1,720,973 research outputs found

    STRATEGI KEPALA MADRASAH TSANAWIYAH DALAM MENINGKATKAN MUTUPENDIDIKAN

    Full text link
    Strategi kepala madrasah sebagai pemimpin dalam meningkatkan mutu output pendidikan diklasifikasikan sebagai: a. Prestasi akademik, dilakukan kepala madrasah dengan memotivasi kerja dan meningkatkan disiplin tenaga pendidik dalam mengoptimalkan proses pembelajaran; b. Prestasi non-akademik, dilakukan kepala madrasah dengan mengikutsertakan dan saling bekerja sama dengan tenaga pendidik dan kependidikan dalam menerapkan pendekatan pembiasaan dalam membentuk prilaku siswa dan melaksanakan kegiatan ekstradan Kepemimpinan pendidikan di madrasah harus dilandasi konsep demokratisasi, spesialisasi tugas, pendelegasian wewenang, profesionalitas, dan integrasi tugas untuk mencapai tujuan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

    Full text link
    Perkembangan Pendidikan Islam Di Indonesia. Pada awalnya bersifat informal, yakni melalui interaksi pada Perguruan Tinggi Agama. Sekolah Islam dan madrasah unggulan menambahkan penekanan inter-personal yang berlangsung dalam berbagai kesempatan seperti aktivitas perdagangan da’wah bil hal atau keteladanan. Lembaga pendidikan islam tradisional di Nusantara antara lain yaitu: Masjid, Langgar, Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama. Madrasah merupakan perkembangan lebih lanjut atau pembaruan dari pesantren atau surau yang berlanjut pada religiusitas dan kesalehan melalui berbagai matpel keislaman. Secara sederhana, proses pendidikan yang dikembangkan di madrasah dan sekolah Islam unggulan (terpadu) bertujuan untuk mencetak alumni yang “cerdas” dan “berakhlak mulia”. Faktor yang menumbuh kembangkan keberadaan sekolah dan madrasah terpadu adalah kesadaran sebagian muslim untuk mendesain system pendidikan unggul, menurunnya proses dan hasil pendidikan di sekolah-sekolah umum, skeptisnya sebagian masyarakat terhadap proses dan hasil pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan

    METODE PEMBENTUKAN ESQ ANAK DALAM KELUARGA MENURUT PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    Abstrak:Tujuan pendidikan dalam keluarga tiada lain agar anak mampu berkembang secara maksimal, baik jasmani, akal, maupun ruhaninya. Terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan oleh keluarga untuk memaksimalkan potensi keluarga untuk membentuk multikecerdasan (ESQ) anak. Dalam pelaksanaan proses pendidikan anak, metode yang diterapkan haruslah bervariasi sesuai dengan kebutuhan, situasi, kondisi, tempat, dan waktusi anak. Metode yang dimaksud terdiri dari 1) Metode pembelajaran komunikatif, 2) Metode keteladanan, 3) Metode pembiasaan, 4) Metode pembelajaran langsung, dan 5) metode penghargaan dan hukuman.Kata Kunci: Pembentukan ESQ, Keluarga, Pendidikan Islam

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    PENGARUH PEMIKIRAN IBN TAYMIYYAH DI DUNIA ISLAM

    Full text link
    Abstrak:Kekuatan pemikiran Ibn Taymiyyah.1) kritik keras terhadap metode ta’wîl.2) menyarankan untuk memahami ajaran agama dengan cara menerima pesannya dan meyakini apapun makna lahir yang tersirat di dalam teks agama. 3) ajaran agama memiliki keunggulan dalam menyongsong modernitas. Pengaruh pemikiran Ibn Taymiyyah dapat dicerminkan oleh seberapa besar ketokohan intelektual para pengikutnya. Madjid Fakhry menyebutkan dua pemikir besar di dunia Islam yang sangat dipengaruhi oleh Ibn Taymiyyah, yakni Ibn al-Qayyim al-Jawziyyah dan Muhammad ibn Abd al-Wahhab. Seluruh gerakan Islam yang menamakan diri sebagai gerakan Salafiyyah adalah merupakan buah dari perkembangan luas pengaruh pemikiran Ibn Taymiyyah. Bagi Nurcholis Madjid, pemikiran Ibn Taymiyyah menjadi sesuatu yang doktrinal bagi banyak sekali gerakan pembaruan Islam zaman modern, baik yang fundamentalistik maupun yang liberal.  Kata Kunci: Pemikiran, Ibn Taymiyyah, Islam

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    MADRASAH DAN SEKOLAH ISLAM ELIT DI INDONESIA

    Full text link
    Menguatnya posisi lembaga pendidikan Islam tidak lepaskan dari upaya dinamika internal dalam tubuh pendidikan Islam berupa modernisasi, yang berkesinambungan dengan modernisasi Islam. Faktor yang menumbuhkembangkan keberadaan sekolah dan madrasah elit. Pertama, kesadaran untuk mendesain system pendidikan unggul. Kedua, menurunnya proses dan hasil pendidikan di sekolah-sekolah umum. Ketiga, skeptis terhadap proses dan hasil pendidikan pada pesantren dan madrasah. Keempat, peningkatan kemampuan ekonomi. Kelima, dukungan pemerintah dalam otonomi pendidikan swasta dan program pemerintah dalam upaya “internasionalisasi” semua level pendidikan di Indonesia

    FORMAT LEMBAGA PENDIDIKAN PERSPEKTIF PENDIDKAN ISLAM

    Full text link
    Lembaga pendidikan bentuk organisasi tersusun relatif tetap terdiri atas pola-pola tingkah laku, peranan-peranan dan relasi-relasi terarah dalam mengikat individu yang mempunyai otoritas formal dan sangsi hukum, dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. Terdapat empat lembaga pendidikan yang digunakan Rasulullah SAW dalam mengajarkan al-Qur’an dan As-sunah, yaitu: Dar al-Arqam, kuttab, Suffah dan masjid. Pendidikan Islam di Indonesia pada mulanya dilaksanakan secara informal, melalui kontak-kontak pribadi antara mubaligh dengan masyarakat sekitar, dalam proses perdagangan. Lembaga pendidikan Islam formal di Indonesia saat ini; (1) Pondok pesantren, (2) madrasah, (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah), serta (3) Perguruan Tinggi. Lembaga pendidikan Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat berbangasa dan bernegara. Kultur pendidian yang berkualitas akan mengahasilkan SDM yang berkualitas sehingga memiliki daya saing yang tingg
    corecore