1,726,583 research outputs found

    PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN SISWA PADA SMA BUDHAYA II SANTO AGUSTINUS

    Get PDF
    PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN SISWA PADA SMA BUDHAYA II SANTO AGUSTINUS

    TUGAS ETIKA MORAL Agustinus muksin PENGARUH PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR

    No full text
    PENGARUH PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR Agustinus Muksin: 31413001 ABSTRAK Kejahatan pencabulan anak dibawah umur merupakan bagian dari kejahatan terhadap kesusilaan. Dimana perbuatan cabul tersebut tidak saja terjadi pada orang dewasa tetapi juga terjadi pada anak-anak di bawah umur. Baik secara langsung ataupun tidak langsung anak-anak yang menjadi korban kejahatan pencabulan mengalami berbagai ganguan terhadap dirinya baik itu fisik maupun non-fisik yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Dalam penulisan paper ini membahas permasalahan tentang pengaruh pencabulan anak di bawah umu, sehinga bisa di temukan permasalahan atau faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pencabulan , serta upaya- upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pencabulan anak di bawah umur. Pencabulan terhadap anak di bawah umur dalam melakukan suatu kejahatan dilakukan dengan berbagai macam cara pencapai hasrat seksualya. Dapat disimpulkan fakto-faktor yang mempengaruhi terjadinyatindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umuryaitu faktor lingkungan, faktor media, faktor psikologis, serta faktor kejiwaan pelaku. Kata kunci : Pencabulan, kejahatan, anak-anak

    BIOGRAFI AGUSTINUS HERI SUGIANTO SENIMAN TARI ASAL SIDOARJO

    No full text
    ABSTRAK Agustinus Heri Sugianto lahir pada tahun 1963 adalah seorang seniman dan guru di SD Pucang I Sidoarjo. Sebagai seniman tari dan pendidik seni, Agustinus telah memiliki berbagai pengalaman dan prestasi mulai sebagai pendidik, penari, penata tari, penata artistik, konsultan tari, pembicara seminar dan sebagai duta seni tingkat Internasional. Di kalangan masyarakat Sidoarjo, Agustinus dikenal sebagai seniman akademikyang produktif. Agustinus dikenal namanya pertama kali pada tahun 1990 di Surabaya dan setelah itu pada tahun 1994 namanya terkenal sebagai seniman tari asal Sidoarjo. Dalam berkarya tari, Agustinus Heri Sugianto adalah seorang koreografer dan pendidik seni yang memiliki kemampuan lebih. Terlebih pada ketertarikannya membuat tari anak yang disesuaikan dengan karakter usia dan pada karya tari yang lain. Sebagai seniman, Agustinus Heri Sugianto layak dikategorikan sebagai seorang tokoh. Hal ini telah dibuktikan dari berbagai penghargaan yang telah diraih oleh Agustinus. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) Latar belakang kehidupan Agustinus Heri Sugianto (2) Konsep dan pandangan Agustinus Heri Sugianto terhadap seni tari. Metode yang digunakan pada penelitian studi tokoh life history. Subjek dari penelitian ini adalah Agustinus Heri Sugianto. Sumber data yang digunakan adalah data deskriptif dan sumber tertulis. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah: reduksi data, penyajian data, verifikasi, sedangkan validitas data menggunakan beberapa triangulasi yaitu triangulasi metode, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Agustinus Heri Sugianto melakukan pendalaman tentang ilmu seni tari diberbagai tokoh seniman di Indonesia. Selain menjadi koreografer, Agustinus juga menjadi konsultan, pendidik seni maupun pengamat seni. Agustinus merupakan orang yang konsisten, bertanggung jawab dan teliti. Kata Kunci:Agustinus Heri Sugianto, Biografi, Konsep dan Pandanga

    Tinjauan yuridis Sengketa Hasil Pemilihan Kepala Daerah Langsung Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2006./ oleh Holong Agustinus

    No full text
    abstrak (A)Nama: HOLONG AGUSTINUS (NIM: 205010170) (B)Judul Skripsi: Analisis Sengketa Hasil Pemilihan Kepala Daerah Langsung Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2006. (C)Halaman: vii + 134 + lampiran , 2008 (D)Kata Kunci: Sengketa Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (E)Isi: Fokus dari penulisan ini adalah mengenai keganjilan mengenai sengketa yang terjadi antara kewenangan KIP Tingkat Kabupaten Aceh Tenggara dengan KIP Tingkat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dalam melakukan rekapitulasi perhitungan hasil Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Permasalahan dari penulisan ini adalah apakah KIP Tingkat Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam ataukah KIP Tingkat Kabupaten Aceh Tenggara yang berwenang melakukan rekapitulasi perhitungan suara dan penetapan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2006 ? serta Bagaimanakah kedudukan hukum dari Komisi Indepeden Pemilihan (KIP) sebagai lembaga negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian normatif. Berdasarkan UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Qanun Aceh No. 7 tahun 2006 jo Qanun No. 2 Tahun 2004 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, lembaga yang menetapkan dan mengeluarkan Berita Acara Hasil Penghitungan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Aceh Tenggara adalah wewenang KIP Tingkat Kabupaten. kewenangan itu diambil alih oleh KIP Tingkat Provinsi. Dengan demikian dapat dikatakan kewenangan KIP Tingkat Kabupaten Aceh Tenggara untuk melakukan rekapitulasi perhitungan suara dan penetapan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2006 yang diambil alih oleh KIP Tingkat Provinsi NAD adalah tidak sah dan cacat hukum. Kemudian mengenai kedudukan hukum (legal standing) Para Pemohon untuk mengajukan permohonan sengketa yang terjadi berdasarkan UU No. 24 tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, diketahui bahwa para Pemohon tidak mempunyai kedudukan hukum sebagai lembaga negara untuk berperkara di Mahkamah Konstitusi, dan tidak memenuhi syarat yang ditentukan Pasal 61 UU MK, sehingga permohonan harus dinyatakan tidak dapat diterima. (F)Acuan: 32 (1917-2007) (G)Pembimbing: Rasji , SH, MH. (H)Penulis: Holong Agustinus _____________________________________

    TATA KELOLA KEUANGAN GEREJA PAROKI ST. AGUSTINUS FATUBENAO KEUSKUPAN ATAMBUA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata kelola keuangan Gereja di Paroki St. Agustinus Fatubenao dan juga untuk mengetahui masalahmasalah yang dialami dalam tata kelola keuangan di Paroki St. Agustinus Fatubenao Keuskupan Atambua. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangsih bagi Paroki St. Agustinus Fatubenao agar dapat terus membenahi tata kelola keuangannya ke arah yang lebih baik. Untuk mengetahui tata kelola keuangan yang berjalan di Paroki St. Agustinus Fatubenao, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan pengamatan dilokasi penelitian agar mengetahui secara menyeluruh tata kelola keuangan Paroki serta masalah-masalah yang terjadi dalam tata kelola keuangan. Data-data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan metode analisis data karya Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap dalam menganalisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa Pastor Paroki dan DKP telah menjalankan sistem tata kelola keuangan Paroki dengan berpedoman pada Buku Petunjuk Teknis Keuangan dan Akuntansi Paroki dengan melakukan penyesuaian sesuai kondisi di Paroki St. Agustinus Fatubenao. Selain itu Bapak Egidius Manek selaku Dewan Keuangan Paroki dan sekaligus operator sistem sanggup merancang sistem di software Microsoft Excel yang dapat menghasilkan Laporan Keuang Paroki. Masalah yang di alami Paroki St. Agustinus Fatubenao dalam tata kelola keuangan terdiri dari belum adanya petunjuk keuangan dan akuntansi Paroki dari pihak Keuskupan Atambua, belum membuat Rencana Anggaran Belanja Paroki dan belum membuat inventaris atas aset serta perlengkapan yang ada di Paroki

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR SANTO AGUSTINUS MERAUKE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang (1) strategi pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran di SD Santo Agustinus Merauke (2) strategi pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstra kurikuler di SD Santo Agustinus Merauke (3) peran orangtua dan masyarakat dalam implementasi pendidikan karakter di SD Santo Agustinus Merauke (4) faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pendidikan karakter di SD Santo Agustinus Merauke (5) pelaksanaan sistem evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan karakter di SD Santo Agustinus Merauke. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yang mengikuti konsep yang diberikan Miles and Huberman dan Spradley. Adapun dalam pengujian kredibilitas data dipergunakan teknik perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi (Moleong dan Sugiyono). Hasil penelitian menggambarkan bahwa, (1) Strategi Pelaksanaan Program PendidikanKarakter di SD St. Agustinus Merauke telah berjalan baik, (2) Kegiatan ekstra kurikuler berjalan baik, namun belum menunjukkan dampak positif yang lebih dalam membentuk karakter siswa, (3) Peranan Orang tua cukup baik tetapi kurang kontrol anak untuk mengerjakan tugas, dan kurang memenuhi kebutuhan anak, sementara peran masyrakat dalam menciptakan kondisi lingkungan yang aman, namun belum nampak peran dalam menunjang kesejahteraan guru, (4) Ada faktor penunjang dalam pendidikan karakter nampak pada manajemen sekolah, tenaga guru, sarana prasarana, sementara faktor hambatan nampak pada siswa tidak mengerjakan tugas, guru tidak hadir tepat waktu di sekolah dan lingkungan tempat bermain anak di luar sekoalh tidak mendidik, (5) Sistem evaluasi melalui penialaian kinerja guru dan pimpinan, belum mendatangkan perubahan. Solusi yang diajukkan untuk peningkatan mutu pendidikan karakter di SD St. Agustinus Merauke antara lain: (1) Meningkatkan keterampilan dan profesi mengajar, (2) Seleksi danevaluasi kegiatan yang sungguh membawa perubahan sikap bagi peserta didik, (3) Aktif mendampingi anak dan memenuhi kebutuhan sekolah, dan meningkatkan kesejahteraan guru, (4) Membenahi manajemen sekolah untuk tetap efektif dan merobah karakter siswa untuk rajin mengerjakan tugas serta disiplin guru untuk hadir tepat waktu di sekolah, (5) Evaluasi yang bertujuan menghasilkan perubahan.Kata kunci: Implementasi, Pendidikan, Karakter, Sekolah dan Masyarakat

    agustinus' Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Pelaksanaan novelty berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (studi kasus perkara antara PT Boma Internusa melawan PT PPEN Rajawali Nusantara Indonesia)/ oleh Agustinus Yoga

    No full text
    abstrak (A) Nama : Agustinus Yoga (NIM : 205030028). (B) Halaman : x + 100+ 14 + 2007 (C) Judul Skripsi : Pelaksanaan Novelty berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri ( Studi Kasus Perkara Antara P.T. Boma Internusa melawan P.T. PPEN Rajawali Nusantara Indonesia). (D) Kata kunci : Novelty, Desain Industri (E) Isi : Di dalam pengaturan HKI secara khusus yaitu di dalam desain industri terdapat suatu standar antara lain desain yang baru atau yang lazim disebut dengan novelty. Suatu desain industri baru dapat didaftar dan mendapatkan perlindungan hukum apabila desain tersebut baru berdasarkan Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, tetapi di dalam praktek masih terjadi pelanggaran-pelanggaran dimana desain yang tidak barupun dapat didaftarkan. Sebagai contoh adalah desain yang didaftarkan oleh pihak PT. Boma Internusa yang kemudian pendaftarannya ditolak oleh Dirjen HKI, sebaliknya PT. PPEN Rajawali Nusantara Indonesia yang juga mendaftarkan desain industrinya diterima oleh Dirjen HKI. Dengan adanya kasus pelanggaran di bidang desain industri tersebut maka timbul pertanyaan Bagaimanakah standar novelty menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri ? Mengapa pendaftaran desain karung plastik anti slip yang diajukan oleh PT. Boma Internusa tidak diterima oleh Dirjen HKI sedangkan pendaftaran karung plastik anti slip yang diajukan oleh PT. PPEN Rajawali Nusantara Indonesia diterima oleh Dirjen HKI, padahal di dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri tidak mengatur secara jelas tentang novelty ? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empris dengan mewawancarai pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan desain industri khususnya tentang standar novelty antara PT. Boma Internusa dengan PT. PPEN Rajawali Nusantara Indonesia. Dari hasil penelitian di lapangan dan keterangan dari para nara sumber, terlihat bahwa standar novelty ini tidak diatur secara jelas pengaturannya di dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri terutama Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain industri sehingga menyebabkan timbulnya ketidakjelasan kapan suatu desain disebut desain yang baru. Dalam praktek pelaksanaan di lapangan para ahli di bidang HKI menerapakan standar tambahan yaitu secara material fisik dan estetis dalam arti bahwa desain tersebut baru jika secara fisik dan keindahannya tidak terdapat kesamaan dengan desain yang telah ada. (F) Acuan : 14 (1986-2005) (G) Pembimbing Christine S.T. Kansil, S.H., M.H. (H) Penulis Agustinus Yog

    agustinus' Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    STOICISME DALAM TEOLOGI SAKRAMEN SANTO AGUSTINUS

    Get PDF
    Saint Augustine is tradionally known as a Christian thinker strongly influenced by Platonic tradition. His reflection on sacrament has strongly been considered as a Christian-Platonic achievement in theology. This work begs to differ on this point. It will analyse his sacramental theology and argue for a trace of Stoic tradition in his comprehension of the sacrament, instead of Platonic or Neoplatonic tradition. An analysis of his interest in language and rhetoric (i.e. his philosophy of language), the notions used, the logic applied could indicate a strong influence of Stoicism. His comprehension of the term ‘sign’ gives a hint of knowledge of or acquintance with the Stoic tradition. Given the importance of the notion ‘sign’ in his theology, his reflection on sacrament cannot be the other way round.AbstrakSecara tradisional santo Agustinus dikenal sebagai pemikir Kristiani yang sangat dipengaruhi oleh tradisi Platonis. Pemikirannya mengenai sakramen telah dipandang sebagai sebuah pencapaian Kristiani-Platonis dalam teologi. Tulisan ini menawarkan posisi yang berbeda. Tulisan ini akan menganalisa teologi sakramentalnya dan berargumentasi bahwa teologi sakramen St. Agustinus memberikan bukti adanya pengaruh tradisi Stoik, daripada pengaruh tradisi Platonis atau Neoplatonis. Analisa terhadap minatnya akan bahasa dan retorika (yakni, filsafat bahasa), terminologi-terminologi yang digunakan, logika yang diterapkan dapat menunjukkan pengaruh besar Stoicisme. Pemahamannya terhadap kata ‘tanda’ memberikan indikasi akan pengetahuan atau pengenalan akan tradisi Stoik. Menyadari pentingnya kata ‘tanda’ dalam teologinya, refleksi St. Agustinus mengenai sakramen pun turut menunjukkan pengaruh Stoicisme
    corecore