e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
292 research outputs found
Sort by
Model Transpor Sedimen Terhadap Kesesuaian Labuh Kapal di Dermaga Pelabuhan Patimban: Model of Sediment Transportation on The Suitability of Ship Anchorage at Patimban Port
Sedimentasi yang terjadi di Pelabuhan Patimban menyebabkan pendangkalan pada alur pelayaran dan kolam labuh kapal, sehingga mengganggu aktivitas yang terjadi pada pelabuhan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, diperlukan kegiatan pemeliharaan dengan cara melakukan pengerukan sedimen yang mengendap secara berkala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola transpor sedimen yang terjadi selama satu bulan dalam mempengaruhi kedalaman di kolam labuh kapal yang diakibatkan oleh sedimen yang terbawa dari Sungai Sewu menuju kolam labuh kapal di Pelabuhan Patimban. Metode yang digunakan adalah metode numerik dengan pemodelan hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan MIKE. Hasil menunjukkan bahwa pada area labuh kapal terjadi erosi dan sedimentasi yang tergolong sangat kecil yaitu erosi maksimal -0,0000754 meter dan sedimentasi maksimal sebesar 0,000026 meter. Sedangkan pada area alur pelayaran kapal juga terjadi erosi dan sedimentasi yang tergolong sangat kecil yaitu erosi maksimal sebesar -0,00006 meter dan sedimentasi maksimal sebesar 0,00000833 meter
Simulasi Pemodelan 3-Dimensi Hidrodinamika Arus Baroklinik di Perairain Selat Alor: 3-Dimensional Hydrodynamic Modeling Simulation of Baroclinic Currents in The Waters of The Alor Strait
Perairan Selat Alor merupakan salah satu wilayah maritim yang penting di Indonesia, di mana arus baroklinik memiliki peran signifikan dalam mengatur dinamika perairan. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi pemodelan 3-dimensi untuk memahami perilaku hidrodinamika arus baroklinik di perairan Selat Alor. Pola, arah dan pergerakan arus pada Selat Alor memiliki pola yang hampir sama pada setiap bulannya selama periode pengamatan bulan Januari 2023, April 2023, Juli 2023, dan Oktober 2023 pada musim Barat,peralihan musim barat ke Timur,Musim Timur,serta peralihan Musim Timur ke Barat dengan arah pergerakan dominan menuju utara, kecuali yang terjadi pada Bulan April yaitu arus cenderung mengarah ke arah Selatan hal ini di karenakan beberapa faktor, termasuk perubahan musiman dalam pola angin, suhu permukaan laut, dan fenomena atmosferik lainnya. Nilai rata-rata kecepatan keseluruhan perairan Selat Alor yaitu sekitar 0,804462337 m/s. Arus ini cenderung mengalir ke arah utara, dengan pola aliran yang mengalami defleksi akibat efek Coriolis. Distribusi salinitas arus permukaan di perairan Selat Alor pada setiap Musim Barat cenderung merata yaitu sekitar 34,400 ppt-34,425 ppt. Sementara musim peralihan barat ke timur salinitas lebih tinggi di daerah selatan selat dengan nilai rata-rata 34,04 ppt-34,24 ppt. Pada musim timur sama seperti musim peralihan barat ke timur yaitu cenderung tinggi di area selatan Selat Alor dengan nilai sekitar 33,92 ppt-34,32 ppt. Sedangkan pada musim peralihan timur ke barat yaitu ke arah utara Selat Alor, meningkatkan salinitas di wilayah tersebut dengan nilai rata-rata sekitar 34,43 ppt-34,50 ppt. Sementara untuk distribusi temperatur keseluruhan di perairain Selat Alor rata-rata sekitar 12°C-16°C.Selain itu, simulasi juga mengungkapkan adanya pola aliran sekunder dan turbulensi yang terbentuk akibat interaksi kompleks antara arus utama dengan topografi dasar laut
Analisis Lokasi Pembangkitan Gelombang Soliton Internal di Selat Alor Berdasarkan Data Pasang Surut dan Citra Satelit: Analysis of Internal Soliton Wave Generation Site in The Alor Strait Based on Tidal Data and Satellite Imagery
Selat Alor memiliki karakteristik topografi kompleks dengan variasi kedalaman 400-2800 meter yang berpotensi mendukung pembangkitan gelombang soliton internal (GSI). Penelitian ini bertujuan menganalisis lokasi pembangkitan GSI di Selat Alor berdasarkan korelasi data pasang surut model OTIS dan citra satelit SAR Sentinel-1 periode 2010-2023. Metode analisis kualitatif deskriptif dan komparatif digunakan untuk mengevaluasi hubungan temporal antara kondisi pasang surut dan kemunculan signature GSI pada citra SAR. Hasil penelitian menunjukkan korelasi konsisten antara kondisi spring tide dan kemunculan pola pita gelap-terang karakteristik GSI pada citra SAR. Variabilitas musiman teramati dimana pembangkitan GSI tidak hanya bergantung pada kekuatan arus pasang surut, tetapi juga dipengaruhi stratifikasi massa air dan dinamika Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Pengaruh Arlindo sebagai arus latar memberikan kontribusi energi tambahan yang memungkinkan pembangkitan GSI bahkan pada kondisi forcing pasang surut lemah. Karakteristik spasial gelombang menunjukkan multiple generation sites dengan fenomena interaksi antar paket gelombang. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa Selat Alor merupakan hotspot pembangkitan GSI yang signifikan di sisi selatan kepulauan Indonesia dengan implikasi regional terhadap dinamika oseanografi timur Indonesia, mixing vertikal, dan transport massa air
Karakteristik Gelombang Laut di Teluk Banten dan Sekitarnya pada Monsun Peralihan Berdasarkan Data Model Global : The Characteristics of Sea Waves in Banten Bay and Its Surroundings During The Transitional Monsoon Based on Global Model Data
Perairan Teluk Banten merupakan wilayah yang sibuk setiap hari dengan berbagai aktivitas, seperti kapal nelayan, perahu penumpang antar pulau, dan wisata bahari. Kegiatan kelautan ini memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat di daerah tersebut, baik dalam hal transportasi pelayaran maupun ekonomi. Salah satu fenomena laut yang sangat vital adalah tinggi gelombang laut, sehingga diperlukan informasi tentang karakteristik gelombang laut di Perairan Teluk Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang di Perairan Teluk Banten pada musim peralihan (1 September - 10 Oktober 2024) berdasarkan sumber data sekunder dari CMEMS Marine Copernicus. Simulasi model diolah menggunakan Ocean Data View (ODV), didukung dengan Microsoft Excel. Hasil pengolahan data menunjukkan pola angin dan gelombang di Perairan Teluk Banten dengan nilai statistik analisis sebagai berikut: kecepatan angin maksimum 1,168 m/s, minimum 1,159 m/s, dan rata-rata 1,163 m/s. Hasil pengolahan gelombang menunjukkan nilai significant wave height maksimum 2,840 m, minimum 0,140 m, dan rata-rata 1,844 m. Nilai swell wave maksimum 2,410 m, minimum 0,110 m, dan rata-rata 1,472 m. Sedangkan nilai wind wave maksimum 1,750 m, minimum 0,00 m, dan rata-rata 0,858 m. Untuk nilai stokes wave drift velocity antara 3.1 cm/s hingga 16,5 cm/s. Dengan mengetahui karakteristik gelombang laut di Perairan Teluk Banten terhadap monsun kedua, diharapkan dapat meningkatkan angka keselamatan dalam kegiatan di laut, seperti wisata dan pelayaran
Analisa Karakteristik Pasang Surut di Perairan Lembar Nusa Tenggara Barat Menggunakan Metode Kuadrat Terkecil Periode Oktober 2024: Analysis of Tidal Characteristics in The Sheet Waters of West Nusa Tenggara Using The Least Squares Method for The Period of October 2024
Fenomena pasang surut di perairan Lembar, Nusa Tenggara Barat, memainkan peran penting dalam berbagai aspek kegiatan pesisir, seperti perikanan, transportasi laut, dan pawisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut di perairan Lembar, Nusa Tenggara Barat, menggunakan metode kuadrat terkecil dan perangkat lunak T-Tide. Data diambil dari fasilitas Sea Level Station Monitoring selama 31 hari pada Oktober 2024. Lokasi penelitian dipilih karena aktivitas maritimnya yang tinggi dan topografi dasar lautnya yang beragam, yang memengaruhi pola pasang surut. Analisis data menghasilkan 32 konstanta harmonik, terdiri dari 19 konstanta signifikan dan 13 konstanta non-signifikan. Komponen K1 dan M2 menunjukkan amplitudo dominan, mengindikasikan pola pasang surut campuran condong ke harian ganda. Grafik elevasi menunjukkan fluktuasi periodik air laut dengan amplitudo maksimum 0,34 meter (K1) dan 0,26 meter (M2). Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang pola pasang surut di perairan Lembar, yang strategis sebagai lokasi latihan militer dan destinasi wisata maritim. Selain itu, hasil ini dapat digunakan untuk pengembangan model prediksi pasang surut jangka panjang, mitigasi dampak perubahan iklim, serta mendukung keamanan aktivitas maritim. Penelitian ini diharapkan menjadi landasan untuk studi lebih lanjut terkait fenomena pasang surut dan pengelolaan wilayah pesisir
Akurasi Pemetaan Garis Pantai Berbasis Citra Udara UAV di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara : Accuracy of Coastline Mapping Based on UAV Aerial Imagery at Ancol Carnival Beach, North Jakarta
Perubahan garis pantai akibat abrasi, sedimentasi, dan aktivitas manusia memerlukan metode pemetaan yang akurat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penggunaan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam pemetaan garis pantai di kawasan Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara. Metode yang digunakan meliputi akuisisi citra udara melalui UAV dan pengukuran titik kontrol tanah (Ground Control Points/GCP) menggunakan GPS tipe R8s. Data citra diproses dengan perangkat lunak fotogrametri untuk menghasilkan ortophoto, sedangkan analisis keakuratan dilakukan menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan ketelitian spasial pemetaan dan memberikan alternatif yang efisien dibandingkan metode konvensional, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pemetaan garis pantai yang responsif terhadap dinamika lingkungan pesisir
Identifikasi Perubahan Garis Pantai di Kawasan Reklamasi Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara: Identification of Shoreline Changes in The Reclaimed Area of Karnaval Beach, Ancol, North Jakarta
Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang terjadi akibat faktor alami dan aktivitas manusia, seperti reklamasi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan garis pantai di kawasan reklamasi Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, menggunakan GPS Geodetik Trimble R8s dan R12i. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan dengan teknik Stop and Go Kinematic, pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, serta analisis perubahan garis pantai dengan ArcGIS 10.3 menggunakan alat Near Distance dan buffer sejauh 45 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pergeseran garis pantai dengan perubahan terbesar mencapai 34,47 meter, terutama di wilayah reklamasi. Perbandingan antara hasil pengukuran dengan Peta Laut Indonesia mengungkapkan bahwa perubahan garis pantai didominasi oleh aktivitas reklamasi, dengan faktor alami seperti abrasi dan akresi yang turut berkontribusi. Evaluasi alat menunjukkan bahwa GPS Trimble R8s lebih efektif dalam survei garis pantai karena tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam mengukur perubahan kecil. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai dampak reklamasi terhadap dinamika garis pantai serta pentingnya pemantauan berkala untuk pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan Shoreline changes are dynamic phenomena influenced by natural factors and human activities, such as coastal reclamation. This study aims to identify shoreline changes in the reclaimed area of Karnaval Beach, Ancol, North Jakarta, using Trimble R8s and R12i Geodetic GPS. The method involves field surveys with the Stop and Go Kinematic technique, data processing using Microsoft Excel, and shoreline change analysis with ArcGIS 10.3, utilizing the Near Distance tool and a 45-meter buffer. The results indicate significant shoreline shifts, with the largest reaching 34.47 meters, primarily in reclaimed areas. Comparison with the Indonesian Nautical Chart reveals that shoreline changes are mainly driven by reclamation activities, with natural factors such as abrasion and accretion also playing a role. The evaluation shows that the Trimble R8s GPS is more effective for shoreline surveys due to its higher accuracy in detecting minor changes. This study provides insights into the impacts of reclamation on shoreline dynamics and highlights the importance of regular monitoring for sustainable coastal management
Pencarian Lokasi Yang Tepat untuk Pemasangan Turbin Arus Laut Penghasil Daya Listrik: Identification of Suitable Sites for Marine Current Turbine Installation for Power Generation
Selat Pantar memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi arus pasang surut sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal pemasangan turbin dengan melakukan pemodelan hidrodinamika. Pemodelan hidrodinamika dilakukan menggunakan perangkat lunak MIKE Zero, dengan memasukkan data sekunder yang meliputi pasang surut sebagai open boundary condition, data angin dari ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) sebagai faktor forcing permukaan, serta data batimetri dari GEBCO (General Bathymetric Chart of the Oceans) untuk merepresentasikan kondisi kedalaman perairan. Model divalidasi menggunakan data prediksi global dari TPXO (Tidal Prediction X-bar Orography), menghasilkan RMSE sebesar 0,3158 dan koefisien korelasi 0,8059, yang menunjukkan akurasi tinggi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Selat Pantar memiliki pola pasang surut condong harian ganda dengan FormZahl 0,7228, serta kecepatan arus maksimum terjadi saat spring tide (0,8 m/s) dan menurun pada neap tide (Analisis dilakukan pada tiga stasiun. Stasiun 3 memiliki kecepatan arus tertinggi, sehingga direkomendasikan sebagai lokasi utama pemasangan turbin Darrieus, yang memiliki cut-in speed 0,5 m/s. Sementara itu, Stasiun 2 dapat menjadi alternatif jika optimalisasi teknologi memungkinkan operasi pada kecepatan lebih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan energi arus pasang surut yang berkelanjutan di Selat Pantar
Rancang Bangun Single Beam Echosounder (SBES) Menggunakan Piezoelectric dengan Menambah Band Pass Filter Berbasis Microcontroller Raspberry Pi Pico : Single Beam Echosounder Design using Piezoelectric With Addition of Band Pass Filter Based on Raspberry Pi Pico Microcontroller
Penelitian ini berfokus pada pengembangan alat pengukuran kedalaman yang akurat untuk aplikasi survei hidroakustik, mengingat pentingnya data kedalaman yang tepat dalam berbagai kegiatan maritim. Alat yang dirancang adalah Single Beam Echosounder (SBES) yang memanfaatkan teknologi piezoelectric dan dilengkapi dengan band pass filter berbasis microcontroller Raspberry Pi Pico. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yang melibatkan pengamatan dan pengukuran di dua lokasi berbeda, yaitu kolam renang dan laut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini memiliki penyimpangan kalibrasi yang signifikan, yaitu 7 meter di kolam renang dan 1 meter di laut, yang menunjukkan bahwa alat ini belum memenuhi standar survei yang ditetapkan oleh International Hydrographic Organization (IHO). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun alat yang dikembangkan menunjukkan potensi untuk digunakan dalam survei hidroakustik, masih diperlukan perbaikan lebih lanjut untuk meningkatkan akurasi dan kinerja alat agar dapat berfungsi secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi pengukuran kedalaman yang lebih baik di masa depan, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya di bidang hidroakustik dan teknologi mariti