1,720,954 research outputs found

    Analisis Kelayakan Modul Menulis Cerpen Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A.A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha

    No full text
    ABSTRAK  Bahan ajar yang tersedia tidak semuanya memenuhi kelayakan bahan ajar. Tujuan penelitian ini untuk menguji kelayakan bahan ajar berupa modul ditinjau dari aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan tampilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan modul yang diteliti cukup layak digunakan, namun peserta didik memerlukan pendampingan pendidik agar modul tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran

    Analisis Modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANPratiwi, Devila  2018. Analisis Kelayakan Modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dr. Roekhan, M.PdKata kunci:kelayakan, modul, menulis cerpenDalam sebuah pembelajaran diperlukan sumber-sumber belajar agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Keberadaan sumber belajar di masyarakat sangat melimpah. Sumber belajar perlu diolah terlebih dahulu agar dapat digunakan dalam pembelajaran yang selanjutnya disebut bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang dikembangkan adalah modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX yang dikembangkan oleh Ramadhani Widha. Alasan memilih sumber data tersebut karena pertama sumber data tersebut masih baru. Kedua, berdasarkan hasil uji validasi dari ahli materi cerpen dan uji ahli pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia modul tersebut tergolong layak untuk diimplementasikan namun tidak semua modul yang dikembangkan memenuhi kelayakan dan kesesuaian kualitas bahan ajar. Ketiga, materi teks cerita pendek diajarkan di kelas IX.            Fokus penelitian ini adalahkelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan tampilan modul menulis cerita pendek Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navisuntuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantatif. Jenis penelitian ini adalah analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa uraian materi meliputi konsep, contoh wacana, dan latihan. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) menggandakan sumber data, (2) kodifikasi data, (3) menandai data, (4) melakukan penyekoran, (5) menghitung skor, dan (6) menghitung skor pada setiap aspek. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi (1) instrumen pengumpulan data dan (2) lembar pengumpul data.            Aspek kelayakan isi terdiri atas empat indikator meliputi (1) kelengkapan materi, (2) keakuratan materi, (3) kedalaman materi, dan (4) kemutakhiran rujukan. Untuk indikator kelengkapan materi, terdapat tiga bab yang hanya memenuhi dua dari tiga kriteria kelengkapan materi.Untuk indikator keakuratan materi, terdapat dua bab yang hanya memenuhi dua dari tiga kriteria keakuratan materi. Indikator kedalaman materi, terdapat dua bab yang tidak memenuhi kriteria kedalaman materi. Bab tersebut kurang mendetail dalam memberikan penjelasan materi. Untuk indikator kemutakhiran rujukan, semua uraian materi di dalam modul tidak diketahui sumber rujukannya karena tidak mencantumkan rujukan yang jelas. Aspek kelayakan isi berada pada kategori cukup layak karena mencapai 73%.            Aspek kelayakan bahasa terdiri atas dua indikator meliputi (1) kekomunikatifan dan (2) kelogisan alur pikir.Untuk indikator kekomunikatifan uraian materi yang disajikan menggunakan bahasa yang jelas, namun terdapat beberapa kata yang kurang lazim.Pada uraian materi yang disajikan terdapat banyak kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca. Untuk indikator kelogisan alur pikir, uraian materi yang disajikan sudah memenuhi tingkat kelogisan. Perintah dalam latihan yang disajikan jelas dan sesuai dengan tingkat berpikir siswa. Aspek kelayakan bahasa berada pada kategori cukup layak karenamencapai 71,8%.Aspek kelayakan tampilan mencakup tiga indikator meliputi (1) konsistensi sistematika, (2) keseimbangan antar bab, dan (3) keruntutan penyajian. Untuk indikator konsistensi sistematika, uraian materi yang disajikan hanya memenuhi dua kriteria dari empat kriteria konsistensi sistematika. Untuk indikator keseimbangan antar bab, semua bab umumnya tidak memenuhi batas jumlah halaman per bab. Terdapat bab yang tidak memenuhi batas jumlah halaman dan tolerensi lebih maupun kurang jumlah halaman. Indikator keruntutan penyajian, sebanyak tiga bab dalam modul hanya memenuhi dua dari tiga kriteria keruntutan penyajian. Aspek kelayakan tampilan berada pada kategori layak karena mencapai 81%. Hasil penghitungan yang dilakukan menunjukkan modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha berada pada kategori cukup layak karena mencapai 69,7% dengan nilai C.Modul memerlukan pengembangan lebih lanjut terutama dalam hal kebahasaan.Kepada penyusun modul tersebut diharapkan melakukan validasi kembali sebelum melakukan uji lapangan terutama dari segi penggunaan bahasa. Kepada peneliti selanjutnya agar meneliti modul hasil pengembangan terdahulu dengan jenis teks yang berbeda untuk mengetahui kelayakan bahan ajar yang lainnya

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore