1,736,528 research outputs found
PERJALANAN PANJANG SANG PELAYAN BANGSA
**Abstrak Buku "Perjalanan Panjang Sang Pelayan Bangsa"**
Buku *Perjalanan Panjang Sang Pelayan Bangsa* mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh nasional yang mengabdikan diri untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dalam buku ini, penulis menggambarkan dengan mendalam perjuangan, dedikasi, dan pengorbanan seorang individu yang dengan tulus melayani masyarakat dan negara. Kisah ini tidak hanya tentang prestasi dan keberhasilan, tetapi juga tantangan, kegagalan, dan proses pembelajaran yang panjang dalam mewujudkan visi besar untuk kemajuan negara.
Melalui narasi yang penuh inspirasi, buku ini mengajak pembaca untuk mengenal lebih jauh nilai-nilai kepemimpinan, keberanian menghadapi kesulitan, serta semangat juang yang tak kenal lelah. Dengan latar belakang sosial dan politik Indonesia yang dinamis, buku ini juga mencerminkan bagaimana perubahan dan perkembangan bangsa dapat tercapai melalui ketulusan pelayanan dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat.
Sebagai sebuah refleksi tentang arti pengabdian, *Perjalanan Panjang Sang Pelayan Bangsa* menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk tidak hanya berfokus pada ambisi pribadi, tetapi juga untuk berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara
PERJALANAN PANJANG SANG PELAYAN BANGSA
**Abstrak Buku "Perjalanan Panjang Sang Pelayan Bangsa"**
Buku *Perjalanan Panjang Sang Pelayan Bangsa* mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh nasional yang mengabdikan diri untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dalam buku ini, penulis menggambarkan dengan mendalam perjuangan, dedikasi, dan pengorbanan seorang individu yang dengan tulus melayani masyarakat dan negara. Kisah ini tidak hanya tentang prestasi dan keberhasilan, tetapi juga tantangan, kegagalan, dan proses pembelajaran yang panjang dalam mewujudkan visi besar untuk kemajuan negara.
Melalui narasi yang penuh inspirasi, buku ini mengajak pembaca untuk mengenal lebih jauh nilai-nilai kepemimpinan, keberanian menghadapi kesulitan, serta semangat juang yang tak kenal lelah. Dengan latar belakang sosial dan politik Indonesia yang dinamis, buku ini juga mencerminkan bagaimana perubahan dan perkembangan bangsa dapat tercapai melalui ketulusan pelayanan dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat.
Sebagai sebuah refleksi tentang arti pengabdian, *Perjalanan Panjang Sang Pelayan Bangsa* menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk tidak hanya berfokus pada ambisi pribadi, tetapi juga untuk berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara
Buku pedoman petugas lapangan UPGK (usaha perbaikan gizi keluarga)/ Departemen Kesehatan (dkk)
111 hal.: ilus.; 21 c
Ilmu pengetahuan alam SMP/MTs Kelas VIII semester 2
Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Bila pada jenjang SD/MI, beberapa mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah-pisah menjadi mata pelajaran. Sebagai transisi menuju ke pendidikan menengah, pemisahan ini masih belum dilakukan sepenuhnya bagi peserta didik SMP/ MTs. Materi-materi dari bidang-bidang ilmu Fisika, Kimia, Biologi, serta Ilmu Bumi dan Antariksa masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan dalam mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang utuh bagi peserta didik SMP/MTs tentang prinsip-prinsip dasar yang mengatur alam semesta beserta segenap isinya. Buku IPA Kelas VIII SMP/MTs ini disusun dengan pemikiran di atas. Bidang ilmu Biologi dipakai sebagai landasan (platform) pembahasan bidang ilmu yang lain. Makhluk hidup digunakan sebagai objek untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang mengatur alam seperti objek alam dan interaksinya, energi dan keseimbangannya, dan lain-lain. Melalui pembahasan menggunakan bermacam bidang ilmu dalam rumpun ilmu pengetahuan alam, pemahaman utuh tentang alam yang dihuninya beserta benda-benda alam yang dijumpai di sekitarnya dapat dikuasai oleh peserta didik SMP/MTs
Ilmu pengetahuan alam SMP/MTs Kelas VIII semester 1
Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Bila pada jenjang SD/MI, beberapa mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah-pisah menjadi mata pelajaran. Sebagai transisi menuju ke pendidikan menengah, pemisahan ini masih belum dilakukan sepenuhnya bagi peserta didik SMP/ MTs. Materi-materi dari bidang-bidang ilmu Fisika, Kimia, Biologi, serta Ilmu Bumi dan Antariksa masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan dalam mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang utuh bagi peserta didik SMP/MTs tentang prinsip-prinsip dasar yang mengatur alam semesta beserta segenap isinya. Buku IPA Kelas VIII SMP/MTs ini disusun dengan pemikiran di atas. Bidang ilmu Biologi dipakai sebagai landasan (platform) pembahasan bidang ilmu yang lain. Makhluk hidup digunakan sebagai objek untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang mengatur alam seperti objek alam dan interaksinya, energi dan keseimbangannya, dan lain-lain. Melalui pembahasan menggunakan bermacam bidang ilmu dalam rumpun ilmu pengetahuan alam, pemahaman utuh tentang alam yang dihuninya beserta benda-benda alam yang dijumpai di sekitarnya dapat dikuasai oleh peserta didik SMP/MTs
Regulation of dickkopf-1(Dkk-1) promoter sequences under various growth conditions
"The goal of this study was to determine what region of the Dkk-1 promoter was required for expression of the Dkk-1 gene under different growth conditions. Dkk-1 promoter activity was analyzed in NIH3T3 cell lines stably transfected with luciferase vectors containing 1068, 535, and 228 bp of Dkk-1 upstream sequence that were growing, confluent, serum starved and during the cell cycle. Dkk-1 promoter activity was also analyzed in the cell lines treated with the inhibitors aphidicolin, methotrexate, and U0126. In general, we found that Dkk-1 promoter activity is higher in a growing cell population than in a nondividing population. The 1068 Dkk-1 promoter construct does not appear to change dramatically during the cell cycle nor is it sensitive to an S phase inhibitor or U0126. Methotrexate treatment was found to decrease promoter activity. A sequence region between 1068 and 535 appears to be important for regulation of Dkk-1 promoter activity."--Abstract from author supplied metadata
Esclerostina y Dkk-1 séricos en pacientes que inician tratamiento con glucocorticoides. Resultados preliminares
Fundamento y objetivos: La vía Wnt y sus inhibidores (esclerostina y Dkk-1) tienen un papel primordial en la regulación de la masa ósea y la osteoblastogénesis. El objetivo de este estudio fue analizar el efecto del tratamiento con glucocorticoides (GCC) sobre los inhibidores de la vía Wnt y su relación con la masa ósea y los parámetros de recambio óseo.
Métodos: Estudio transversal que incluyó 15 pacientes (9 mujeres y 6 hombres) con una edad media de 51±21 años al inicio del tratamiento con GCC (≥7,5 mg/día, ≤6 meses). En todos ellos se determinó: esclerostina, Dkk-1 séricos y marcadores séricos del recambio óseo (propéptido N-terminal del procolágeno I [PINP], osteocalcina [OC] y telopéptido carboxiterminal del colágeno tipo I [CTX]), y se les realizó una densitometría ósea en columna lumbar y fémur (DXA). Los resultados se compararon con un grupo control.
Resultados: La dosis media de glucocorticoides fue de 58±21 mg/día, en la mayoría de los pacientes indicado por una púrpura trombocitopénica idiopática (73%). Los pacientes tratados con glucocorticoides tenían una disminución de los parámetros de formación ósea comparado con el grupo control (OC: 7,4±2,8 vs. 24,4±6,2 ng/ml, p<0,01) y una disminución del Dkk-1 sérico (29,6±23,6 vs. 48,3±15,6 pmol/L, p=0,02). No se observaron diferencias significativas en los valores esclerostina sérica, aunque ésta se correlacionó positivamente con la dosis de GCC recibida y la densidad mineral ósea lumbar.
Conclusión: Contrariamente a lo que sucede en estudios experimentales, el inicio del tratamiento con glucocorticoides se asocia a una disminución de los valores séricos de Dkk-1. Estos resultados indican la necesidad de analizar estos inhibidores y su relación con el remodelado y la masa ósea en este proceso a largo plazo
Expression of Dkk-1.
<p>Plasma Dkk-1 levels were significantly greater in LN patients compared with those in healthy individuals (1056.3±648.0vs. 714.2±374.9, respectively, <i>p</i><0.01 (A). Plasma Dkk-1 levels negatively correlated with anti-dsDNA antibody concentrations (<i>p</i><0.05, B) and positively correlated with serum C3 concentrations (<i>p</i><0.01, C). mRNA expression of Dkk-1 had a strong positive correlation with β-catenin (<i>p</i><0.05, D).</p
- …
