18 research outputs found
ANALISA PENILAIAN KONDISI IRIGASI RAWA TELANG I KABUPATEN BANYUASIN
ABSTRACT
Irrigation is defined as the process of providing a controlled supply of water to agricultural land through a specially designed distribution system. The Telang I area has unique hydrological conditions as it is surrounded by several major rivers such as the Musi River, Banyuasin River and Telang River. Good irrigation management supports water conservation, uses resources sustainably and reduces environmental impacts. Irrigation condition analysis is an assessment and improvement plan for irrigation infrastructure to ensure long-term functionality. This study aims to determine the irrigation condition of Rawa Telang I in Muara Telang Sub-district, Banyuasin Regency. The methodology used includes field surveys, interviews with farmers and irrigation managers, as well as condition analysis and maintenance recommendations. The results of the research from the analysis of the condition of the channels and supporting buildings obtained maintenance recommendations. The results of the research from the analysis of channel conditions and supporting buildings obtained maintenance recommendations. Maintenance on primary channels, namely 3 channels carried out routine maintenance and 2 channels periodic maintenance. In the maintenance of secondary channels, 21 channels are carried out routine maintenance, 86 channels are carried out periodic maintenance and 11 channels are rehabilitated. Supporting buildings, namely 3 regulating buildings and 2 protective embankments are carried out periodic maintenance. The conclusion of this research is the need for maintenance measures tailored to the current conditions so that both channels and buildings pendung irrigation Rawa Telang I can function optimally and support the efficiency of water resources management.
Keywords: Irrigation, Telang I, Condition Analysis
ABSTRAK
Irigasi didefinisikan sebagai proses penyediaan suplai air yang terkontrol ke lahan pertanian melalui sistem distribusi yang dirancang secara khusus. Daerah Telang I memiliki kondisi hidrologi yang unik karena dikelilingi oleh beberapa sungai besar seperti Sungai Musi, Sungai Banyuasin dan Sungai Telang. Pengelolaan irigasi yang baik mendukung konservasi air, menggunakan sumber daya secara berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Analisis kondisi irigasi berupa penilaian dan rencana perbaikan infrastruktur irigasi untuk memastikan fungsionalitas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi irigasi Rawa Telang I di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Metodologi yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara dengan petani dan pengelola irigasi, serta analisis kondisi dan rekomendasi pemeliharaan. Hasil penelitian dari analisis kondisi saluran dan bangunan penunjang diperoleh rekomendasi pemeliharaan. Pemeliharaan pada saluran primer, yaitu 3 saluran dilakukan pemeliharaan rutin dan 2 saluran pemeliharaan berkala. Pada pemeliharaan saluran sekunder yaitu 21 saluran dilakukan pemeliharaan rutin, 86 saluran dilakukan pemeliharaan berkala dan 11 saluran dilakukan rehabilitasi. Bangunan pendukung yaitu 3 bangunan pengatur dan 2 tanggul pelindung dilakukan pemeliharaan berkala. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya tindakan pemeliharaan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini sehingga baik saluran maupun bangunan pendung irigasi Rawa Telang I dapat berfungsi dengan optimal dan mendukung efisiensi pengelolaan sumber daya air.
Kata Kunci : Irigasi, Telang I, Analisis Kondis
PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KAYU JATI DAN SIKA VISCOCRETE TERHADAP KUAT TEKAN BETON
ABSTRACT
Due to the growing infrastructure, the use of concrete construction is increasing. Concrete is a construction material made from a mixture of coarse aggregate, fine aggregate, cement, water, and other additives. Teak wood powder is a sawn residue from wood waste that is utilized as a fine aggregate substitute. Teak wood powder contains cellulose, hemilose, and lignin, and has the ability to bind materials well and inhibit water diffusion so as to increase the compressive strength of concrete. In addition, the addition of Sika viscocrete is also carried out to increase the compressive strength of concrete. This research analyzes the use of teak wood powder as fine aggregate with variations of 5%, 10% and 15% and sika viscocrete 0.8% by weight of cement. The test results obtained at the compressive strength of 28 days of age with the use of 5% teak wood powder is 28.03 MPa, while for 10% variation of 28 days of age obtained compressive strength of 22.04 MPa, for 15% variation of 28 days of concrete compressive strength of 20.76 MPa. The use of teak wood powder at 5% can increase the compressive strength of concrete by 6.3% compared to normal concrete added with Sika viscocrete. In addition, when compared to normal concrete without sika viscocrete, the increase occurred by 9.09%. Therefore teak wood powder can be used as an effective additive to increase the compressive strength of concrete, as well as making a positive contribution to sustainability in the construction industry.
Keywords: Teak wood powder, sika viscocrete, concrete compressive strength
ABSTRAK
Konstruksi beton semakin populer seiring dengan kemajuan infrastruktur. Beton adalah bahan konstruksi yang terbuat dari campuran agregat kasar, agregat halus, semen, air, dan bahan tambahan lainnya. Serbuk kayu jati merupakan sisa pengergajian dari limbah kayu yang dimanfaatkan sebagai substitusi agregat halus. Serbuk kayu jati mengandung selulosa, hemilosa, dan lignin, dan memiliki kemampuan untuk mengikat material dengan baik serta menghambat difusi air sehingga dapat meningkatkan kekuatan tekan beton. Selain itu penambahan sika viscocrete juga dilakukan untuk menambah kuat tekan beton. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan serbuk kayu jati sebagai agregat halus dengan variasi 5%,10% dan 15% dan sika viscocrete 0,8% terhadap berat semen. Hasil uji yang didapatkan pada kuat tekan umur 28 hari dengan penggunaan 5% serbuk kayu jati adalah sebesar 28,03 MPa, sedangkan untuk variasi 10% umur 28 hari didapatkan kuat tekan sebesar 22,04 MPa, untuk variasi 15% umur 28 hari kuat tekan beton 20,76 MPa. Penggunaan serbuk kayu jati sebesar 5% dapat meningkatkan kuat tekan beton sebesar 6,3% dibandingkan dengan beton normal ditambah dengan sika viscocrete. Selain itu jika dibandingkan dengan beton normal tanpa sika viscocrete peningkatan terjadi sebesar 9,09%. Oleh karena itu serbuk kayu jati dapat digunakan sebagai bahan tambahan yang efektif untuk meningkatkan kuat tekan beton, serta memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan dalam industri konstruksi.
Kata Kunci: Serbuk kayu jati, sika viscocrete, kuat tekan beto
Bantuan perencanaan desain masjid Desa Panca Mulya Kabupaten Banyuasin
Abstrak Masjid adalah suatu bangunan tempat beribadah bagi umat islam. Pembangunan masjid dirancang sebaik mungkin mulai dari desain dan strukturnya agar bangunan masjid berdiri kokoh, aman dan nyaman. Perencanaan desain masjid ini direncanakan di Desa Panca Mulya Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ialah memberikan refrensi sebagai bantuan teknis tekait perencanaan desain Masjid di Desa Panca Mulya. Perencanaan desain masjid ini dilakukan oleh Dosen dan beberapa mahasiswa dari Universitas Indo Global Mandiri. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini ialah metode pendahuluan yaitu survey dilapangan serta sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat terkait perencanaan desain pembangunan masjid. Perencanaan desain pembangunan masjid ini dimulai dari detail desain gambar atau Detail Engineering Drawing (DED) yang dilengkapi dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil perhitungan dari Rencana Angggaran Biaya (RAB) pada desain masjid Desa Panca Mulya, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin sebesar Rp.2.534.329.616,- Kata kunci: desa panca mulya; DED; masjid; rab Abstract The mosque is a building of worship for Muslims. The construction of the mosque is designed as well as possible starting from the design and structure so that the mosque building stands firm, safe and comfortable. This mosque design planning is planned in Panca Mulya Village, Air Kumbang District, Banyuasin Regency, South Sumatra. The purpose of the implementation of Community Service is to provide references as technical assistance regarding mosque design planning in Panca Mulya Village. This mosque design planning was carried out by lecturers and several students from Indo Global Mandiri University. The method used in this community service is the preliminary method, namely field surveys and socialization to village officials and the community regarding mosque construction design planning. The design planning for the construction of this mosque starts from a detailed design drawing or Detail Engineering Drawing (DED) which is equipped with a Cost Budget Plan (RAB). The calculation results of the Cost Budget Plan (RAB) on the design of the Panca Mulya Village mosque, Air Kumbang District, Banyuasin Regency amounted to Rp.2,534,329,616,- Keywords: panca mulya village; DED; mosque; RA
Karakteristik Kuat Tarik Beton Polimer Dengan Variasi Serat Kawat Bendrat
Beton biasanya digunakan sebagai bahan struktural utama dalam konstruksi bangunan. Alasannya adalah karena beton memiliki beberapa keunggulan, seperti bahan baku yang mudah didapat, biaya yang relatif murah, mudah dibentuk sesuai kebutuhan, dan perawatan yang minimal. Beton membutuhkan bahan tambahan alami dan buatan untuk meningkatkan kualitas getasnya. Beton serat, bahan aditif masih dapat digunakan. Beton Serat dapat memberikan daktilitas, kekuatan tarik dan lentur yang lebih tinggi, ketahanan terhadap beban fatik dan beban kejut, serta mengurangi retak susut, di antara manfaat lainnya. Beton polimer juga banyak memberi keuntungan dibandingkan beton konvensional, termasuk kekuatan tinggi stabilitas pemadatan yang unggul, tahan terhadap zat kimia, korosi dan kedap air. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan serat kawat bendrat dan epoxy resin terhadap karakteristik beton. Variasi yang digunakan serat kawat bendrat yaitu 2%, 2,5%, 3% sebagai bahan tambah, sedangkan epoxy resin 4% sebagai subtitusi semen. Hasil pengujian kuat tarik belah beton dapat disimpulkan bahwa nilai optimum dari campuran epoxy 4% dan kawat bendrat 3% sebesar 3,45 MPa. Penambahan serat kawat bendrat dapat meningkatkan nilai kuat tarik belah beton, dan epoxy resin memiliki daya perekat yang cukup kuat terhadap kuat tarik belah beton
ANALISIS PENILAIAN DAN PENANGANAN SALURAN IRIGASI RAWA DELTA AIR SALEH
Irigasi rawa salah satu sistem pengelolaan air yang dirancang untuk mengatur genangan, drainase, dan irigasi guna mendukung pertumbuhan tanaman di lahan rawa. Sistem ini melibatkan pembuatan jaringan tata air makro dan mikro yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif genangan berlebih sekaligus menyediakan kebutuhan air bagi tanaman selama periode kering. Saluran irigasi rawa Delta Air Saleh terletak di desa Air Saleh Kabupaten Banyuasin dimana untuk jenis rawanya merupakan pasang surut dengan luas 11.077 hektar yang memiliki potensi pertanian. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penilaian dan penanganan saluran irigasi rawa di delta Air Saleh. Metode yang dilakukan untuk penelitian ini adalah walktrough dari saluran primer sampai dengan saluran sekunder DIR Air Saleh. Hasil penelitian dari analisis kondisi DIR Air Saleh direkomendasikan untuk dilakukan pemeliharaan berkala. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemeliharaan rutin sebanyak 1 saluran, Pemeliharaan Berkala sebanyak 3 saluran dari total keseluruhan 4 saluran primer. Pada saluran sekunder terdapat 20 saluran mengalami rekomendasi pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala sebanyak 39 saluran, 23 saluran direkomendasikan untuk rehabilitasi dari total keseluruhan sebanyak 82 saluran
PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME TERHADAP KUAT TEKAN BETON BUSA MENGGUNAKAN SIKA VISCOCRETE 3115 N
Beton merupakan material yang sangat penting dan banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Beton busa adalah beton ringan yang terbuat dari semen atau mortar dengan campuran foaming agent yang mempunyai bentuk struktur yang berongga dan bergelembung udara, mempunyai berat jenis antara 400 – 1600 kg/m3. Kelebihan utamanya adalah memiliki berat volume yang rendah dan memiliki sifat insulasi yang sangat baik. Penggunaan busa telah banyak digunakan terutama sebagai bahan pengisi beton. Silica Fume dapat digunakan sebagai pengganti sebagian dari semen atau bahan tambahan untuk meningkatkan karakteristik beton seperti kuat tekan. Sika viscocrete 3115 N merupakan salah satu jenis bahan tambah yang bertujuan untuk mempercepat waktu ikat beton. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penggunaan silica fume terhadap kuat tekan beton busa yang menggunakan sika viscocrete 3115 N. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Variasi substitusi silica fume yang digunakan adalah 6%, 8% dan 10% terhadap berat semen. Sika viscocrete yang digunakan adalah sebesar 0,5 %, dan foaming agent 30%. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, optimum substitusi penggunaan silica fume pada beton busa adalah 8% dengan nilai kuat tekan yang lebih tinggi sebesar 2,48 MPa
Bantuan Desain dan Perencanaan DED (Detail Engineering Design) Balai Warga Kelurahan Bumi Agung Dempo Utara
Balai warga merupakan sarana infrastruktur yang membantu masyarakat melakukan kegiatan pertemuan. Kelurahan Bumi Agung berada di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Kelurahan Bumi Agung saat ini belum memiliki Balai warga yang dapat digunakan untuk kegiatan bermasyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bantuan dalam desain dan perencanaan balai warga. Survei pendahuluan dilakukan di kelurahan Bumi Agung untuk mengetahui kebutuhan warga. Kemudian tim pengabdian melakukan diskusi dan mengumpulkan data melalui survei lapangan serta diskusi dengan perangkat desa. Setelah itu Tim melakukan pembuatan desain dan perencanaan anggaran biaya untuk segera dipaparkan kepada perangkat desa. Dosen dan Mahasiswa merupakan TIM pengabdian yang telah mengikuti semua rangkaian kegiatan. Output hasil kegiatan pengabdian adalah berupa gambar detail dan rencana anggaran biaya. Berdasarkan hasil gambar DED (Detail Engineering Design) dan perencanaan bangunan Balai warga berupa denah lantai, tampak depan, tampak belakang, tampak samping kanan, tampak samping kiri, tampak atas, potongan tampak, potongan memanjang dan gambar detail lainnya. Anggaran Biaya yang diperlukan untuk pembuatan Balai warga Kelurahan Bumi Agung adalah sebesar Rp. 517.715.000. Masyarakat Kelurahan Bumi Agung sangat terbantu dengan adanya bantuan desain dan perencanaan anggaran biaya pembuatan Balai warga tersebut, sehingga pembangunan Balai warga diharapkan dapat meningkatkan kemajuan Kelurahan Bumi Agun
Analisis Pengaruh Penambahan Kaolin Sebagai Subtitusi Semen Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan
Concrete is a very important construction material and has good compressive properties. According to its mass, concrete is divided into ordinary concrete and lightweight concrete. Light weight concrete is 1000-2000 kg/m3. In high construction projects the use of lightweight concrete can reduce the mass of the building itself. The latest innovation in lightweight concrete is the addition of kaolin as a cement substitute. Kaolin is a clay or clay mineral that contains a lot of aluminum silica. Stryofoam is one of the materials that can be used in lightweight concrete mixes. The use of kaolin and styrofoam waste is sought to support construction materials that are more environmentally friendly. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of kaolin on compressive strength so that it can be used as an admixture in lightweight concrete. The results showed that the weight of concrete mixed with 5%, 10%, 15% kaolin and 60% Styrofoam at the age of 28 days was 1836 kg/m³, 1845 kg/m³, 1852 kg/m³. The average compressive strength for the kaolin variants 5%, 10%, 15% were 8.28 MPa, 8.46 MPa, 10.11 MPa. Based on this it was concluded that concrete using a mixture of kaolin and 60% stryofoam can be used in light construction. Because the weight of the lightweight concrete tested was lower than normal concrete and met the specified requirements, namely the specific gravity of the resulting concrete was in the range of 1000-2000 kg/m³
Analisis Biaya Perbaikan Turap Musi Kota Palembang
ABSTRACT
The musi sheet piles are located on the banks of river Palembang City and have a function as cliff reinforcement. The construction of sheet piles gradually started in the Ulu section and then continued in the Ilir musi section which is centered in the center of the city. The sheet piles at 9-10 Ulu, 11-14 Ulu and 16 Ilir are still functioning, but until now never sheet pile maintenance has been carried out. This is indicated by damage to several main structural components and supporting structures. The purpose of this study is to determine the volume of damage that occurs and then to analyze the cost of sheet piles repair. This study aims to obtain the cost of sheet pile repair which is a step of sheet pile maintenance. The method used in this study is a quantitative method where the data is obtained through field surveys so that the volume of damage that occurs in the field is obtained. From the results of the calculation of the Real Needs for Operation and Maintenance (AKNOP) in the field for the cost of repairing musi sheet piles at 9-10 Ulu the cost was 132,735,000.00 due to the large amount of damage to the main structure on the floor slab and supporting structures on the fence railing. The cost of repairing the sheet pile at 9-10 Ulu is higher than the cost of repairing the sheet pile at 11-14, which is Rp. 101,334,000.00 and Rp. 75,981,000.00 for sheet pile in 16 ilir.
Keywords : Sheet pile, cost of repairs, Palembang city
ABSTRAK
Turap musi terletak di tepian sungai Kota Palembang memiliki fungsi sebagai perkuatan tebing. Pembangunan turap secara bertahap mulai dibagian Ulu lalu dilanjutkan di bagian Ilir musi yang berpusat di tengah kota. Turap yang berada di 9-10 Ulu, 11-14 Ulu dan 16 Ilir saat ini masih berfungsi layanannya namun hingga saat ini belum pernah diadakan pemeliharaan turap lebih lanjut. Hal ini ditunjukan terjadi kerusakan di beberapa komponen struktur utama maupun struktur pendukung. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui besaran volume kerusakan yang terjadi lalu dianalisis untuk biaya perbaikan turap. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biaya perbaikan turap dimana sebagai langkah dari pemeliharaan turap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dimana data yang didapatkan melalui survei lapangan sehingga didapatkan volume kerusakan yang terjadi di lapangan Dari hasil perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) di lapangan untuk biaya perbaikan turap musi yang berada di 9-10 Ulu memiliki biaya sebesar yaitu 132.735.000,00 dikarenakan banyaknya kerusakan pada struktur utama yang ada pada plat lantai dan struktur pendukung pada railing pagar. Biaya perbaikan turap yang ada di 9-10 Ulu ini lebih besar jika dibandingkan dengan biaya perbaikan turap di 11-14 yaitu Rp. 101.334.000,00 dan Rp. 75.981.000,00 untuk turap yang ada di 16 ilir.
Kata Kunci : Turap, biaya perbaikan, kota Palemban
Durabilitas Geopolymer Foam Concrete Terhadap Ketahanan Sulfat
ABSTRACT
Geopolymer is an inorganic polymer material which is rich in silica and alumina and undergoes a polymerization process. Geopolymer concrete is an innovative concrete by replacing some cement binders with industrial waste such as fly ash. In addition, the manufacture of foam concrete is widely used in industrial building construction, especially in the walls of earthquake buildings and energy-efficient buildings. Geopolymer foam concrete is a modification of geopolymer concrete with foam concrete. Geopolymer foam concrete is made by combining a geopolymer mixture in the form of a 14 Molar solution of NaOH and Na2SiO3 as an activator with a ratio of 2.5 and fly ash as a precursor, then adding foam formed from a foaming agent and water with a ratio of 1:20, 1:30, 1:40. The quality of the foam used in the mix for making concrete affects the specific gravity, compressive strength and durability of geopolymer foam concrete. The purpose of this study was to determine the structural ability of geopolymer foam concrete against environmental conditions exposed to sulfate by using several variations in the ratio of foaming agent and water. The results of the endurance test showed that the specimen after being exposed to sulfuric acid for 56 days had a decrease in the mass of the test object for the ratios of foaming agent and water 1:20, 1:30, 1:40 which were 7.64%, 7.90% and 8.56 %. The ratio of foaming agent and water in the manufacture of smaller foam indicates better specific gravity, compressive strength and durability against sulfate attack.
Keywords: Geopolymer, fly ash, foam concrete, durability, sulfit acid
ABSTRAK
Geopolimer merupakan material polimer anorganik yang kaya akan silika dan alumina dan mengalami proses polimerisasi. Beton geopolimer adalah beton inovasi dengan mengganti sebagian bahan pengikat semen dengan limbah industri seperti fly ash. Selain itu, pembuatan beton busa banyak digunakan dalam konstruksi bangunan industri, terutama pada dinding bangunan gempa dan bangunan hemat energi. Geopolymer foam concrete merupakan modifikasi dari beton geopolimer dengan beton busa. Geopolymer foam concrete dibuat dengan menggabungkan campuran geopolimer berupa larutan 14 Molar NaOH dan Na2SiO3 sebagai aktivator dengan rasio perbandingan 2,5 dan fly ash sebagai prekursor, kemudian menambahkan busa yang terbentuk dari foaming agent dan air dengan rasio perbandingan 1:20, 1:30, 1:40. Kualitas busa yang digunakan dalam campuran pembuatan beton mempengaruhi berat jenis, kuat tekan dan durabilitas geopolymer foam concrete. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan struktur geopolymer foam concrete terhadap kondisi lingkungan terpapar sulfat dengan menggunakan beberapa variasi rasio foaming agent dan air. Hasil uji ketahanan menunjukkan bahwa spesimen setelah terpapar asam sulfat selama 56 hari memiliki penurunan massa benda uji untuk rasio foaming agent dan air 1:20, 1:30, 1:40 adalah sebesar 7,64%, 7,90% dan 8,56%. Rasio foaming agent dan air pada pembuatan busa yang lebih kecil menunjukkan berat jenis, kuat tekan dan durabilitas yang lebih baik terhadap serangan sulfat.
Kata Kunci: Geopolimer, fly ash, beton busa, durabilitas, asam sulfa
