1,720,968 research outputs found

    MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERMUATAN LITERASI MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemapuan komunikasi matematika melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) bermuatan literasi matematika. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas. Tahapan dalam penelitian meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian yang masing-masing dilakukan pada tiga siklus, yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III. Tahap perencanaan berupa pembuatan instrumen penelitian, tahap pelaksanaan berupa kegiatan di lokasi penelitian serta pengambilan data, dan tahap penyelesaian berupa refleksi kegiatan. Hasil penelitian antara lain: 1) pada siklus I, indikator keterlaksanaan pembelajaran sebesar 62,5% dan 63,33% mahasiswa dinyatakan tuntas belajar dengan rata-rata nilai 70,03. 2) Siklus II, indikator keterlaksanaan pembelajaran sebesar 75% dan sebanyak 70% mahasiswa tuntas dengan nilai rata-rata 72,55. 3) Siklus III, indikator keterlaksanaan pembelajaran sebesar 87,5% dan sebanyak 73,33% mahasiswa tuntas dengan nilai rata-rata 74,50

    ANALISIS HASIL BELAJAR BERDASARKAN KOMPONEN PROSES LITERASI MATEMATIKA

    Full text link
    This research is a descriptive qualitative research, with aims to describe the learning outcomes of mathematics based on the process components of the mathematical literacy. Process components are one of three components of assessment according to the International Student Assessment Program (PISA). The process components tested in this study include (1) ability to formulate problems, (2) ability to use concepts, facts, procedures and reasoning, and (3) ability to interpret results. The method used includes of documentation, observation, and interviews, with  triangulation techniques used as validity data. The results of this descriptive qualitative study are: (1) literacy ability in process of formulating problem obtains with average score of 23,33 from 25 maximum score. Its means the students are good at formulating the problems presented in the question. (2) Literacy ability of using concepts, facts, procedures and reasoning gets 30,63 average score from 50 maximum score . Its means students are not fully able to use conceptual skills, procedures properly. (3) Literacy ability in interpreting the results gets 15,73 average score from 25 maximum score. Its means the students are not fully able to interpret and evaluate the results of their work correctly. Among of the three process components, the conclution is the ability to formulate problems is most prominent compared to other process capabilities

    Analysis of Mathematics Literacy of Students of Mathematics Education Department Viewed from Process Components

    Full text link
    The PISA study measures the mathematical literacy of reasoning, arguing, and problem-solving skills. The research question is how the ability of mathematics literacy of mathematics education students viewed from process components. This research uses qualitative approach using documentation, observation, and interview. The results showed that 60 students or 100% were below level 1, with a score of less than 358. In the process component, communication skills obtained an average score of 3.29. Mathematising got an average score of 2.71. Representation got an average score of 3.08. Reasoning and argument got an average score of 2.54. Devising strategies for solving problems got an average score of 2.83. Using symbolic, formal and technical language and operation earned an average score of 3.16. Ability to use mathematics tools get an average score of 3.16. Based on the results of the study concluded that the literacy ability of mathematics education students viewed from the components of the process is very low

    ANALISIS HASIL BELAJAR MATEMATIKA BERDASARKAN KOMPONEN PROSES LITERASI MATEMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika dilihat berdasarkan komponen proses literasi matematika. Komponen proses merupakan salah satu dari tiga komponen penilaian menurut Program International Student Assesment (PISA). Komponen proses yang diuji dalam penelitian ini meliputi 1) kemampuan merumuskan masalah, 2) kemampuan dalam menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran, dan 3) kemampuan menafsirkan hasil. Metode yang digunakan meliputi metode dokumentasi, observasi, dan wawancara, dengan triangulasi teknik digunakan sebagai cara menguji keabsahan data. Adapun hasil dari penelitian kualitatif deskriptif  ini adalah 1) Kemampuan literasi ditinjau dari proses merumuskan masalah memperoleh skor rata-rata 23,33 dari skor maksimal 25 artinya mahasiswa sudah baik dalam merumuskan masalah yang disajikan pada soal. 2) Kemampuan literasi ditinjau dari proses menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran mendapatkan skor rata-rata 30,63 dari skor maksimal 50 artinya mahasiswa belum sepenuhnya mampu menggunakan kemampuan konsep, prosedur dengan baik. 3) Kemampuan literasi ditinjau dari proses melakukan penafsiran hasil mendapatkan skor rata-rata 15,73 dari skor maksimal 25 artinya mahasiswa belum sepenuhnya mampu menafsirkan dan mengevaluasi hasil pekerjaannya dengan benar. Dari ketiga komponen proses tersebut, dapat dikatakan bahwa kemampuan merumuskan masalah paling menonjol dibandingkan dengan dua kemampuan proses yang lain.Kata Kunci: Komponen Proses, Literasi, PISAPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika dilihat berdasarkan komponen proses literasi matematika. Komponen proses merupakan salah satu dari tiga komponen penilaian menurut Program International Student Assesment (PISA). Komponen proses yang diuji dalam penelitian ini meliputi 1) kemampuan merumuskan masalah, 2) kemampuan dalam menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran, dan 3) kemampuan menafsirkan hasil. Metode yang digunakan meliputi metode dokumentasi, observasi, dan wawancara, dengan triangulasi teknik digunakan sebagai cara menguji keabsahan data. Adapun hasil dari penelitian kualitatif deskriptif  ini adalah 1) Kemampuan literasi ditinjau dari proses merumuskan masalah memperoleh skor rata-rata 23,33 dari skor maksimal 25 artinya mahasiswa sudah baik dalam merumuskan masalah yang disajikan pada soal. 2) Kemampuan literasi ditinjau dari proses menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran mendapatkan skor rata-rata 30,63 dari skor maksimal 50 artinya mahasiswa belum sepenuhnya mampu menggunakan kemampuan konsep, prosedur dengan baik. 3) Kemampuan literasi ditinjau dari proses melakukan penafsiran hasil mendapatkan skor rata-rata 15,73 dari skor maksimal 25 artinya mahasiswa belum sepenuhnya mampu menafsirkan dan mengevaluasi hasil pekerjaannya dengan benar. Dari ketiga komponen proses tersebut, dapat dikatakan bahwa kemampuan merumuskan masalah paling menonjol dibandingkan dengan dua kemampuan proses yang lain.Kata Kunci: Komponen Proses, Literasi, PIS

    PENYULUHAN DAN PELATIHAN TRIK SUKSES MENGHADAPI UJIAN NASIONAL (UN) MATEMATIKA SMP MUHAMMADIYAH PLERET KABUPATEN BANTUL

    Full text link
    Pengabdian ini didasari atas permintaan dari Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PleretKabupaten Bantul, yang menginginkan siswa –siswa kelas IX yang akan menghadapi UjianNasional (UN) sukses dan memperoleh nilai UN yang optimal. Tujuan dari pengabdian untuk : 1)memberikan wawasan pentingnya belajar untuk menghadapi UN, 2) Trik dalam mengerjakan soalUN, dan 3) pelatihan dalam menyelesaikan soal-soal latihan UN Matematika.Kegiatan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Pleret pada semester genap TA 2016/2017pada tanggal 25 April 2017. Peserta siswa kelas IX MBS yang berjumlah 37 orang berdasarpermintaan pihak sekolah SMP Muhammadiyah Pleret. Kegiatan dibagi dalam 3 sesi (sesi aljabar,sesi geometri dan sesi statistik) yangberupa penyuluhan dan pelatihan.Hasil dan respon peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini adalah : (1).Peserta memperoleh berbagai cara dalam menyelesaikan soal matematika, (2). Peserta antusiasdalam mengerjakan soal UN, (3) Peserta dapat bekerjasama dalam menyelesaikan soal soal UN, (4)Peserta dapat menggolongkan soal-soal UN yang tergolong mudah dan dapat mengerjkannya secarabenar dan (5) Rata-rata Nilai UN yang diperoleh siswa mengalami kenaikan dari nilai rata-rata tryout matematika 38,25 naik menjadi 90,00

    Evaluating interactive e-module for contextual teaching and learning linear equation in one variable

    Full text link
    This research is motivated by the lack of teaching materials used in the mathematics learning process. On the other hand, students still struggle to solve story problems related to contextual issues. Therefore, this research aims to develop a product in the form of an interactive E-Module based on Contextual Teaching and Learning (CTL) for 7th-grade students and to evaluate the validity and practicality of the product. This type of research is developmental research using the ADDIE research model (Analyze, Design, Development, Implementation, & Evaluation). The results of the research show that the assessment of the interactive E-Module obtained an average score of 3.68 by subject matter experts with a category of very valid and an average of 3.6 by media experts with a category of very valid. Meanwhile, for student responses, it obtained a percentage of 90.72% in the small-scale trial with very practical criteria and a percentage of 85.95% with very practical criteria in the large-scale trial. Based on these results, it can be concluded that the interactive e-module based on CTL is strongly valid and very practical, making it suitable for use in learning

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education untuk Menanamkan Kemampuan Penalaran Siswa Kelas VII

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan lembar kerja peserta didik dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang valid dan praktis untuk menanamkan kemampuan penalaran peserta didik kelas VII di SMP Muhammadiyah 1 Pundong Kab.Bantul. Jenis penelitian yang digunakan yaitu R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analisys, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknis pengumpulan data dilakukan dengan angket yang dinilai oleh ahli materi dan ahli media. Lembar angket siswa diberikan ke peserta didik agar mendapatkan respon terhadap pengembangkan LKPD. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat pada data kevalidan dan kepraktisan LKPD yang terkategori valid, dimana ahli materi memberi penilaian dengan persentase rerata 4,63 dengan kategori sangat baik. Ahli media memberikan penilaian dengan persentase rerata 4,83 dengan kategori sangat baik. Sedangkan dari hasil uji coba respon peserta didik terhadap LKPD, terkategori praktis dimana persentase respon rerata skor 3,30 kategori baik. Sehingga LKPD dengan pendekatan RME dinyatakan valid dan praktis

    PLS-SEM ANALYSIS OF SOCIAL ENVIRONMENT'S IMPACT ON MATHEMATICS DIGITAL LITERACY

    Full text link
    The rapid development of technology makes us have to be able to adapt well. Using the internet as a medium for activities is an unavoidable part. Therefore, it is necessary to learn about the ability to use the internet in activities called digital literacy. Digital literacy is a basic skill that students must have. It is no exception in the field of mathematics as one of the absolute sciences taught at every level of education. Therefore, researchers are interested in examining digital literacy in the field of mathematics. This research in general is still very rarely done, therefore it requires an in-depth understanding of theoretical studies to see the factors that influence digital literacy skills in the field of mathematics. The lack of sample size and the relativity of adequacy in fulfilling assumptions encourage the use of PLS-SEM as an alternative in analyzing the model formed. In this study, Explanatory Factor Analysis (EFA) and Confirmatory Factor Analysis (CFA) are still used to build a framework and test the structural model to be formed. In addition, the method used gives researchers the freedom to express curiosity about the problem at hand. The results obtained show that the final model can be said to be good. Mathematics digital literacy skills are influenced by several main variables that are interrelated. These variables start from the carrying capacity of schools and families. These two variables will then have an impact on the readiness of teachers and students in the community to succeed or support mathematics digital literacy skills. School readiness and family support are the main keys in succeeding or improving digital math literacy skills

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK (E-LKPD) MENGGUNAKAN WORDWALL PADA MATERI BILANGAN BERPANGKAT KELAS VIII

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) pada pembelajaran yang digunakan sebagai bentuk evaluasi terhadap peserta didik. Selain itu peserta didik pada saat diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berupa kertas cetak peserta didik cenderung terlihat asyik sendiri atau mengobrol dengan teman disampingnya dari pada mengerjakan LKPD yang diberikan oleh pendidik dikarenakan peserta didik kurang tertarik dengan LKPD yang diberikan karena terkesan formal dan monoton sehingga proses pembelajaran kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan E-LKPD yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen validasi serta angket peserta didik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sapuran, Wonosobo. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah E-LKPD berbasis wordwall yang memuat materi bilangan berpangkat. (2) Berdasarkan uji coba kevalidan, E-LKPD dari segi materi memperoleh jumlah rata-rata keseluruhan sebesar 113 dengan presentase 78% dan memenuhi kriteria valid. Sedangkan E-LKPD dari segi media memperoleh jumlah rata-rata keseluruhan 156 dengan presentase 85% dengan memperoleh kriteria valid. (3) Berdasarkan uji kepraktisan, pada uji coba kelas kecil E-LKPD memperoleh persentase sebesar 86% dan memenuhi kriteria sangat praktis, sedangkan pada uji coba kelas besar E-LKPD pembelajaran memperoleh persentase sebesar 84% dan memenuhi kriteria praktis. Bedasarkan hasil rata-rata kedua sampel diperoleh rata-rata skor presentase keseluruhan sebesar 85% dengan kriteria praktis

    KEEFEKTIFAN INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR BERDASARKAN KOMPONEN PROSES LITERASI MATEMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya, dimana sebelumnya telah dikembangkan instrument tes hasil belajar berdasarkan standar proses literasi matematika. Dari hasil pengembangan instrument yang telah dilakukan, dihasilkan bahwa instrument yang dikembangkan dikatakan layak untuk digunakan dengan indikator kelayakan ditinjau dari segi kevalidan dan kepraktisan. Dari segi kevalidan, telah dinyatakan valid oleh tiga validator ahli, sedangkan dari segi kepraktisan telah dikatakan praktis dari hasil angket respon mahasiswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sejauh mana keefektifan instrumen tes hasil belajar yang telah dikembangkan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan mengambil satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dengan masing-masing sampel sebanyak 20 mahasiswa. Dari hasil eksperimen, diperoh hasil bahwa:(1) nilai tes dari instrumen yang telah dikembangkan diperoleh nilai signifikansi hasil uji saphiro-wilk sebesar 0,16 dengan demikian H0 diterima yang menunjukkan data normal; (2) pada uji levene test diperoleh nilai signifikansi 0,337 yang berarti H0 diterima maka data homogen; (3) hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,001maka H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan rata-rata yang sangat signifikan antara kelas kelas eksperimen dan kontrol. Dari ketiga hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan instrumen tes berdasarkan standar proses literasi efektif
    corecore