114 research outputs found
Automatic pet feeder / Muhammad Farran Ezar & Muhammad Qushayri Khalimi
Our aim for this project is to design and analysis a Automatic pet feeder is. A microcontroller is a high technology that can store and running the program. This project is about a food container that can feed pet twice a day without human observation by using the microcontroller Arduino uno software which can control the size of the automatic feeding machine door. The time for the door to open has been program earlier in the microcontroller. Therefore, we were plan to designed machine an automatic pet feeder with a simple design. A simple machine design we were used 4 empty box and cut it by follow a our design. After that, we use a hot glue gun for connect every cutting that already designed by using a knife and cutter. We also use a strong Sellotape for our empty box design. When we are already done a design with a complete strong machine, we decided to program· a servo motor by using a Arduino software. This is because we were planned a servo motor will rotate from O degree to 180 degree, if not we must create again a command of programming for servo motor until it happen rotate from O degree until 180 degree. After successfully a program that we were created, we has put a food and a servomotor has rotate as follow from our program a food will flow through the output surface and our project has been success
Islamic Theological Perspective on Pancasila Textbook in Higher Education
AbstractThis reasearch aims to describe the reconstruction of the worldview of Islamic theology within the Pancasila course textbook used at Islamic institutes of higher education. The authors’ observation, research, and knowledge indicate that the majority of students taking compulsory subjects in both general and Islamic tertiary institutions tend to assume that there is no link between the teachings of Pancasila and the teachings of Islamic theology. On the contrary, according to the formulators of Pancasila and the founding fathers of Indonesia, Pancasila is an essence of religious teachings. For example, Soekarno explained that the reason for naming the nation\u27s philosophy Pancasila was because it was inspired by the five pillars of Islam. This research is qualitative in nature by exploring and examining available data in more depth and detail. This type of research places emphasis on library research. Up to the present time, various findings and discussions seem to indicate that the virtuous theological values of Pancasila, with its many variants of scientific studies, are discussed and studied separately from the ‘life and death’ struggle of its theological concept throughout the history of Pancasila to become the nation’s philosophical foundation. Pancasila education has long been considered as a pure knowledge free from any practical involvement of its initiators. The theological concept of Pancasila, which later evolved to become part of subject material in Pancasila Education, demonstrated that it was, in fact, played a role in the zeitgeist, which caused quite a commotion stir during its formulation days.AbstrakPenelitian bertujuan untuk menggambarkan rekonstruksi pandangan dunia teologi Islam dalam buku ajar kursus Pancasila yang digunakan di lembaga pendidikan tinggi Islam. Pengamatan, penelitian, dan pengetahuan penulis menunjukkan bahwa mayoritas siswa yang mengambil mata pelajaran wajib di lembaga pendidikan umum dan Islam cenderung berasumsi bahwa tidak ada hubungan antara ajaran Pancasila dan ajaran teologi Islam. Sebaliknya, menurut perumus Pancasila dan para pendiri bangsa Indonesia, Pancasila adalah inti dari ajaran agama. Misalnya, Soekarno menjelaskan bahwa alasan penamaan filsafat bangsa Pancasila adalah karena ia terinspirasi oleh lima rukun Islam. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan mengeksplorasi dan memeriksa data yang tersedia secara lebih mendalam dan terperinci. Jenis penelitian ini menekankan pada penelitian kepustakaan. Hingga saat ini, berbagai temuan dan diskusi tampaknya mengindikasikan bahwa nilai-nilai teologis Pancasila yang saleh, dengan banyak varian studi ilmiahnya, dibahas dan dipelajari secara terpisah dari perjuangan \u27hidup dan mati\u27 dari konsep teologisnya sepanjang sejarah Pancasila menjadi landasan filosofis bangsa. Pendidikan Pancasila telah lama dianggap sebagai pengetahuan murni yang bebas dari keterlibatan praktis penggagasnya. Konsep teologis Pancasila, yang kemudian berkembang menjadi bagian dari materi pelajaran dalam Pendidikan Pancasila, menunjukkan bahwa itu sebenarnya memainkan peran dalam zeitgeist, yang menyebabkan keributan yang cukup besar selama hari-hari perumusannya.How to Cite: Khalimi., khaer, A. (2020). Islamic Theological Perspective on Pancasila Textbook in Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 102-118. doi:10.15408/tjems.v7i1.16718.
ENT 530 Social Media Portfolio: Zakir Quran Pillow by Hajarkhalimi / Siti Hajar Mohd Khalimi
BabyPian is a trademark for our Zikir Pillow and Quran Pillow. The main objective for this product is to help children in developing innovative and creative technology for early childhood education. It offers variety of verses in the Quran, “Learning and Zikir” and collection of prayers to our customer with an affordable price. The business was developed in 2019 and officially launched on 31st January 2020.
According to the customer review, both of our product which are Zikir Pillow and Quran Pillow, helps children a lot from being addicted to gadget. Not only that, this product is also very popular among parents due to its durability and travel friendly. Hence, this product provides a good vision for the continuation of sale to our customers.
Since early of its launching, Zikir Pillow and Quran Pillow were sold more than 10,000 packages. The increasing demands of our product has resulted into a good profitable sale revenue to our business project. Therefore, Zikir Pillow and Quran Pillow by BabyPian is a good marketable product of choice that can be further expanded to many different areas as the business keeps on growing
ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM PT. ABD DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)
ABSTRAK
Abdul Basith Al Khalimi, ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS
PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE FAILURE MODE
AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI LABORATORIUM PT. ABD. Skripsi.
Mojokerto : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam
Majapahit, Agustus 2018.
PT. ABD merupakan salah satu industri manufaktur yang telah memiliki
divisi EHS (Environment, Health and Safety), meskipun begitu masih saja terjadi
kecelakaan kerja. Faktanya bahwa telah terjadi 12 kecelakaan kerja di PT. ABD
semenjak tahun 2012 sampai dengan 2016. Kekurangan dari sistem yang sudah
ada adalah setiap perbaikan yang muncul dari hasil investigasi hanya diterapkan
pada penanganan kasus tersebut sehingga kasus kecelakaan kerja serupa akan
muncul kembali cukup besar. Selain itu adanya kekurangan dalam laporan
investigasi yakni belum memiliki tingkat keparahan atau dampak dari kecelakaan
kerja serta belum diketahui sejauh apa tingkat alat kontrol yang sudah dimiliki
perusahaan dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui prioritas penanganan kecelakaan kerja yang terjadi
di PT. ABD.
Metodologi penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi kejadian
kecelakaan kerja berdasarkan kasus, penyebab dan akibat kemudian
mengkategorikan kasus kecelakaan tersebut. Ada 12 kategori kecelakaan kerja,
yang kemudian digunakan sebagai failure mode. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan
prioritas penanganan. FMEA berfungsi untuk mengetahui nilai Risk Prioruty
Number (RPN) tertinggi dari failure mode yang ada.
Hasil dari penelitian diketahui bahwa 1 kategori kecelakaan kerja dengan
nilai RPN tertinggi adalah kategori terkena atau kontak dengan bahan kimia/
benda berbahaya dengan penyebab utama kontrol manajemen perusahaan
kurang maksimal. Nilai RPNnya sebesar 567. Dengan demikian dapat menjadi
target penanganan oleh manajemen K3 di PT. ABD.
Kata Kunci : kategori kecelakaan kerja, failure mode and effect analysis, risk
priority number
i
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM IMPLEMENTASI TEORI BEHAVIORISTIK PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTS DARUL FALAH
Skripsi dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam
Implementasi Teori Behavioristik pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs
Darul Falah” ini ditulis oleh Mohammad Nizar Khalimi, NIM 126201202076
selaku mahapeserta didik Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas
Tarbiyah dan Imu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung, dengan pembimbing Prof. Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Pd.
Kata Kunci : Peran Guru, Teori Behavioristik
Adapun tujuan penelitiannya adalah : (1) Untuk mendeskripsikan adanya
peran guru pendidikan agama islam dalam implementasi teori behavioristik melalui
penerapan Pre-Test dan Post-Test pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Darul
Falah (2) Untuk mendeskripsikan adanya peran guru pendidikan agama islam
dalam implementasi teori behavioristik melalui penerapan Reward and Punishment
pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Darul Falah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi kasus. Lokasi penelitian adalah MTs Darul Falah, terletak di Desa Bendiljati
Kulon, Sumbergempol, Tulungagung. Sumber data penelitian berasal dari Guru
Pendidikan Agama Islam, Waka Kurikulum, dan beberapa peserta didik MTs Darul
Falah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Dalam analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data juga dilakukan
dengan perpanjangan keikutsertaan, Ketekunan pengamatan dan Proses
Triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran guru Pendidikan Agama
Islam dalam implementasi teori Behavioristik melalui penerapan metode Pre-test
dan Post-test pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Darul Falah adalah sebagai
fasilitator dengan memfasilitasi proses pembelajaran supaya lebih maksimal,
evaluator dengan mengukur pemahaman peserta didik setiap pertemuan, serta
sebagai pembimbing dan pendidik dengan melakukan pendekatan dengan peserta
didik serta memberikan nilai-nilai keagamaan, (2) Peran guru Pendidikan Agama
Islam dalam implementasi teori Behavioristik melalui penerapan metode Reward
and Punishment pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Darul Falah adalah
sebagai motivator dengan mendesain pembelajaran sedemikian rupa agar peserta
didiknya bergairah dan aktif belajar, pembimbing dan pendidik dengan
menjelaskan serta menguraikan materi yang diampunya kepada peserta didik
dengan cara yang mudah agar peserta didik bisa mengerti apa yang dijelaskan oleh
guru, serta evaluator dengan melakukan penilaian dan evaluasi terhadap hasil
belajar peserta didik setelah terlaksananya ulangan harian dengan memperbaiki
proses pembelajaran yang telah dilaksanakan
Analisis Konsep Ultimum Remidium Terhadap Rekonstruksi Sistem Pemidanaan dalam Undang-Undang Perpajakan
Implementation of criminal sanctions in the Act No. 28 Year 2007 on General Rules of Taxation, give rise to legal issues in conceptual level. That the Tax Law, is a part of the State Administration Law, requiring forceful measures for taxpayers, especially the Taxable Entrepreneur, which in principle is a form of criminalization of administrative behavior. Criminal Law, through the principle of legality, wants a norm setting strict sanctions and obviously in the legislation, it appears to be broken in the Act No. 28 Year 2007 on General Rules of Taxation. Parameters of the crime of taxation is limited only by the elements of negligence and intentional, with the implementation under based on discretion of of the competent institution. Thus, gave rise the transactional behavior in a practical level. Therefore, the principle of ultimum remedium, becomes extremely important to avoid the use of arbitrary of discretion
Creep and shrinkage behaviour of normal strength concrete / Nor Maslina Mohsan, Khalimi Johan Abd Hamid and Nurul Huda Suliman
This paper investigates the creep and shrinkage behaviour of normal strength concrete in the Malaysian environment. The tests carried out were creep test and shrinkage test. The grades of normal strength concrete used in this test were grade 25 and grade 30. The testing was performed in a
condition of 80% relative humidity and temperature of 27°C to represent the Malaysia environment condition. The creep was measured from the age of concrete loaded at 7 days with stress/strength ratio of 30%. The creep tests were performed in accordance with ASTM C512-87. Results showed that for grade 30 concrete, there was no significant difference in shrinkage between two maximum aggregate sizes as compared to grade 25 concrete. However, there was significant difference in creep between two maximum aggregate sizes for grade 30 concrete. Results also indicated that the higher shrinkage and creep were obtained for grade 30 concrete. The maximum aggregate size and cement content were found to influence the shrinkage and creep in this study
Perlindungan Hukum Izin Edar Usaha Mikro Obat Tradisional Dihubungkan dengan Demokrasi Ekonomi
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan aturan hukum yang memperbaiki proses perolehan izin edar produk bagi pelaku usaha mikro obat tradisional (UMOT) dengan dihubungkan konsep demokrasi ekonomi. Penelitian dilaksankan dengan menggunakan metode penelitian yuridis-normatif yang memakai statute approach dan conceptual approach dalam pelaksanaannya. Penelitian ini mengemukakan bahwa saat ini aturan hukum terkait registrasi produk obat tradisional masih menggunakan standar umum yang menyatukan UMOT dengan industri besar dalam proses registrasi produk. Dengan meninjau konsep Demokrasi Ekonomi dalam konstitusi yang seharusnya memberikan perhatian dan perlindungan khusus kepada UMOT yang diklasifikasikan sebagai masyarakat “kecil dan lemah”, dengan itu perlu adanya pembaruan hukum yang mengatur pemberian standar khusus kepada UMOT dalam hal perolehan izin edar serta mewajibkan pemerintah untuk memberikan pelayanan secara langsung dan aktif dalam pelayanan registrasi produk obat tradisional bagi UMOT
Digital Services of Public Government Administration In The Industrial Revolution 4.0
Introduction: Technology and the Industrial Revolution 4.0 have enabled the development of e-government for faster and more effective services. However, its implementation still needs to be improved, particularly regarding legal certainty..
Purposes of the Research: This study aims to analyze the legal uncertainty that occurred in the implementation of e-government in the Industrial Revolution 4.0 era.
Methods of the Research: This research is normative legal research with a statutory and conceptual approach. The primary legal materials in this research include the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and the laws governing State Government administration. Secondary legal materials include books, articles, and research results. Non-legal material includes all non-legal studies related to electronic-based State Government Administration systems / e-government.
Results of the Research: The study results provide an analysis of the constraints that occur in the implementation of Digital Government Administration. There needs to be an evaluation of the government's readiness in the e-government system, the affordability of the internet, the availability of server capacity that can accommodate many data, and the electronic devices used do not meet standards. It is suggested that the government must provide all technical and non-technical aspects that can support e-government performance as well as provide human resources who are experts in their fields, so that the government administration service system complies with the General Principles of Good Government (AUPB). It can be realized promptly by the principle of legal certaint
Pemidanaan Terhadap Anak Yang Melakukan Pembunuhan Dikaitkan Dengan Restorativejustice (Studi Putusan Nomor 96PK/PID/2016).
Pasal 28B ayat (2) Undang-undang Dasar 1945 menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Berdasarkan Putusan Nomor 96PK/PID/2016 Mahkamah Agung dalam peninjauan kembali menjatuhkan putusan berdasarkan Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Hal ini menimbulkan kesenjangan dalam hal penjatuhan putusan pidana kasus tersebut. Pemidanaan pidana penjara terhadap anak dibawah umur diatur dalam Pasal 24 juncto Pasal 1 juncto Pasal 25 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak bahwa dalam pelaksanaan penegakan hukum terhadap Anak harus berlandaskan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas yang tertulis dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Anak wajib mengutamakan pendekatan keadilan restoratif. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: 1. Apakah pemidanaan pidana terhadap anak dalam Putusan Nomor 96PK/PID/2016 memenuhi Restorative Justice? 2. Apakah akibat hukum dari pemidanaan pidana penjara pada Putusan Peninjauan Kembali Nomor 96PK/PID/2016 bagi anak?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menjelaskan: 1. Pemidanaan penjara oleh Hakim terhadap anak dalam Putusan Nomor 96PK/PID/2016 tidak memenuhi Restorative Justice bagi anak yang tertulis di dalam Pasal 23 dan 24 juncto Pasal 1 juncto Pasal 25 Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, serta Pasal 71 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang juga mengatur tentang Restorative Justice. 2. Akibat dari pemidanaan pidana penjara dalam Putusan Nomor 96PK/PID/2016 tidak memenuhi restorative justice dan tidak memberlakukan Ultimum Remedium dalam penjatuhan pidana penjara terhadap anak, sehingga anak dalam kasus ini dijatuhi pidana penjara lima tahun.Kata Kunci :Pemidanaan Anak, Restorative Justice, Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum.
- …
