6,070 research outputs found
I Remember column in which author Eva LaPlante writes of her visits to sites a
I Remember column in which author Eva LaPlante writes of her visits to sites associated with E. B. White and his book Charlotte\u27s Web
Eva Murray, author of Well Out to Sea , has been a resident of Matinicus Island
Eva Murray, author of Well Out to Sea , has been a resident of Matinicus Island since she moved there to teach at the island\u27s one-room schoolhouse in 1987. She discusses the differences between writing from an island and writing about an island as well as her efforts to dispel some stereotypes and myths about Matinicus through her writing
ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MELALUI KONSEP EVA (ECONOMIC VALUE ADDED) PADA PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk YANG LISTING DI B.E.J
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang Listing di BEJ. Kinerja keuangan perusahaan dapat diukur dengan beberapa cara antara lain: dengan menggunakan rasio finansial. Dalam penelitian ini menggunakan indikator EVA atau lebih dikenal dengan istilah Nilai Tambah Ekonomis/NITAMi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa PT Ramayana Lestari Sentosa memiliki nilai EVA yang berfluktuasi tiap tahunnya. Hal ini berarti perusahaan mampu menciptakan nilai tambah bagi para penyandang dana yang artinya perusahaan mampu memenuhi harapan para penyandang dana yaitu investor dan kreditur. Nilai EVA dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan keuntungan tanpa menggunakan tambahan modal, mengurangi pemakaian modal, dan melakukan investasi. Kata Kunci: penilaian kinerja, EVA (Economic Value Added
Analisis perbandingan metode economic Value added (EVA) dan Financial Value Added (FVA) Sebagai Alat Pengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode Economic Value Added
(EVA) dan Financial Value Added (FVA) sebagai pengukuran kinerja keuangan
pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan untuk periode tahun 2013
hingga 2017. Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA)
adalah konsep penilaian kinerja manajemen berdasarkan ukuran nilai tambah
yang dibuat oleh perusahaan selama periode yang ditentukan. EVA mengukur
laba ekonomi perusahaan dengan memperhitungkan biaya modal, sedangkan
pengukuran laba FVA memperhitungkan kontribusi aset tetap dalam
menghasilkan laba bersih perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode
deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan
menggunakan EVA tidak menciptakan nilai tambah ekonomi dan memiliki
kinerja keuangan yang tidak baik dari tahun 2013 hingga 2017. Sementara
menggunakan FVA, perusahaan mampu menciptakan nilai keuangan positif dari
kinerja keuangan yang baik dari tahun 2013 hingga 2017. Hasil juga
menunjukkan bahwa ada perbedaan yang terjadi antara EVA dan FVA untuk
periode 2013 hingga 2017
Analisis penilaian kerja keuangan perusahaan melalui konsep EVA (Economic Value Added) pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang listing di BEJ
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang Listing di BEJ. Kinerja keuangan perusahaan dapat diukur dengan beberapa cara, antara lain dengan menggunakan rasio financial. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan indikator EVA (Economic Value Added) atau lebih dikenal dengan istilah Nilai Tambah Ekonomis atau NITAMi.
EVA menghitung nilai tambah yang diciptakan perusahaan atas invertasi yang dilakukan. Nilai EVA dapat dicari dengan cara mengurangi laba bersih dengan biaya atas modal yang digunakan oleh perusahaan. Nilai EVA yang positif menandakan telah terjadi nilai tambah bagi investor, dan sebaliknya nilai EVA yang negative, menandakan bahwa perusahaan tidak mampu menciptakan nilai tambah bagi investor dan kreditur. Sedangkan perusahaan yang tidak mampu menciptakan nilai EVA atau nilai EVA-nya negative berarti perusahaan tidak mampu memenuhi
harapan para investor dan kreditur tetap mendapatkan bunga.
Dari hasil penilitian yang dilakukan penulis, diperoleh bahwa PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk memiliki nilai EVA yang berfluktuasi tiap tahunnya. Pada tahun 2000, 2001 dan 2002, nilai EVA adalah positif yaitu masing-masing sebesar Rp 139.542.000.000, Rp 262.822.000.000 dan
Rp 142.027.000.000. Hal ini berarti perusahaan mampu menciptakan nilai tambah bagi para penyandang dana yang artinya perusahaan mampu memenuhi harapan para penyandang dana, yaitu investor dan kreditur. Namun untuk tahun 2003 dan 2004 perusahaan memiliki nilai EVA yang negative, yaitu masing-masing sebesar Rp 1.030.012.000.000 dan Rp
131.388.000.000. Hal ini menandakan perusahaan tidak mampu menciptakan nilai tambah bagi para penyandang dana. Nilai EVA yang negative dikarenakan besarnya biaya atas modal yang digunakan oleh perusahaan. Nilai EVA dapat ditingkatkan dengan cara antara lain :
1. Meningkatkan keuntungan tanpa menggunakan tambahan modal
2. Mengurangi pemakaian modal
3. Melakukan investasi pada proyek-proyek dengan pengembalian tingg
Analisis Economic Value Added (EVA) sebagai Alat untuk Mengetahui Kinerja Keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk. Periode 2014 "“ 2018"
Perkebunan memberikan peran yang sangat penting bagi fundamental ekonomi bangsa Indonesia, salah satunya pada perkebunan kelapa sawit. Dengan adanya isu tersebut dapat memberikan suatu informasi bagi investor yang ingin menanamkan modalnya pada salah satu perusahaan go public yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Modal yang ditanamkan investor kepada perusahaan dapat menunjang kinerja perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya untuk memperoleh keuntungan. Alat yang dapat dipakai untuk menilai suatu kinerja keuangan perusahaan adalah analisis rasio keuangan. Hasil analisis rasio keuangan ini dinyatakan dalam suatu besaran yang merupakan perbandingan antara nilai suatu rekening tertentu dalam laporan keuangan dengan nilai rekening lainnya. Dalam penerapannya, analisis rasio keuangan memiliki beberapa kelemahan dan keterbatasan. Keterbatasan tersebut digunakannya data nilai keuangan historis berdasarkan nilai buku dan tanpa mempertimbangkan nilai pasar dari assets yang dimiliki. Akibatnya data yang digunakan tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya atau realistis, (Warsono, 2002: 46 dalam Vifin, 2008). Kelemahannya belum dapat memuaskan bagi kreditur dan pemegang saham. Kelemahan dan keterbatasan itulah yang mendorong peneliti untuk mencoba mengetahui kinerja keuangan pada PT. Astra Agro Lestari dan apakah perusahaan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi disetiap tahunnya. Adapun alat dikembangkan yaitu EVA (Economic Value Added) sebagai alat pengukur kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan dalam memperoleh keuntungan pada PT. Astra Agro Lestari Tbk. periode tahun 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari IDX Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meliputi laporan keuangan perusahaan, khususnya Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi. Laporan keuangan tersebut yang menjadi dasar dalam perhitungan EVA (Economic Value Added). Hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan metode analisis EVA menunjukkan nilai yang positif atau EVA > 0, terbukti dengan nilai EVA yang tertinggi ditahun 2015, dan nilai terendah ditahun 2016, akan tetapi manajemen perusahaan sudah bisa dikatakan berhasil dalam menciptakan nilai tambah ekonomi perusahaan karena ditahun selanjutnya EVA mengalami kenaikan yang artinya kinerja keuangan perusahaan kembali membaik atau meningkat sehingga mampu menciptakan kekayaan bagi pemegang sahamnya
Obesity of Older School Age Children Based on Physical Activity and Eating Habits
TITLE: Obesity of Older School Age Children Based on Physical Activity and Eating Habits AUTHOR: Bc. Eva Lamačová DEPARTMENT: Department of Education SUPERVISOR: PaedDr. Eva Marádová, CSc. ABSTRACT: This thesis deals with the obesity of older school age children and their dependence on eating and exercising habits. The theoretical part summarizes knowledge regarding overweight and obesity, disease diagnosis, epidemiological trends and complications related to obesity. Emphasis is put on the evaluation of reasons to why this problem occurs, such as disease prevention, dietary and exercise recommendations, its therapy and inclusion of the issue with the secondary school curriculum. The practical part contains research focused on the nutritional status, eating and exercise habits of pupils in secondary school. The survey results are designed for use in pedagogical practice. Usage is targeted for obesity prevention in this age group during Physical Education and Health Education subjects. KEYWORDS: Obesity, overweight, eating habits, exercising habit
ANALISIS PENDEKATAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA
Economic Value Added (EVA is one approach to measuring the financial performance of a company by focusing on the creation of value-added enterprises. EVA shows how big the resulting rate of return on the investment made by shareholders. In this paper, the object used by the author is wrong a company engaged in the food and beverage industry in Indonesia Stock Exchange. data used is the consolidated financial statements of the company in 2011-2012. purpose of this paper is to measure the financial performance of the EVA approach to food and beverage companies 2011-2012. Results analysis of the EVA calculation shows that by using the EVA approach, the financial performance of food and beverage companies can experience a volatile period 2011-2012. In 2011 the company's financial performance has improved food and beverage d in the presence of EVA is positive that the company has succeeded in achieving its goal create value-added enterprises. But in 2012 the company's food and beverage show poor financial performance since EVA generated negative worth. This means that in 2012, the company has not been able to create value for the rate of return expected by shareholders or the investment made. Keywords: Economic Value Added (EVA
SISTEM UPAH BURUH PT. SETIA AGRINDO LESTARI CABANG DESA LAHANG HULU KECAMATAN GAUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR DALAM PERSPEKTIF FIQIH MUAMALAH
ABSTRAK
Eva Saveni, (2022): Sistem Upah Buruh PT. Setia Agrindo Lestari, Cabang Desa Lahang Hulu Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir Dalam Perspektif Fiqih Muamalah
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh diaturnya ketentuan mengenai sistem pembayaran upah buruh harian lepas di dalam Fiqih Muamalah. Hal tersebut terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 188 yang berbunyi: “Dan janganlah kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan batil”. Upah merupakan penghargaan yang diberikan kepada perkerja. Syarat Ijarah/Ujrah Sudah jelas/sudah diketahui jumlahnya. Karena Ijarah akad timbal balik karena itu Ijarah tidak sah dengan upah yang belum diketahui. Menurut Berdasarkan Ijma, Para ulama sepakat bahwa Ijarah itu dibolehkan dan tidak ada seorang ulama pun yang membantah kesepakatan (Ijma’) ini. Jelaslah bahwa Allah SWT telah mensyariatkan Ijarah ini yang tujuannya untuk kemaslahatan umat, dan tidak ada larangan untuk melakukan kegiatan Ijarah. Jadi, berdasarkan nash Al-Quran, Sunnah (hadis) dan Ijma tersebut di atas dapat ditegaskan bahwa hukum Ijarah atau upah mengupah boleh dilakukan dalam Islam asalkan kegiatan tersebut sesuai dengan syara’. Definisi Upah menurut Fiqih Muamalah adalah sesuatu yang jelas. Hal ini mengindikasikan bahwa upah adalah suatu hak yang wajib diterima oleh para pekerja. Hal menjadi alasan menarik untuk menganalisis sistem upah buruh PT. Setia Agrindo Lestari, Cabang Desa Lahang Hulu Kecamata Gaung Kabupaten Indragiri Hilir yang sesuai dengan prinsip syariah atau yang kita kenal Fiqih Muamalah.
Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bagaimana sistem upah buruh harian lepas PT. Setia Agrindo Lestari, Cabang Desa Lahang Hulu Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir, bagaimana Perspektif Fiqih Muamalah terhadap upah buruh harian lepas PT. Setia Agrindo Lestari, Cabang Desa Lahang Hulu Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem upah buruh harian lepas PT. Setia Agrindo Lestari, Cabang Desa Lahang Hulu Kecamatan Gauang Kabupaten Indragiri Hilir, dan untuk mengetahui Perspektif Fiqih Muamalah terhadap upah buruh harian lepas PT. Setia Agrindo Lestari, Cabang Desa Lahang Hulu Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir.
Penelitian ini berbentuk lapangan. Sumber yang dipakai meliputi sumber primer data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari responden atau informan melalui wawancara dan observasi. Data Sekunder diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada, yang berupa teori-teori, buku-buku atau literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Data Tersier ini diperoleh melalui kamus insiklopedia dan lain sebagainya yang masih ada keterkaitan dengan masalah yang di teliti.
Hasil dari penelitian ini adalah Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan, Jika dipandang berdasarkan Fiqih Muamalah berasal pembayaran upahnya maka di larang dalam Islam karena ada unsur Dzhalim didalamnya. Selain itu ada tergandung unsur ketidakjelasan dalam pemberian upah yang tidak disertakan dengan perjanjian. Syarat sistem pemberian upah yang baik adalah mampu memuaskan kebutuhan dasar pekerja, menyediakan sistem pemberian upah yang sebanding dengan perusahaan lain dibidang yang sama, memiliki sifat adil, dan menyadari fakta bahawa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Dan terdapat juga kesalahan lain yang dimana tidak memberikan hak yang seharusnya di penuhi terhadap para pekerja buruh harian lepas. Dalam Prinsip Muamalah, Boleh melakukan Ijarah atau Ujrah asal syarat dan rukunnya terpenuhi, di dalam pembayaran upah ini banyak dalil yang mengatakan bahwa perbuatan Dzholim itu dilarang, seharusnya pemborong bahkan Perseroan Terbatas harus memberikan upah yang layak serta harus ada perjanjian tertulis, ditambah lagi hak-hak lain yang mesti mereka terima, meskipun para buruh harian lepas tidak membantah atas apa yang diterima, alangkah baiknya sesuai aturan Fiqih Muamalah sehingga akad Ijarah atau Ujrah ini bisa berjalan dengan baik tanpa merugikan dan menyakiti pihak lain.
Kata Kunci: Hukum, Ijarah, Ujrah, Buruh Harian Lepas, Fiqih Muamala
PELAKSANAAN AKAD BAGI HASIL PENJUALAN TIKET SEMINAR HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH UIN SUSKA RIAU PERSPEKTIF FIQIH MUAMALAH
ABSTRAK
Eva Lestari, (2025) : Pelaksanaan Akad Bagi Hasil Penjualan Tiket Seminar Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Suska Riau Perspektif Fiqih Muamalah
Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan akad bagi hasil dalam penjualan tiket seminar yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) UIN Suska Riau dengan panitia pelaksana seminar. Akad bagi hasil ini bertujuan untuk membagi keuntungan dari hasil penjualan tiket. Namun, dalam praktiknya terjadi pembagian keuntungan yang tidak sesuai dengan kesepakatan diawal secara sepihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan menjelaskan pelaksanaan, faktor – faktor yang mempengaruhi, serta tinjauan fiqih muamalah terhadap pelaksanaan akad bagi hasil penjualan tiket seminar Himpunan Mahasiawa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah).
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui observasipartisipan, wawancara terstruktur, dan wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang terdiri dari pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Panitia Pelaksana Seminar.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akad bagi hasil dalam penjualan tiket seminar dilakukan secara lisan tanpa adanya dokumen tertulis yang mengatur hak dan kewajiban secara jelas. Kesepakatan awal mengenai pembagian kentungan sebesar 15 % untuk himpunan mahasiswa program studi hukum ekonomi syariah dan 10 % untuk panitia pelaksana seminar. Namun, kenyataannya panitia pelaksana tidak mendapatkan keuntungan dalam kerja sama tersebut.
Dari perspektif fiqih muamalah, akad ini belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan dan transparansi karena kurangnya kepastian hukum dalam kesepakatan yang dibuat. Berdasarkan analisis fiqih muamalah dan pertimbangan prinsip keadilan, transparansi, serta kejelasan akad, pelaksanaan akad seperti ini tidak boleh (haram) karena mengandung unsur gharar dan zulm.
Kata Kunci: Fiqih Muamalah, Akad Bagi Hasil, Penjualan Tiket Semina
- …
