140 research outputs found

    PELATIHAN PEMBUATAN PRESENTASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN CANVA: indonesia

    No full text
    Community service program The Mathematics Education study program at PGRI Adi Buana University Surabaya aims to provide teachers with understanding regarding how to present interesting presentations using the Canva application. This training will be held from April 26 to May 29 2024, online and offline. Overall, the community service activities ran smoothly because the teachers were very enthusiastic because they had experience creating material using the Canva application so that it could make learning fun

    WORKSHOP PENULISAN SITASI DAN REFERENSI ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU SMA/MA SE-MGMP KABUPATEN MOJOKERTO

    Get PDF
    Tujuan dari Kegiatan Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Tahun 2022-2023 Semester Gasal adalah untuk meningkatkan kemampuan Guru membuat sitasi dan referensi dalam penulisan artikel ilmiah yang akan mereka publikasikan baik dengan cara manual ataupun dengan menggunakan program aplikasi komputer khususnya Mendeley. Sasaran dari kegiatan PPM ini  adalah seluruh Guru MGMP Matematika SMA/MA se Kabupaten Mojokerto. Ada tiga tahapan dalam kegiatan ini yaitu tahap perencanaan. pada tahap sosialisasi, tahap pelaksanaan. PPM ini dilaksanakan pada tanggal 1 sd 30 November 2022 yang dihadiri oleh 47 guru matematika MGMP Kabupaten Mojokerto. Pelaksanaan kegiatan Program Pengabdian Pada Masyarakat oleh tim Dosen Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berjalan dengan lancar. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap kegiatan yang sudah terjadwal. Ada tiga kegiatan dalam PPM ini yaitu Konsep Dasar PTK dan Penulisan PTK serta cara mensitasi dan membuat referensi dalam penulisan Artikel Ilmiah PTK. Pelaksanaan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) oleh tim Dosen Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berjalan dengan lancar. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap kegiatan yang sudah terjadwal. Kendala yang dihadapi saat pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) oleh Tim Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya adalah ruangan yang disediakan kurang nyaman karena ruangan panas sehingga peserta kurang nyaman dan maksimal dalam mengikuti penyampaian materi. Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi antusias peserta pada saat sesi diskusi. Banyak pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber berkaitan dengan materi yang disampaikan, terutama saat sesi pendampingan

    Pengembangan Variasi Model Latihan Teknik Dasar Shooting Untuk Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket SMPN 1 Pajarakan Kabupaten Probolinggo

    No full text
    ABSTRAK Prayogo, Adi. 2017. Pengembangan Variasi Model Latihan Teknik Dasar Shooting Untuk Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket SMPN 1 Pajarakan Kabupaten Probolinggo. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan, Variasi Model Latihan, Shooting, Bolabasket.Berdasarkan observasi pada saat kegiatan ekstrakurikuler bolabasket pada bulan Desember 2015 ditemukan berbagai macam kekurangan dalam latihan antara lain: (1) kurangnya variasi model latihan teknik dasar shooting atau hanya  menggunakan satu hingga dua model latihan saja yang menurut peneliti kurang efektif, (2) pada tahapan gerakan shooting peserta masih kebingungan ketika mengambil tumpuan, (3) kesuksesan memasukkan bola cenderung lemah.Penelitian bertujuan mengembangkan variasi model latihan teknik dasar shooting bolabasket untuk peserta ekstrakurikuler di SMPN 1 Pajarakan Kabupaten Probolinggo yang juga dilengkapi dengan buku panduan. Penelitian yang dilaksanakan di SMPN 1 Pajarakan Kabupaten Probolinggo ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development) yang merujuk pada pendapat dari Borg & Gall (1983:775) yang hanya menggunakan sampai langkah ke-8. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket.Dari hasil analisis kebutuhan peserta diperoleh hasil antara lain 93,33% teknik dasar shooting sangat bermanfaat, sebanyak 90% peserta tidak menguasai teknik dasar shooting, sebanyak 96,66% peserta menyatakan sangat perlu variasi model latihan teknik dasar shooting. Dari hasil analisis validasi ahli bolabasket diperoleh hasil 78%, ahli kepelatihan bolabasket 75%, ahli media 72%  maka produk pengembangan variasi model latihan teknik dasar shooting bolabasket di ekstrakurikuler SMPN 1 Pajarakan Kabupaten Probolinggo layak digunakan pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMPN 1 Pajarakan Kabupaten Probolinggo. Dari hasil uji coba (kelompok kecil) dengan menggunakan 8 peserta diperoleh persentase 88,71%, dan pada uji lapangan (kelompok besar) dengan menggunakan 30 subjek diperoleh persentase sebesar 79,77%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan variasi model latihan teknik dasar shooting bolabasket di SMPN 1 Pajarakan Kabupaten Probolinggo dapat digunakan. Saran-saran peneliti dalam pengembangan penelitian ini menuju ke arah lebih lanjut, sebagai berikut: (1) sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas produk yang dikembangkan ini, karena hasil pengembangan ini masih terbatas sampai tersusunnya sebuah produk saja, (2) untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya di SMPN 1 Pajarakan Kabupaten Probolinggo saja, tetapi di sekolah-sekolah lain yang menyelenggarakan ekstrakurikuler bolabasket

    ..(PERBAIKI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJAN PUBLIKASI, SESUAIKAN DENGAN FORM YG ADA DI WEBSITE PERPUSTAKAAN, UPLOAD ULANG)..MOTIVASI PEZIARAH MAKAM ASTANA SRANDIL KECAMATAN JAMBON PONOROGO

    No full text
    Prayogo, Adi, Agus, 2022. Motivasi Peziarah Makam Astana Srandil Kecamatan Jambon Ponorogo (Etnografi di Situs Astana Desa Srandil Kecamatan Jambon Ponorogo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Skripsi: Dr. Mambaul Ngadhimah. M.Ag. Kata Kunci: Motivasi Peziarah Makam RA. Supriyono, Motivasi adalah kemampuan untuk berbuat sesuatu sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dorongan untuk berbuat sesuatu. Peziarah adalah orang yang mengunjungi makam yang bersejarah dan bertujuan untuk menDo’akan begitu juga memohonkan ampun kepada ahli kubur yang berada di makam tersebut, supaya yang di makamkan di tempat tersebut dapat diampuni dosanya dan juga diberikan tempat yang layak di sisi Allah Swt. Tujuan yang ingin peneliti capai dalam penelitian ini adalah 1). Mendeskripkan Kondisi Obyek Situs Astana Desa Srandil. 2). Mendeskripsikan Motivasi peziarah Situs Astana Desa Srandil. 3). Mendeskripsikan Implikasi peziarah Situs Astana desa Srandil. Untuk mendeskripsikannya maka penulis menggunakan pendekatan penelitian Kualitatif yang menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, untuk analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan 1). Mengenai kondisi obyek Situs Astana Desa Srandil, Kondisi obyek Situs astana Desa Srandil ini masih berupa bangunan situs sederhana, dan terdapat makam-makam di dalamnya, terdapat juga sejumlah lantai yang digunakan untuk mendaki ke atas situs. 2). motif peziarah makam, peziarah makam yang datang ke situs astana Desa Srandil ini disebabkan oleh beberapa motif yaitu Motif Agama, Motif Ekonomi, Motif Budaya, dan yang terakhir adalah Motif Ilmu Kejawen. a). motif agama motif agama adalah contohnya peziarah yang datang dengan niat ingin mendoakan para ahli kubur yang berada di Situs tersebut, supaya diampuni dosa-dosanya selama di dunia. b). Motif ekonomi motif ini adalah motif yang mendorong para peziarah karena terkendalanya faktor perekonomian seperti contohnya kesulitan dalam mencari pekerjaan, orang yang mengalami PHK, orang yang mengalami penurunan perekonomian rumah tangganya. c). Motif Budaya motif budaya ini adalah seseorang yang datang dengan niat menginginkan sesuatu yang mustahil seperti contohnya ingin tercapai cita-citanya mereka datang ke situ tersebut dan meminta hal yang diinginkannya di depan makam yang dikeramatkan dengan cara membakar kemenyan, dan menaruh semua harapan kepada orang yang sudah mati di dalam makam tersebut. d). motif Ilmu kejawen motif ini contohnya seseorang yang datang ke situs tersebut dengan menginginkan suatu ilmu yang sakti dan juga kebal dan ilmu yang bisa menerawang. Implementasi atau hasil peziarah setelah berziarah di Situs Astana desa Srandil ini adalah mereka merasa nyaman dan juga mereka merasa lega karena telah dapat melaksanakan semua hajat-hajatnya dan cita-citanya yaitu ziarah makam di Situs Astana desa srandil tersebut, mereka juga merasa gembira saat berada di situs karena selain berziarah mereka juga menikmati keasrian pemandangan dan keindahan dari atas Situs Astana Desa Srandil

    MOTIVASI PEZIARAH MAKAM ASTANA SRANDIL KECAMATAN JAMBON PONOROGO

    No full text
    Abstrack: Prayogo, Adi, Agus, 2022. Motivasi Peziarah Makam Astana Srandil Kecamatan Jambon Ponorogo (Etnografi di Situs Astana Desa Srandil Kecamatan Jambon Ponorogo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Skripsi: Dr. Mambaul Ngadhimah. M.Ag. Kata Kunci: Motivasi Peziarah Makam RA. Supriyono, Motivasi adalah kemampuan untuk berbuat sesuatu sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dorongan untuk berbuat sesuatu. Peziarah adalah orang yang mengunjungi makam yang bersejarah dan bertujuan untuk menDo’akan begitu juga memohonkan ampun kepada ahli kubur yang berada di makam tersebut, supaya yang di makamkan di tempat tersebut dapat diampuni dosanya dan juga diberikan tempat yang layak di sisi Allah Swt. Tujuan yang ingin peneliti capai dalam penelitian ini adalah 1). Mendeskripkan Kondisi Obyek Situs Astana Desa Srandil. 2). Mendeskripsikan Motivasi peziarah Situs Astana Desa Srandil. 3). Mendeskripsikan Implikasi peziarah Situs Astana desa Srandil. Untuk mendeskripsikannya maka penulis menggunakan pendekatan penelitian Kualitatif yang menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, untuk analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan 1). Mengenai kondisi obyek Situs Astana Desa Srandil, Kondisi obyek Situs astana Desa Srandil ini masih berupa bangunan situs sederhana, dan terdapat makam-makam di dalamnya, terdapat juga sejumlah lantai yang digunakan untuk mendaki ke atas situs. 2). motif peziarah makam, peziarah makam yang datang ke situs astana Desa Srandil ini disebabkan oleh beberapa motif yaitu Motif Agama, Motif Ekonomi, Motif Budaya, dan yang terakhir adalah Motif Ilmu Kejawen. a). motif agama motif agama adalah contohnya peziarah yang datang dengan niat ingin mendoakan para ahli kubur yang berada di Situs tersebut, supaya diampuni dosa-dosanya selama di dunia. b). Motif ekonomi motif ini adalah motif yang mendorong para peziarah karena terkendalanya faktor perekonomian seperti contohnya kesulitan dalam mencari pekerjaan, orang yang mengalami PHK, orang yang mengalami penurunan perekonomian rumah tangganya. c). Motif Budaya motif budaya ini adalah seseorang yang datang dengan niat menginginkan sesuatu yang mustahil seperti contohnya ingin tercapai cita-citanya mereka datang ke situ tersebut dan meminta hal yang diinginkannya di depan makam yang dikeramatkan dengan cara membakar kemenyan, dan menaruh semua harapan kepada orang yang sudah mati di dalam makam tersebut. d). motif Ilmu kejawen motif ini contohnya seseorang yang datang ke situs tersebut dengan menginginkan suatu ilmu yang sakti dan juga kebal dan ilmu yang bisa menerawang. Implementasi atau hasil peziarah setelah berziarah di Situs Astana desa Srandil ini adalah mereka merasa nyaman dan juga mereka merasa lega karena telah dapat melaksanakan semua hajat-hajatnya dan cita-citanya yaitu ziarah makam di Situs Astana desa srandil tersebut, mereka juga merasa gembira saat berada di situs karena selain berziarah mereka juga menikmati keasrian pemandangan dan keindahan dari atas Situs Astana Desa Srandil

    MOTIVASI PEZIARAH MAKAM ASTANA SRANDIL KECAMATAN JAMBON PONOROGO

    No full text
    Abstrack: Prayogo, Adi, Agus, 2022. Motivasi Peziarah Makam Astana Srandil Kecamatan Jambon Ponorogo (Etnografi di Situs Astana Desa Srandil Kecamatan Jambon Ponorogo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Skripsi: Dr. Mambaul Ngadhimah. M.Ag. Kata Kunci: Motivasi Peziarah Makam RA. Supriyono, Motivasi adalah kemampuan untuk berbuat sesuatu sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dorongan untuk berbuat sesuatu. Peziarah adalah orang yang mengunjungi makam yang bersejarah dan bertujuan untuk menDo’akan begitu juga memohonkan ampun kepada ahli kubur yang berada di makam tersebut, supaya yang di makamkan di tempat tersebut dapat diampuni dosanya dan juga diberikan tempat yang layak di sisi Allah Swt. Tujuan yang ingin peneliti capai dalam penelitian ini adalah 1). Mendeskripkan Kondisi Obyek Situs Astana Desa Srandil. 2). Mendeskripsikan Motivasi peziarah Situs Astana Desa Srandil. 3). Mendeskripsikan Implikasi peziarah Situs Astana desa Srandil. Untuk mendeskripsikannya maka penulis menggunakan pendekatan penelitian Kualitatif yang menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, untuk analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan 1). Mengenai kondisi obyek Situs Astana Desa Srandil, Kondisi obyek Situs astana Desa Srandil ini masih berupa bangunan situs sederhana, dan terdapat makam-makam di dalamnya, terdapat juga sejumlah lantai yang digunakan untuk mendaki ke atas situs. 2). motif peziarah makam, peziarah makam yang datang ke situs astana Desa Srandil ini disebabkan oleh beberapa motif yaitu Motif Agama, Motif Ekonomi, Motif Budaya, dan yang terakhir adalah Motif Ilmu Kejawen. a). motif agama motif agama adalah contohnya peziarah yang datang dengan niat ingin mendoakan para ahli kubur yang berada di Situs tersebut, supaya diampuni dosa-dosanya selama di dunia. b). Motif ekonomi motif ini adalah motif yang mendorong para peziarah karena terkendalanya faktor perekonomian seperti contohnya kesulitan dalam mencari pekerjaan, orang yang mengalami PHK, orang yang mengalami penurunan perekonomian rumah tangganya. c). Motif Budaya motif budaya ini adalah seseorang yang datang dengan niat menginginkan sesuatu yang mustahil seperti contohnya ingin tercapai cita-citanya mereka datang ke situ tersebut dan meminta hal yang diinginkannya di depan makam yang dikeramatkan dengan cara membakar kemenyan, dan menaruh semua harapan kepada orang yang sudah mati di dalam makam tersebut. d). motif Ilmu kejawen motif ini contohnya seseorang yang datang ke situs tersebut dengan menginginkan suatu ilmu yang sakti dan juga kebal dan ilmu yang bisa menerawang. Implementasi atau hasil peziarah setelah berziarah di Situs Astana desa Srandil ini adalah mereka merasa nyaman dan juga mereka merasa lega karena telah dapat melaksanakan semua hajat-hajatnya dan cita-citanya yaitu ziarah makam di Situs Astana desa srandil tersebut, mereka juga merasa gembira saat berada di situs karena selain berziarah mereka juga menikmati keasrian pemandangan dan keindahan dari atas Situs Astana Desa Srandil

    Manajemen Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) Di Sekolah Menengah Kejuruan Al-Islam Joresan Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Prayogo, Adi. 2022. Manajemen Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Sekolah Menengah Kejuruan Al-Islam Joresan Ponorogo. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Aris Nurbawani, M.M. Kata Kunci : Manajemen, Praktek Kerja Lapangan, Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu institusi pendidikan yang bertanggung jawab dalam menghasilkan tenaga kerja kompeten dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi secara global. Pondok pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo adalah salah satu lembaga pondok pesantren yang membuka jenjang pendidikan kejuruan. Pada umumnya di pondok pesantren fokus dalam hal pendidikan agama, tetapi di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo memiliki jenjang pendidikan SMK. Salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan kejuruan yang memadukan kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan belajar melalui bekerja langsung pada bidang serta suasana yang sesungguhnya di dunia kerja adalah melalui program Praktek Kerja Lapangan (PKL). Tujuan penelitian ini untuk: 1) Mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo, 2) Mengetahui dan mendeskripsikan pengorganisasian program Praktek Kerja Lapangan (PKL) di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo, 3) Mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo, 4) Mengetahui dan mendeskripsikan evaluasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Panitia PKL (Waka Kurikulum, KAPROGLI, Staf Tata Usaha, Guru Produktif,), siswa kelas 2, dan pembimbing lapangan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data melalui kondensasi data, tampilan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Perencanaan PKL di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo adalah rapat koordinasi dilakukan oleh panitia PKL, penyusunan RAB untuk memenuhi kebutuhan program PKL, pemetaan DU/DI dilakukan untuk menginventarisasi daftar DU/DI yang digunakan sebagai tempat praktek, dan penentuan jadwal kegiatan untuk mengatur waktu pelaksanaan program PKL. 2) Pengorganisasian PKL di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo dilakukan oleh kepala sekolah melalui SK panitia PKL yang berfungsi untuk menunjuk SDM sekolah agar pelaksanaan PKL dapat dilaksanakan dengan baik. Selanjutnya panitia PKL berkoordinasi dengan pihak DU/DI agar tempat DU/DI-nya dapat digunakan sebagai tempat praktek. 3) Pelaksanaan program PKL di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo memiliki beberapa tahapan: a) Pra pelaksanaan PKL dilakukan sebelum siswa SMK Al-Islam Joresan Ponorogo diserahkan ke DU/DI. b) Pelaksanaan PKL di DU/DI dilaksanakan selama 3 bulan. c) Pasca pelaksanaan PKL adalah sesi penarikan setelah siswa selesai melaksanakan praktek di DU/DI. Dalam program PKL di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya yaitu semangat yang luar biasa dari siswa, tim DU/DI yang kooperatif, serta pembimbing lapangan yang sabar dan kompeten dalam membimbing siswa SMK Al-Islam Joresan Ponorogo. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu ada DU/DI yang sepi klien, siswa PKL yang izin sakit, dan faktor cuaca yang tidak mendukung untuk praktek di lapangan. 4) Evaluasi PKL di SMK Al-Islam Joresan Ponorogo ada beberapa proses, diantaranya monitoring siswa dilakukan melalui presentasi hasil kinerja siswa ketika di DU/DI, evaluasi kesiswaan PKL bertujuan untuk menilai hasil praktek siswa, evaluasi laporan PKL dilakukan oleh pembimbing lapangan sebagai bentuk pengawasan siswa selama menjalankan praktek di DU/DI, dan evaluasi panitia PKL membahas tempat DU/DI yang layak digunakan pada tahun berikutnya

    TEKNIK BIBLIOTERAPI DALAM MENGEMBANGKAN MATHEMATICAL RESILIENCE MAHASISWA UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

    Get PDF
    Kesulitan mahasiswa dalam mempelajari materi perkuliahan menjadikan prestasi belajar dan daya juang mahasiswa tingkat akhir program studi Pendidikan Matematika menurun. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi kemampuan mathematical resilience dan menganalisis efektivitas teknik biblioterapi dalam mengembangkan mathematical resilience pada calon guru matematika. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode pre-experiment design. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika di Universitas PGRI Adi Buana dengan jumlah 84 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala mathematical resilience dan soal ujian matematika yang disajikan dalam 3 paket soal. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji komparasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kemampuan matematik calon guru matematika dalam kategori sedang dan tingkat kemampuan mathematical resilience pada kategori sedang juga dengan persentase 50%. Penelitian ini juga membuktikan bahwa teknik biblioterapi dapat mengembangkan mathematical resilience calon guru matematika secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian teknik biblioterapi dapat meningkatkan mathematical resilience 17,8% dan diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat menambah rekomendasi teknik konseling lainnya dalam mengembangkan mathematical resilience pada calon guru matematika.The students learning difficulty in the course material makes the learning achievement and fighting power of final year students of the Mathematics Education program decrease. The purpose of this study to identify the ability of mathematical resilience and analyze the effectiveness of bibliotherapy techniques in developing mathematical resilience in prospective mathematics teachers. The research approach used in this study is quantitative descriptive with pre-experiment design method. The subjects of the study were students of the mathematics education program at Universitas PGRI Adi Buana with a total of 84 students. The research instruments used are the mathematical resilience scale and mathematics exam questions presented in 3 question packages. Data analysis techniques used descriptive statistics and inferential statistics with comparative tests. The results showed the level of mathematical ability of prospective mathematics teachers in the medium category and the level of mathematical resilience in the medium category also with a percentage of 50%. This study also proved that bibliotherapy techniques can significantly develop the mathematical resilience of prospective mathematics teachers. The conclusion of this study is that the provision of bibliotherapy techniques can increase mathematical resilience by 17.8% and it is expected that further researchers can add recommendations for other counseling techniques in developing mathematical resilience in prospective mathematics teachers

    PENERAPAN LOGIKA BOOLEAN DALAM PROGRAM PERMINTAAN BARANG BERBASIS WEB

    No full text
    This research is motivated by the fact that math is less desirable by students. This is due to lack of knowledge of the teachers in implementing the learning by using the methods in the abstract explanation. Then, the students only know how to calculate the numbers and not fully understood about the use of mathematical material itself. This research aims to provide information for the teachers in order to better understand the usefulness of mathematics material. Then the teacher is able to show the function of mathematics, especially mathematical logic, and the theacher will further enhance student’s motivation in learning mathematics. The research method used in this research is the study of literature, namely by reviewing, researching and investigating and studying the scientific works presented in the form of books, paper, or papers that are relevant to the research topic. Then the results are translated and rearranged in detail into a paper. Keywords : implementation, logic, boolean programs, we

    WORKSHOP PERANCANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SMP NEGERI 2 JETIS KABUPATEN MOJOKERTO

    Get PDF
    Media pembelajaran merupakan sarana komunikasi antara guru dengan peserta didik untuk menyampaikan materi. Melalui penggunaan media pembelajaran yang interaktif dapat membuat peserta didik memperoleh proses pembelajaran yang menyenangkan dan  membuat mereka terlibat secara aktif dalam setiap proses pembelajaran. Media pembelajaran disesuaikan dengan tujuan dari kurikulum merdeka yang berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat (PPM) ini untuk melakukan sosialisasi pada Guru SMP Negeri 2 Jetis, Mojokerto mengenai pemanfaatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Dari diskusi analitis yang sudah dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Dilihat dari keantusiasan guru-guru mengikuti kegiatan PPM oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Matematika ini dapat disimpulkan bahawa meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran di SMP Negeri 2 Jetis Kabupaten Mojokerto. Namun mereka memiliki banyak masalah dan masalah mereka adalah terkait dengan waktu, kurang motivasi, kurang informasi, dan beban kerja yang cukup berat. Para peserta berharap jika nantinya kegiatan ini selalu berkesinambungan, karena kegiatan yang dilakukan oleh Tim Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya adalah salah satu kegiatan yang menunjang kegiatan pembelajaran dan membantu para guru untuk mengembangkan potensi baik berbasis pembelajaran maupun penelitian yang nantinya bisa juga membantu akreditasi sekolah
    corecore