2,083 research outputs found

    PELATIHAN PENGOLAHAN SABUN MANDI SARI EKSTRAK BUAH TOMAT DI INDUSTRI WILAYAH KOTA MEDAN

    Get PDF
    Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan antioksidan yang cukup tinggi yaitu likopen, polifenol dan vitamin C. Antioksidan dapat melindungi tubuh manusia memperbaiki kerusakan akibat senyawa oksigen reaktif dan radikal bebas lain. Senyawa oksigen reaktif yang memicu stres oksidatif di kulit dapat menyebabkan kanker, penuaan, peradangan, dan kerusakan sel-sel kulit, oleh karena itu tomat dapat digunakan untuk produk kebersihan dan kecantikan seperti sabun mandi. Tujuan penelitian ini ialah untuk memformulasikan sari buah tomat dalam bentuk sediaan sabun padat menguji efektivitas dalam melembapkan kulit, dan menguji kualitas mutu sabun berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Penelitian dilakukan secara eksperimental, meliputi perolehan sampel, identifikasi sampel, pembuatan sari buah tomat dengan menggunakan juicer. Pembuatan sabun padat dimulai dari formula blanko (F0) dan penambahan konsentrasi simplisia 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Pemeriksaan stabilitas fisik sediaan meliputi pengujian iritasi, dan hedonik terhadap sukarelawan, dan uji kelembapan kulit. Pemeriksaan kualitas sabun padat berdasarkan Standar Nasional Indonesia yaitu pH, ketinggian busa, kadar alkali bebas dan asam lemak bebas. Hasil yang didapatkan ialah sari buah tomat dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun padat yang tidak mengiritasi kulit sukarelawan. Sabun dengan konsentrasi eksfolian 15% (F3) memberikan efektivitas melembapkan kulit terbaik yaitu kadar air meningkat 40,80%. Sabun padat memenuhi Standar Nasional Indonesia yaitu: pH 9,61-9,83, busa yang stabil, kadar alkali bebas 0,08% serta asam lemak bebas 0,765%. Sediaan sabun padat yang mengandung sari buah tomat dengan konsentrasi 15% menunjukkan efektivitas dalam melembapkan kulit yang paling baik dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia

    PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECEMASAN DALAM MENYUSUN SKRIPSI PADA MAHASISWA PGSD TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

    Get PDF
    The anxiety experienced by students who are compiling their thesis makes students feel depressed due to several factors such as choosing an inappropriate title, the difficulty of finding book references, the limitations of meeting with supervisors due to the PPKM policy by the government. This situation can make students lazy and hinder the process of making the thesis of Psychology Study Program Faculty of Pharmacy and Health Sciences, University of Sari Mutiara Indonesia. The research method used in this research is quantitative research method. finalists who are compiling the Thesis. In this study, the author distributes questionnaires through Google formular with a sample of 50 people. shows the relationship between Social Support Variables on Anxiety in Writing Thesis. The value of R square (R2) is 0.002 which means 0.2% variance of anxiety in writing thesis in PGSD students at the Final Level of Sari Mutiara Indonesia

    Collective author SARI network - list of names and affiliations

    No full text
    Llist of names and affiliations under the collective author "SARI network

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI REMAJA TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA SUKOWONO KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Hubungan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Remaja terhadap Pernikahan Dini di Desa Sukowono Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember; Dewa Ayu Eka Chandra Merta Sari, 112310101047; 2015; 89 halaman; Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember. Masa remaja merupakan masa peralihan menuju ke masa dewasa. Remaja awal akan mulai mengalami perubahan-perubahan seperti perubahan fisik dan psikologis. Perubahan yang dialami remaja mempengaruhi berkembangnya emosi. Kematangan emosional merupakan tugas perkembangan yang sangat sulit bagi remaja. Proses pencapaiannya sangat dipengaruhi kondisi sosio-emosional lingkungannya terutama lingkungan keluarga. Remaja pada tahap ini sangat memerlukan dukungan keluarga terkait dengan permasalahan-permasalahn yang dialami dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Dukungan keluarga yang dibutuhkan anak pada usia remaja dengan orang tuanya adalah seputar masalah pertemanan, penampilan, hobi dan cita-cita. Remaja membutuhkan kehadiran orang tua untuk mendengarkan, berdiskusi dan memahami perasaan remaja. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya motivasi remaja terhadap pernikahan dini. Remaja yang memiliki dukungan rendah memiliki kecenderungan termotivasi untuk menikah dini karena merasa tidak diperhatikan, sedangkan remaja yang memiliki dukungan yang tinggi memiliki kecenderungan memiliki motivasi rendah menikah dini. Hasil penelitian menunjukaan 110 remaja (56,7%) memiliki dukungan tinggi dan 84 remaja (43,3%) memiliki dukungan rendah. Motivasi terhadap pernikahan dini didapatkan 106 remaja (54,6%) memiliki motivasi rendah dan 88 orang (45,4%) memiliki motivasi tinggi. Tujuan dan metode penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan motivasi remaja terhadap pernikahan dini di Desa Sukowono Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Data penelitian ini diambil x pada tanggal 14 Mei- 6 Juni 2015. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner dukungan keluarga dan motivasi remaja terhadap pernikahan dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini remaja putri berusia 11-14 tahun di Desa Sukowono yang berjumlah 375 remaja. Teknik pengambilan menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 194 remaja putri. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% (α < 0,05). Hasil uji statistik Spearman Rank menunjukan nilai p value 0,005 yang artinya p value lebih kecil dari nilai alpha (p < α) dengan nilai α = 0,05 sehingga Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi remaja terhadap pernikahan dini di Desa Sukowono Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi remaja terhadap pernikahan dini di Desa Sukowono Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Rekomendasi penelitian ini adalah perawat diharapkan mampu meningkatkan perannya melalui tindakan pencegahan primer, sekunder dan tersier sebagai upaya mencegah terjadinya pernikahan dini

    Correction to: Discontinuity characterization for slope stability assessment using combined aerial photogrammetry, and geophysics approach (Natural Hazards, (2024), 10.1007/s11069-024-06932-3)

    No full text
    In this article the author’s name Mahmut Sari was incorrectly written as Mahmut Saari. The original article has been corrected. © The Author(s), under exclusive licence to Springer Nature B.V. 2024

    Pengetahuan Dagusibu Untuk Siswa SD 056024 Balai Gajah

    Get PDF
    Masalah kesehatan yang baru dapat timbul dari kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat. Minimnya pengetahuan tentang obat di masyarakat dimulai dengan pemberian pengetahuan sejak dini pada siswa sekolah dasar karena mereka yang nantinya akan menjadi remaja dan mengurangi penyalahgunaan obat di masyarakat seperti yang saat ini banyak sekali terjadi pada siswa sekolah menengah atas ataupun mahasiswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk pengenalan tentang obat sejak dini tentang obat kepada siswa Sekolah Dasar. Peningkatkan pengetahuan masyarakat akan obat, sehingga tim Dosen Universitas Sari Mutiara melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU). Metode kegiatan ini melibatkan anak-anak sekolah di SD Negeri 056024 Balai Gajah adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU. Hasil dari kegiatan ini adalah SD Negeri 056024 Balai Gajah mendapatkan edukasi terkait&nbsp; DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang)

    Building the content of CSR in the food chain with a stakeholder dialogue

    Get PDF
    The paper is concerned with the content of corporate social responsibility (CSR) in the food supply chains. The objective is to build the content of CSR in the food chain with a stakeholder dialogue. The research project takes an action oriented approach and is based on case studies. The project draws on three different case food products and their supply chains: rye bread, broiler chicken products and margarine. The content of CSR is constructed in interaction between researchers, consumers, companies and their interest groups. The research project combines the compilation and analysis of extensive information sources, constructive technology assessment and stakeholder workshops. The paper presents how the research process is proceeding in a dialogue with researchers, representatives of case companies, consumers and other stakeholders and provides results on important CSR issues related to the case food products and their supply chains.Corporate social responsibility, supply chain, stakeholders, Agribusiness,

    Penerapan Digital Marketing Pada UMKM “Sari Beauty Home” Dalam Meningkatkan Pendapatan

    Get PDF
    The title of the project is Implementation of Digital Marketing at UMKM Sari Beauty Home in Balam km 11, Bangko Jaya sub-district, Rokan Hilir district, Riau. In the current technological era, which is very influential on all community activities, including changing marketing activities, which were once dominated by traditional or conventional activities, are now digital-based. Digital marketing provides a lot of information related to the products being sold. Digital marketing makes it easier for UMKM businesses in the product marketing process. The purpose of this final project is to find out the SWOT of Sari Beauty Home UMKM, and to find out segmenting, targeting, and positioning. In this final project the author uses 4 (four) methods consisting of a project plan, project implementation plan, project completion and reporting plan. The results of the SWOT analysis described in this project can be described that this UMKM has significant strengths in terms of service quality and price. The quality of service of Sari Beauty Home UMKM is very good and always pays attention to consumer comfort. The price offered by UMKM Sari Beauty Home is quite affordable and provides a warranty system. The result of this project is the interest of the owner of Sari Beauty Home UMKM to use digital marketing in marketing UMKM products so as to successfully reach potential customers widely and there is an increase in sales after the owner of Sari Beauty Home UMKM began marketing products through social media

    Pengembangan bentuk penyajian tari pembuka dalam pertunjukan sandiwara Chandra Sari di Kecamatan Logbener Kabupaten Indramayu

    No full text
    Tari Pembuka merupakan tarian ekstra yang ada di sandiwara Chandra Sari. Tari Pembuka biasa disebut masyarakat Kabupaten Indramayu dengan nama lain dari tari Srimpi. Arti dari penyebutan “Srimpi” atau “Nyerimpi” adalah dari arti kata “menari”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisiis bentuk penyajian tari Pembuka versi pertama dan versi kedua, agar dapat mengetahui pengembangan bentuk apa saja yang berubah dari sebelumnya. Pada penelitian ini objek material akan diteliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Ciri deskriptif ialah data yang dikumpulkan berupa kata-kata yang menjelaskan tentang perubahan dari bentuk penyajian tari Pembuka versi pertama menjadi tari pembuka versi kedua, gambar-gambar yang didapat dari hasil observasi yang akan digunakan untuk bukti dan memperkuat hasil pengamatan, juga catatan-catatan penting untuk menulis data hasil wawancara yang dilakukan pada wawancara dengan para pelaku sandiwara di sandiwara Chandra Sari Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu. Hasil dari analisis yang dapat dibuktikan dari hasil pengamatan dan penelitian bahwa Tari Pembuka tercipta pada tahun 1977 dengan satu bagian bentuk penyajian gerak tari Lenyepan saja. Pada tahun 1990 tari Pembuka mengalami pengembangan bentuk penyajian pada bagian gerak tari Pembuka menjadi lima bagian gerak tari yaitu Monggang, Lenyepan, Balian, Keringan dan Topengan. Penelitian ini bermaksud melihat pengembangan bentuk penyajian yang terjadi pada penyajian tari Pembuka versi pertama dan versi terbaru. Pendekatan koreografis yang digunakan untuk melakukan kajian terhadap sebuah teks koreografi tari Pembuka bertujuan untuk mengungkap pengembangan apa saja yang terjadi pada pengembangan bentuk penyajian pada versi pertama dan tari Pembuka versi terbaru. Akibat dari pengembangan pada tari Pembuka menjadikan kesenian tari tradisional Indramayu banyak disukai oleh masyarakat

    Pengembangan Bentuk Penyajian Tari Pembuka Dalam Pertunjukan Sandiwara Chandra Sari Di Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu

    Get PDF
    Tari Pembuka merupakan tarian ekstra yang ada di sandiwara Chandra Sari. Tari Pembuka biasa disebut masyarakat Kabupaten Indramayu dengan nama lain dari tari Srimpi. Arti dari penyebutan “Srimpi” atau “Nyerimpi” adalah dari arti kata “menari”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisiis bentuk penyajian tari Pembuka versi pertama dan versi kedua, agar dapat mengetahui pengembangan bentuk apa saja yang berubah dari sebelumnya. Pada penelitian ini objek material akan diteliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Ciri deskriptif ialah data yang dikumpulkan berupa kata-kata yang menjelaskan tentang perubahan dari bentuk penyajian tari Pembuka versi pertama menjadi tari pembuka versi kedua, gambar-gambar yang didapat dari hasil observasi yang akan digunakan untuk bukti dan memperkuat hasil pengamatan, juga catatan-catatan penting untuk menulis data hasil wawancara yang dilakukan pada wawancara dengan para pelaku sandiwara di sandiwara Chandra Sari Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu. Hasil dari analisis yang dapat dibuktikan dari hasil pengamatan dan penelitian bahwa Tari Pembuka tercipta pada tahun 1977 dengan satu bagian bentuk penyajian gerak tari Lenyepan saja. Pada tahun 1990 tari Pembuka mengalami pengembangan bentuk penyajian pada bagian gerak tari Pembuka menjadi lima bagian gerak tari yaitu Monggang, Lenyepan, Balian, Keringan dan Topengan. Penelitian ini bermaksud melihat pengembangan bentuk penyajian yang terjadi pada penyajian tari Pembuka versi pertama dan versi terbaru. Pendekatan koreografis yang digunakan untuk melakukan kajian terhadap sebuah teks koreografi tari Pembuka bertujuan untuk mengungkap pengembangan apa saja yang terjadi pada pengembangan bentuk penyajian pada versi pertama dan tari Pembuka versi terbaru. Akibat dari pengembangan pada tari Pembuka menjadikan kesenian tari tradisional Indramayu banyak disukai oleh masyarakat
    corecore