1,721,659 research outputs found

    Everything About Corona

    Full text link
    Coronavirus merupakan virus yang terselubungi, virus RNA untai tunggal yang dapat menginfeksi berbagai inang termasuk unggas, liar, spesies mamalia domestik, dan manusia. Coronavirus terkenal dengan kemampuan mereka untuk bermutasi dengan cepat, mengubah tropisme jaringan, melintasi batas penghalang antar spesies, dan beradaptasi dengan situasi epidemiologis yang berbeda 78, Enam coronavirus manusia telah dilaporkan sejak 1960-an; empat dari mereka (OC43, 229E, NL63, dan HKU1) menyebabkan penyakit ringan mirip dengan flu biasa dan infeksi saluran gastrointestinal. Dua lainnya, sindrom pernafasan akut parah - coronavirus (SARS-CoV, severe acute respiratory syndrome – corona virus) dan sindrom pernafasan timur tengah - Coronavirus (MERS-CoV, middle east respiratory syndrome – corona virus), telah menyebabkan meningkatnya masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena munculnya zoonosis dan menembus batas penghalang spesies, menyebabkan patogenisitas dan mortalitas yang tinggi pada manusia 9, SARS- dilaporkan ditransmisikan dari host utama (kelelawar) ke musang palem kemudian akhirnya ke manusia, dan MERS-CoVs dilaporkan ditransmisikan dari host utama (kelelawar) ke unta dromedaris kemudian akhirnya ke manusia 10–12. SARS- dan MERS-CoV sangat patogen, masing masing menghasilkan 8.096 dan 2.519 kasus pada manusia, dengan Tingkat kematian 9,6% pada tahun 2003-2004 dan 34,3% pada tahun 2012 sampai sekarang. Secara umum buku ini memiliki empat bagian: BAB 1 Pendahuluan Bab 2 Tinjauan Pustaka: Sejarah Wabah Coronavirus Bab 3 Metodologi: Keragaman Genetik Virus SARS-CoV-2 Bab 4 Kesimpula

    Pengaruh Penambahan Kitosan Nano Gel pada Bahan Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas terhadap Kekerasan

    No full text
    Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) merupakan bahan yang banyak digunakan sebagai bahan basis gigi tiruan dalam rongga mulut. Meskipun RAPP memiliki keunggulan, RAPP juga memiliki kekurangan yaitu sifat mekanis yang rendah yang terdiri dari kekuatan impak, transversal, kekerasan, dan mudah abrasi saat dibersihkan. Kekerasan digunakan untuk memberikan indikasi ketahanan gores, dan ketahanan abrasi suatu material. Salah satu cara untuk meningkatkan kekerasan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan menambahkan bahan penguat seperti kitosan nano gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kitosan nano gel pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekerasan. Rancangan penelitian adalah eksperimental laboratoris dengan post-test only control group design. Sampel penelitian ini adalah basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan ukuran 60 mm x 10 mm x 3 mm. Sampel terdiri dari tiga kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 10 sampel dengan masing-masing sampel akan dilakukan penambahan kitosan nano gel. Nilai kekerasan bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas diuji menggunakan alat Microvickers Hardness Tester (Future-Tech FM-800, Jepang). Data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA dengan nilai p = 0,030 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan kitosan nano gel 0,5% dan 1% terhadap kekerasan bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas. Uji LSD untuk menunjukkan adanya perbedaan pengaruh penambahan kitosan nano gel terhadap kekerasan antar kelompok, yaitu kelompok Kontrol dan K2 dengan nilai p = 0,012 (p < 0,05), kelompok K1 dan K2 dengan nilai p = 0,043 ( p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa penambahan kitosan nano gel 1% yang direkomendasikan sebagai bahan penguat untuk meningkatkan kekerasan bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekerasan.99 HalamanSkripsi Sarjan

    Happiness at Work: Studi Hubungan antara Employee Happiness dengan Employee Engagement di PT Permata Hijau Group

    No full text
    Employee engagement is now increasingly considered as a popular psychological construct. Researches htte shown that employee engagemenl has a great role to employee performance and as a consequence this will also afiecr ih" company performance. On the other hand employee happiness is also becoming an inleresting topic in the workplace. Happiness becomes a real intrinsic motivation in human being. Happiness is the center of success, satisfaction, health and performance. This research is prirrcipally experimental, intended to determine the relationship between employee happiness and employee engagement. This experimentil research consists of three phases; (t) phase one, determining the relationship between employee happiness and employee engagemenl, in this phase correlafiin Pearson product moment analysis was used; (2) phase lwo, experiment in this research v)as a treatment/intervention by conducting training on happiness to a group having happiness score low lo the overage (one group pretest-posttest design), in this phase t-test paired sample was used; (j) phase three, research was continued to predict the impact of employee happiness on employee engagement after lhe treatment, in this phase prediction analysis linear regression was used. The first phase showed that there was a significant relationship between employee happiness and employee engagement (r : 0.694, I : O.IAZ p< 0.05). fhe contribution ol happiness to the employee engdgement (fr) is arouind 48.16% and il deserves be concluded that the relationship is causal-effect. The second phase a treatment/intervention that was a training on happiness has been conducted in two batches of total j6 participants. Result of the t-ist showed there were significant differences of employee happiness [t(j51 = -6.609,p<0.05 Mon: 172.75, Mp.", :188.081, while employee engagement after intervention [t(35) :-4.389,p<0.05 Mo,": 201.33, Mpo$:215.17] The h,eatment/intervention s i gnifi c ant ly i mp roved the emp I oye e e ngage me nt. In the third phase the re.searcher predict the impact of employee happiness on employee engagement. Employee happiness was as the prediclor and employee engagement was as the outcome. Result showed the constant was 27-025 arut the slope (tangent a) was 1.0. This shows evidence that increasing by one unit of employee happiness will result in one unit employee engagement. Implication of this research is really beneficial for the users, especially rhe companies which really concerned in improving employee happiness and employee engagemen4 since this will also result in improvement of company performance.lmployee engagement kini telah menjadi konstrak psikologi yang populer. Penelitian telah membuktikan bahwa employee engagement sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan akhimya juga akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Disamping itu employee happiness jrilga mulai dikenal luas sebagai konstrak yang menarik dalam lingkungan ke1a. Happiness menjadi pusat dari keberhasilan, kepuasan, kesehatan dan kinerja. penelitian ini bersifat eksperimentaf bertujuan untuk menyelidiki hubungan anlata employee happiness dengan employee engagement. Penelitian eksperimen ini mencakup tigi tahap yaitu (1) tahap pertama, mengkaji apakah terdapat hubungan antaru employee happiness dengan employee engagement, pada tahap ini digunakan teknik anaiisis korelasi product moment Pearsonl (2) tahap kedua, eksperimen dalam penelitian ini adalah perlakuan dalam bentuk pelatihan happiness terhadap satu kelompok yang memiliki skor happiness rendah sampai sedang (one group pretest-posttest design), pada tahap ini digunakan analisis t-test paired sample; (3) tahap ketiga, penelitian dilanjutkan untuk mengkaji pengaruh employee happiness terhadip employee engagement setelah perlakuan. Pada tahap ini dilakukan analisis prediksi dengan regresi linear antara employee happiness dengan employee engagemenl. Penelitian tahap pertama membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anlara employee happiness dengan employee engagement. (r = 0.694, I : O.qp p<0.05). Kontribusi happiness terhadap employee engagement (R2) adalah 48.2%, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa hubungan kedua variabel tersebut kuat dan bersifat sebab akibat (kausal-efek). Penelitian tahap kedua yaitu intervensi dalam bentuk perlakuan pelatihan telah dilakukan dalam dua angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 36 orang. Hasil dari analisis t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap employee happiness [t(35) = -6.609, p<0.05; Mp,erest :172.7s, Mposttesr = lgg.0g] sedangkan employee engagement setelah intervensi [(35) : -4.389, p<0.05; M 0,"1",s = 201 .33, M po.n".r:215.17]. Intervensi telah meningkatk an employee engagement. Pada tahap ketiga penelitian mengkaji prediksi pengaruh employee happiness sebagai prediktor terhadap employee engagement sebagai outcome. Hasil analisis menunjukkan bahwa constant sebesar 27.025 dan slope (tangen o) sebesar 1.0. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu unit happiness akan mengakibatkan satu unit kenaikan tambahan pada employee engagement. Implikasi penelitian ini tentu sangat bermanfaat bagi para users tetutama perusahaan dalam meningkatkan employee happiness dan employee engagemen4 yang pada akhirnya akan meningkatkan company performance.216 HalamanTesis Magiste

    Modul guru pembelajar paket keahlian teknik plumbing dan sanitasi kelompok kompetensi C

    Full text link
    Modul diklat guru pembelajar bagi guru dan tenaga kependidikan ini diharapkan menjadi referensi dan acuan bagi penyelenggara dan peserta diklat dalam melaksakan kegiatan sebaik- baiknya sehingga mampu meningkatkan kapasitas guru.Modul ini disajikan sebagai salah satu bentuk bahan dalam kegiatan Guru Pembelajar bagi guru dan tenaga kependidikan

    Modul guru pembelajar paket keahlian teknik plumbing dan sanitasi kelompok kompetensi I

    Full text link
    Modul diklat pengembangan keprofesian bagi guru dan tenaga kependidikan merupakan petunjuk bagi penyelenggara pelatihan di dalam melaksakan pengembangan modul. Modul Guru pembelajar ini disajikan untuk memberikan informasi sebagai salah satu bentuk bahan dalam kegiatan pengembangan keprofesian bagi guru dan tenaga kependidikan

    Happiness at Work: Studi Hubungan antara Employee Happiness dengan Employee Engagement di PT Permata Hijau Group

    No full text
    Employee engagement is now increasingly considered as a popular psychological construct. Researches htte shown that employee engagemenl has a great role to employee performance and as a consequence this will also afiecr ih" company performance. On the other hand employee happiness is also becoming an inleresting topic in the workplace. Happiness becomes a real intrinsic motivation in human being. Happiness is the center of success, satisfaction, health and performance. This research is prirrcipally experimental, intended to determine the relationship between employee happiness and employee engagement. This experimentil research consists of three phases; (t) phase one, determining the relationship between employee happiness and employee engagemenl, in this phase correlafiin Pearson product moment analysis was used; (2) phase lwo, experiment in this research v)as a treatment/intervention by conducting training on happiness to a group having happiness score low lo the overage (one group pretest-posttest design), in this phase t-test paired sample was used; (j) phase three, research was continued to predict the impact of employee happiness on employee engagement after lhe treatment, in this phase prediction analysis linear regression was used. The first phase showed that there was a significant relationship between employee happiness and employee engagement (r : 0.694, I : O.IAZ p< 0.05). fhe contribution ol happiness to the employee engdgement (fr) is arouind 48.16% and il deserves be concluded that the relationship is causal-effect. The second phase a treatment/intervention that was a training on happiness has been conducted in two batches of total j6 participants. Result of the t-ist showed there were significant differences of employee happiness [t(j51 = -6.609,p<0.05 Mon: 172.75, Mp.", :188.081, while employee engagement after intervention [t(35) :-4.389,p<0.05 Mo,": 201.33, Mpo$:215.17] The h,eatment/intervention s i gnifi c ant ly i mp roved the emp I oye e e ngage me nt. In the third phase the re.searcher predict the impact of employee happiness on employee engagement. Employee happiness was as the prediclor and employee engagement was as the outcome. Result showed the constant was 27-025 arut the slope (tangent a) was 1.0. This shows evidence that increasing by one unit of employee happiness will result in one unit employee engagement. Implication of this research is really beneficial for the users, especially rhe companies which really concerned in improving employee happiness and employee engagemen4 since this will also result in improvement of company performance.lmployee engagement kini telah menjadi konstrak psikologi yang populer. Penelitian telah membuktikan bahwa employee engagement sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan akhimya juga akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Disamping itu employee happiness jrilga mulai dikenal luas sebagai konstrak yang menarik dalam lingkungan ke1a. Happiness menjadi pusat dari keberhasilan, kepuasan, kesehatan dan kinerja. penelitian ini bersifat eksperimentaf bertujuan untuk menyelidiki hubungan anlata employee happiness dengan employee engagement. Penelitian eksperimen ini mencakup tigi tahap yaitu (1) tahap pertama, mengkaji apakah terdapat hubungan antaru employee happiness dengan employee engagement, pada tahap ini digunakan teknik anaiisis korelasi product moment Pearsonl (2) tahap kedua, eksperimen dalam penelitian ini adalah perlakuan dalam bentuk pelatihan happiness terhadap satu kelompok yang memiliki skor happiness rendah sampai sedang (one group pretest-posttest design), pada tahap ini digunakan analisis t-test paired sample; (3) tahap ketiga, penelitian dilanjutkan untuk mengkaji pengaruh employee happiness terhadip employee engagement setelah perlakuan. Pada tahap ini dilakukan analisis prediksi dengan regresi linear antara employee happiness dengan employee engagemenl. Penelitian tahap pertama membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anlara employee happiness dengan employee engagement. (r = 0.694, I : O.qp p<0.05). Kontribusi happiness terhadap employee engagement (R2) adalah 48.2%, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa hubungan kedua variabel tersebut kuat dan bersifat sebab akibat (kausal-efek). Penelitian tahap kedua yaitu intervensi dalam bentuk perlakuan pelatihan telah dilakukan dalam dua angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 36 orang. Hasil dari analisis t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap employee happiness [t(35) = -6.609, p<0.05; Mp,erest :172.7s, Mposttesr = lgg.0g] sedangkan employee engagement setelah intervensi [(35) : -4.389, p<0.05; M 0,"1",s = 201 .33, M po.n".r:215.17]. Intervensi telah meningkatk an employee engagement. Pada tahap ketiga penelitian mengkaji prediksi pengaruh employee happiness sebagai prediktor terhadap employee engagement sebagai outcome. Hasil analisis menunjukkan bahwa constant sebesar 27.025 dan slope (tangen o) sebesar 1.0. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu unit happiness akan mengakibatkan satu unit kenaikan tambahan pada employee engagement. Implikasi penelitian ini tentu sangat bermanfaat bagi para users tetutama perusahaan dalam meningkatkan employee happiness dan employee engagemen4 yang pada akhirnya akan meningkatkan company performance.216 HalamanTesis Magiste

    Modul guru pembelajar paket keahlian teknik geomatika kelompok kompetensi I

    Full text link
    Dengan adanya dorongan dari masyarakat dan pemerintah yang ikut berperan aktif dalam pengembangan pendidikan, diharapkan dapat diwujudkan secara terusmenerus. Buku Geomatica grade 9 ini, merupakan salah satu pengeta-huan bagaimana memahami analisis data spatial dan non spatial pada suatu system informasi geografi

    Pengaruh Penambahan Kitosan Nano Gel pada Bahan Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas terhadap Kekuatan Transversal.

    No full text
    Resin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan basis gigi tiruan yang paling sering digunakan sampai saat ini, namun bahan ini memiliki kekuatan transversal yang rendah sehingga mudah patah. Kekuatan transversal dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan penguat kitosan nano gel yang terbukti dapat meningkatkan kekuatan transversal karena kitosan nano gel memiliki sifat istimewa seperti biodegradable, biokompatibel, sifat mekanis yang baik serta sifat pembentukan lapisan baik. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kitosan nano gel pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan transversal. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang bertujuan untuk mengungkapkan suatu gejala ataupun pengaruh yang timbul karena adanya pemberian perlakuan tertentu. Desain post test only control group design. Sampel penelitian adalah resin akrilik polimerisasi panas berbentuk persegi panjang dengan ukuran 65 mm x 10 mm x 2,5 mm±0,5 mm berdasarkan spesifikasi ADA (American Dental Association) No. 12 tahun 1974. Sampel dibagi 3 kelompok, tiap kelompok terdiri 9 sampel. Kekuatan transversal diukur menggunakan Torsee’s electronic system universal testin machine. Data dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dengan nilai p= 0,0001 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan kitosan nano gel 1% dan 1,25% pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan transversal. Uji LSD menunjukkan adanya perbedaan pengaruh penambahan kitosan nano gel terhadap kekuatan transversal antar kelompok, yaitu kelompok 1 dan 2 dengan nilai p= 0,0001 (p< 0,05), kelompok 1 dan 3 dengan nilai p= 0,0001 (p < 0,05) dan kelompok 2 dan 3 dengan nilai p= 0,0001 (p<0,05). Pada penelitian ini ii terlihat bahwa nilai kekuatan transversal yang ditambahkan kitosan nano gel 1,25% merupakan konsentrasi yang paling efektif untuk meningkatkan kekuatan transversal pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dibandingkan dengan penambahan kitosan nano gel 1% dan tanpa penambahan kitosan nano gel.96 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore