957 research outputs found

    PROFIL WASIT BOLAVOLI NASIONAL ALUMNI UNIVERSITAS NEGERI MALANG DITINJAU DARI SIKAP KEPEMIMPINAN

    No full text
    ABSTRAK       Putra, Rangga Ardia. 2008. Profil Wasit Bolavoli Nasional Alumni Universitas Negeri Malang Ditinjau Dari Sikap Kepemimpinan. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, Pembimbing (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.   Kata kunci : Wasit bolavoli Nasional, Alumni Universitas Negeri Malang, Sikap kepemimpinan   Permainan bolavoli saat ini sudah menjadi cabang olahraga rakyat, dari kota besar sampai ke pelosok desa, pria maupun wanita, tua-muda, setiap hari main bolavoli. Tetapi sekarang bolavoli tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas teknik permainan suatu tim bolavoli, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas wasit Penelitian ini mendiskripsikan profil Agus Setiyono dan sikap kepemimpinannya dalam memimpin pertandingan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek salah seorang wasit nasional yaitu Agus Setiyono. Pengumpulan data dilakukan dengan membuat angket dan melakukan wawancara dengan subyek. Untuk memperoleh keabsahan data peneliti juga mewawancarai orang terdekat subyek. Setelah diperoleh hasil wawancara, peneliti melakukan analisa data dengan mengelompokkan data tentang Agus Setiyono dan melakukan wawancara dengan orang terdekat Agus Setiyono yang hasilnya bahwa semua keterangan yang disampaikan oleh Agus Setiyono benar sesuai dengan kenyataan. Untuk menjadi seorang wasit diperlukan usaha dan kerja keras serta disiplin selain itu diperlukan pengetahuan tentang perwasitan. Agus Setiyono memiliki sikap kepemimpinan yang adil, tegas, dan kharismatik. Selain itu Agus Setiyono merupakan wasit bolavoli yang netral. Disarankan kepada para wasit daerah kota Malang serta mahasiswa Universitas Negeri Malang agar mencontoh profil dan sikap kepemimpinan yang dimiliki oleh Agus Setiyono

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Dengan Memanfaatkan Social Networking Facebook Pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X SMAN 1 Pacitan

    No full text
    ABSTRAK   Setiyono, Agus Eko.2013. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Dengan Memanfaatkan Social Networking Facebook Pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X SMAN 1 Pacitan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M.Kom (2) Harits Ar-Rosyid, S.T., M.T.   Kata Kunci: Media pembelajaran, Web Learning, Jejaring Sosial, Facebook Pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan salah satunya adalah pada web learning. Weblearning merupakan salah satu bagian dari E-Learning yang memanfaatkan teknologi web  untuk media pembelajaran. Facebook merupakan jejaring sosial yang memudahkan pengguna untuk berbagi dan berinteraksi dengan sesama pengguna. Facebook sebagai jejaring sosial terbesar di dunia,memiliki jumlah pengguna yang besar di Indonesia. Pengguna facebook di Indonesia paling banyak berasal dari kelompok usia 18-24 tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penggunanya adalah pelajar sekolah menengah atas. Banyaknya pelajar menengah atas yang menggunakan facebook dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dengan membangun media pembelajaran yang mengintegrasikan jejaring sosial facebook di dalamnya. Facebook memungkinkan developer mengembangkan aplikasi sendiri dalam facebook. Dengan menggunakan Facebook Open Graph  dapat dibangun aplikasiweb learning yang terintegrasi dengan facebook. Pengembangan aplikasi ini diharapkandapat meningkatkan penggunaan web learning oleh siswa dalam pembelajaran sehingga peran web learninguntuk pembelajaran mandiri bisa maksimal.     Model yang digunakan dalam mengembangkan media pembelajaran ini adalah model Dick and Carey dengan modifikasi. Langkah-langkahnya yaitu (1) identifikasi tujuan umum pembelajaran, (2) analisis karakterisik siswa, (3) analisis pembelajaran, (4) tujuan khusus pembelajaran, (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan materi pembelajaran, (8) merancang dan mengembangkan evaluasi formatif, dan (9) revisi pembelajaran. Sementara pengembangan perangkat lunak menggunakan model waterfall dengan tahapan-tahapan antara lain analisis, desain, coding &testing, penerapan dan pemeliharaa. Berdasarkan data hasil validasi produk didapatkan skor sebesar 98,6% dari ahli rekayasa web, 79,7% dari ahli media, 78,6% dari ahli materi, dan 80, 45% dari hasil uji-coba siswa. Dari hasil ini media pembelajaran dinyatakan valid, tidak perlu revisi dan dapat digunakan oleh siswa

    Marketing Politik Pasangan Sehat (Setiyono – Raharto Teno Prasetyo) Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Pasuruan 2015.

    No full text
    Pada pemilukada serentak tahap pertama yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015, Kota Pasuruan menyelenggarakan Pemilukada langsung sebagai bentuk perwujudan dari demokrasi. Pemilukada tersebut diikuti oleh tiga pasangan calon, antara lain Yus Syamsul Hadi Subakir dan Agus Wibowo (Pasangan Iya), Setiyono dan Raharto (Pasangan sehat), dan Hasani dan M. Yasin (Pasangan Berhasil). Pilkada tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Pasangan Setiyono dan Raharto (Pasangan Sehat). Kemenangan Pasangan sehat menarik untuk dikaji, hal ini dikarenakan prosentasi partisipasi masyarakat Kota Pasuruan menduduki posisi tertinggi di Jawa Timur dengan perolehan sebanyak 79.61%. Maka dari itu, penulis melakukan penelitian strategi marketing politik Pasangan Sehat (Setiyono – Raharto Teno Prasetyo) dalam Pemilukada Kota Pasuruan Tahun 2015. Penelitian kualitatif ini menggunakan konsep marketing politik 4Ps menurut Niffenneger dalam menganalisis strategi yang digunakan Pasangan sehat. Strategi marketing politik 4Ps Pasangan sehat tersebut antara lain mencakup Pertama, produk politik (product) yang terdiri dari, platform partai-partai koalisi hebat, past record Setiyono dan Raharto, dan karakteristik personal Pasangan Sehat. Kedua, Promosi (promotion) yang terdiri dari advertising, event debat, sosialisasi langsung, dan kampanye akbar dengan artis. Ketiga, harga (price) yang terdiri dari biaya ekonomi, biaya psikologi, dan efek image nasional. Keempat, tempat (place) yang terdiri dari pendekatan personal masyarakat seperti di daerah pelabuhan dan daerah rawan bencana, dan program volunteer. Selain itu segmentasi juga hal yang harus ditentukan oleh Pasangan Sehat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meunjukkan bahwa strategi yang digunakan Pasangan sehat mampu membuat masyarakat memberikan dukungannya. Pasangat Sehat didukung oleh Koalisi Hebat yang terdiri dari beberapa partai minoritas yang mendukungnya. Selain itu, promosi yang dilakukan Pasangan sehat mampu diterima masyarakat dan tepat sasara

    Studi Q Fever pada Sapi “ Idul Adha” 2014 di Kota Tangerang dengan Metode Imunohistokimia

    No full text
    Query fever merupakan penyakit zoonosis yang menyebar ke seluruh dunia. Q fever disebabkan oleh infeksi bakteri Coxiella burnetii. Hewan yang paling rentan terkena infeksi Q fever adalah ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian infeksi C. burnetii dan melihat gambaran histopatologi organ sapi “Idul Adha” 2014 di kota Tangerang. Metode yang digunakan adalah Random sampling organ hewan dan pewarnaan Hematoksilin-Eosin serta Imunohistokimia pada sampel. Penelitian dilakukan sejak bulan Oktober 2014 sampai september 2015 di Laboratorium Histopatologi, Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Sampel diambil dari organ limpa, hati, dan paru-paru di empat tempat pemotongan hewan Kurban. Hasil penelitian menunjukan terdapat 3 dari 10 sampel yang diuji imunoreaktif terhadap C. burnetii. Hasil pewarnaan menunjukan terjadi perubahan histopatologi pada sampel negatif dan positif yang terinfeksi C. burnetii. Perubahan yang terjadi pada organ limpa berupa deplesi pulpa putih, peradangan, kongesti, edema dan hemoragi. Perubahan yang terjadi pada organ hati berupa degenerasi hidropsis, degenerasi lemak, peradangan, kongesti, hemoragi. Perubahan yang terjadi pada organ paru-paru berupa emfisema, peradangan, kongesti dan hemoragi

    The Effect of Sambiloto, Adas and Sirih Merah Extract on Avian Influenza Virus Infection in Broiler: Histopathology of Liver and Kidney.

    No full text
    The objective of this research was to study the effect of extract formulation of sambiloto (Andrographis paniculata), adas (Foeniculum vulgare), and sirih merah (Piper crocatum) to inhibit H5N1 avian influenza virus infection in broiler. Active compounds from each herb were andrographolide, anethole, and piperine respectively. Broiler was divided into eight groups, two as negative (no herbal, unvaccinated) and positive (no herbal, vaccinated) control and the other six groups were treated with herbal formula concentration given 5%, 7.5%, and 10% respectively. The six treated groups were split into three vaccinated and the remaining unvaccinated groups. After infected with H5N1 avian influenza virus, sample from each groups were necropsied and liver and kidney were taken to be evaluated histopathologically. Result of this study indicated that the group treated with 7.5% herb and vaccinated showing the mildest histopathological changes in both organs.Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian formula ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata), adas (Foeniculum vulgare), dan sirih merah (Piper crocatum) dalam menghambat infeksi virus avian influenza H5N1 pada ayam broiler. Komponen aktif yang terkandung dalam masing-masing tanaman obat yakni andrografolid (sambiloto), anetol (adas), dan piperin (sirih merah). Ayam broiler dibagi menjadi delapan kelompok; dua kelompok masing-masing sebagai kontrol negatif (tanpa ekstrak, tanpa vaksinasi) dan kontrol positif (tanpa ekstrak, divaksin); enam kelompok diberi formula ekstrak dengan konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10%. Keenam kelompok yang diberi formula ekstrak terdiri atas tiga kelompok divaksinasi, dan tiga kelompok tidak mendapat vaksinasi. Setelah diinfeksi dengan virus avian influenza H5N1, diambil satu sampel dari masingmasing kelompok untuk dinekropsi. Organ hati dan ginjal dari masing-masing sampel dibuat preparat histopatologi lalu diamati dan dievaluasi secara mikroskopis. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kelompok perlakuan yang diberi 7,5% formula ekstrak menunjukkan lesio histopatologi yang paling ringan dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya

    Studi Kasus Q Fever Pada Sapi “Idul Adha” Di Wilayah Jakarta Pusat Dengan Metode Imunohistokimia

    No full text
    Q fever merupakan zoonosis yang disebabkan oleh Coxiella burnetii, bakteri gram negatif, bersifat intraseluler obligat. Hewan ternak dan hewan kesayangan merupakan reservoir utama infeksi, dan transmisi ke manusia terutama terjadi melalui inhalasi aerosol. Q fever merupakan penyakit yang ada di seluruh dunia kecuali Selandia Baru. Q fever memiliki gejala subklinis yang bervariasi dan tidak patognomonis, sehingga untuk mendiagnosanya perlu dilakukan uji dengan akurasi tinggi. Penelitian tentang Q fever pada sapi “idul adha” di wilayah Jakarta Pusat dengan metode imunohistokimia dilakukan dari oktober 2014 sampai september 2015 di Divisi Patologi FKH IPB. Hasil penelitian menunjukkan 3 sampel imunoreaktif dan 15 sapi non imunoreaktif terhadap antibodi anti Coxiella burnetii. Hasil pewarnaan HE sampel positif menunjukkan terdapat lesio pada organ limpa, hati dan paru-paru. Lesio pada limpa berupa deplesi folikel limfoid, peradangan, dan edema. Lesio pada hati berupa degenerasi hidropis. Lesio pada paru-paru berupa kongesti, dan hemoragi. Hasil penelitian ini merupakan laporan kejadian Q fever pada sapi kurban yang pertama kali dilaporkan di Wilayah Jakarta Pusat

    Studi Kasus: Kajian Histopatologi Pada Kematian Seekor Biawak Ambon (Varanus indicus)

    No full text
    The aim of this case study was to study the cause of death of an Ambon monitor lizard (Varanus indicus) which died suddenly without showing any clinical signs. Organs that were showing abnormality were collected and histopathologically processed. Gross examination showed enlarged liver with multiple white foci ranging from 0.1 to 2 cm in diameter and diagnosed as multifocal abcess. Abcesses were also found in the spleen and kidney. The mucosa of the intestine was filled with hemorrhage exudate and contained many necrotic areas. The intestine was diagnosed as enteritis hemorrhagica et necroticans. The histopathological examination showed granulomatous inflammation in the liver, spleen, kidney and intestine, and amoebas were found in all of these organs. The death of this lizard is caused by liver failure and multifunctional organ failure caused by chronic inflammation of amoebiasis

    Studi Kasus Query Fever Pada Sapi “Idul Adha” Di Kota Depok Tahun 2014: Histopatologi Limpa, Hati Dan Paru-Paru

    No full text
    Query fever atau Q fever merupakan salah satu zoonosis yang menyebar ke seluruh dunia. Q fever disebabkan oleh infeksi bakteri Coxiella burnetii (C. burnetii). Ruminansia merupakan hewan paling rentan terkena infeksi C. burnetii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian infeksi C. burnetii dan melihat gambaran histopatologi organ sapi “Idul Adha” di kota Depok tahun 2014 yang positif terinfeksi C. burnetii. Metode yang digunakan adalah sampling organ hewan dan dilanjutkan dengan metode pewarnaan Hematoksilin-Eosin serta Imunohistokimia. Penelitian dilakukan sejak bulan Oktober 2014 sampai September 2015 di Laboratorium Histopatologi, Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Sampel diambil dari organ limpa, hati, dan paru-paru dari 3 tempat penyembelihan hewan Kurban masing-masing 5 sampel. Hasil penelitian menunjukan terdapat 3 sampel imunoreaktif C. burnetii dari 15 sampel yang diuji. Hasil pewarnaan HE menunjukkan terjadi perubahan histopatologi pada sampel yang positif terinfeksi C. burnetii. Perubahan pada limpa berupa deplesi pulpa putih, peradangan dan edema. Perubahan pada organ hati berupa degenerasi hidropis, degenerasi lemak dan peradangan. Perubahan pada paru-paru berupa emfisema, peradangan dan kongesti. Adanya sampel positif terinfeksi C. burnetii menandakan di kota Depok terdapat kasus Q fever

    Pengaruh Kurkumin terhadap Skleroderma dan Fibrosis Paru-paru Akibat Aplikasi Bleomisin pada Mencit (Mus musculus)

    No full text
    Curcumin is an curcuminoid compound of turmeric. Curcumin has been demonstrated to have anti-oxidant and anti-inflammatory properties. Bleomycin (BLM) is an anti-cancer drug which induced scleroderma and pulmonary fibrosis in human and animals. Here we investigate biological effects of curcumin on bleomycin-induced scleroderma and pulmonary fibrosis in mice through pathomorphological assesment. In this study, each group consisted of 4-6 mice ddy strain, that groups namely (i) control, mice were subcutaneously (SC) injected with 100 μl sterilized aquadest in dorsal skin, (ii) bleomisin (BLM) group, injected with 100 μl of 1 mg/ml BLM SC in dorsal skin, (iii) curcumin (CMN) group, mice were intraperitoneally (IP) injected with 100 mg/kg body weight (BW) curcumin dissolved in 0.5% carboxymethylcellulose (CMC) and injected with 100 μl sterilized aquadest SC, (iv) BLM+CMN group, injected with 100 μl of BLM 1 mg/ml SC and injected with 100 mg/kg BW CMN in 0.5% CMC IP. Injections of PBS, BLM, CMN were performed daily for four weeks period. The mice were euthanized with overdosed ketamine, and afterwards the dorsal skin and lung samples were collected and fixed in 10% buffered neutral formalin (BNF). Histopathological evaluation was performed with hematoxylin-eosin (HE) and Masson’s trichrome (MT) stains. The results showed that BLM treatment significantly decreased hair follicles number and size. Additionally, in BLM-treated group there was significant increase in skin fibrosis area and inflammatory cells (macrophage and lymphocyte) number. In the lung, repeated BLM treatment initiated higher fibrosis area and alveolar wall area fraction as compared with control. In the other hand, CMN treatment results significantly increased hair follicles number and size, significantly reduced skin fibrosis area, lower inflammatory cells number, and significantly decreased fibrosis area, reduced alveolar wall area fraction in BLM-treated mice. Conclusively, our study showed that CMN treatment may inhibit skin and lung fibrogenesis in BLM-induced scleroderma and pulmonary fibrosis

    Gambaran Histopatologi bursa Fabricius dan Limpa Ayam Broiler yang Diuji Tantang Virus Avian Influenza H5N1 Setelah Pemberian Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata Nees).

    No full text
    This research aim was to study the histopathology of lymphoid organ bursa of Fabricius and spleen of broiler which were challenged by H5N1 AI virus after treatment medicinal plant extract of Sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Fourteen chickens were divided into four groups with different treatment that are K1 (without the extract of Sambiloto, without the AI virus infection), K2 (without the extract of Sambiloto, infected with AI virus), P1 (given the extract of Sambiloto without the AI virus infection), and P2 (given Sambiloto extract and infected with AI virus). Bursa of Fabricius and spleen were taken for histopathological preparations, and then were observed using light microscopy. Histopathological observations showed that the H5N1 AI virus infection causes oedema, necrotic, and depletion of lymphoid follicles on the bursa of Fabricius; and congestion, hemorrhage, and depletion of lymphoid follicles in the spleen. The treatment of extract of Sambiloto before H5N1AI virus infection can reduce lesion in the bursa of Fabricius and spleen. Sambiloto extract indicated potentially inhibit the infection of H5N1 avian influenza viruses
    corecore