2 research outputs found
Simulasi Numerik Dampak Badai George dan Jacob (2007) Terhadap Tinggi Gelombang Signifikan pada Laut Selatan Jawa Hingga Nusa Tenggara: Numerical Simulation of The Impact of Hurricanes George and Jacob (2007) on Significant Wave Height in The South Sea of Java and Lesser Sunda Islands
Gelombang laut adalah gerakan naik dan turunnya air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut dihasilkan karena gaya pembangkit yang bekerja di laut salah satunya adalah angin. Angin dari siklon tropis dapat menjadi gaya pembangkit yang kuat bagi gelombang laut, sehingga gelombang laut yang terbentuk cenderung memiliki ketinggian yang lebih tinggi serta energi yang lebih besar. Bila gelombang tinggi tiba bersamaan dengan saat laut pasang, maka akan terjadi banjir yang biasanya disebut dengan gelombang badai. Simulasi hidrodinamika pada penelitian ini dilakukan menggunakan program Delft 3D. Delft 3D merupakan program open source yang dikembangkan oleh TU Delft (Delft University of Technology). Hasil dari model Delft 3D pada titik a memiliki nilai tinggi gelombang maksimal sebesar 4,989 m. Pada titik b memiliki nilai tinggi gelombang maksimal sebesar 5,099 m. Pada titik c memiliki nilai tinggi gelombang maksimal sebesar 4.027 m. Pada titik d memiliki nilai tinggi gelombang maksimal sebesar 7.144 m
Research 1-2-3 : to Author, to get Published & to get Cited
Sesuai dengan semangat dalam memajukan riset di Telkom University untuk menjadi research university, Openlibrary mengundang civitas akademika untuk mengadakan knowledge sharing tentang penelitian bersama pihak IGroup, Selasa, 6 Oktober 2015 di ruang rapat Perpustakaan, Gedung Bangkit Lantai 4. Pihak IGroup yang diwakili oleh Woei Fuh Wong, PhD (General Manager of Consulting) Singapore , Helwis Thai (Country Manager), dan Elaine (perwakilan IGroup di Malaysia) memaparkan tentang proses ide menjadi sebuah riset, serta bagaimana mempublikasikan riset dengan tepat. Isu plagiarism menjadi salah satu yang penting dalam sebuat riset. Dalam arti bukan sebanyak apa kesamaan dalam penulisan, namun lebih kepada orisinalitas sebuah ide.
Dalam knowledge sharing ini dikatakan pula bahwa pustakawan sebagai mentor untuk para peneliti muda dalam hal memberikan referensi untuk menstimulasi munculnya ide kreatif sampai akhirnya ide tersebut dapat menjadi sebuah tulisan. Ini merupakan sebuah tantangan dari seorang pustakawan untuk memenuhi kebutuhan informasi usernya.
Pada diskusi ini disampaikan pula strategi publikasi riset dengan mengkaji kembali mengapa hasil riset tersebut harus dipublikasikan. Apakah riset tersebut benar-benar baru, melanjutkan dari riset yang pernah ada, atau bahkan memvalidasi sebuah riset yang pernah ada. Selanjutnya dijelaskan pula bagaimana cara menentukan target audience dari riset tersebut.
Lewat knowledge sharing ini pihak perpustakaan berharap seluruh civitas akademika Telkom University, terutama dosen dapat memiliki pengetahuan mengenai cara tepat mengenai membuat dan mempublikasikan sebuah riset, sehingga penelitian yang telah dibuat dapat terpublikasi dengan benar dan tepat guna
