62 research outputs found

    Whistle - blowing as a panacea for corruption in Nigeria: an impetus of whistleblowers’ protection policies satisfaction / Muritala Dauda, Mohammad Zaki Ahmad and Mohammad Faisol Keling

    Get PDF
    The scourge of corruption which has almost eaten up the entire Nigeria’s economy is not in any way a new phenomenon in the country. Series of attempt have been made by Nigeria’s past administrations to stop the cankerworm from its manifestation which yielded little or no success. However, the giant stride made by present administration through the introduction of whistle-blowing as a mechanism to fight corruption and other misconduct in Nigeria has been a welcome development in the country. This has given Nigerians the opportunity to expose wrong doing and all sorts of unethical activities in the society as part of contributing their quotas to the development of the country. The study emphasized on the significant contribution and the role played by whistle-blowers towards the recovery of looted funds in Nigeria. Similarly, the study has discovered that the government can do more by making adequate legal protection for the whistle-blowers in order to encourage them towards their participation in the fight against corruption and nefarious activities in the country. If otherwise, the Nigerian government may not achieve its objective. The study equally sensitizes Nigerian policy makers and the citizens on the likely dangers if the whistle-blower’s protection law is not passed and ratified by the highest law-making body of Nigeria (The National Assembly). The paper therefore, employs exploratory research method through the use of secondary data to examine the influence of whistle-blowing on corruption and other misconduct in Nigeria

    Perencanaan Ulang Instalasi Pompa Air Bersih pada Gedung Graha Utama RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang

    No full text
    Pada era gobalisasi, terjadi peningkatan pembangunan gedung-gedung di berbagai daerah tak terkecuali gedung Graha Utama RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang yang berpengaruh terhadap kebutuhan air bersih gedung tersebut. Permasalahan itu, dapat ditangani dengan melakukan perhitungan debit dan head effektif instalasi tiap pipa. Penelitian ini difokuskan pada perhitungan untuk memperoleh spesifikasi pompa yang efektif dan efisien sehingga mampu memenuhi distribusi air bersih di tiap unit beban gedung Graha Utama RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. Perhitungan yang digunakan yaitu dengan metode teoritis pada tiap section yang meliputi kapasitas (Q), kecepatan (V), head loss mayor (Hl), head loss minor (Hlm), head efektif instalasi (Heff) kemudian dilanjutkan dengan perhitungan daya fluida (WHP) dan efisiensi pompa (η). Dari hasil perhitungan didapatkan kebutuhan air gedung sebesar 544,8 m3/hari, kapasitas aliran pompa 1,702 m3/menit, head instalasi total 19,888 m dan daya (Pm) 7,59 kW sehingga pompa yang dipilih dalam perencanaan ulang instalasi ini adalah jenis sentifugal. Kata Kunci : Pompa, Kebutuhan Air, Kapasitas Aliran Pompa, Head Pompa

    Appraisal of African Union’s transformative objectives to the Africans: a qualitative study / Muritala Dauda, Mohammad Zaki Ahmad and Mohammad Faisol Keling

    Get PDF
    The need to revitalize the continental organisation in Africa is the reason behind the transformation of AU from OAU. The officially inauguration of the AU on 9th July, 2002 marked the turning point in the Africa history from all sorts of political instability, insecurity, prevalent poverty rate, epidemic of deadly diseases, among others, which the continent had experienced under OAU. The AU’s objectives emanated from the weakness of the OAU to strengthen the former. The study appraises AU for the mechanisms put in place to ensure peace, stability and development in the African continent. The research findings observe that measures introduced by AU to address the challenges confronting Africa which include – the replacement of Non-Interference Policy to Policy of Non-Indifference, Respect for Rule of Law, establishment of Peace and Security Council, formation of African Peer Review Mechanism, Abolition of Trade barriers among others has assisted in uniting the African continent. The study adopts functionalism theory to express the uniqueness of cooperation and unity towards ensuring stability and development in Africa. The importance of harnessing economic resources to ensure buoyant regional integration preaches by the theory has made it relevant to the study. The research is a qualitative that uses both primary and secondary data sources. Interview method as primary source of data for this study was generated from professional views of respondents from Nigerian government parastatals and higher institutions of learning, and the interview data was thematically analysed with the aid of NVivo 10. The secondary data for this research was sourced through relevant materials such as books, journal articles, policy documents, and newspapers

    PENERAPAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENDEKATAN KONTRUKTIVISTIK BERBASIS ANDROID DI SMPN 2 NGANTRU

    Get PDF
    Skripsi yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Pendekatan Konstruktivistik Berbasis Android Di SMPN 2 Ngantru Tulungagung” ini ditulis oleh Mohammad Faisol Roziqin, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Prof. Dr. Hj. Elfi Mu’awanah, S.Ag., M.Pd. Kata Kunci: Penerapan, Pendidikan Agama Islam, Pendekatan Konstruktivistik, Android Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena mata pelajaran PAI dimana nilai-nilai ajaran atau materinya kurang terimplementasi di kehidupan sehari-hari peserta didik. Selain itu, pandangan tentang mata pelajaran PAI yang masih dianggap pelajaran yang sarat akan dogma dan indoktrinasi, kurang memberikan rasa kreatif dan menarik sehingga siswa kurang bersemangat mengikuti pelajaran ini. Studi ini disusun dengan maksud untuk menjawab permasalahan: tentang bagaimana penerapan pembelajaran PAI yang dapat menanamkan nilai-nilai ajarannya secara baik dan dapat menarik antusiasme peserta didik. Melalui pendekatan konstruktivistik dengan memanfaatkan media android berupa aplikasi- aplikasi yang bisa digunakan untuk proses pembelajaran seperti whatsapp, google classroom dan lainnya. Dengan memfokuskan penelitian pada proses perencanaan pembelajaran, kemudian pada proses pelaksanaan pembelajaran yang telah direncanakan, hingga sampai pada proses penilaian pembelajaran sebagai tahap akhir kegiatan belajar-mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang mana terdapat beberapa tahapan yang harus dilaksanakan dalam penelitian mulai dari tahap identifikasi, klasifikasi, kemudian diinterpretasikan. Serta menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah adanya penerapan pendekatan konstruktivistik dalam kegiatan pambelajaran daring PAI dengan menggunakan media android di SMPN 2 Ngantru. Yang menekankan pembelajaran dengan peningkatan partisipasi peserta didik secara aktif, kreatif serta problem solver dalam pembelajaran dan dalam memecahkan masalah. Adapun tugas seorang guru adalah sebagai fasilitator, inspirator, evaluator serta motivator. Detailnya penerapan pendekatan konstruktivistik tersebut terinci di dalam tahap-tahap kegiatan pembelajaran, yakni: (1) perencanaan pembelajaran,yang berisikan penentuan tujuan dan cara mencapainya, pengelompokan materi, perencanaan alokasi waktu dan sarpras, dan terakhir perencanaan lembar kegiatan serta lembar penilaian. (2) pelaksanaan pembelajaran yang berisikan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik. Dimulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan penilaian. (3) penilaian pembelajaran yang dilakukan guru untuk mengukur aspek kognitif, afektif serta psikomotor dengan menggunakan kolom rubrik sikap sosial, sikap spiritual, dan pengetahuan serta kolom rubrik keterampilan

    PENGGUNAAN MEDIA PETA UNTUK MENINGKATKAN KTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA LOKASI, ARAH DAN TEMPAT DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS IV DI SDN SUKORENO 01 KEC. UMBULSARI

    No full text
    Rendahnya nilai hasil belajar IPS di sekolah disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih bersifat konvensional, penggunaan alat peraga/media jarang sekali digunakan, dan praktik pembelajarannya kurang memanfaatkan situasi nyata di lingkungan siswa. Sehingga pemahaman terhadap konsep IPS sulit dicerna dan juga berakibat pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah IPS yang merupakan salah satu kegiatan utama dalam pembelajaran IPS. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPS, guru harus berperan aktif untuk menciptakan beberapa pendekatan dan metode. Pendekatan tersebut dapat mendekatkan IPS kepada siswa dan dapat memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran serta siswa dapat menemukan dan membangun pengetahuan dari realitas yang ada di sekitarnya secara mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar melalui Penggunaan Media Peta mata pelajaran IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Pengambilan data dalam penelitian ini, dilaksanakan di SDN Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari, dilakukan pada tahun pelajaran 2009, subyek penelitian adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa 22 anak, terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Jenis penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes dan wawancara. Data yang dikumpulkan berupa analisis jawaban siswa terhadap tes awal, tes akhir siklus I, dan tes akhir sklus II, analisis aktifitas siswa selama proses pembelajaran IPS, dan dalam memecahkan masalah IPS, serta jawaban siswa terhadap wawancara yang dilakukan peneliti. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru kelas 4, menyatakan bahwa masih banyak siswa yang masih belum bisa memahami lokasi, arah dan tempat dalam menggunakan peta. Hal ini dapat dilihat pada saat proses pembelajaran berlangsung menunjukkan siswa yang aktif hanya 35%. Sedangkan siswa yang lainnya hanya diam sebagai pendengar dan mencatat. Bahkan bila dilihat dari hasil belajar siswa masih banyak yang menunjukkan nilai rata-rata di bawah 60, akibatnya nilai siswa 65% di bawah rata-rata, 25% cukup dan 10% memuaskan. Sedangkan kriteria perolehan skor minimum didalam Stadart Kompetensi Lulusan (SKL) pada sekolah ini adalah sebesar 60. http://digilib.unej.ac.id http://digilib.unej.ac.id http://digilib.unej.ac.id http://digilib.unej.ac.id Penggunaan Media Peta merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam memberikan pelajaran kepada siswa. Media Peta dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sukoreno 01 dan termasuk pada kriteria peningkatan prestasi hasil belajar siswa yang sangat baik. Selain itu, penggunaan media peta mengalami peningkatan dan termasuk pada kriteria aktivitas siswa yang sangat aktif. Hasil penelitian, bila penerapan model pembelajaran Penggunaan Media Peta diterapkan dalam pembelajaran, maka guru hendaknya lebih memperhatikan pengelolaan kelas dan menguasai materi-materi yang diberikan agar kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik. Bagi guru, hendaknya lebih aktif dalam melakukan inovasi pembelajaran, agar siswa tidak merasa bosan, tidak kesulitan dalam memahami materi dan aktif selama pembelajaran. Untuk peneliti lainnya perlu pelaksanaan penelitian lebih lanjut tentang Penggunaan Media Peta serta mengkombinasikan dengan metode mengajar lain agar tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Peningkatan aktivitas dan hasil belajar melalui penggunaan media peta mata pelajaran IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember berjalan dengan baik dan membuat siswa lebih aktif, antusias, dan tertarik mengikuti pembelajaran (2) pembelajaran IPS dengan penggunaan media peta dapat meningkatkan aktifitas siswa (3) ketuntasan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II sehingga pembelajaran dianggap sudah tuntas

    PENGGUNAAN MEDIA PETA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA LOKASI, ARAH DAN TEMPAT DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS IV DI SDN SUKORENO 01 KEC. UMBULSARI

    No full text
    Rendahnya nilai hasil belajar IPS di sekolah disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih bersifat konvensional, penggunaan alat peraga/media jarang sekali digunakan, dan praktik pembelajarannya kurang memanfaatkan situasi nyata di lingkungan siswa. Sehingga pemahaman terhadap konsep IPS sulit dicerna dan juga berakibat pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah IPS yang merupakan salah satu kegiatan utama dalam pembelajaran IPS. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPS, guru harus berperan aktif untuk menciptakan beberapa pendekatan dan metode. Pendekatan tersebut dapat mendekatkan IPS kepada siswa dan dapat memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran serta siswa dapat menemukan dan membangun pengetahuan dari realitas yang ada di sekitarnya secara mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar melalui Penggunaan Media Peta mata pelajaran IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Pengambilan data dalam penelitian ini, dilaksanakan di SDN Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari, dilakukan pada tahun pelajaran 2009, subyek penelitian adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa 22 anak, terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Jenis penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes dan wawancara. Data yang dikumpulkan berupa analisis jawaban siswa terhadap tes awal, tes akhir siklus I, dan tes akhir sklus II, analisis aktifitas siswa selama proses pembelajaran IPS, dan dalam memecahkan masalah IPS, serta jawaban siswa terhadap wawancara yang dilakukan peneliti. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru kelas 4, menyatakan bahwa masih banyak siswa yang masih belum bisa memahami lokasi, arah dan tempat dalam menggunakan peta. Hal ini dapat dilihat pada saat proses pembelajaran berlangsung menunjukkan siswa yang aktif hanya 35%. Sedangkan siswa yang lainnya hanya diam sebagai pendengar dan mencatat. Bahkan bila dilihat dari hasil belajar siswa masih banyak yang menunjukkan nilai rata-rata di bawah 60, akibatnya nilai siswa 65% di bawah rata-rata, 25% cukup dan 10% memuaskan. Sedangkan kriteria perolehan skor minimum didalam Stadart Kompetensi Lulusan (SKL) pada sekolah ini adalah sebesar 60. Penggunaan Media Peta merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam memberikan pelajaran kepada siswa. Media Peta dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sukoreno 01 dan termasuk pada kriteria peningkatan prestasi hasil belajar siswa yang sangat baik. Selain itu, penggunaan media peta mengalami peningkatan dan termasuk pada kriteria aktivitas siswa yang sangat aktif. Hasil penelitian, bila penerapan model pembelajaran Penggunaan Media Peta diterapkan dalam pembelajaran, maka guru hendaknya lebih memperhatikan pengelolaan kelas dan menguasai materi-materi yang diberikan agar kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik. Bagi guru, hendaknya lebih aktif dalam melakukan inovasi pembelajaran, agar siswa tidak merasa bosan, tidak kesulitan dalam memahami materi dan aktif selama pembelajaran. Untuk peneliti lainnya perlu pelaksanaan penelitian lebih lanjut tentang Penggunaan Media Peta serta mengkombinasikan dengan metode mengajar lain agar tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Peningkatan aktivitas dan hasil belajar melalui penggunaan media peta mata pelajaran IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember berjalan dengan baik dan membuat siswa lebih aktif, antusias, dan tertarik mengikuti pembelajaran (2) pembelajaran IPS dengan penggunaan media peta dapat meningkatkan aktifitas siswa (3) ketuntasan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II sehingga pembelajaran dianggap sudah tuntas

    ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA KELAS AKSELERASI DAN SISWA KELAS REGULER DI SMP NEGERI 1 SIDOARJO

    Get PDF
    Abstrak Kebugaran jasmani merupakan aspek terpenting yang terdapat pada ranah psikomotorik, yang bersandar pada perkembangan kemampuan organ tubuh. Kebugaran jasmani yang baik merupakan salah satu komponen utama bagi siswa dalam melakukan aktivitas gerak fisik secara berulang untuk waktu yang sangat lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengetahui tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di SMP Negeri 1 Sidoarjo. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan komparatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII-K (kelas akselerasi) dan siswa kelas VIII-I (kelas reguler) SMP Negeri 1 Sidoarjo. Dengan pengambilan sampel menggunakan cluster ramdom sampling. Adapun pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner PAQ-A dan instrumen TKJI. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah mean, standar deviasi, minimum, maksimum, persentase, frekuensi, uji normalitas, uji homogenitas, dan independen sampel t-tes. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis tingkat kebugaran jasmani pada siswa kelas akselerasi dengan rata-rata sebesar 14.86 masuk dalam kategori sedang, pada siswa kelas reguler dengan rata-rata sebesar 15.62 masuk dalam kategori sedang. Selanjutnya data dianalisis didapat bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.234 (p > 0.05), sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler pada kebugaran jasmani. Tingkat kebugaran jasmani pada siswa kelas reguler lebih baik dibandingkan pada siswa kelas akselerasi dengan perbedaan rata-rata sebesar 0.76. Kata Kunci: kebugaran jasmani, kelas akselerasi, kelas reguler Abstract Physical fitness is the most important aspect in the psychomotor domain, which relies on the development of the ability of body organs. Good physical fitness is one of the main components for students in doing physical movement activities repeatedly for a very long time without experiencing significant fatigue. Therefore this study aims to analyze and find out the level of physical fitness between accelerated class students and regular class students at SMP Negeri 1 Sidoarjo. In this study using non-experimental quantitative research with a comparative approach. The samples used in this study were students of class VIII-K (acceleration class) and students of class VIII-I (regular class) SMP Negeri 1 Sidoarjo. By sampling using cluster ramdom sampling. The data collection used was the PAQ-A questionnaire and TKJI instruments. Data analysis techniques in this study are the mean, standard deviation, minimum, maximum, percentage, frequency, normality test, homogeneity test, and independent sample t-test. The results of this study indicate that the results of the analysis of physical fitness levels in accelerated class students with an average of 14.86 included in the medium category, in regular class students with an average of 15.62 included in the medium category. Furthermore, the analyzed data obtained that the value of sig. (2-tailed) of 0.234 (p> 0.05), so it can be said that there is no significant difference between acceleration class students and regular class students on physical fitness. The level of physical fitness in regular class students is better than in the acceleration class with an average difference of 0.76. Keyword: physical fitness, accelerated class, regular clas

    PENGGUNAAN MEDIA PETA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA LOKASI, ARAH DAN TEMPAT DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS IV DI SDN SUKORENO 01 KEC. UMBULSARI

    No full text
    Rendahnya nilai hasil belajar IPS di sekolah disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih bersifat konvensional, penggunaan alat peraga/media jarang sekali digunakan, dan praktik pembelajarannya kurang memanfaatkan situasi nyata di lingkungan siswa. Sehingga pemahaman terhadap konsep IPS sulit dicerna dan juga berakibat pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah IPS yang merupakan salah satu kegiatan utama dalam pembelajaran IPS. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPS, guru harus berperan aktif untuk menciptakan beberapa pendekatan dan metode. Pendekatan tersebut dapat mendekatkan IPS kepada siswa dan dapat memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran serta siswa dapat menemukan dan membangun pengetahuan dari realitas yang ada di sekitarnya secara mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar melalui Penggunaan Media Peta mata pelajaran IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Pengambilan data dalam penelitian ini, dilaksanakan di SDN Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari, dilakukan pada tahun pelajaran 2009, subyek penelitian adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa 22 anak, terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Jenis penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes dan wawancara. Data yang dikumpulkan berupa analisis jawaban siswa terhadap tes awal, tes akhir siklus I, dan tes akhir sklus II, analisis aktifitas siswa selama proses pembelajaran IPS, dan dalam memecahkan masalah IPS, serta jawaban siswa terhadap wawancara yang dilakukan peneliti. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru kelas 4, menyatakan bahwa masih banyak siswa yang masih belum bisa memahami lokasi, arah dan tempat dalam menggunakan peta. Hal ini dapat dilihat pada saat proses pembelajaran berlangsung ix menunjukkan siswa yang aktif hanya 35%. Sedangkan siswa yang lainnya hanya diam sebagai pendengar dan mencatat. Bahkan bila dilihat dari hasil belajar siswa masih banyak yang menunjukkan nilai rata-rata di bawah 60, akibatnya nilai siswa 65% di bawah rata-rata, 25% cukup dan 10% memuaskan. Sedangkan kriteria perolehan skor minimum didalam Stadart Kompetensi Lulusan (SKL) pada sekolah ini adalah sebesar 60. Penggunaan Media Peta merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam memberikan pelajaran kepada siswa. Media Peta dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sukoreno 01 dan termasuk pada kriteria peningkatan prestasi hasil belajar siswa yang sangat baik. Selain itu, penggunaan media peta mengalami peningkatan dan termasuk pada kriteria aktivitas siswa yang sangat aktif. Hasil penelitian, bila penerapan model pembelajaran Penggunaan Media Peta diterapkan dalam pembelajaran, maka guru hendaknya lebih memperhatikan pengelolaan kelas dan menguasai materi-materi yang diberikan agar kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik. Bagi guru, hendaknya lebih aktif dalam melakukan inovasi pembelajaran, agar siswa tidak merasa bosan, tidak kesulitan dalam memahami materi dan aktif selama pembelajaran. Untuk peneliti lainnya perlu pelaksanaan penelitian lebih lanjut tentang Penggunaan Media Peta serta mengkombinasikan dengan metode mengajar lain agar tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Peningkatan aktivitas dan hasil belajar melalui penggunaan media peta mata pelajaran IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sukoreno 01 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember berjalan dengan baik dan membuat siswa lebih aktif, antusias, dan tertarik mengikuti pembelajaran (2) pembelajaran IPS dengan penggunaan media peta dapat meningkatkan aktifitas siswa (3) ketuntasan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II sehingga pembelajaran dianggap sudah tuntas

    ANALISIS SOLUSI MODEL PENYEBARAN PENYAKIT FLU BURUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE RUNGE KUTTA ORDE TUJUH

    No full text
    Berdasarkan hasil simulasi dengan menggunakan metode Runge-Kutta orde tujuh menunjukkan bahwa laju kontak antara manusia yang rentan dengan unggas yang terinfeksi , jika < 0,075 maka untuk kelompok manusia Susceptible akan meningkat, sedangkan untuk kelompok manusia Infected dan kelompok manusia Recovered akan menurun. Sebaliknya, jika > 0,075 maka untuk kelompok manusia Susceptible akan menurun, sedangkan untuk kelompok manusia Infected dan kelompok manusia Recovered akan meningkat. Untuk kelompok Infected Unggas tidak ada pengaruhnya baik 0,075. Untuk laju kontak antara unggas yang rentan dengan unggas yang terinfeksi , jika < 0,035 maka untuk kelompok manusia Susceptible akan menurun, sedangkan kelompok manusia Infected, kelompok manusia Recovered dan kelompok Infected Unggas akan menurun. Sebaliknya, jika > 0,035 maka untuk kelompok manusia Susceptible akan menurun, sedangkan kelompok manusia Infected, kelompok manusia Recovered dan kelompok Infected Unggas akan meningkat. Untuk tingkat kematian dan kelahiran individu dalam populasi unggas tanpa pengaruh flu burung ( ). Jika < 0,00004 maka untuk kelompok manusia Susceptible, kelompok manusia Infected dan kelompok manusia Recovered akan meningkat. Sebaliknya, jika > 0,00004 maka untuk kelompok manusia Susceptible, kelompok manusia Infected dan kelompok manusia Recovered akan menurun. Untuk kelompok Infected unggas tidak ada pengaruhnya baik 0,00004. Untuk tingkat kematian individu dalam populasi manusia tanpa pengaruh flu burung ( ). Pada saat < 0,04, maka untuk kelompok manusia Susceptible akan menurun, sedangkan kelompok manusia Infected, kelompok manusia Recovered dan kelompok Infected unggas akan meningkat. Sebaliknya, Pada saat > 0,04 maka kelompok manusia Susceptible akan meningkat, sedangkan kelompok manusia Infected, kelompok manusia Recovered dan kelompok Infected unggas akan menurun

    ANALISIS PEMBINAAN PRESTASI TIM PORPROV SEPAK TAKRAW KABUPATEN SAMPANG 2019

    Get PDF
    PSTI Kabupaten Sampang telah kegiatan pelaksanaan pembinaan sepak takraw dimulai tahun 1989. Latar belakang dilakukan penelitian ini mempunyai arti turunnya prestasi secara keseluruhan di PSTI Kabupaten Sampang pada PORPROV VI 2019. Tujuan dari tinjauan ini mempunyai arti sebagai mengetahui latihan sepak takraw di PSTI Kabupaten Sampang pada Porprov VI Jawa Timur 2019. Teknik pada penelitian ini menggunakan teknik kualitatif. Pengumpulan arsip yang difungsikan sebagai diantaranya adalah sebagai berikut wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini mempunyai arti seluruh karyawan yang khawatir dan bisa difungsikan sebagai sebagai sumber statistik berasal pemahaman hasil penelitian yang dibutuhkan. Topik yang dibahas kali ini mempunyai arti pengurus, pelatih, dan atlet PSTI Kabupaten Sampang. Hasil dari penelitian yang dilakukan peneliti, pendekatan pelatihan di PSTI Kabupaten Sampang belum berjalan dengan baik. Kemudian sarana dan prasarana yang ada di PSTI Kabupaten Sampang masih kurang memadai dan organisasi PSTI Kabupaten Sampang telah tidak berjalan dengan baik lagi. Selain itu, program persekolahan di PSTI Kabupaten Sampang telah tidak mampu lagi berjalan maksimal sehingga prestasi para atlet di PSTI Kabupaten Sampang pada kesempatan Porprov ini sama sekali belum bisa meraih medali. Berlandaskan penelitian secara keseluruhan bisa disimpulkan bahwa pembenahan pada PSTI di Kabupaten Sampang secara keseluruhan belum mampu berjalan secara optimal. Oleh sebab itu peneliti ingin menawarkan rekomendasi yaitu perencanaan dan realisasi pembinaan harus dimulai sedini mungkin. Kemudian peningkatan sarana dan prasarana mempunyai arti salah satu media sebagai suatu usaha untuk peningkatan kapasitas atlet, Sebaiknya melakukan peningkatan pada sarana dan prasarana yang lebih baik sehingga sebagai mencapai kinerja yang paling menguntungkan, maka diperlukan rencana yang cermat yang dituangkan pada program pelatihan. Sebaiknya pembinaan atlet dilakukan secara lebih terencana dan diselesaikan lebih optimal sebagai menuai kinerja yang maksimal. &nbsp; Kata Kunci : Pembinaan Prestasi, Porprov VI Jawa Timur 2019, PSTI Kabubaten Sampang &nbsp;&nbsp
    corecore