1,720,992 research outputs found

    Analysis of Muallaf ‘Aisyiyah Da’wah Strategy

    No full text
    Muallaf has psychological and social problems, so he needs adequate proselytizing. The assistance of Muallaf requires management in a systematic, planned, and carried out by gradually. This study aims to explore the analysis of Muallaf \u27Aisyiyah\u27s da\u27wah was carried out to see the precision and speed of service according to the characteristics of the problems facing Muslim convert and strength Strengthening given by \u27Aisyiyah to optimize the guidance and counseling services to convert to Islam. The study subjects numbered 55 muballighat from 23 provinces which were excavated through a self-report written in the preachers\u27 training of Aisyiyah, a companion to a Muslim muallaf with instruments prepared as worksheets in the training. The research results describe that SWOT analysis be one solution in formulating appropriate planning and prompt assistance following the problems faced by muallaf. Strengthening the preachers\u27 competence in implementing the mentoring strategy planning is important in efforts to set goals and targets according to the needs of converts. Steps in building of Islamic faith and Islamic, psychological and spiritual strengthening, strengthening family resilience and economic empowerment and well-being executed based on a thorough analysis. Muallaf memiliki permasalahan ideologis, psikologis dan sosial, maka dirinya membutuhkan bantuan yang memadai. Proses memberikan bantuan kepada muallaf membutuhkan pengelolaan secara sistematis, terencana dan dilakukan dengan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan menggali  analisis dakwah muallaf ‘Aisyiyah yang dilakukan untuk melihat ketepatan dan kecepatan layanan sesuai karakteristik masalah yang dihadapi muallaf serta penguatan yang diberikan oleh ‘Aisyiyah dalam upaya optimalisasi layanan bimbingan dan konseling kepada muallaf. Subyek penelitian berjumlah 55 muballighat dari 23 provinsi yang digali melalui self-report yang dituliskan dalam pelatihan muballighat ‘Aisyiyah pendamping muallaf dengan instrumen yang disiapkan sebagai lembar kerja dalam pelatihan. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa analisis SWOT menjadi salah satu solusi dalam memformulasikan perencanaan pendampingan yang tepat dan cepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh muallaf. Penguatan kompetensi muballighat dalam melaksanakan perencanaan strategi pendampingan menjadi  penting dalam upaya menyusun tujuan dan target sesuai kebutuhan muallaf.  Langkah-langkah dalam penguatan aqidah dan keislaman, penguatan psikologis dan spiritualitas, penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan dijalankan berdasarkan pada analisis yang matang

    IMPLIKASI PEMAKNAAN "CANTIK" TERHADAP PELAKSANAAN TATA TERTIB MAHASISWA

    Get PDF
    Pemaknaan “cantik” bagi mahasiswa mempengaruhi gaya berbusana dan terkait dengan pelaksanaan tata tertib berbusana mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna cantik dan implikasinya dalam berbusana sebagai wujud dari pelaksanaan tata tertib mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subyek penelitian berjumlah 165 mahasiswa dan subyek khusus untuk diobservasi dan wawancara mendalam 10 mahasiswa, berfokus pada mahasiswi yang memiliki kriteria modis, jilbaber dan yang berbusana wajar. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa makna cantik pada kecantikan luar (outer beauty), kecantikan dalam (inner beauty) serta keseimbangan antara kecantikan luar (outer beauty) dan kecantikan dalam (inner beauty). Pemaknaan ini berimplikasi pada gaya berbusana dan mencerminkan perilaku dalam melaksanakan tata tertib. Gaya berbusana mahasiswi diwujudkan pada kriteria menyesuaikan tata tertib, berbusana hanya untuk penampilan dan berbusana mengikuti hukum Islam tanpa harus melanggar tata tertib.  Kata kunci: Pemaknaan Cantik, Pelaksanaan Tata Tertib Mahasisw

    MENGGAGAS KONSELING BERWAWASAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA

    Get PDF
    Manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai??abdull?h?atau hamba Allah SWT, dan sebagai?khal?fah?atau wakil Allah di muka bumi. Predikat pertama menunjukkan kelemahan, kekecilan, keterbatasan, dan ketergantungan manusia kepada yang lain, sehingga setiap manusia berpotensi untuk mempunyai masalah. Predikat kedua menunjukkan kebesaran manusia dan sekaligus besarnya tanggungjawab dalam menjalani kehidupan di muka bumi. Kedua predikat yang melekat pada diri manusia mensiratkan tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam setiap langkah kehidupannya. ?Realitas kehidupan dalam konteks sebagai makhluk yang lemah (?abdun), manusia akan menjalani kehidupan yang manis, lapang dan kemudahan dan sebaliknya akan mengalami kehidupan yang pahit, sempit, dan berat. Realita manusia dalam kondisi diri yang tak berdaya, maka orang membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya membutuhkan dokter dalam memulihkan kondisi kesehatan dan membutuhkan konselor, psikolog atau bahkan psikiater dalam kondisi mental yang kacau (gangguan jiwa). Upaya memperoleh bantuan dari konselor, psikolog atau psikiater bertujuan untuk memulihkan rasa percaya dirinya, meluruskan cara berpikir, berpandangan secara realistis, mampu melihat kenyataan yang sebenarnya, dan mampu mengatasi problema dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan.Terdapat empat dasar filosofis dalam konteks bimbingan dan konseling dalam perspektif keilmuan maupun ajaran Islam. Pertama, bahwa kodrat kejiwaan manusia membutuhkan bantuan psikologis. Kedua, gangguan kejiwaan yang berbeda-beda membutuhkan terapi yang tepat. Ketiga, meski manusia memiliki fitrah kejiwaan yang cenderung kepada keadilan dan kebenaran, tetapi daya tarik kepada keburukan lebih banyak dan lebih kuat, sehingga motif kepada keburukan akan lebih cepat merespon stimulus keburukan dan mendahului respon motif kepada kebaikan. Keempat, keyakinan bahwa agama (keimanan) merupakan bagian dari struktur kepribadian, sehingga getar batin dapat dijadikan penggerak tingkah laku (motif) kepada kebaikan

    Konsep dan Etika Kebahagiaan Melalui Ekonomi Sufistik

    Get PDF
    This article aims to describe the thinking about economic practices that are not dichotomous with religion to get happiness. The offer of Sufistic spirituality becomes a bridge that connects economic activity with servitude to Allah SWT. This research is a literary study with primary sources of positive psychology literature, Sufistic economics and happiness, and secondary sources in the form of complementary sources, namely data about which supports a person can be happy such as economics and Sufism practices. Data analysis was carried out with stages of identification data collection, clarification between sources, classification of discussion themes, narrating, and discussing in a systematic and coherent system. The results showed that happiness is found in the course of economic practices inspired by Sufi spiritual values. Economic practice is guided by the foundation of life that relies on spiritual feelings namely, faith, Islam and ihsan through the stages of takhalli, tahalli and tajalli to find ultimate happiness. Economic behavior runs through the integration of physical and spiritual elements which are integrated into the spirit of economic practice in people's lives. Keywords: happiness, sufistic-economic, spirituality, economic action   Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pemikiran tentang praktik ekonomi yang tidak dikhotomis dengan agama untuk mendapatkan kebahagiaan. Tawaran spiritualitas sufistik menjadi jembatan yang menghubungkan kegiatan ekonomi dengan penghambaan kepada Allah SWT. Penelitian ini merupakan penelitian literartur dengan sumber primer literatur psikologi positif, ekonomi sufistik dan kebahagiaan, dan sumber sekunder berupa sumber komplementer yaitu data-data mengenai yang mendukung seseorang dapat bahagia seperti ekonomi dan praktik tasawuf. Analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data identifikasi, klarifikasi antar sumber, klasifikasi tema-tema bahasan dan menarasikan serta mendiskusikan dalam sistematika yang runtut dan jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan ditemukan seiring perjalanan praktik ekonomi yang dijiwai oleh nilai-nilai spiritualitas sufistik.  Praktik ekonomi tertuntun dengan landasan kehidupan yang bersandar pada perasaan spiritual yaitu, iman, Islam dan ihsan melalui tahapan takhalli, tahalli dan tajalli untuk menemukan kebahagiaan hakiki. Laku ekonomi berjalan melalui integrasi unsur jasmaniah dan ruhaniah yang menyatu menjadi ruh spiritualitas praktik ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: kebahagiaan, ekonomi sufistik, spiritualitas, praktik ekonom

    Analysis of Muallaf ‘Aisyiyah Da’wah Strategy

    No full text
    Muallaf has psychological and social problems, so he needs adequate proselytizing. The assistance of Muallaf requires management in a systematic, planned, and carried out by gradually. This study aims to explore the analysis of Muallaf \u27Aisyiyah\u27s da\u27wah was carried out to see the precision and speed of service according to the characteristics of the problems facing Muslim convert and strength Strengthening given by \u27Aisyiyah to optimize the guidance and counseling services to convert to Islam. The study subjects numbered 55 muballighat from 23 provinces which were excavated through a self-report written in the preachers\u27 training of Aisyiyah, a companion to a Muslim muallaf with instruments prepared as worksheets in the training. The research results describe that SWOT analysis be one solution in formulating appropriate planning and prompt assistance following the problems faced by muallaf. Strengthening the preachers\u27 competence in implementing the mentoring strategy planning is important in efforts to set goals and targets according to the needs of converts. Steps in building of Islamic faith and Islamic, psychological and spiritual strengthening, strengthening family resilience and economic empowerment and well-being executed based on a thorough analysis. Muallaf memiliki permasalahan ideologis, psikologis dan sosial, maka dirinya membutuhkan bantuan yang memadai. Proses memberikan bantuan kepada muallaf membutuhkan pengelolaan secara sistematis, terencana dan dilakukan dengan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan menggali  analisis dakwah muallaf ‘Aisyiyah yang dilakukan untuk melihat ketepatan dan kecepatan layanan sesuai karakteristik masalah yang dihadapi muallaf serta penguatan yang diberikan oleh ‘Aisyiyah dalam upaya optimalisasi layanan bimbingan dan konseling kepada muallaf. Subyek penelitian berjumlah 55 muballighat dari 23 provinsi yang digali melalui self-report yang dituliskan dalam pelatihan muballighat ‘Aisyiyah pendamping muallaf dengan instrumen yang disiapkan sebagai lembar kerja dalam pelatihan. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa analisis SWOT menjadi salah satu solusi dalam memformulasikan perencanaan pendampingan yang tepat dan cepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh muallaf. Penguatan kompetensi muballighat dalam melaksanakan perencanaan strategi pendampingan menjadi  penting dalam upaya menyusun tujuan dan target sesuai kebutuhan muallaf.  Langkah-langkah dalam penguatan aqidah dan keislaman, penguatan psikologis dan spiritualitas, penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan dijalankan berdasarkan pada analisis yang matang

    PROSOCIAL BEHAVIOR IN ISLAMIC PSYCHOLOGY

    Get PDF
    Nowadays, there has been a decline in morality toward others. It is resulting in various problems, such as bullying, theft, promiscuity, alcohol, drugs, death due to social media violence, and anxiety. The variety of conflicts that occur means that prosocial behavior is needed to minimize the conflicts that arise. Prosocial behavior is defined as behavior that positively impacts the individual himself or others. This research aims to find out how prosocial behavior is from the perspective of Islamic psychology. This research uses a literature study type of research (literature review). This research uses books and articles relevant to the author\u27s discussion as the primary data sources for obtaining research related to prosocial behavior. This research shows that in Islamic psychology, prosocial behavior is in the form of helping; in surah al-maida verse 2, the words birr and piety are mentioned. Where birr means all good deeds, taqwa means fear of Allah, avoiding Allah\u27s prohibitions, and carrying out Allah\u27s commands

    PENYULUHAN PENCEGAHAN “KLITIH” MELALUI PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA DI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan materi penyuluhan pencegahan klithih melalui penguatan ketahanan keluarga. Metode kegiatan yang dilakukan dengan mengadakan talkshaw yang dihadiri oleh Pimpinan Cabang‘Aisyiyah, pimpinan Muhammadiyah, anggota Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta simpatisan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah di Moyodan yang berjumlah 400 orang. Kegiatan berjalan sangat interaktif dan materi yang disampaikan menggugah dan menyadarkan warga ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah untuk bahu membahu membangun keluarga yang memiliki ketahanan, baik ketahanan materi, fisik, emosional dan spiritual. Bentuk tindak lanjut kegiatan adalah pendampingan terhadap keluarga yang ditengarahi rentan klithih

    PENGARUH METODE SOSIODRAMA TERHADAP PERILAKU SOPAN SANTUN SISWA MAN 3 BANTUL

    Get PDF
    ABSTRACTPoliteness among students begin to decline, phenomenon occured in schools many students who do not understand the behavior of courtesy in relationships in the school environment. Therefore, guidance and counseling services are expected to overcome this phenomenon. This research intend to find out and analyze the effect of sociodrama method on students manners. The type of research is experimental research with research subjects totaling 15 students. Data collection technique uses courtesy scale, observation, interview and documentation. In addition, data analysis technique uses paired samples test (T-test). The results of data analysis obtained from the average pretest score is 138,40 while the average posttest score is 143,67. Based on these data show that there is an average increase of -5,267. Correlation value obtained from paired samples test (T-test) is 0,915 with significant 0,000. T-count Value is -3,088 with sig. (2-tailed) value is 0,008. T-count (-3,008) ≥ t-table (2,145) and sig. (2-tailed) value is 0,008 ≤ 0,05. These data mean that Ha in this research is accepted and Ho is rejected so that there are different an average manners before and after treatment (sociodrama method). Thereby, sociodrama method influences the behavior of student’s manners MAN 3 Bantul.Keywords: Sociodrama Method, The Behavior of Courtes

    BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL UNTUK SELF-EFFICACY SISWA DAN IMPLIKASINYA PADA BIMBINGAN KONSELING SMK DIPONEGORO DEPOK SLEMAN, YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstrak Adanya saling keterkaitan antara faktor pembawaan dan lingkungan, serta antar berbagai aspek perkembangan perlu menjadi khasanah pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanannya sebagai dasar upaya diagnosis, prognosis, dan pemberian bantuan bagi siswa. Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu pilihan layanan dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling untuk self-efficacy siswa dalam membantu menentukan dan mengembangkan dirinya secara optimal dan mandiri sesuai dengan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif-kuantitatif. Tujuannya yaitu untuk mendiskripsikan pelakasanaan bimbingan pribadi-sosial siswa SMK Diponegoro,  Depok, Sleman, Yogyakarta dan mendiskripsikan bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan self-efficacy tinggi dan penguatan self-efficacy rendah pada siswa di SMK Diponegoro, Depok, Sleman, Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru bimbingan konseling, wali kelas, dan siswa kelas X PTSM. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, skala, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tindak lanjut. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial di SMK Diponegoro dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kunjungan rumah, IKMS, dan papan bimbingan. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan dan penguatan self-efficacy siswa mendapatkan respon baik dengan nilai rata-rata 86,7. Kata Kunci : Bimbingan Pribadi-Sosial, Self-Efficacy
    corecore