1,720,984 research outputs found

    KAJIAN PEMBERIAN PUPUK NPK PHONSKA (15;15;15) DAN PUPUK ORGANIK CAIR HANTU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan di Desa Durian Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara dengan topografi datar dan berada pada ketinggian ± 12 meter diatas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2017. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih tanaman mentimun varietas harmony, pupuk NPK Phonska (15;15;15), pupuk organik cair Homon Tanaman Unggul (Hantu), insektisida Meothrin bahan aktif Fenpropatrin 50 g/l, fungisida Delsene-MXbahan aktif Mankozeb : 73,8 %, serta bahan lain yang mendukung pelaksanaan penelitian ini. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, sprayer, kalkulator, timbangan, papan plot, ajir, tali rafia, patok sampel, papan judul penelitian dan alat-alat lain yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian ini. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk NPK Phonska (P) dengan 3 taraf yaitu : P0 = 0 g/plot, P1 = 25,2 g/plot dan P2 = 50,4 g/plot. Faktor kedua adalah pemberian pupuk Organik Cair Hantu (H), dengan 4 taraf yaitu H0 = 0 ml/l air, H1 =1 ml/l air, H2 = 2 ml/l air dan H3 = 3 ml/l air. Hasil penelitian Pemberian pupuk NPK Phonska menunjukkan perlakuan terbaik dengan dosis 50,4 g/plot dapat meningkatkan parameter tinggi tanaman dan diameter batang tanaman mentimun. Perlakuan pemberian pupuk organik cair Hantu menunjukkan perlakuan terbaik dengan konsentrasi 3 ml/l air dapat meningkatkan parameter tinggi tanaman dan diameter batang. Interaksi pemberian pupuk NPK Phonska dan pupuk organik cair Hantu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameteryang diamati

    PENGARUH APLIKASI PUPUK KANDANG AYAM PADA TANAH BEKAS GALIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI KAILAN (Brassica oleraceae L. var. Acephala) DI POLIBAG DENGAN MENGGUNAKAN PARANET

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Asri, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan ketinggian tempat 17 m dpl, tipe iklim C (oldeman). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2016 sampai dengan bulan Februari 2016. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 7 kombinasi perlakuan, yaitu 7 taraf pemberian aplikasi pupuk kandang ayam yaitu : A0 = 0 ton pupuk kandang ayam/ha (kontrol), A1 = 10 ton pupuk kandang ayam/ha (105 g/polibag), A2 = 20 ton pupuk kandang ayam/ha (210 g/polibag), A3 = 30 ton pupuk kandang ayam/ha (315 g/polibag), A4 = 40 ton pupuk kandang ayam/ha(420 g/polibag), A5 = 50 ton pupuk kandang ayam/ha (525 g/polibag), dan A6 = 60 ton pupuk kandang ayam/ha (630 g/polibag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam sampai dosis 60 ton/ha (630 g/polibag) (A6) pada tanaman sawi kailan dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman umur 2, 3 dan 4 Minggu Setelah Tanam (MST); diameter batang umur 2, 3 dan 4 MST; jumlah daun umur 2, 3 dan 4 MST;bobot tanaman sampel dan pH tanah

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. Botrytis L.) TERHADAP APLIKASI BIO-7 DAN PUPUK KANDANG KAMBING DI POLIBAG

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Asri, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan ketinggian tempat 17 m dpl, tipe iklim C (oldeman). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2016 sampai dengan bulan Februari 2016. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan, masing-masing 4 taraf pemberian konsentrasi Bio-7 yaitu : B0 = 0% (kontrol), B1 = 0,2% (2 cc/l air), B2 = 0,4% (4 cc/l air), B3 = 0,6% (6 cc/l air) serta 3 taraf pemberian pupuk kandang kambing yaitu : K0 = 0 ton/ha (kontrol), K1 = 15 ton/ha (196,88 g/polibag), K2 = 30 ton/ha (393,75 g/polibag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Bio-7 sampai dengan konsentrasi 0,6% (6 cc/l air) (B3) yang diaplikasi sebanyak dua kali dengan interval 7 hari sekali, menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman umur 2, 3 dan 4 Minggu Setelah Tanam (MST); diameter batang umur 3 dan 4 MST; jumlah daun umur 2, 3 dan 4 MST; panjang akar, bobot tanaman sampel, hasil tanaman per plot dan pH tanah. Pemberian pupuk kandang kambing 1 minggu sebelum tanam sampai dengan takaran 30 ton/ha (K2) pada tanaman kubis bunga dapat meningkatkan pertumbuhan umur 2, 3 dan 4 Minggu Setelah Tanam (MST); diameter batang umur 3 dan 4 MST; jumlah daun umur 2, 3 dan 4 MST; panjang akar, bobot tanaman sampel, hasil tanaman per plot dan pH tanah. Interaksi pemberian Bio-7 dan pupuk kandang kambing pada tanaman kubis bunga menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap semua pengamatan yang dipelajari baik untuk pertumbuhan maupunproduksi tanaman kubis bunga

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PEMBERIAN EM4 DAN BEBERAPA MACAM PUPUK KANDANG

    Get PDF
    Penelitian ini di laksanakan di Jalan Durian, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Penelitian di laksanakan pada bulan Februari sampai April 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari EM4 sebagai faktor pertama dengan 3 taraf perlakuan yaitu: E0 = 0 cc/liter air, E1 = 4 cc/liter air, E2 = 8 cc/liter air dan macam pupuk kandang sebagai faktor kedua dengan 4 taraf yaitu : K0 = tanpa pupuk kandang, K1 = pupuk kandang ayam, K2 = pupuk kandang puyuh dan K3 = pupuk kandang sapi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian EM4 menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada semua umur amatan, jumlah cabang produktif, dan jumlah polong per tanaman, namun berpengaruh nyata pada produksi per tanaman dan produksi per plot dimana perlakuan terbaik terdapat pada 8 cc/liter air (E2). Pemberian macam pupuk kadang menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada semua umur amatan, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, produksi per tanaman dan produksi per plot dimana perlakuan terbaik terdapat pada pupuk kandang ayam (K1). Interaksi antara pemberian EM4 dan berbagai macam pupuk kandang menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati
    corecore