1,721,929 research outputs found

    Andriansyah 185100013

    No full text
    tugas bu desi tahun 2019/202

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    ULIKAN SOSIOLOGI SASTRA DINA NOVEL-NOVEL SUNDA KARYA TATANG SUMARSONO

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya usaha penelitian karya-karya sastra Sunda, terutama karya dari para sastrawan Sunda yang mumpuni, baik secara kualitas maupun kuantitas. Selain untuk menggali nilai-nilai sastra, juga mengetahui riwayat hidup dan kepengarangannya yang mempengaruhi karyanya, di antaranya adalah novel-novel Sunda karya Tatang Sumarsono. Peneltian ini bertujuan menemukan dan mendeskripsikan aspek-aspek, adalah untuk mendeskripsikan (1) aspek sosiologi pengarang novel Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, dan Mandédurma; (2) aspek sosiologi karya sastra novel Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, dan Mandédurma; dan (3) aspek sosiologi sastra novel Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, dan Mandédurma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk mencari dan mendeskripsikan data-data dengan mengaitkan antara sosiologi sastra dengan teks sastra secara teliti. Teknik yang digunakan adalah teknik studi pustaka dan teknik hermeneutika. Untuk analisis data digunakan studi dokumentasi (documentary study) dan wawancara (interview). Hasil penelitian ini menmukan bahwa dalam aspek sosiologi pengarang yang mempengaruhi karyanya adalah status sosial, ideologi politik, profesi, dan hobi. Dalam aspek sosiologi karya sastra yang mempengaruhi adalah kritik sosial kepada masyarakat yang tidak menghargai nilai tradisi, melanggar aturan, merusak alam, mengabaikan nilai keagamaan (religiusitas), dan pemimpin yang melanggar aturan. Dalam aspek sosiologi sastra, apresiasi masyarakat sastra terhadap lima novel Sunda tersebut sangat baik serta memberi pengaruh sosial kepada masyarakat. Melalui penelitian ini maka anggapan bahwa sastra merupakan cerminan dari kehidupan sosial masarakat, terbukti benar adanya. Kata kunci: novel Sunda, Tatang Sumarsono, sosiologi sastra A STUDY IN THE SOCIOLOGY OF LITERATURE IN SUNDANESE NOVELS BY TATANG SUMARSONO Ari Andriansyah, 2021 ULIKAN SOSIOLOGI SASTRA DINA NOVEL-NOVEL SUNDA KARYA TATANG SUMARSONO Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ARI ANDRIANSYAH ABSTRACT 6 This study was motivated by the need to study Sundanese literary works, especially the work of qualified Sundanese writers, both in quality and quantity. In addition to exploring literary values, also know the life history and authorship that influenced his work, among them were Sundanese novels by Tatang Sumarsono. The purpose of this study were to describe (1) the sociological aspects of the author in Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, and Mandédurma novels; (2) the sociological aspects of the literary works in Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, and Mandédurma novels; and (3) the sociological aspects of literature in Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, and Mandédurma novels. The method used in this study was a descriptive method which aimed to find and describe the data by associating between the sociology of literature and literary texts carefully. While the techniques used were literature review, hermeneutics, data analysis, documentary, and interview techniques. The results of this study showed that in the sociological aspects of the author that influenced his works were social status, political ideology, profession, and hobbies. In the sociological aspects of literary works that influenced his works were social critiques for people which often violated the rules, undermined nature, ignored religious values (religiosity), and leaders who broke the rules. While in the sociological aspects of literature, the appreciation of the literary community towards the five Sundanese novels was very good and it gave social influences for people. Through this study, the assumption that literature was a reflection of the social life, proved true. Keywords: Sundanese novel, Tatang Sumarsono, sociology of literatur

    Analisis Khi Terhadap Hak Dan Kewajiban Suami Istri Yang Hidup Serumah Dengan Orangtuanya Di Desa Gasang Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan

    No full text
    ABSTRAK Andriansyah. 2019. Analisis KHI Terhadap Hak Dan Kewajiban Suami Istri Yang Hidup Serumah Dengan Orangtuanya Di Desa Gasang Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan, Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Niswatul Hidayati, M.H.I Kata Kunci: Hak kewajiban, Suami Istri, Orangtua Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya dorongan dari Islam kepada umatnya untuk membentuk sebuah keluarga islam mengajak manusia untuk hidup dalam naungan sebuah keluarga. Apabila suatu keluarga sudah terbentuk timbulah sebab akibat hukum diantaranya adalah mengenai hak dan kewajiban suami istri dalam keluaarga seperti yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 77-80 untuk itu penulis akan menguraikan secara ringan mengenai Analisis KHI Terhadap Hak Dan Kewajiban Suami Istri Yang Hidup Serumah Dengan Orangtuanya Di Desa Gasang Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan, Untuk itu penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1)Bagaiman analisis KHI (kompilasi hukum Islam) terhadap hak dan kewajiban suami yang hidup seruimah dengan orangtuanya di Desa Gasang Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan, 2). Bagaiman analisis KHI (kompilasi hukum Islam) terhadap hak dan kewajiban istri yang hidup seruimah dengan orangtuanya di Desa Gasang Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan Pendekatan peneliti ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penulis ini dilaksanakan di Desa Gasang Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan Dari hasil penelitian tersebut peneliti mendapatkan kesimpulan Sebenarnya hak dan kewajiban suami isteri yang hidup serumah dengan orangtuanya sudah terpenuhi, untuk masalah tempat kediaman dipertegas juga dalam pasal 78 ayat 2 Menentukan tempat kediaman bersama. kewajiban seorang suami adalah menyiapkan tempat kediaman bersama, namun keberadaan tentang tempat tinggal bersaama tersebut ditentukan secara bersana-sama karena hal tersebut sangat penting dan berhubungan dengan kebutuhan pokok serta dapat mempengaruhi keadaan rumah tangga. Pemenuhan hak dan kewajiban istri yang hidup serumah dengan orantuanya sangatlah umum terjadi, di lain hal orangtua dapat menjadi pembimbing rumah tangga anaknya, disisi lain anak memiliki kewajiban mengurus orangtuanya namun pernikahan pernikahan hal yang sangat penting dan perlu persiapan yang sangat matan

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Puasa sunyi masa pandemi

    No full text
    Puasa Ramadan 1441 H yang jatuh antara Mei-Juni tahun 2020 harus dilalui dalam situasi yang amat berbeda. Penyebabnya, puasa Ramadan kali ini harus dijalani dalam situasi pandemi Covid-19 yang mewabah di seantero dunia. Kurang lebih lima bulan sebelumnya, tersiar kabar munculnya virus flu baru yang dinamai SARS-CoV-2. Virus ini adalah penyebab penyakit yang kemudian dikenal dengan nama Covid-19. Covid adalah akronim dari Corona Virus Disease. Sedangkan angka 19 merujuk pada tahun kemunculan virus tersebut yang pertama kali muncul pada Desember 2019 di Wuhan, Cina. Cara penyebaran Covid-19 yang menuntut orang untuk meniadakan kontak langsung antara sesama itulah yang mewarnai hari-hari dalam menjalani ibadah puasa Ramadan 1441 H. Pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya, lumrah saja musala dan masjid dipenuhi orang bertarawih, beramai-ramai mencari makanan takjil untuk berbuka, berkumpul mengadakan buka bersama, dan melakukan hal-hal lain yang melibatkan banyak orang berkumpul. Tetapi pada Ramadan kali ini, hal-hal yang demikian tidak dapat atau amat terbatas untuk dilakukan. Pada Ramadan 1441 H, setiap orang diharuskan untuk memakai masker kapan saja dan di mana pun. Cuci tangan dengan sabun harus sering dilakukan. Juga, jaga jarak fisik satu sama lain wajib dipatuhi sehingga seruan untuk #dirumahsaja menjadi suatu keharusan. Semuanya agar orang tidak terjangkit Covid-19 atau menjangkiti orang lain. Suasana ini semakin meneguhkan ibadah puasa sebagai ibadah yang sunyi, yang tak demonstratif, dan menjadi rahasia antara pelakunya dengan Tuhannya. Dengan adannya wabah pandemi Covid-19, kesunyian ibadah puasa yang dijalani semakin bertambah-tambah kesunyiannya. Buku Puasa Sunyi Masa Pandemi yang hadir ke hadapan sidang pembaca ini adalah hasil refleksi banyak penulis dalam memaknai ibadah puasa Ramadan yang harus dijalani dengan cara dan suasana yang amat berbeda, di tengah-tengah pandemi yang sedang menghantui dunia. Tidak hanya cara ibadah yang coba direfleksikan kembali, apa makna terbesar umat Islam sehingga harus mengalami pandemi juga coba diselami. Mengapa generasi masa sekarang harus mengalami situasi seperti sekarang ini? Apa hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik darinya? Sejauh mana sumbangsih umat Islam dalam menghadapi pandemi Covid-19? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut dan sisa tanya lainnya tersaji di dalam buku ini

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore