of the more interpretable model and report description
Penyesuaian diri pada siswa kelas VII : Adakah peranan kontrol diri ?
Abstrack
This study aims to see the relationship between self control with self adjustment . This self control becomes the independent variable in this study. While self adjustment is the dependent variable. The sample of this research was class VII with a total of 89 respondents. Sampling used is non-probability sampling with purposive sampling technique, which is a method of determining a sample based on certain criteria. Data collection uses a self adjustment scale (α ¬= 0.931) and self control scale (α = 0.911) Hypothesis testing is carried out with the coefficient results a correlation of 0.834 with a significance level of p = 0.000 (p <0.05) which indicates a very significant positive relationship between self control and self adjustment. This means that the higher the self control , the higher the self adjustment , and conversely , if the self control is low , the self adjustment is also low
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kontrol diri dengan penyesuain diri . Kontrol diri ini menjadi variabel independen pada penelitian ini. Sedangkan penyesuain diri merupakan variabel dependen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII sejumlah 89 responden. Pengambilan sampel yang digunakan yakni non probability sampling dengan teknik purposive sampling , yaitu suatu metode penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu.Pengambilan data menggunakan skala penyesuain diri ( α = 0.931 ) dan skala kontrol diri ( α = 0.911 ) Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,834 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan penyesuian diri . Artinya semakin tinggi kontrol diri maka semakin tinggi pula penyesuain dirinya , dan sebaliknya jika kontrol diri rendah maka penyesuain dirinya juga rendah
EFEKTIVITAS SISTEM ELECTRONIC VOTING DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA PA???JUKUKANG KECAMATAN PA???JUKUKANG KABUPATEN BANTAENG
2016Nanda Sukma Dewi (E21112003), Efektivitas Sistem Electronic Voting \ud
dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Pa???jukukang Kecamatan Pa???jukukang\ud
Kabupaten Bantaeng. Dibimbing oleh Badu Ahmad dan Nurdin Nara. \ud
\ud
Electronic Voting adalah suatu pemungutan suara dan penghitungan \ud
suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Tujuan\ud
dari electronic voting adalah menyelenggarakan pemungutan suara dengan\ud
biaya hemat dan penghitungan suara yang cepat dengan menggunakan sistem\ud
yang aman. Pertama di Sulawesi Selatan, Kabupaten Bantaeng mencoba\ud
menerapkan pemilihan kepala desa dengan sistem electronic voting di 9 Desa\ud
dari 4 Kecamatan. Maka unit analisis pada penelitian kali ini yakni Efektivitas\ud
Sistem Electronic Voting dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Pa???jukukang\ud
Kecamatan Pa???jukukang Kabupaten Bantaeng. Tipe penelitian yang digunakan\ud
oleh penulis dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan\ud
data adalah Wawancara, observasi dan dokumen yang terkait dengan\ud
penelitian.Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif. \ud
Hasil Penelitian ini menjelaskan bahwa Sistem Electronic Voting dalam\ud
Pemilihan Kepala Desa di Desa Pa???jukukang Kecamatan Pa???jukukang Kabupaten\ud
Bantaeng sudah cukup efektif. \ud
Electronic Voting is a voting and counting of votes in an election using\ud
electronic devices. The purpose of the electronic voting was organized voting\ud
with cost-efficient and quick vote count by using a secure system. First Regency\ud
in South Sulawesi, Bantaeng village chief elections try to apply with electronic\ud
voting systems in 9 villages of four districts. Then the unit of analysis on the\ud
research this time namely Electronic Voting System Effectiveness in the election\ud
of the village chief in the village of Pa'jukukang sub-district of Pa'jukukang\ud
Regency Bantaeng. The type of research used by the author in this research is\ud
descriptive qualitative. The technique of data collection is interviews,\ud
observations and documents related to the research. Technique of data analysis\ud
in this research was done qualitatively. The results of this research explains that\ud
the system of Electronic Voting in the election of a village chief in the village of\ud
Pa'jukukang, district Pa'jukukang, Bantaeng Regency is enough effective
Psychology Meets Machine Learning: Interdisciplinary Perspectives on Algorithmic Job Candidate Screening
In a rapidly digitizing world, machine learning algorithms are increasingly employed in scenarios that directly impact humans. This also is seen in job candidate screening. Data-driven candidate assessment is gaining interest, due to high scalability and more systematic assessment mechanisms. However, it will only be truly accepted and trusted if explainability and transparency can be guaranteed. The current chapter emerged from ongoing discussions between psychologists and computer scientists with machine learning interests, and discusses the job candidate screening problem from an interdisciplinary viewpoint. After introducing the general problem, we present a tutorial on common important methodological focus points in psychological and machine learning research. Following this, we both contrast and combine psychological and machine learning approaches, and present a use case example of a data-driven job candidate assessment system, intended to be explainable towards non-technical hiring specialists. In connection to this, we also give an overview of more traditional job candidate assessment approaches, and discuss considerations for optimizing the acceptability of technology-supported hiring solutions by relevant stakeholders. Finally, we present several recommendations on how interdisciplinary collaboration on the topic may be fostered.Green Open Access added to TU Delft Institutional Repository ‘You share, we take care!’ – Taverne project https://www.openaccess.nl/en/you-share-we-take-care Otherwise as indicated in the copyright section: the publisher is the copyright holder of this work and the author uses the Dutch legislation to make this work public.Multimedia Computin
Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional Sekolah Pada SD Negeri 5 Kecamatan Sintang Dan SMP Negeri 2 Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan implementasi kebijakan BOS pada SD Negeri 5 Kecamatan Sintang dan SMP Negeri 2 Kecamatan Sintang antara lain sebagai berikut: (1) Terdapat alokasi dana yang belum tepat dalam penggunaan BOS. Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Sintang,pada SMP Negeri 2 terdapat pembayaran insentif dan honorarium dari dana BOS
reguler serta pembayaran perjalanan dinas yang tidak sesuai ketentuan. (2) Pemanfaatan dana BOS belum sesuai dengan tujuan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. (3) Ketidaktahuan pihak sekolah dalam membayar pajak.
Terlambatnya dalam pencairan dana BOS dikarenakan keterlambatan dalam pembuatan dan pelaporan Surat Pertanggungjawaban BOS. (4) Sumber Daya Manusia yang belum siap. Tidak ada petugas khusus yang ditunjuk sebagai
pengelola program BOS pada SD Negeri 5 dan SMP Negeri 2. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sumber informasi adalah Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Sintang beserta pihak yang terkait dalam implementasi program BOS pada SD Negeri 5 dan SMP Negeri 2. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa berdasarkan aspek Implementasi Program BOS pada SD Negeri 5 dan SMP Negeri 2, baik pengorganisasian, interpretasi maupun aplikasi masih belum optimal. Jadi dapat disimpulkan bahwa implementasi program Bantuan Dana Operasional Sekolah pada SD Negeri 5 dan SMP Negeri 2
Kecamatan sintang tidak maksimal
pembenaran diri remaja pelaku homoseksual di kota Malang
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab perilaku homoseksual pada remaja dan pemaknaan remaja terhadap perilaku homoseksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan juga observasi yang langsung dilakukan peneliti terhadap subjek. Prosedur analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman yang meliputi data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Lokasi penelitian dilakukan oleh peneliti di kota Malang. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan ketekunan pengamatan serta trianggulasi sumber, trianggulasi waktu, dan trianggulasi teknik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1)faktor yang menyebabkan perilaku homoseksual pada remaja di kota Malang adalah faktor traumatik, (2)Faktor lingkungan teman sebaya yang membuat pelaku lesbian mulai merasakan kenyamanan menjalin hubungan dengan sesama jenis dibandingkan dengan lawan jenisnya (3)Pemaknaan pelaku homoseksual terhadap perilaku homoseksual ini adalah mereka membenarkan apa yang terjadi pada diri mereka, meskipun masih banyak pro dan kontra mengenai keberadaan pelaku homoseksual di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Saran dari penelitian ini adalah: (1)Diharapkan untuk konselor sekolah, dapat memberikan upaya preventif (2)Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini, seperti meneliti apa yang bisa dilakukan oleh konselor untuk membantu penyembuhan peserta didik yang mengalami penyimpangan orientasi seksual, ataupun upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah maraknya peserta didik yang mengalami orientasi seksual yang menyimpang. Kata Kunci: pelaku homoseksual, penyimpangan perilaku, lesbian, ga
- …
