e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
    292 research outputs found

    Implementasi Pemanfaatan Drone Surveilans pada Peperangan Modern Disertai Rancang Bangun Modifikasi Drone Surveilans Fixed Wing: Implementation Of Surveillance Drone Utilization In Modern Warfare Accompanied With Modified Design Of Fixed Wing Surveillance Drone

    No full text
    Perkembangan teknologi drone telah merevolusi strategi militer modern, terutama dalam hal pengawasan dan pengintaian di medan perang. Pergeseran paradigma dalam peperangan modern mendorong penggunaan pesawat tanpa awak (UAV) sebagai elemen kunci dalam peperangan yang dapat memberikan keuntungan strategis di medan perang, yang turut mencakup kawasan pesisir pantai dan pulau-pulau kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan penggunaan drone pengintai dalam konteks peperangan modern dan merancang serta membangun prototipe drone sayap tetap yang dapat beroperasi secara otonom. Metodologi penelitian meliputi studi literatur tentang penggunaan drone dalam operasi militer, disertai wawancara para ahli di bidangnya dengan pendekatan kualitatif serta proses perancangan dan pengujian kinerja drone yang dikembangkan. Aspek teknis yang dikaji meliputi struktur drone sayap tetap, sistem navigasi cerdas berbasis GPS yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk pengawasan. Hasil perancangan dan konstruksi menunjukkan bahwa drone sayap tetap memiliki keunggulan dalam hal jangkauan terbang, efisiensi energi, dan kemampuan pengumpulan data secara real-time. Implementasi drone pengintai telah terbukti berkontribusi signifikan terhadap efektivitas operasi militer dengan meningkatkan kemampuan deteksi dini, pengintaian taktis, mengurangi risiko bagi personel, dan menyediakan data akurat untuk pengambilan keputusan strategis. Dengan demikian, desain dan konstruksi drone sayap tetap ini dapat menjadi acuan awal dalam pengembangan UAV militer domestik yang tangguh dan efisien

    Pemanfaatan Data Sub Bottom Profiler untuk Identifikasi Pipa Bawah Laut (Studi Kasus Perairan Karangantu Banten): Application of Sub-Bottom Profiler Data for Subsea Pipeline Identification (Case Study in Karangantu Waters, Banten)

    Full text link
    SBP merupakan alat survei akustik yang mampu mendeteksi objek yang terpendam dalam sedimen dasar laut melalui pemancaran gelombang suara berfrekuensi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pipa Bawah Laut menggunakan data Sub Bottom Profiler (SBP) di perairan Karangantu, Banten. Data yang digunakan berasal dari Latihan Praktek Survei Hidro-Oseanografi Mahasiswa S1 Angkatan 44 STTAL Hidros tahun 2024 dengan instrumen SBP Innomar SES 2000 Compact dengan frequensi 10 kHz. Metodologi penelitian melibatkan proses, pengolahan data dan  menggunakan perangkat lunak seperti SonarWiz, Seisee, dan Matlab, serta validasi terhadap Peta Laut Indonesia dan data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SBP dapat secara efektif mengidentifikasi posisi, kedalaman, dan dimensi pipa bawah laut serta menentukan nilai intensitas hambur balik (backscattering strength) yang menjadi indikator keberadaan material logam. Hasil pengolahan dan analisa dari SonarWiz menunjukkan rata-rata dimensi Pipa Bawah Laut dari 20 lajur memiliki lebar 0.84eter dan tinggi 0.58 meter. Hasil pengolahan nilai hambur balik target dari 20 lajur teridentifikasi mendapatkan nilai backscattering strength ( Hambur Balik ) rata-rata -0.525 dB, nilai hambur balik tertinggi pada target 16 dengan nilai -0.03 dB, dan terendah pada target 8 dengan nilai -1.823 dB, yang menunjukkan kemungkinan besar nilai hambur balik tertinggi adalah objek keras berupa Pipa Bawah Laut. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan SBP memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pemeliharaan infrastruktur bawah laut serta mitigasi risiko kerusakan.

    Komparasi Karakter Pasang Surut di Perairan Meulaboh Antara Analisis Least Square dan Admiralty: Comparison of Tidal Character in Meulaboh Coastal Waters Between Least Square and Admiralty Analysis

    Full text link
    Data pasang surut memiliki peranan penting dalam berbagai bidang seperti Hidrografi, Oseanografi, proyek rekayasa, perikanan, pariwisata, dan penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data pasang surut di perairan Meulaboh, Aceh dengan memanfaatkan software metode Least Square dan metode Admiralty sebagai pendekatan komparatif. Data diambil melalui observasi selama 29 hari. Analisis ini mengidentifikasi nilai konstanta harmonik, karakteristik tipe pasang surut dan elevasi muka air rencana. Hasil penelitian menunjukkan nilai konstata harmonik yang sangat erat antara kedua metode dengan nilai regresi R² sebesar 0,9954 dan nilai korelasi sebesar 0,997.  Dari perhitungan nilai Fomzahl (F), menghasilkan nilai F dari metode Admiralty 0,658 sedangkan metode Least Square yaitu 0,613. Dari kedua nilai F terbebut digolongkan tipe  pasut campuran dengan kecenderungan harian ganda

    Analisis Harmonik Konstanta Pasang Surut di Perairan Teluk Banten Menggunakan Metode Least Square dan Admiralty: Harmonic Analysis of Tidal Constants in Banten Bay Coastal Waters Using The Least Squares Method and Admiralty

    Full text link
    Wilayah pesisir memiliki kondisi fisik laut dengan variasi gelombang pasang surut yang beraneka ragam, seperti yang terjadi pada perairan Teluk Banten dimana terdapat banyak aktivitas manusia yang dapat mengakibatkan proses oseanografi laut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakteristik pasang surut di perairan Teluk Banten yang meliputi data-data yaitu komponen pasang surut, tipe pasang surut dan elevasi muka air menggunakan data model global pada 5 September sampai 3 Oktober 2024. Analisis data menggunakan metode least square dan admiralty selama 29 piantan sehingga dapat menentukan komponen harmonic pasang surut yaitu M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, M4, MS4 dan perhitungan bilangan formzahl dalam menentukan tipe pasang surut dengan menggunakan software Matlab. Hasil dari analisis menggunakan metode least square menunjukan terdapat 32 komponen konstanta pasang surut dengan 26 komponen signifikan, 8 komponen tidak signifikan, didapat nilai bilangan formzahl-nya adalah 2,190667, kemudian analisis menggunakan metode admiralty nilai formzahl-nya adalah 2,195. Berdasarkan analisis tersebut tidak terdapat perbedaan yang signifikan sehingga tipe pasang surut di perairan Teluk Banten dari kedua metode tersebut didapat tipe Pasang Surut Campuran Condong Harian Tunggal

    Karakteristik Pasang Surut di Wilayah Perairan Cilacap Berdasarkan Metode Analisis Least Square: Characteristics of Tides in The Cilacap Water Area Based on The Smallest Square Analysis Method

    Full text link
    Studi ini menekankan kepada pengguna MATLAB (T-Tide dalam bahasa pemrograman MATLAB) dalam menganalisis pasang surut, menentukan klasifikasi tipe tipe pasang surut dalam bentuk, tabel grafik , formzahl, max snr, min snr di wilayah perairan Indonesia yakni Pulau Jawa (Cilacap), data yang digunakan dari Sea level station monitoring facility dengan pengambilan data pasang surut dalam kurun waktu 1 bulan (30 hari) periode September 2024 sampai dengan Oktober 2024, hasilnya menunjukan bahwa, ketinggian dan fluktuasi Pasang surut amplitudo grafik menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan dalam elevasi muka air laut, yang menandakan adanya pola pasang surut yang cukup jelas di wilayah Cilacap, periode pasang surut siklus fluktuasi harian dapat memberikan gambaran mengenai jenis pasang surut. Dari gambar grafik terlihat adanya lebih dari satu kali puncak dan lembah dalam sehari (dalam skala kecil), yang menunjukkan adanya komponen Semi diurnal (pasang surut harian ganda), amplitudo pasang surut menampilkan grafik memiliki rentang elevasi yang cukup signifikan, menunjukkan bahwa amplitudo pasang surut di wilayah Cilacap cukup besar, amplitudo ini bisa menunjukkan perbedaan antara pasang tertinggi dan surut terendah di lokasi tersebut, analisis harmonik menggunakan T-tide v1.3 beta, penelitian ini melakukan eksperimen menentukan tipe pasut berdasarkan analisis harmonik terhadap data runtut waktu (time series) di perairan Cilacap kemudian konstanta harmonik yang diperoleh digunakan untuk melakukan perhitungan prediksi pasut, tipe pasut ditentukan menggunakan rumus bilangan form. Hasil penelitian ini menghasilkan total sekitar 32 konstanta harmonik

    Pemodelan Lokasi Shadowzone Kapal Selam dengan Metode Ray Tracing di Perairan Selatan Jawa: Modeling of Submarine Shadow Zone Location using Ray Tracing Method in The Southern Waters of Java

    Full text link
    Pemodelan lokasi kapal selam memiliki peran strategis dalam pertahanan maritim, khususnya dalam operasi penyamaran akustik. Penelitian ini menggunakan metode ray tracing untuk menentukan lokasi shadow zone di perairan selatan Jawa berdasarkan data suhu dan salinitas dari stasiun pengamatan di Samudera Hindia. Data tersebut dianalisis menggunakan perangkat lunak (ODV) dan Matlab serta dikombinasikan dengan persamaan Leroy, Medwin, dan Mackenzie untuk menentukan profil kecepatan suara dalam laut. Pemodelan dilakukan dengan pendekatan polyfit polinomial pangkat 12, 13, dan 14 guna memperoleh kurva terbaik dalam distribusi kecepatan suara. Hasil simulasi menunjukkan bahwa shadow zone terbentuk pada kedalaman tertentu, tergantung pada posisi sumber suara (transducer). Jika transducer ditempatkan pada kedalaman 40-meter, shadow zone berada di kedalaman kurang dari 32 meter dengan jangkauan 16.100 meter. Pada kedalaman transducer 160 meter, shadow zone terbentuk di kedalaman kurang dari 113 meter dengan jangkauan 100.000 meter, sedangkan pada kedalaman transducer 400 meter, shadow zone terbentuk di kedalaman kurang dari 185 meter dengan jangkauan 100.000 meter. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan strategi operasi kapal selam di perairan selatan Jawa

    Perbandingan Metode Admiralty dan Least-Square untuk Analisis Pasang Surut di Cilacap: Comparison of Admiralty and Least-Square Methods for Tidal Analysis In Cilacap

    Full text link
    Perairan Cilacap berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga menjadi lokasi strategis untuk pelayaran nasional maupun internasional yang perlu diketahui karakteristik pasang surutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut di Perairan Cilacap menggunakan dua metode yaitu Admiralty dan Least Square. Data pasang surut yang digunakan berasal dari pengamatan BMKG Cilacap selama 29 hari pada bulan Desember 2022. Penelitian ini menghitung konstanta harmonik, menentukan tipe pasang surut, dan menghitung elevasi muka air laut rencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstanta harmonik M2 memberikan pengaruh terbesar terhadap pola pasang surut. Tipe pasang surut yang teridentifikasi adalah campuran condong harian ganda dengan nilai formzahl sebesar 0,405 (Admiralty) dan 0,394 (Least Square). Nilai elevasi muka air maksimum (HHWL) berdasarkan metode Admiralty sebesar 227 cm dan metode Least Square sebesar 218 cm, sedangkan nilai muka air minimum (LLWL) masing-masing sebesar -7,6 cm dan 1,4 cm. Secara keseluruhan, metode Least Square memberikan hasil yang lebih akurat dan detail dibandingkan metode Admiralty. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas di wilayah pesisir, seperti navigasi pelayaran, pembangunan pelabuhan, dan mitigasi bencana pesisir

    Analisis Karakteristik Arus pada Beberapa Kedalaman di Laut Jawa Sepanjang Tahun 2024: Analysis of Current Characteristics at Various Depths in The Java Sea Throughout 2024

    Full text link
    Laut Jawa merupakan perairan semi-tertutup yang memiliki karakteristik oseanografi kompleks akibat pengaruh sirkulasi regional dan sistem angin muson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik arus laut pada beberapa kedalaman di Laut Jawa, dengan fokus pada variasi arah dan kecepatan arus secara vertikal serta pengaruh musiman. Data arus diperoleh dari model oseanografi Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola arus laut di Laut Jawa Diduga dipengaruhi oleh dinamika angin muson, dengan perbedaan signifikan antara Musim Barat dan Musim Timur. Pada Musim Barat, arus permukaan umumnya bergerak dari barat ke timur, sedangkan pada Musim Timur arah dominan bergeser dari timur ke barat. Secara vertikal, kecepatan arus cenderung menurun seiring bertambahnya kedalaman. Rata-rata kecepatan arus permukaan berada pada kisaran 0,05–0,35 m/s, sedangkan pada kedalaman menengah dan bawah berkisar antara 0,01–0,15 m/s. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kedalaman memberikan pengaruh signifikan terhadap distribusi arus, serta mencerminkan peran penting angin muson dan topografi lokal dalam mengatur pola sirkulasi di Laut Jawa

    Analisis Karakter Gelombang Laut di Perairan Selat Lombok Periode Tahun 1993: Analysis of The Ocean Waves Character in Lombok Strait Coastal Waters During 1993

    Full text link
    Keindahan alam bahari Pulau Lombok beserta biota laut laut yang hidup di dalamnya merupakan aset nasional yang tak ternilai harganya dan wajib kita lestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Faktor kelestarian alam inilah yang melatarbelakangi penelitian terhadap karakter gelombang laut di perairan Selat Lombok pada periode tahun 1993, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran nyata pengaruh gelombang laut selama lebih dari 20 tahun tersebut terhadap aktivitas masyarakat Lombok masa sekarang pada aspek pariwisata bahari, dermaga labuh bongkar muat ikan dan kegiatan pelayaran tradisional. Metode yang digunakan yaitu dengan evaluasi data dari arsip CMEMS Marine Copernicus yang diolah menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV), dianalisis secara 2-dimensi spasial propagasi gelombang dengan variasi bulanan. Selain itu, dianalisis pula secara mareogram variasi temporal di beberapa stasiun observasi atau pengamatan virtual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama periode bulan Januari hingga Desember tahun 1993, gelombang signifikan tertinggi adalah 2,35 meter di bagian Selatan Selat Lombok pada bulan Juli 1993, serta yang terendah adalah 0,4 meter, di bagian Tengah Selat Lombok pada bulan Desember 1993

    Evaluasi Kualitas Data Batimetri Batnas dan Etopo di Wilayah Selatan Pangandaran menggunakan Pendekatan Statistik Hukum Benford: Assessing The Quality of Bathymetric Data of Batnas and Etopo in Southern Pangandaran Region using Benford’s Statistical Law

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian distribusi angka dalam data batimetri dari dua sumber utama, yaitu BATNAS dan ETOPO, terhadap pola distribusi Hukum Benford. Analisis dilakukan terhadap digit pertama dan digit kedua dari masing-masing dataset menggunakan uji statistik Z dan Mean Absolute Deviation (MAD). Hasil menunjukkan bahwa baik data BATNAS maupun ETOPO belum sepenuhnya mengikuti pola distribusi logaritmik alami. Nilai MAD digit pertama untuk data BATNAS sebesar 0,0573, sedangkan ETOPO sebesar 0,0558, yang keduanya berada di atas ambang batas 0,015 dan masuk dalam kategori tidak sesuai dengan Hukum Benford. Untuk digit kedua, nilai MAD BATNAS sebesar 0,0323 dan ETOPO sebesar 0,0169, yang juga melebihi ambang batas 0,012. Namun, secara relatif data ETOPO menunjukkan tingkat kesesuaian yang lebih baik dibandingkan BATNAS, ditandai oleh nilai MAD yang lebih rendah pada kedua digit. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Hukum Benford dapat menjadi alat validasi numerik awal dalam memilih dataset yang lebih andal untuk kebutuhan pemodelan oseanografi, khususnya di wilayah pesisir selatan Pangandaran yang rawan terhadap bencana oseanografi

    98

    full texts

    292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇