77 research outputs found
PEMELIHARAAN SUMBERDAYA MANUSIA PADA PERUSAHAAN JASA ANGKUTAN TAKSI (Studi kasus pada Jember Taksi)
Jember taksi merupakan salah satu perusahaan jasa angkutan taksi yang beroperasi di Kabupaten Jember. Perusahaan ini digerakkan oleh 67 sumberdaya manusia (SDM) dengan fokus layanan pada angkutan taksi. Armada yang dimiliki saat ini berjumlah 32 unit yang beroperasi selama 24 jam. Sumberdaya manusia pada perusahaan jasa menjadi asset yang sangat penting. Keberadaannya perlu diperhatikan melalui berbagai program pemeliharaan sumberdaya manusia. Jember taksi juga mengupayakan pemberian layanan kepada SDMnya agar mereka nyaman bekerja dengan prestasi yang baik. Pemeliharaan sumberdaya manusia merupakan upaya yang dilakukan perusahaan dalam menjaga dan meningkatkan kondisi fisik serta mentalitas sumberdaya manusianya agar tetap loyal berkontribusi dengan kinerja yang baik. Pemeliharaan menjadi salah satu proses dalam manajemen sumberdaya manusia yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam pembentukan sumberdaya manusia yang tangguh guna mendorong kinerja yang menguntungkan bagi perusahaan. Pelaksanaannya pun harus benar-benar terkelola dengan baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pada kontrol dan evaluasi atas rencana dan pelaksanaan yang telah dibuat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. Strategi studi kasus mengantarkan penulis dalam menyelidiki secara cermat terkait aktivitas pemeliharaan sumberdaya manusia pada Jember Taksi sehingga penulis dapat mendeskripsikan pelaksanaan pemeliharaan sumberdaya manusianya secara rinci. Informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposive berdasarkan pertimbangan dan tujuan tertentu. Penulis juga mengunakan informan snowball dalam menggali data dan informasi yang dianggap belum mencukupi dari informan kunci. Data dan informasi digali oleh peneliti dengan menggunakan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, rekaman arsip, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan Interactive Model Data Analysis melalui proses konsendasi, penyajian data menggunakan matriks, dan penarikan kesimpulan. Keabsahaan data dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jember Taksi telah melaksanakan pemeliharaan terhadap sumberdaya manusianya. Pemeliharaan tersebut berupa komunikasi, pemberian insentif terhadap sopir, program-program kesejahteraan, aktivitas kesehatan dan keselamatan kerja serta hubungan industrial. Namun, pelaksanaan pemeliharaan sumberdaya manusia pada Jember taksi tidak terkelola dengan baik mulai dari aspek perencanaan, metode pelaksanaan dan program, serta kontrol mutu. Indikasinya pada tingkat turnover yang semakin tinggi bahkan kinerja income perusahaan juga merosot sepanjang tahun 2015. Sistem perencanaan pemeliharaan yang tidak berjalan mengakibatkan berbagai program pemeliharaan cenderung statis, bahkan tidak terkontrol apalagi terevaluasi, sehingga perbaikan-perbaikan pun tidak berjalan. Pada dasarnya pemeliharaan bertujuan untuk memberikan kenyamanan bekerja dengan prestasi yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Namun hal tersebut hingga saat ini belum dapat dicapai oleh Jember taksi. Solusi atas kondisi tersebut adalah mengharuskan perusahaan untuk menata lebih baik lagi pemeliharaan yang ada saat ini. Pemeliharaan SDM Jember Taksi harus memiliki rencana aksi dengan berbagai alternatif-alternatif dan memilih alternatif terbaik menjadi rencana, melakukan kontrol dan evaluasi atas pelaksanaan pemeliharaan sumberdaya manusia perusahaan untuk perbaikan berkelanjutan. Pimpinan Jember Taksi juga harus berani mendelegasikan wewenang terhadap manager operasional untuk fokus mengelola Jember Taksi agar berbagai aktivitas lebih terukur dan berdampak terhadap kinerja yang menguntungkan bagi perusahaan
Utilization of Sago Waste with Cellulase Enzyme Fermentation as a Local Feed for Broilers in Southeast Sulawesi
Pemeliharaan Sumberdaya Manusia pada Perusahaan Jasa Angkutan Taksi: Studi Kasus pada Jember Taksi
Abstract
Maintenance is an important process in human resource management in order to ensure the performance of a company. This research applied qualitative research with case study strategy in purpose of determining the maintenance of human resources at Jember Taxi as one of taxi transportation service companies in Jember. Data were collected by using in-depth interviews supported by a variety of archives and documentation and triangulation techniques. Data were analyzed by using Interactive Data Model Analysis. The results showed that the maintenance of human resources in Jember Taxis was not managed effectively in terms of aspects of planning, program implementation method, quality control and evaluation. It was indicated by data on turnover of human resources, so that the growth of company income declined throughout 2015. The importance of maintenance in boosting the company's performance requires Jember Taxi to improve the implementation of maintenance that has been running so far. 
Pengaruh suplementasi tepung kunyit (Curcuma domestica Val) sebagai bahan antioksidan dalam ransum terhadap performan dan kualitas karkas ayam broiler
PENGARUH LOKASI OTOT DAN BAHAN PENGISI TERHADAP KUALITAS KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SOSIS SAPI
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh lokasi otot dan bahan pengisi terhadap kualitas kimia sosis sapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Faktor pertama (A) adalah BF (A1), LD (A2) dan PP (A3). Faktor kedua (B) adalah 10% (B1), 20% (B2) dan 30% (B3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukan, interaksi lokasi otot dengan bahan pengisi berpengaruh yang sangat nyata (p0,05) terhadap kualitas organoleptik. Secara mandiri lokasi otot berpengaruh sangat nyata (p0,05) terhadap citarasa sosis. Secara mandiri bahan pengisi memberikan pengaruh sangat nyata (p0,05) terhadap warna dan citarasa sosis sapi. Dapat disimpulkan interaksi lokasi otot dan bahan pengisi pada kualitas kimia, perlakuan pectoralis profundus (PP) dengan bahan pengisi 10%, baik digunakan dalam pembuatan sosis karena mengandung lemak yang rendah dan protein yang tinggi serta kualitas organoleptik yaitu longissimus dorsi (LD) dengan bahan pengisi 10% dilihat dari tingkat kesukaan panelis. Kata kunci: Lokasi otot, Pengisi, Organoleptik, Sosis
Performan Hasil Persilangan Simental, Brahman, PO, Limousin dengan Sapi Bali di Kabupaten Kolaka Timur
ABSTRAK Uji performans merupakan cara dalam mengetahui tingkat performance dari keturunan yang dihasilkan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi performans produksi anak sapi hasil persilangan antara pejantan simental, brahman, peranakan ongole dan limousin dengan induk sapi bali. Pengamatan dilakukan selama delapan bulan dari bulan Januari sampai Agustus 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), kelompok simental-bali, limousin-bali, brahman-bali, peranakan ongole-bali dan bali-bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan tertinggi masing-masing parameter pada umur lahir, bobot badan tertinggi yaitu 27,3±3,03kg (simental-bali), lingkar dada 59,9±2,52cm (simental-bali), panjang badan 57,8±2,11cm (simental-bali), tinggi badan 62,6±1,83 cm (simental-bali) sedangkan pada umur 12 bulan bobot badan tertinggi 174,4±9,48 kg (simental-bali), lingkar dada 144,2±5,81 cm (simental-bali), panjang badan 110,0±4,38cm (simental-bali) dan tinggi pundak 107,0±4,62 (simental-bali). Kesimpulan bahwa persilangan antara induk sapi bali dengan pejantan simental, limousin, brahman, dan PO berpengaruh nyata terhadap performans hasil persilangan mulai dari bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran dimensi tubuh (lingkar dada, panjang badan dan tinggi pundak). Sapi persilangan pejantan simental dengan induk sapi bali (simental-bali) memiliki bobot badan, laju pertumbuhan dan ukuran dimensi tubuh yang terbaik.Kata Kunci: performans, persilangan, bangsa sapi, Kolaka Timur Performance of Crossing Simmental, Brahman, PO, Limousin with Bali Cow in East Kolaka Regency ABSTRACTPerformance test is a way to find out the level of performance of the offspring produced. The research aims to evaluate the performance of calf production resulting from a cross between males simmental, brahman, peranakan ongole and limousin with bali mother cows. Observations were made for eight months from January to August 2020. Research using randomized group design, simmental-bali, limousin-bali, brahman-bali, peranakan ongole-bali and bali-bali. The results showed that the highest average of each parameter at birth age, the highest body weight is 27,3±3,03kg (simmental-bali), bust 59,9±2,52 cm (simmental-bali), body length 57,8±2,11 cm (simmental-bali), height 62,6±1,83 cm (simmental-bali) while at 12 months the highest body weight 174,4±9,48 kg (simmental-bali), chest girth 144,2±5,81 cm (simmental-bali), body length 110,0±4,38 cm (simmental-bali) and shoulder height 107,0±4,62 (simmental-bali). The conclusion that the cross between the mother cow of bali with studs simmental, limousin, brahman and peranakan ongole has a real effect on the performance of the results of crosses ranging from weight, weight gain and body dimension size (chest circumference, body length and shoulder height). The crossbreeding of simmental bulls with bali cow (simmental-bali) had the best body weight, growth rate and dimensions.Keywords: performans, crosses, cow nation, East Kolak
EFEK PEMBERIAN MINYAK IKAN SALMON (Oncorhynchus masou) TERHADAP PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR ISA BROWN
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak ikan salmon terhadap konsumsi pakan, berat telur, produksi telur dan konversi pakan ayam petelur Isa brown. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Teknologi dan Produksi Ternak Unit Ternak Unggas Fakultas peternakan Universitas Halu Oleo pada bulan November 2019 selama 1 bulan. Materi penelitian ini adalah 16 ekor ayam petelur Strain Isa brown yang berumur 8 bulan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, berat telur, produksi telur dan konversi pakan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan pemberian minyak ikan salmon yang terdiri dari: kontrol tanpa minyak ikan (P0), 2 kapsul/ekor/hari (P1), 4 kapsul/ekor/hari (P2) dan 6 kapsul/ekor/hari (P3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kapsul minyak ikan salmon dosis 2 sampai 6 kapsul/ekor/hari belum memberikan pengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, berat telur, produksi telur dan konversi pakan ayam petelur Isa brown.Kata kunci: Ayam petelur, Produktivitas, minyak ikan
PRODUCTION PERFORMANCE OF KAMPUNG CHICKEN FILLED FEEDING CONTAINING CHICORY FLOUR
Balitnak Superior Kampong Chicken is a type of kampong chicken resulting from research innovation from the Livestock Research Institute, Ciawi, Bogor which is popular with the community and can be cultivated by the community. This study aimed to analyze the performance of balitnak superior kampong chickens given chicory flour and to find out the best treatment for the addition of chicory flour in feeding the performance of balitnak superior kampong chickens. The design used was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units and each replication consisted of 5 chickens. The parameters observed consisted of feed consumption, body weight gain, and feed conversion. The results of observations from the addition of chicory flour did not have a significant effect (P0.05) on feed consumption, body weight gain, and feed conversion with a ration consumption value of 58,47-59,46 g/head/day, the average weight gain body 17,70-18,62 g/head/day, and feed conversion 3,20–3,3
POTENSI INTEGRASI TERNAK RUMINANSIA DAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN KOLAKA TIMUR
Penelitian bertujuan menganalisis potensi pengembangan integrasi ternak ruminansia dan tanaman pangan di Kabupaten Kolaka timur dilaksanakan Oktober 2020 menggunakan data sekunder yang berasal dari berbagai sumber. Analisis dalam penelitian menggunakan analisis LQ (Location Quotient) dan daya tampung ternak. Hasil penelitian menunjukkan daerah basis pengembangan ternak dengan menggunakan analisis LQ (Location Quotient) terdapat pada Kecamatan Lambandia, Kecamatan Lalolae, Kecamatan Mowewe, Kecamatan Tinondo, dan Kecamatan Ueesi serta analisis daya tampung tenak untuk ternak sapi potong sebanyak 21.046,54 ekor satuan ternak dan ternak kambing sebanyak 308,651,34 ekor satuan ternak. Kesimpulannya bahwa Kabupaten Kolaka timur berpotensi sebagai kawasan pengembangan ternak ruminansia, khususnya sapi potong dan kambing
KERCERNAAN IN VITRO BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PROTEIN RANSUM BERBASIS PAKAN FERMENTASI
This study has conducted four weeks in Laboratory of Animal Nutrition Department of Animal Science, Faculty of Animal Science, Haluoleo University, Kendari. The treatments R0 = rations based feed’s non fermented, R1 = rations based 40% rice bran fermented (RBF), R2 = rations based 45% RBF, R3 = rations based 50% RBF, R4 = rations based 55% RBF, R5 = rations based 60% RBF. The experimental design used a randomized block design (RBD) with 5 treatments and 4 groups. The results showed that dry matter digestibility (DMD) of R1, R2, R5 higher than R0 (94,17%, 90,98%, 91,04% vs 88.60%). In contrast, DMD of R3 and R4 lower than R0 (80,90% and 80,89% vs 88,60%). Organic matter digestibility (OMD) of R0 lower than R1, R2, R3, R4 and R5 ( 62,58% vs 90,32%, 90,55%, 90,78%, 91,15% and 90,41%). In contrast, OMD of R4 higher than R1, R2, R3, R5 and R0 (91,41% vs 90,32%, 90,55%, 90,78%, 90,41% and 62,58%). Ammonia (NH3) concentrations of R1, R2, R3, R4 and R5 higher than R0 (8,20 mM, 5,40 mM, 8,67 mM, 7,22 mM and 7,42 mM vs 3,20 mM). The conclusion of this study was FBR based 40%, 45%, 50%, 55% and 60% RBF feasible to ruminant’s feed.Keywords : Feed’s Fermented, Digestibility, Dry Matter, Organic Matter, Ammonia.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan penggunaan ransum berbasis pakan fermentasi untuk ternak ruminansia berdasarkan kecernaan bahan kering dan bahan orgaik serta protein secara In Vitro. Penelitian ini dilaksanakan selama empat minggu di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo, Kendari. Perlakuan yang dicobakan adalah R0= ransum berbasis pakan non fermentasi (kontrol), R1= ransum berbasis dedak padi fermentasi 40%, R2= ransum berbasis dedak padi fermentasi 45%, R3= ransum berbasis dedak padi fermentasi 50%, R4= ransum berbasis dedak padi fermentasi 55%, R5= ransum berbasis dedak padi fermentasi 60%. Rancangan percobaan yang digunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Hasil analisis ragam menunjukkan kecernaan bahan kering ransum berbasi dedak padi fermentasi 40%, 45%, dan 60% lebih tinggi dibanding dengan ransum berbasis pakan non fermentasi (94,17%; 90,98% dan 91,04% dibanding dengan 88,60%). Sebaliknya, ransum berbasis dedak padi fermentasi 50% dan 55% lebih rendah dibanding dengan ransum berbasis pakan non fermentasi (80,90% dan 80,89% dibanding dengan 88,60%). Kecernaan bahan organik ransum berbasis pakan non fermentasi lebih rendah dibanding dengan ransum berbasis dedak padi fermentasi 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% (62,58 % dibanding dengan 90,32 %, 90,55 %, 90,78 %, 91,15 % dan 90,41 % ). Sebaliknya kecernaan bahan organik ransum berbasis dedak padi fermentasi 55% lebih tinggi dibanding dengan ransum berbasis dedak padi fermentasi 40%, 45%, 50%, 60% dan kontrol (91,41% dibanding dengan 90,32%, 90,55%, 90,78%, 90,41% dan 62,58%). Konsentrasi amonia ransum berbasis dedak padi fermentasi 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% lebih tinggi dibanding dengan ransum berbasis pakan non fermentasi (8,20 mM, 5,40 mM, 8,67 mM, 7,22 mM dan 7,42 mM dibanding dengan 3,20 mM). Kesimpulan bahwa ransum berbasis dedak padi fermentasi 40% hingga 60% layak digunakan untuk pakan ternak ruminansia.Kata kunci: Pakan Fermentasi, Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik, Amonia
- …
