1,721,266 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PIDANA PENJARA DI BAWAH ANCAMAN PIDANA MINIMUM KHUSUS DI PENGADILAN NEGERI SOLOK (Studi Kasus Putusan Nomor 40/Pid.Sus/2014/Pn. Slk)

    Full text link
    Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Penjara Di Bawah Ancaman Pidana Minimum Khusus Di Pengadilan Negeri Solok (Studi Kasus Putusan Nomor 40/Pid.Sus/2014/Pn. Slk ) (Okta Zulfitri, SH, No. BP 1720112056, Universitas Andalas, 120 hlm, 2019) ABSTRAK Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia, angka sitaan barang bukti Narkotika dan Obat/bahan berbahaya (Narkoba) dan angka penyalagunaan Narkotika terus menunjukan angka peningkatan yang mengkhawatirkan setiap tahun. Dalam mencapai tujuan Negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, khususnya dari bahaya Narkotika, Pemerintah bersama DPR telah menerbitkan beberapa Undang-Undang untuk pemberantasan tindak Pidana Narkotika, terakhir Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (selanjutnya disingkat dengan UU No. 35 Tahun 2009). Salah satu perkembangan hukum baru dalam UU No. 35 Tahun 2009 untuk mecegah dan menimbulkan efek jera bagi pelaku tindak pidana Narkotika yaitu adanya pidana minimum khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 111 sampai dengan Pasal 126 UU No. 35 Tahun 2009. Namun faktanya, dalam mengadili dan memutus perkara tindak pidana Narkotika, khususnya terkait pidana penjara, tidak selalu Hakim dalam putusannya memutus sesuai pidana minimun sebagaimana diatur dalam UU No. 35 tahun 2009. Khusus untuk daerah hukum Pengadilan Negeri Solok salah satunya dapat dilihat dalam tindak pidana Narkotika atas nama terdakwa Agusrini Panggilan Rini sebagaimana dalam Putusan Pengadilan Negeri Solok Nomor : 40 / Pid.Sus / 2014 / Pn.Slk tanggal 17 Juli 2014, sedangkan dalam perkara lainnya dengan kualifiksi delik yang sama di Pengadilan Negeri Solok dijatuhi pidana oleh Hakim sesuai dengan ancaman pidana minimum dalam UU No. 35 Tahun 2009, dan hal ini tentu menimbulkan ketidakpastian hukum. Dengan menggunakan metode pendekatan hukum normatif dalam bentuk pendekatan kasus (case approach), maka dalam penulisan tesis ini dibahas secara teoritis pembuktian tindak pidana Narkotika atas nama terdakwa Agusrini Panggilan Rini di Pengadilan Negeri Solok, dan bagaimana pertimbangan Hakim menjatuhkan pidana penjara di bawah ancaman pidana minimum khusus dalam perkara tersebut. Kesimpulan yang diperoleh sebagai hasil penulisan tesis ini yaitu: Pembuktian tindak pidana Narkotika terhadap terdakwa Agusrini Panggilan Rini di Pengadilan Negeri Solok telah memenuhi prinsip batas minimum pembuktian sesuai dengan sistem pembuktian yang dianut oleh KUHAP, yaitu pembuktian menurut undang-undang secara negatif, dan pertimbangan hakim dalam putusannya menjatuhkan pidana di bawah ancaman pidana minimum Pasal 111 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 kepada terdakwa Agusrini Panggilan Rini secara teoritis merupakana penerapan teori kemandirian atau kebebasan Hakim yang dihubungkan dengan teori keadilan dan teori tujuan pemidanaan, sehingga hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa Agusrini Panggilan Rini telah memenuhi rasa keadilan. Kata kunci : Pidana minimum khusus, tindak pidana narkotik

    Masalah Sosial dalam Cerpen-cerpen di Kolom Cagak Padang Ekspres (Tinjauan Sosiologi Sastra)

    Full text link
    ABSTRAK Amelia Zulfitri “MASALAH SOSIAL DALAM CERPEN - CERPEN DI KOLOM CAGAK PADANG EKSPRES (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)” SKRIPSI. Jurusan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, 2017. Pembimbing: 1. Drs. M. Yusuf, M.Hum., dan 2. Reno Wulan Sari, S.S, M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap cerpen-cerpen di kolom Cagak Padang Ekspres yang mengangkat permasalahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah apa saja masalah sosial dan penyebabnya dalam cerpen-cerpen di kolom Cagak Padang Ekspres. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan masalah sosial dan menjelaskan penyebab timbulnya masalah sosial dalam cerpen-cerpen di kolom Cagak Padang Ekspres. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yakni sosiologi karya. Landasan teori yang dipakai dalam penganalisisan ini adalah teori yang dikemukakan oleh Ian Watt tentang karya sastra sebagai cerminan masyarakat. Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada masalah sosial. Teknik yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Setelah melakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa masalah sosial dalam cerpen-cerpen di kolom Cagak Padang Ekspres adalah permasalahan status sosial, masalah lingkungan hidup, kekerasan, kemiskinan, alkoholisme, permasalahan sosial budaya, disharmonis keluarga, perselingkuhan, pencurian, pelanggaran terhadap norma masyarakat, kejahatan, dan nepotisme. Faktor yang menyebabkan terjadinya masalah sosial tersebut, diantaranya Pandangan masyarakat, keadaan keluarga, keadaan masa lalu, himpitan ekonomi, pergaulan yang salah, hasutan dan imbalan, pertengkaran keluarga, kenangan masa lalu, kebutuhan hidup, berita yang tidak pasti, pengalaman masa lalu, dan juga keinginan untuk mensejahterakan kehidupan anggota keluarga. Kata Kunci: Cagak, Padang Ekspres, Masalah Sosial, Sosiologi Sastr

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore