64 research outputs found
DO’A DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB
ABSTRAK
Rusfandi Sabir, 2023. “Do‟a dalam Al-Qur‟an Perspektif M. Quraish Shihab”.
Skipsi Program Studi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan
Dakwah Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Haris Kulle dan
Hamdani Thaha.
Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam menjelaskan berbagai macam do‟a yang
dapat dijadikan sebagai pelajaran. Itulah mengapa do‟a merupakan ibadah yang
sangat penting bagi seorang muslim. Salah satu tokoh Islam yang memandang
do‟a sebagai ibadah yang krusial adalah M. Quraish Shihab. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang do‟a dalam Al-Qur'an dari
perspektif M. Quraish Shihab. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah
kepustakaan (library research), yang bertumpu pada kajian dan telaah teks.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik
observasi, teknik komunikasi, teknik pengukuran, dan teknik telaah dokumen dan
buku-buku yang berkaitan dengan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa do‟a dalam Al-Qur'an dipandang sebagai ibadah yang
memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam. M. Quraish Shihab
menekankan bahwa do‟a tidak hanya sebagai alat untuk meminta, namun juga
sebagai cara untuk memperkuat hubungan dengan Allah swt. M. Quraish Shihab
juga menyoroti pentingnya kesungguhan dalam berdo‟a. Kesungguhan dalam
berdo‟a merupakan kunci keberhasilan do‟a yang dilakukan dengan sungguh�sungguh akan mendapat perhatian khusus dari Allah swt. Selain itu, M. Quraish
Shihab juga menjelaskan pentingnya memperhatikan etika dalam berdo‟a, maka
harus dilakukan dengan sopan, tawadhu‟, dan penuh pengharapan kepada Allah
swt. Do‟a juga bermanfaat dalam menjaga hubungan sosial antara manusia. M.
Quraish Shihab memandang do‟a sebagai ibadah yang harus dilakukan dengan
kesungguhan, etika yang baik, dan tujuan yang jelas sesuai dengan tuntunannya.
Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami pentingnya do‟a secara
komprehensif.
Kata Kunci : Do‟a, Al-Qur‟an, M. Quraish Shiha
Placement Test as an Attempt to Better Help Students in Learning a Second/foreign Language: an Interview Report
Assessment is an essential part in teaching and learning process as it usually provides opportunities both for teachers and students to learn. In the context of second or foreign language teaching, assessment is usually conducted to elicit information regarding students' second language ability. This paper reports and analyzes the results of an interview with a university lecturer in Central Sulawesi who was once involved in the construction of a test to place students in different classroom levels. Although it is apparent from the analysis that there are several weaknesses found in the placement test viewed from the six qualities proposed by Bachman and Palmer (1996), there are other essential aspects that need to be learned from the results of the interview by second or foreign language teachers in other teaching contexts
KEDUDUKAN HUKUM DARI WALI ANAK DI BAWAH UMUR DALAM MELAKUKAN TRANSAKSI PENJUALAN HARTA WARISAN
Setiap anak di bawah umur berada dalam kekuasaan orang tuanya. Orang tua dan anak mempunyai hubungan batiniah yang saling menghormati satu sama lain. Selain itu antara orang tua dan anak mempunyai hak dan kewajiban. Untuk menjamin terlaksananya hak dan kewajiban masing-masing pihak, maka Undang-undang mengaturnya. Akan tetapi tidak semua orang tua dapat menjalankan kewajibannya. Terdapat suatu keadaan dimana orang tua tidak dapat melaksanakan kewajibannya lagi, misalnya meninggalnya salah satu orang tua atau orang tua ada di dalam pengampuan atau sakit ingatan, dan lain-lain.
 
Review Teoritis dan Empiris terhadap Model Pengembangan Argumentasi Multi-Sided dalam Esai Bahasa Inggris
Reverse Transfer of Writing Rhetorical Structures by Indonesian EFL Learners
The reverse transfer of writing knowledge from L2 to L1 involves reusing and reshaping prior knowledge. However, research on this issue generally focuses on the former rather than the latter. Further investigation is needed to understand how individual (writing and language proficiency) and social factors (writing audience) interact dynamically during L2 and L1 writing and affect the reverse transfer. This study investigates the potential transfer of rhetorical structures from L2 English to L1 Indonesian as a result of L2 instruction in a tertiary Indonesian EFL context by comparing the presence of argument-counterargument features in the students' L1 and L2 essays. This quantitative study was conducted at a private Indonesian university, involving students from English Education (N=89) and Indonesian Language and Literature (N=100) study programs. The study found evidence of reverse transfer in the use of argument-counterargument structure among third-year English majors deemed to be skillful writers. However, the occurrence of it is not automatic, mediated by factors such as the writer’s writing proficiency, L2 proficiency, and perceived audience expectation. This finding shows that the reverse transfer of writing knowledge is dynamic and influenced by both the student’s writing ability development and L1 and L2 writing traditions
FAKTOR PENGHAMBAT PENANGANANAN AKDIDIK PEMASYARAKATAN OLEH KONSELOR DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK
Petugas LPKAadalah seseorang pembina di LPKA yang berperan dalam proses pembinaan dengan tanggung jawab pengawasan, keamanan, dan keselamatan anak didik untuk meningkatkan dan mengembangkan sikap dan pengetahuan anakdidik secara terarah dan teratur guna menjadikannya orang baik dan berguna agar mampu utuk hidup bermasyarakat. Pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan di LPKA ini tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan tujuannya. Seperti di LAPAS bagi orang dewasa, tidak sedikit kasus Napi yang melakukan upaya pelarian. Seperti kasus bahwa dua anak didik LPKA melarikan diri dari LPKA. Keduaanak didik Lapas ini melarikan diri melalui atap yang sudah rapuh. Tidak hanya sekali itu sebelum sebelumnya juga pernah tejadi kasus pelarian di LPKA. Dengan adanya hambatan semacam ini proses penegakan hukum pidana khsusunya dalam tahap pembinaan menjadi terhalang. Maka perlu upaya penanganan yang harus dilakukan supaya proses penegakan hukum pidana khususnya tahapeksekusi/ pembinaan di LPKA dapat berjalan dengan baik
Transfer of L2 English Rhetorical Structures of Writing to L1 Indonesian by Indonesian EFL Learners
- …
