e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
    292 research outputs found

    Halaman Depan Jurnar Chart Datum Vol 11 No 1

    No full text

    Karakter Tinggi Gelombang Signifikan di Perairan Selat Sunda Berdasarkan Data Model Global Periode Tahun 2024: Significant Wave Height Characteristics in The Sunda Strait Waters Based on Global Model Data for The Year 2024

    Full text link
    Selat Sunda merupakan perairan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Selat sunda juga merupakan jalur transportasi utama lalu lintas baik barang maupun penumpang yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur bagi kedua pulau tersebut. Selat Sunda memiliki luas sekitar 30km2 dari titik tersempitnya, selat ini juga menghubungkan Selat Jawa dan Samudera Hindia yang berfungsi sebagai jalur utama pelayaran kapal kapal yang melintas dari Laut China Selatan menuju Samudera Hindia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tinggi gelombang signifikan (Significant Wave High) di Perairan Selat Sunda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari Copernicus Marine Service periode tahun 2024 dengan resolusi spasial 0,0830 dan resolusi temporal (per 3 Jam), dianalisis secara 2 dimensi menggunakan mareogram 1 dimensi dengan variasi per 3 bulan, berdasarkan analis dan olah data di dapatkan tinggi gelombang signifikan terjadi pada bulan Desember dengan ketinggian 3,71 dan tinggi gelombang maksimum sebesar 4 meter, ketinggian minumam sebesar 0,5m serta rata-rata gelombang selama periode tahun 2024 antara 1,5 – 2m

    Karakter Arus Perairan Selat Bali di Kedalaman Berbeda pada Periode Tahun 2024: Characteristics of Bali Strait Water Currents at Different Depths in The Period of 2024

    Full text link
    Selat Bali adalah selat yang memisahkan antara pulau Jawa (di sebelah Timur) dengan pulau Bali (di sebelah Barat). Perairan selat Bali tentunya memiliki aliran arus yang mengalir sesuai musimnya. Penelitian ini akan meneliti tentang kecepatan dan arah arus di selat Bali selama tahun 2024 pada beberapa kedalaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih tentang kecepatan dan arah arus pada setiap kedalaman perairan, serta kontribusinya terhadap proses-proses oseanografi di selat Bali. Kedalaman yang digunakan diantaranya 0,49 m, 21,6 dan 40,34 m dengan analisa dibantu software Ocean Data View (ODV) untuk mengetahui kecepatan dan melihat arah arus. Kecepatan arus pada kedalaman 0,49 m memiliki rata-rata 0,059 m/s, pada kedalaman 21,6 m memiliki rata-rata 0,23 m/s dan pada kedalaman 40,34 m memiliki rata-rata 0,059 m/s. Dari pola arus yang dihasilkan juga diketahui bahwa arah arus Selat Bali memiliki perbedaan arah aliran. Sepanjang tahun 2024 untuk kedalaman 0,49 m dan 21,6 m memiliki arah arus yang hampir sama yaitu mengalir dari arah Utara menuju ke Selatan. Kemudian untuk kedalaman 40,34 memiliki arah arus yang berbeda dan berlawanan, yaitu arah cenderung mengalir dari arah Selatan menuju ke Utara. Hasil analisa menunjukkan karakteristik arus di selat Bali diduga dipengaruhi oleh dinamika angin dan variasi kedalaman

    Implementasi Vertical Consistency Dalam Pembuatan Cell Electronic Navigational Chart (ENC) di Perairan Pulau Tanajempea dan Pulau-Pulau Sekitarnya Menggunakan Perangkat Lunak Caris S-57 Composer: Implementation of Vertical Consistency in Making Cell Electronic Navigational Chart (ENC) in The Waters of Tanajempea Island and Surrounding Islands Using Caris S-57 Composer Software

    Full text link
    Perkembangan teknologi navigasi pelayaran yang kini telah dilengkapi berbagai sistem navigasi modern. ECDIS (Electronic Chart Display Information System), dapat mengakses ENC (Electronic Navigational Chart). Pembuatan Cell ENC yang mudah dan efisien, lebih lengkap memberikan informasi yang sesuai dengan standar IHO serta tetap memperhatikan Vertical Consistency dalam pembuatannya adalah kunci untuk memastikan keakuratan data. Pulau Tanajampea dan Pulau-Pulau sekitarnya adalah pulau-pulau kecil berpenghuni yang berada di gugusan Kepulauan Selayar, perairan Laut Flores. Tujuan dari penelitian untuk Mengetahui objek yang masuk dalam Implementasi Vertical Consistency pada pembuatan Cell ENC di skala Coastal menggunakan Caris S-57 Composer, melengkapi Cell ENC dengan skala Coastal di Perairan Pulau Tanajempea dan Pulau-Pulau sekitarnya. Metode yang digunakan dengan cara meng-capture objek point, line, area pada PLI, Cell ENC dan Citra Satelit menggunakan software Caris S-57 Composer 4.1. Hasil dari proses capture dilakukan validasi dengan Caris S-57 Composer 4.1 sampai tidak terdapat nilai kesalahan. Untuk mendapatkan produk Cell ENC yang memiliki Quality Assurance, dilakukan validasi pembanding menggunakan software SevenCs Analyzer yang berbasis S-58. Pembuatan Cell ENC ID300372 dengan skala Coastal untuk setiap objek point berupa Sounding, Underwater/awash rock, dan SBNP telah memenuhi kriteria Vertical Consistency yang di-overlay terhadap Cell ENC skala Approach

    Hidrodinamika Teluk Jakarta Akibat Pembangunan Jakarta Giant Sea Wall (GSW): Hydrodynamics of Jakarta Bay Due To The Construction of Jakarta Giant Seawall

    Full text link
    Jakarta menghadapi permasalahan lingkungan dan bencana alam, potensi bencana alam tersebut meliputi banjir, gelombang ekstrim, abrasi dan cuaca ekstrim. Land subsidence yang semakin tinggi, sebagai akibat dari konsolidasi tanah dan pengambilan air tanah secara masif menyebabkan potensi kejadian banjir akan semakin meningkat. Dalam rencana pembangunan jangka panjang 2030, Jakarta mempunyai rencana pembangunan Giant Sea Wall (GSW), yang digunakan untuk mengatasi masalah di Jakarta. Pembangunan GSW yang membentang dilepas pantai Teluk Jakarta akan menyebabkan dampak terhadap perairan dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan kajian perubahan kondisi hidrodinamika di Teluk Jakarta akibat dari pembangunan Giant Sea Wall. Pembangunan GSW berpengaruh sangat signifikan terhadap pola hidrodinamika terutama di dalam tanggul. Fluktuasi muka air laut dan kecepatan arus di dalam tanggul, bersifat sirkulasi tertutup dan hanya dipengaruhi dari debit sungai yang masuk ke tanggul

    Pemanfaatan Data Side Scan Sonar untuk Identifikasi Sedimen Dasar Laut (Studi Kasus Perairan Pesisir Lingga): The Utilization of Side Scan Sonar Data for Identification of Seabed Sediments (A Case Study of Lingga Coastal Waters )

    Full text link
    Teknologi Side Scan Sonar (SSS) telah menjadi alat penting dalam eksplorasi bawah laut, terutama untuk pemetaan dasar laut, identifikasi objek bawah air, dan survei arkeologi maritim. Teknologi ini bekerja dengan memancarkan gelombang suara ke samping dari kapal atau platform bawah laut, kemudian menangkap pantulan gelombang suara untuk menghasilkan gambar dua dimensi dari permukaan dasar laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan penggunaan SSS dalam pemetaan dasar laut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sedimen yang ada di dasar laut. Pemrosesan data SSS dilakukan menggunakan koreksi geometrik dan koreksi radiometrik. Lokasi penelitian berada di sekitar Perairan Lingga menggunakan instrumen Side Scan Sonar C-MAX CM2 dengan frekuensi 325 kHz. Pengolahan data menggunakan software SonarWiz 7, XtfTosegy, Seisee dan Matlab sehingga menampilkan grafik yang dapat menunjukan nilai amplitudo dari target yang terdeteksi pada 10 titik sampling sedimen dasar laut. Hasil pengolahan dan klasifikasi sedimen dari 10 titik tersebut terbagi menjadi 4 jenis sedimen antara lain: karang, kerikil pasiran, pasir, dan pasir kerikilan. Masing – masing jenis sedimen memiliki rentang nilai amplitudo sebesar 24920 - 32384 mV (karang); 27776 mV (kerikil pasiran); 20224 - 27520 mV (pasir); dan 23168 - 31744 mV (pasir kerikilan) dengan konversi amplitudo menjadi nilai hambur balik sebesar -1 s.d. -0.03 dB; -1.37 dB; -4.12 s.d. -1.45 dB; dan -2.94 sd -0.21dB.Pemanfaatan data SSS dapat menjadi alterntif untuk mengidentifikasi jenis sedimen pada kegiatan survei dan pemetaan hidro-osenaografi.

    Rancang Bangun Alat Ukur Pasang Surut Sensor Pressure dengan Metode Pengiriman Data Global System for Mobile Communication (GSM): Design and Construction of A Tide Measuring Equipment Pressure Sensor With Global System For Mobile Communication (GSM) Data Sending Method

    Full text link
    Pasang surut merupakan perubahan tinggi permukaan air yang diakibatkan adanya fenomena gaya gravitasi bulan, oleh karena itu data ini sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, diantarannya bidang hidrografi, oseanografi, proyek rekayasa, perikanan. Hal ini menimbulkan konsekuensi atas ketersediaan alat ukur pasang surut dalam skala besar, praktis, ekonomis, akurat dan akses data yang cepat. Dalam penelitian ini penulis bermaksud untuk meningkatkan kemampuan prototype alat ukur pasang surut sensor pressure yang telah dikembangkan oleh peneliti sebelumnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan tersebut serta diharapkan mampu mewujudkan kemandirian teknologi dalam negeri. Upgrade tersebut dilaksanakan dengan menggunakan microcontroller Arduino uno, sensor pressure, serta menambahan perangkat telemetri menggunakan modul GSM. Modul GSM SIM 800L merupakan jenis modul GSM/GPRS Serial yang banyak digunakan di bidang elektronika sebagai aplikasi pengendalian jarak jauh via Handphone. Hasil penelitian ini berupa prototype alat monitoring ketinggian air yang mampu memberikan informasi ketinggian air secara cepat akurat dan efisien dengan tingkat kesamaan sebesar 0.999 terhadap peralatan pabrikan Tide Master.   Kata kunci: Upgrade Prototype, Alat Ukur Pasut Pressure, Telemetri, GSM SIM 800

    Karakteristik Kolom Air di Titik Penyempitan (Choke Point) Selat Makasar: Characteristics of the Water Column at the Choke Point of the Makassar Strait

    No full text
    Titik Penyempitan (Choke Point) Selat Makassar adalah salah satu wilayah laut Indonesia yang memiliki potensi ancaman besar, termasuk temuan objek asing di dalam kolom air seperti ranjau dan drone bawah air. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik kolom air, khususnya lapisan termoklin yang diindikasikan sebagai wilayah persembunyian atau Shadow Zone, dengan kedalaman 0 hingga 300 meter di Titik Penyempitan Selat Makassar. Data suhu dan salinitas terhadap kedalaman yang diperoleh dari Marine Copernicus selama 1 tahun, dari 16 Desember 2019 hingga 16 Desember 2020, digunakan dalam penelitian ini. Selanjutnya, perhitungan kecepatan rambat suara dilakukan berdasarkan persamaan empiris Medwin, dan lapisan termoklin ditentukan dengan ciri gradien suhu perkedalaman sebesar 0,1ºC untuk setiap pertambahan kedalaman satu meter. Visualisasi data menggunakan software ODV 5.6.2 untuk menganalisis karakteristik kolom air terutama suhu, salinitas, dan kecepatan suara di lapisan termoklin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan termoklin, yang berada pada kedalaman 78 hingga 130 meter, memiliki suhu berkisar 20,2 °C sampai 28,2 °C, salinitas 33,75 ‰ sampai 34,25 ‰, dan kecepatan suara 1525 m/s sampai 1540 m/s, dengan ketebalan lapisan termoklin sekitar 52 meter yang diindikasi sebagai daerah persembunyian atau Shadow Zone

    Peningkatan Data Tinggi dan Kecepatan Hanyut Gelombang pada Sistem Informasi Fusi Oseanografi STTAL: Improved Wave Height and Drift Velocity Data on The STTAL Oceanographic Fusion Information System

    Full text link
    Sistem Aplikasi Basis Data Fusi Oseanografi merupakan hasil kerjasama antara STTAL dengan Marine Coastal Data Laboratory (MCDL) Pusat Riset Penelitian Kelautan dan Perikanan dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2019 yang bertujuan untuk pengelolaan data observasi dan teknologi prediksi Oseanografi Nasional. Pengembangan yang berkelanjutan dengan menambahkah variabel baru seperti Gelombang Angin dan Kecepatan Hanyut Gelombang sangat di butuhkan dalam pemutakhiran Basis Data. Dalam Tugas Akhir ini dilaksanakan pengolahan data Gelombang Angin dan kecepatan Hanyut Gelombang Permukaan selama tahun 2021 dan 2022. Data penelitian bersumber dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS). Gelombang tersebut kemudian di olah menggunakan software ODV versi 5.3.0 untuk menghasilkan peta Gelombang Angin dan Kecepatan Hanyut Gelombang dan dilakukan komputasi menggunakan Software Microsoft Excel untuk mengetahui nilai dari Kecepatan Hanyut Gelombang Permukaan. Hasil pengolahan selanjutnya di unggah kedalam Basis Data Fusi Oseanografi untuk ditampilkan pada Aplikasi Android Fusioseanografi V4 untuk dapat di akases bagi pengguna. Penelitian ini menghasilkan  peta variabel Gelombang Angin dan Kecepatan Hanyut Gelombang permukaan yang di aplikasikan kedalam 12 WFO disetiap tahun dengan setiap WFO berjumlah 12 bulan dengan setiap bulannya berjumlah 1 gambar. Pengolahan selama 2 tahun sehingga menghasilkan peta hasil ploting sejumlah 288 gambar. Hasil penelitian selama 2 tahun didapatkan nilai tertinggi Gelombang Alun berada di bulan Desember 2021 dan bulan Maret di tahun 2022. Keduanya memiliki tinggi Gelombang 4m. Himbauan untuk keselamatan pelayaran pada bulan ini sangat penting mengingat gelombang yang berbahaya bagi keselamatan pelayaran

    Studi Karakteristik Pasut, Arus Pasut, dan Gelombang pada Perencanaan Pembangunan Pangkalan TNI AL Saumlaki Menggunakan Pemodelan Numerik: Study of The Characteristics of Tidals, Tidal Currents, And Waves in Development Planning of The Saumlaki Naval Base using Numerical Modeling

    Full text link
    Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan negara kepulauan memerlukan pertahanan laut yang kuat, dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), sebagai garda terdepan dalam mempertahankan kedaulatan wilayah laut Indonesia. Kehadiran pangkalan yang kuat sangat dibutuhkan dalam mendukung kecepatan reaksi dan kesiapsiagaan TNI AL dalam melaksanakan operasi. Pangkalan Saumlaki berada di sisi selatan Indonesia merupakan pintu terluar yang berbatasan langsung dengan negara Australia (Samudera Indian) perlu dikembangkan agar pengawasan terhadap segala ancaman dan pelanggaran yang datang segera dapat di atasi. Pengembangan suatu pangkalan laut tidak lepas dari faktor oseanografi fisik yang meliputi pola pasang surut, arus laut dan gelombang. Penelitian ini mencoba menganalisa karakteristik pasut, arus pasut, dan gelombang melalui pendekatan pemodelan numerik. Hasil simulasi pemodelan numerik selama satu tahun di area perairan Saumlaki didapatkan bahwa tunggang air akibat pasang surut di perairan Saumlaki sebesar 2,5 m dengan tipe pasang surut harian campuran condong ganda, kecepatan arus pasut maksimum 0.082 m/s dan ketinggian maksimum  gelombang signifikan sebesar 2,65 m   The Republic of Indonesia, as an archipelagic nation, need robust marine defense to safeguard its territorial integrity. In this regard, the Indonesian Navy (TNI AL) serves as the foremost protector in upholding the sovereignty of Indonesia's maritime domain. The inclusion of a robust foundation is vital in facilitating the velocity of reaction and readiness of the Indonesian Navy in executing operational activities. The Saumlaki base, situated in the southern region of Indonesia, serves as the primary point of entry that immediately adjoins Australia via the Indian Ocean. It is imperative to enhance the existing system in order to promptly address and rectify any instances of threats and breaches through comprehensive monitoring. The establishment of a maritime facility is inherently intertwined with physical oceanographic elements, encompassing tide patterns, ocean currents, and waves. This study aims to examine the attributes of tides, tidal currents, and waves using a numerical modeling methodology. The findings from numerical modeling simulations conducted over a one-year period in the Saumlaki waters revealed that the tidal-induced water level increase in this region reached a magnitude of 2.5 meters. The tidal pattern seen was characterized as a mixed double skew daily tidal type. Additionally, the simulations indicated that the greatest speed of the tidal currents reached 0.082 meters per second, while the most significant wave height recorded was 2.65 meters

    98

    full texts

    292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇