1,720,971 research outputs found

    Harmonisasi Perbedaan Pandangan Masyarakat dalam Interaksi Gender pada Hadis al-Muá¹£Äfaḥaḥ

    No full text
    Differences in the interpretation of Islamic teachings regarding gender interactions often lead to diverse perspectives within society. Some adopt a conservative approach that avoids physical contact and limits social interactions, while others take a more inclusive stance, encouraging respectful interactions between men and women. This study aims to explore these differing perspectives, focusing on the tradition of al-Muṣāfaḥaḥ (handshaking), and seeks a solution for harmonizing these differences in social life. This research employs a qualitative method with content analysis of various secondary sources, such as books, theses, dissertations, and academic journals. The study reveals that conservative views emphasize the importance of maintaining modesty and avoiding potential temptations, while inclusive perspectives focus on the context of interactions and the intentions behind actions. The findings indicate that harmonization between these two views is essential to create a more cohesive society, where gender interactions can align with Islamic values and the demands of modern society. In conclusion, harmonizing these views not only fosters social cohesion but also strengthens ethical values within the community.Beberapa orang menginterpretasikan ajaran Islam tentang interaksi antara jenis kelamin dengan cara yang lebih konservatif. Misalnya, mereka menghindari kontak fisik dengan lawan jenis atau membatasi interaksi sosial yang tidak perlu.Sebaliknya, ada yang melihat bahwa Islam mendorong interaksi yang sehat dan hormat antara laki-laki dan perempuan. Mereka memiliki pandangan lebih inklusif terkait interaksi gender dalam berbagai konteks sosial.Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan di tengah perbedaan ini sehingga dapat merangkul perbedaan pandangan yang ada di lingkungan masyarakat serta mengungkap implikasi harmonisasi konflik terhadap pemahaman hadis-hadis al-Muá¹£Äfaḥaḥ di kalangan masyarakat. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber sekunder berupa buku-buku, tesis ataupun disertasi dan jurnal-jurnal ilmiah yang berhubungan dengan tema penelitian ini. Penelitian ini menggunakan konsep harmonisasi konflik dan analisis konten sebagai fasilitas untuk memahami dan menelaah data-data yang terkumpul sehingga menghasilkan kesimpulan dalam penelitian ini

    Penerapan Metode Active Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kelas VII SMP Wahyu Makassar

    Get PDF
    Abstract: This research discusses the application of the Active Learning method in improving the quality of Islamic Religious Education learning at Wahyu Makassar Middle School. The aims of this research are: (1) an overview of the Active Learning method applied by PAI teachers at Wahyu Makassar Middle School. (2) Knowing the quality of PAI learning through the use of the Active Learning method at Wahyu Makassar Middle School (3) Knowing the obstacles in implementing the Active Learning Method at Wahyu Makassar Middle School. This research on the application of the Active Learning method in learning Islamic Religious Education at Wahyu Makassar Middle School uses descriptive qualitative research methods where the research location is Wahyu Makassar Middle School. The data was obtained directly from the school principal, Islamic Religious Education teacher, students and other competent parties at the school. The results of this research show that the application of the Active Learning method in learning Islamic Religious Education at Wahyu Makassaar Middle School makes it easier for students to understand the subject matter, especially Islamic Religious Education material through group discussions or debates, jigsaw learning and game-like learning. The Active Learning method in learning Islamic Religious Education at Wahyu Makassar Middle School is very effective in achieving the learning objectives of Islamic Religious Education. Because in learning students can be directly involved, collaborate and interact with others. So it is not only teachers who are active, but students also play an active role in learning Islamic Religious Education. The obstacles that occur in schools in implementing active learning methods are in the Islamic Religious Education learning process at Wahyu Makassar Middle School, among which are; (1) teacher limitations, apart from quantity, it turns out that there are still many teachers who are still unable to fully apply the Active Learning method due to a lack of understanding of the Active Learning method. (2) inadequate facilities and infrastructure because the tools used do not meet the criteria and are still very limited. (3). There are different ability and psychological factors or child characteristics for each student.   Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penerapan metode Active Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaraan Pendidikan Agama Islam SMP Wahyu Makassar.Tujuan penelitian ini adalah: (1) gambaran tentang metode Active Learning yang diterapkan oleh guru PAI di SMP Wahyu Makassar. (2) Mengetahui kualitas pembelajaran PAI melalui penggunaan metode Active Learning di SMP Wahyu Makassar (3) Mengetahui Kendala-kendala dalam penerapan Metode Active Learning di SMP Wahyu Makassar. Penelitian tentang penerapan metode Active Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Wahyu Makassar ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif di mana lokasi penelitian adalah SMP Wahyu Makassar. Data-datanya diperoleh langsung dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa dan pihak-pihak lain yang berkompeten di sekolah tersebut.  Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Active Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Wahyu Makassaar memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami materi pelajaran, khususnya materi Pendidikan Agama Islam melalui diskusi kelompok ataupun debat, jigsaw learning serta pembelajaran semacam permainan.  Metode Active Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Wahyu Makassar sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Karena dalam pembelajaran siswa dapat terlibat secara langsung, bekerjasama dan saling berinteraksi dengan yang lainnya. Jadi bukan hanya guru saja yang aktif akan tetapi siswa juga berperan aktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.  Kendala-kendala yang terjadi di sekolah dalam menerapkan metode active learning adalah dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Wahyu Makassar, di antarannya adalah; (1) keterbatasan guru, selain kuantitas, ternyata masih banyak guru yang masih belum mampu sepenuhnya mengaplikasikan metode Active Learning karena kurangnya pemahaman terhadap metode Active Learning. (2) sarana dan prasarana yang kurang memadai karena alat-alat yang digunakan belum memenuhi kriteria dan masih sangat  terbatas. (3). adanya faktor kemampuan dan psikologi atau  karakter anak yang berbeda pada setiap diri sisw

    STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMINIMALISASI PELANGGARAN PESERTA DIDIK DI UPT SMKN 4 KABUPATEN PANGKEP

    Get PDF
    Tesis ini membahas tentang Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meminimalisasi  Pelanggaran Peserta Didik Di Upt Smkn 4 Kabupaten Pangkep Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Menggambarkan realitas Pelanggaran peserta didik di SMKN 4 Pangkep, 2) Mendeskripsikan Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meminimalisasi pelanggaran peserta didik, dan 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat serta solusi guru Pendidikan Agama Islam dalam meminimalisasi pelanggaran peserta didik di SMKN 4 Pangkep. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di UPT SMKN 4 Kabupaten Pangkep, dengan pendekatan teologis, pedagogis, dan psikologis. Data bersumber dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, Guru PKN dan peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran realitas pelanggaran peserta didik SMKN 4 Pangkep adalah kategori ringan; kelengkapan seragam tidak sesuai aturan disiplin sekolah, berambut panjang bagi Laki-Laki, berhias berlebihan bagi Perempuan, terlambat masuk sekolah, membolos (pulang lebih awal), dan berada di kantin pada waktu jam pelajaran. Kategori sedang; merokok di lingkungan Sekolah, tutur bahasa yang kurang sopan dan membawa HP serta aksesoris. Kategori berat yaitu; berkelahi, memalak, dan berjudi. Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi Pelanggarang adalah: Pertama, dengan tindakan preventif (pencegahan), dengan cara mewajibkan peserta didik melaksanakan salat duhur dan tadarrus, melaksanakan zikir dan kultum, pengajian rutin, mengadakan peringatan hari-hari besar Islam, melakukan pendekatan untuk mengatasi masalah yang dihadapi peserta didik, dan menjalin kerjasama dengan orang tua peserta didik. Kedua, tindakan represif, dengan cara, bimbingan dan nasehat, menegakkan disiplin sekolah, penerapan sanksi dan pemanggilan orang tua. Ketiga, tindakan kuratif, dengan cara, skorsing dan pengembalian peserta didik kepada orang tua. Adapun faktor pendukung dan penghambat serta solusi, yang pertama, faktor pendukung yaitu adanya dukungan dari kepala sekolah, kualifikasi akademik guru Pendidikan Agama Islam, kerjasama guru Pendidikan Agama Islam dengan para guru bidang studi umum, dan adanya fasilitas sarana prasarana di sekolah. Kedua, faktor penghambat yaitu kurangnya pembinaan orang tua dan pengaruh perkembangan IPTEK serta yang ketiga adalah solusi faktor penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi Pelanggaran yaitu kerjasama orang tua peserta didik dengan guru di sekolah dan pembinaan peserta didik terhadap penggunaan sarana informasi. Kata kunci: starategi, meminimalisasi, peserta didik, gur

    Strategi Guru TPA Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an Pada Lansia Di BQS (Baitul Qur’an Salimah) Kabupaten Pangkep

    Get PDF
    Abstract:                 This study intends to 1) determine the methods employed by TPA teachers to overcome reading challenges in the Qur'an, 2) determine the extent of reading difficulties experienced by the elderly, and 3) identify the factors that facilitate and hinder the elderly's ability to overcome reading difficulties in the Qur'anThis study is a kind of qualitative field research that aims to characterize an individual's or a group's attitude and thinking. Several descriptions are utilized to identify guiding principles and explanations that result in findings.The findings of the study demonstrate that teachers' efforts to help older students who struggle with reading the Qur'an have not been successful.Teachers are responsible for planning educational activities for senior citizens. They must also be able to make the most of the senior citizen learning environment. Of course, this can help Qur'an educators overcome the challenges of reading the Al Quran to senior citizens. Therefore, in order for the Qur'an education to continue to refer to their separate standards, it is necessary to preserve the quality of learning, particularly in strategy/method. Keywords: Teacher's Strategy, Difficulty Reading the Qur'an Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan metode yang digunakan oleh guru TPA untuk mengatasi tantangan membaca dalam Al-Qur'an, 2) menentukan sejauh mana kesulitan membaca yang dialami oleh lansia, dan 3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi dan menghambat kemampuan lansia untuk mengatasi kesulitan membaca dalam Al-Qur'an. Penelitian ini merupakan semacam penelitian lapangan kualitatif yang bertujuan untuk mengkarakterisasi sikap dan pemikiran individu atau kelompok. Beberapa deskripsi digunakan untuk mengidentifikasi prinsip panduan dan penjelasan yang menghasilkan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru untuk membantu siswa yang lebih tua yang berjuang membaca Al-Qur'an belum berhasil.  Guru bertanggung jawab untuk merencanakan kegiatan pendidikan untuk warga lanjut usia. Mereka juga harus dapat memanfaatkan lingkungan belajar warga lanjut usia sebaik-baiknya. Tentu saja, hal ini dapat membantu pendidik Al-Qur'an mengatasi tantangan membaca Al-Qur'an kepada warga lanjut usia. Oleh karena itu, agar pendidikan Al-Qur'an terus mengacu pada standar yang tersendiri, perlu dijaga kualitas pembelajaran, terutama dalam strategi/metode.   Kata Kunci: Strategi Guru, Kesulitan Membaca Al-Qur’an

    Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar

    Get PDF
    Abstract: This study aims to describe, (1) Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Teachers, (2) Strategies of Madrasah Heads in Improving Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar Teachers, (3) Supporting and inhibiting factors of Madrasah Heads in Improving Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Teachers. Makassar. The research method used is descriptive qualitative about the strategy of the head of Madrasah in Improving Teacher Professionalism at Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. The data source is the Head of Madrasah to obtain data on the Strategy of the Head of Madrasa in Teacher Professionalism. Also get data from the Deputy Head of Madrasah and from several teachers. Data collection is used by means of observation, interviews, and documentation. The results showed that 85% of the teachers at Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar were professionals whose indicators were. First, experts in the field of knowledge being taught and able to transfer concepts regarding the knowledge being taught. Second, have a sense of fellowship (professional ethics), third, have autonomy and a sense of responsibility. Apart from that, also mastering and implementing four competencies; namely pedagogic, personality, professional and social competencies. The principal's strategy in improving teacher professionalism is first, requiring all teachers to make learning tools. second, conduct an evaluation, third, for teachers who do not follow the policies that have been set by the madrasa head given sanctions. Namely, delayed disbursement of side dishes, certification and even delayed promotion. The supporting factor for teacher professionalism is conducting training in turns according to the field of study of each teacher and no less important is conducting comparative studies in several provinces on the island of Java. The inhibiting factor for teacher professionalism is the presence of some teachers who have not fully followed the existing policies and have not fully understood and applied the four teacher competencies as mentioned above. Keywords: strategy, madrasa principal, professional, teacher.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) Profesionalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar, (2) Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar, (3) Faktor pendukung dan penghambat Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesinalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif tentang Strategi kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. Sumber data adalah Kepala Madrasah untuk memperoleh data tentang Strategi Kepala Madrasah dalam Profesionalisme Guru. Juga mendapatkan data dari Wakil Kepala Madrasah dan dari beberapa guru. Pengumpulan data digunakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% guru-guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar adalah profesional yang indikatornya. Pertama, ahli dalam bidang pengetahuan yang diajarkan dan mampu mentransfer konsep mengenai pengetahuan yang diajarkan. Kedua, memiliki rasa kesejawatan (etika profesi), ketiga, memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab. Selain dari pada itu, juga menguasai dan mengimplementasikan empat kompetensi; yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Strategi kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru adalah pertama, mewajibkan semua guru untuk membuat perangkat pembelajaran. kedua, melakukan evaluasi, ketiga, bagi guru-guru yang tidak mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh kepala madrasah diberikan sanksi. Yaitu, ditunda pencairan lauk pauknya, sertifikasinya dan bahkan tertunda kenaikan pangkatnya. Faktor pendukung terhadap profesionalisme guru adalah melakukan pelatihan secara bergiliran sesuai dengan bidang studi masing-masing guru dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan studi banding di beberapa provinsi di pulau jawa. Faktor penghambat terhadap profesionalisme guru adalah adanya sebagian guru yang belum mengikuti sepenuhnya kebijakan yang ada dan belum sepenuhnya memahami dan mengaplikasikan empat kompetensi guru sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Kata kunci: starategi, kepala madrasah, profesional, gur

    PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI (SLBN) PANGKEP, KECAMATAN MINASA TE’NE, KABUPATEN PANGKEP

    Get PDF
    Abstract: This thesis is about the Islamic education teachers in building students’ character at state of Sekolah Luar Biasa (SLBN) in Minasa Te’ne district, Pangkep region. The main problems are : first (1) , how is the teacher action in building students’ character at state of Sekolah Luar Biasa (SLBN) in Minasa Te’ne district, Pangkep region ?. Second(2), how are tehe supporting factors an obstacles faced by  the Islamic education teachers at state of Sekolah Luar Biasa (SLBN) IN Minasa Te’ne district, Pangkep region?. To know an answer those questions above, in this research, researcher uses observation, interview, and documentation as the instrumens of data collection. In analyzing the data, writer use qualitative analysis. Based on the  research and data analysis, it shows that the Islamic education teacher in building students’ character is being the model, always supervising politely, understandable every situation, not feeling bored in interacting with the students. The Islamic education teacher also teachers students reciting and writing Holy Qur’an, azan, ritual ablution, and sholat. As the Islamic education teacher, the supporting factors helping the teaching-learning prosecc are the support from head master, the positive responds of other teachers about sharing in every information particularly who carry on SLB situation. Then students’ parents also support in the teaching-learning process. The situation in the class is different, particularly in SLB. The obstacles occurring in situation is low frequency of excercises, and the needed related knowledge in SLB . The teachers also get difficulty in communication because their backgrounds are not SLB education. Abstrak: Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter siswa di Sekolah Luar Biasa Negeri SLBN Pangkep, Kecamatan Miinasa Te’ne, Kabupaten Pangkep. Pokok permasalannya adalah: pertama, bagaimana peranan guru pendidikan agama Islam dalam pemembentukan karakter siswa di sekolah luar biasa Negeri (SLBN) Pangkep, Kecamatan Minasa Te’ne, Kabupaten Pangkep. Kedua bagaimana faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam pemembentukan karakter siswa di sekolah luar biasa Negeri (SLBN) Pangkep, Kecamanat Minasa Te’ne, Kabupaten Pangkep. Untuk menjawab pokok permasalahan tersebut diatas, maka dalam melaksanakan penelitian, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam membahas dan menganalisa data primer dan sekunder maka penulis menggunakan analisa kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data tersebut, maka hasilnya dapat disimpulkan bahwa tujuan dari peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan karakter siswa adalah menjadi suri tauladan, sentiasa membimbing dengan penuh kesabaran, memaklumi keterbatasan yang dimiliki oleh siswa dalam proses pembelajaran serta tidak jemu dalam melayani sikap-sikap siswa yang beraneka ragam khususnya siswa yang menyandang status ketunaan. Peranaan guru pendidikan agama Islam juga mempersiapkan diri siswa agar bisa baca tulis al-quran, adzan, berwudhu, dan solat. Memang dalm menjalankan tugas sebagai guru Pendidikan Agama Islam, faktor pendukung yang bisa membantu selama proses pembelajaran adalah seperti adanya dukungan dari pihak kepala sekolah, sikap para guru dan rekan sejawat yang sangat antusias dan tidak pernah jemu bertanya dan berbagi ilmu tentang siswa yang menyandang status ketunaan dalam berbagi informasi khususnya kepada guru-guru yang mempunyai latar belakang Pendidikan Luar Biasa PLB. Para orang tua siswa juga memberi apresiasi dan sangat antusias dalam membantu para guru selama proses pembelajaran berlangsung. Situasi dalam kelas memang tidak sama di setiap sekolah lebih-lebih lagi di sekolah luar biasa, faktor penghambat yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Islam adalah seperti, kurangnya pelatihan dari pihak pemerintah tentang ilmu-ilmu yang dibutuhkan dalam menghadapi siswa luar biasa. Para guru juga menghadapi kesulitan dalam berkomunikasi karena bukan dari latar belakang Pendidikkan Luar Biasa

    Penerapan Model Pembelajaran Beyond Centers And Circle Time (Bcct) Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas I Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti SD Inpres Buttadidia Kabupaten. Gowa

    Get PDF
    Abstract: This research aims to analyze: (1) To know the use of centers and circle time (bcct) learning model in the subject of Islamic Education Ethics at SD Inpres Buttadidia Gowa Regency; (2) To know the activeness of student learning in the subjects of Islamic Religious Education Ethics Class I SD Inpres Buttadidia, Gowa Regency; (3) To know the influence of the Beyond Centers and Circle Time (BCCT) learning model on student learning activity in the subjects of Islamic Religious Education Ethics grade I SD Inpres Buttadidia, Gowa Regency. This research used descriptive qualitative methods with method and scientific approach. Primary data sources consist of school principals, Islamic religious education teachers, educators and grade I student representatives. Data collection techniques were observation, interview guidelines, voice/video recording devices and images. Then analyze the data using data reduction, data presentation and conclusions. Furthermore, the research instrument uses observation, interviews and documentation. The results showed that the learning activity experienced by students of SD Inpres Buttadidia grade I was limited in communicating well with Islamic Religious Education teachers because there were still many students who tended to look shy. Lack of teacher awareness in developing learning models, lack of motivation, inadequate facilities, classroom areas that are not very conducive, thus encouraging things to arise in learning activity. Improving student learning carried out by Islamic Religious Education teachers in using the beyond center and circle time (bcct) learning model, namely how teachers are able to master the classroom, teacher understanding of learning materials, making learning media with students to train student sensitivity and activeness, teacher development in applying learning models according to student needs, this also needs to be based on understanding characteristics of students in the learning process. Keywords: Beyond Centers and Circle Time (bcct), Liveliness, Learning, Student   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Mengetahui penggunaan model pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) kelas I pada mata pelajaran Pendididkan Agama Islam Budi Pekerti di SD Inpres Buttadidia Kab.Gowa; (2) mengetahui keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti Kelas I SD Inpres Buttadidia Kab. Gowa; (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti kelas I SD Inpres Buttadidia Kab. Gowa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode dan keilmuan. Sumber data primer terdiri atas Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam, Tenaga Pendidik dan Perwakilah Siswa kelas I. Sumber data sekunder diperoleh melalui keadaan geografis sekolah, profil sekolah, struktur kepengurusan sekolah dan visi misi sekolah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, pedoman wawancara, alat perekam suara/vidio dan gamabar. Kemudian analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Selanjutnya intrumen penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar yang yang dialami siswa SD Inpres Buttadidia kelas I yaitu keterbatasan dalam berkomunikasi baik dengan guru Pendidikan Agama Islam sebab masih banyak siswa yang cenderung terlihat pemalu. Kurangnya kesadaran guru dalam mengembangkan model-model pembelajaran, kurangnya motivasi, fasilitas yang kurang memadai, area kelas yang sangat tidak kondusif, sehingga mendorong hal-hal timbul pada keaktifan belajar . Peningkatan belajar siswa yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam menggunakan model pembelajaran beyond center and circle time (bcct) yaitu bagaimana guru lebih mampu melakukan penguasaan dalam kelas, pemahaman guru tentang materi pembelajaran, membuat suatu media pembelajaran bersama siswa untuk melatih kepekaan dan keaktifan siswa, pengembangan guru dalam mengaplikasikan model-model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa., hal ini ini juga perlu didasari dengan memahami karakteristik siswa dalam proses pembelajaran. Kata Kunci:  beyond centers and circle time (bcct), keaktifan, belajar, sisw

    Peranan Keluarga Dan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islami Pada Peserta Didik Di Smpit Al Ihsan Gowa

    Get PDF
    This study aims to: 1) describe and analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning at SMPIT Al Ihsan Gowa, and 2) describe and analyze the roles of parents and Islamic Religious Education teachers in instilling Islamic values in students at SMPIT Al Ihsan Gowa. This is a field research employing a qualitative approach, which aims to describe individual and group attitudes and thoughts. The study investigates the collaborative role between families and PAI teachers in instilling Islamic values both at school and at home. A case study method was used, with data collected through in-depth interviews with PAI teachers, parents, and students, as well as participant observation and document analysis. The findings indicate a strong synergy between the school’s efforts—applying innovative learning methods such as contextual and experience-based approaches—and the active role of parents in guiding their children within the family environment. This collaboration plays a crucial role in holistically shaping students’ Islamic character. Despite challenges such as the influence of digital media, peer environments, and limited parental interaction time, effective and consistent communication between the school and families proves to be a key factor in successfully fostering Islamic values. The study highlights the importance of an integrated and sustainable educational strategy that involves all educational elements—both formal and informal—in shaping a morally upright younger generation in accordance with Islamic teachings. Keywords: The Role of the Family, Teachers Instilling Islamic Values Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPIT Al Ihsan Gowa, dan 2) mendeskripsikan serta menganalisis peran orang tua dan guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik di SMPIT Al Ihsan Gowa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan pemikiran seseorang secara individu maupun kelompok. Studi ini menyelidiki peran kolaboratif antara keluarga dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai Islami di lingkungan sekolah dan rumah. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, orang tua siswa, dan siswa, observasi partisipan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara upaya sekolah yang menerapkan metode pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman, dengan peran aktif orang tua dalam membimbing anak di lingkungan keluarga. Kolaborasi ini berperan penting dalam membentuk karakter Islami siswa secara holistik. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti pengaruh media digital, lingkungan pergaulan, dan keterbatasan waktu interaksi orang tua, komunikasi yang efektif dan konsisten antara pihak sekolah dan keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan pembinaan nilai-nilai Islami. Studi ini menyoroti pentingnya strategi pendidikan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen pendidikan, baik formal maupun informal, dalam rangka membentuk generasi muda yang berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Kata Kunci: Peran Keluarga, Guru Menanamkan Nilai Isla

    Strategi Program Metode Wafa Dalam Meningkatkan Kemampuan BTQ Santri Di TPA Rumah Qur’an An-Nur Sudiang Kota Makassar

    Get PDF
    Abstract: Abstract: This study discusses the strategy of the Wafa method program in improving students' BTQ abilities at TPA Rumah Qur;an An-nur Sudiang City Makassar. Makassar 2) describes the strategy or method of applying the Wafa method to students at TPA Rumah Qur;an Nur Sudiang, Makassar City. This type of research is a qualitative descriptive conducted at TPA Rumah Qur;an An-Nur Sudiang, Makassar City with a theological, pedagogical and psychological approach to data sourced from the leadership of the Qur'an An-nur house TPA foundation and the supervisor.  The data collection method used was interview observation and documentation of the results of the research showing that the picture of the reality of the use of the Wafa method in TPA Rumah An-Nur Qur;an Sudiang, Makassar City.   Abstrak: kajian ini membahas tentang strategi program metode Wafa dalam meningkatkan kemampuan BTQ santri di TPA rumah Qur;an An-nur sudiang kota Makassar tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menggambarkan realitas penggunaan metode Wafa dalam meningkatkan kemampuan betequie santri di TPA rumah Annur sudiang kota Makassar 2) mendeskripsikan strategi atau cara penerapan metode Wafa kepada santri di TPA rumah Qur;an an nur sudiang kota Makassar jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TPA rumah Qur;an an-nur sudiang kota Makassar dengan pendekatan teologis pedagogis dan psikologis data bersumber dari pimpinan yayasan TPA rumah Qur;an An-nur dan pembina. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran realitas penggunaan metode Wafa di TPA rumah an-nur Qur;an sudiang kota Makassa

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MIS BAAR KECAMATAN RIUNG KABUPATEN NGADA

    Get PDF
    Abstract: Abstract is a brief description of the problem (background), research purposes, methods, research results, and implications. The abstract is written in English and Indonesian. Abstract typing is done with a single space (Times New Roman 10). The abstract consists of 150–200 words. Keywords are included to describe the focus areas studied and the key terms that underlie the implementation of the research. Keywords can be single words or word combinations (compound words). The number of keywords is 3–5 words. This keyword is required for computerization. Searching for research titles and abstracts is made easy with these keywords. The aim of this research is to: 1). How to apply the picture and picture learning method to Indonesian language subjects, 2). How to implement the picture and picture learning method in Indonesian language subjects.3). What are the results of learning the picture and picture method in Indonesian language subjects?                 To identify this problem, a qualitative research approach was used with the type of classroom action research which was carried out in two research cycles. The data collection techniques used are observation, interviews, tests and documentation. The research instruments used were pre test and post test.                 The results show that the planning of the picture and picture method carried out in MIS Baar, Riung District, Ngada Regency begins with determining Core Competencies (KI), Basic Competencies (KD), and learning objectives as well as preparing lesson plans according to the existing syllabus. The implementation of the picture and picture method for class IV MIS Baar students consists of 4 stages, namely planning, implementation, observation and reflection. Student learning outcomes have increased from pre-action, cycle I and cycle II.The implication of this research is that the application of the picture and picture method can improve teacher skills, student activities and student learning outcomes. The suggestion of this research is that teachers should get used to applying the picture and picture method in Indonesian language subjects as an effort to improve student learning outcomes Keywords: Picture and Picture Method, Learning Results, Indonesian Language Lessons Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk Bagaimana penerapan metode pembelajaran picture and picture pada mata pelajaran bahasa Indonesia, Bagaimana pelaksanaan metode pembelajaran picture and picture pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Bagaimana hasil pembelajaran metode picture and picture pada mata pelajaran bahasa Indonesia Untuk mengidentifikasi masalah tersebut, digunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrument penelitian yang digunakan adalah pre test dan post test. Hasil menunjukan bahwa prencanaan metode picture and picture yang dilakukan di MIS Baar Kecamatan Riung Kabupaten Ngada yaitu dimulai dengan menetapkan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tujuan pembelajaran serta menyusun RPP sesuai silabus yang ada. Pelaksanaan penerapan metode picture and picture pada siswa kelas IV MIS Baar terdiri dari 4 tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari mulai pra tindakan, siklus I dan siklus II. Implikasi penelitian ini adalah penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar peserta didik. Saran penellitian ini adalah guru sebaiknya membiasakan menerapkan metode picture and picture pada mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik Kata Kunci:  Metode Picture And Picture, Hasil Belajar, Pelajaran Bahasa Indonesi
    corecore