1,721,034 research outputs found
Analisis Kepuasan Nasabah Griya Faedah Di Bank BRI Syariah Kantor Cabang Kediri
ABSTRAK
Dewi, Mutiara Arsita. 2021, “Analisis Kepuasan Nasabah Griya Faedah di Bank Bri Syariah Kantor Cabang Kediri”, Skripsi, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Hanik Fitriani, M. E. Sy.
Kata Kunci: Faktor, Komplain, Solusi.
Kepuasan merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dengan harapan-harapannya. Jika kenyataanya tidak lebih dari yang diharapkan, maka layanan dapat dikatakan tidak bermutu. Berdasarkan teori kepuasan nasabah dikatakan puas apabila memenuhi 3 indikator yaitu: pilihan yang tepat, kepuasan fasilitas, dan diskonfirmasi positif. Berdasarkan observasi awal peneliti di Bank BRI Syariah KC Kediri di temukan pilihan produk Griya Faedah sudah tepat, kepuasan fasilitas baik, diskonfirmasi positif. Dari ketiga indikator tersebut sudah terpenuhi, namun masih ada nasabah yang kurang puas. Sehingga peneliti tertarik untuk mengukur tingkat kepuasan nasabah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kepuasan nasabah terhadap produk Griya Faedah di Bank BRIS KC Kediri, (2) Faktor yang mempengaruhi kepuasan nasabah terhadap produk Griya Faedah di Bank BRISKC Kediri, (3) Bagaimana solusi dalam menangani ketidakpuasan terhadap produk Griya Faedah di Bank BRISKC Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan nasabah, faktor yang mempengaruhi kepuasan nasabah, dan solusi dalam menangani ketidakpuasan produk Griya Faedah di Bank BRIS KCKediri.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode analisis data induktif, teknik pengecekan keabsahan data dengan metode triangulasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nasabah di Bank BRI Syariah KC Kediri kurang puas terhadap produk Griya Faedah karena ditemukan belum memenuhi indikator kepuasan nasabah sebagai berikut: pilihan yang kurang tepat, terjadi diskonfirmasi negatif, dan kualitas pelayanan baik. (2) Nasabah di Bank BRI Syariah KC Kediri belum memenuhi kriteria faktor-faktor kepuasan nasabah sebagai berikut: kualitas produk sudah sesuai dengan harapan nasabah, harga belum sesuai karena masih dirasa mahal oleh nasabah, kualitas pelayanan pihak Bank BRI Syariah KC Kediri sudah memberi pelayanan yang baik, faktor emosional baik atau sudah sesuai, faktor biaya dan kemudahan untuk mendapatkan produk dan jasa tidak sesuai, karena biaya relatif mahal dan kurang efisien. (3) Solusi dalam menanganan komplain nasabah, pihak bank menggunakan dimensi penanganan komplain: kecepatan penanganan komplain sudah sesuai, penanganan secara memuaskan sudah sesuaidengan memberikan edukasi kepada nasabah, kemudahan pengajuan komplain sudah sesuai
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENETAPAN WALI HAKIM DALAM PERKAWINAN DI WILAYAH KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2020
ABSTRAK
Adinda Dewi Mutiara Sari, NIM. 172121039: “PENETAPAN WALI
HAKIM DALAM PERKAWINAN DI WILAYAH KANTOR URUSAN
AGAMA KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN
KARANGANYAR TAHUN 2020”.
Orang awam dalam memahami wali hakim disama artikan dengan penghulu.
Mereka beranggapan bahwa jika tidak ada wali nasab, maka dapat digantikan oleh
siapapun tanpa mendasar pada peraturan yang berlaku. Padahal dalam pernikahan,
wali merupakan salah satu rukun pernikahan yang harus terpenuhi. Begitupun,
penunjukkan wali hakim sudah ada aturannya. Maka dari itu, penetapan wali
hakim dalam perkawinan dapat dilihat dari KHI dan PERMA No. 30 Tahun 2005.
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui penetapan wali
hakim dalam perkawinan di wilayah KUA Kecamatan Karanganyar dan peran
wali hakim dalam pelaksanaan perkawinan di KUA Kecamatan Karanganyar.
Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian lapangan dengan
pendekatan penelitian kualitatif, menggunakan sumber data primer dan sekunder
yang diperoleh melalui teknik wawancara langsung dengan kepala KUA dan
pengantin menikah menggunakan wali hakim di wilayah Kantor Urusan Agama
Kecamatan Karanganyar serta pengumpulan dokumentasi terkait penelitian, yang
kemudian dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yakni
mereduksi data, menampilkan data dan menarik kesimpulan.
Hasil penelitiannya adalah pelaksanaan perkawinan dengan wali hakim
mengarah pada kasus yang terkait dengan wali dalam perkawinan. Apabila calon
pengantin ingin menikah tetapi tidak adanya wali nikah maka dilakukan dengan
penelusuran wali nikah. Pemilihan wali nikah dilakukan berdasarkan urutan wali
nikah dengan mendahulukan wali aqrab dan wali ab‟ad. Penentuan wali hakim
berpedoman pada prosedur penikahan yang menganut hukum Islam dan hukum
positif. Hanya saja PPN melaksanakan tugas pelaksanaan pernikahan dengan wali
hakim menganut sebagian dari hukum Islam. Hal ini dilakukan untuk menjaga
kehormatan calon pengantin yang akan menikah. Untuk itu, PPN melakukan
perpindahan wali nasab ke wali hakim menggunakan dasar hukum undangundang. Penunjukkan wali hakim apabila calon pengantin telah kehabisan wali
nasab, wali nasab non-muslim, wali nasab berhalangan, wali nasab jauh, wali
nasab mafqud, wali baid, la abin dan anak seorang ibu. Penetapan wali hakim atas
dasar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peran wali hakim dapat
bertindak sebagai wali nikah, untuk menggantikan wali nasab menikahkan calon
pengantin wanita apabila tidak adanya wali dan tidak memenuhi syarat baik syarat
syarat rukun nikah dan syarat administrasi. Penggunaan wali hakim bila telah
melampirkan surat permohonan wali hakim dari kelurahan, kecuali dengan adhalnya wali diharuskan putusan Pengadilan Agama.
Kata kunci: pernikahan, wali nasab, dan wali haki
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
