722 research outputs found

    Pendidikan Akhlak Menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani

    No full text
    Muhammad Ilman. 2012. Pendidikan Akhlak Menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. H. Syarifuddin Sy, M.Ag, (II) M. Noor Fuady, M.Ag. Dalam ajaran Islam pada hakikatnya menghendaki manusia untuk selalu memperbaiki akhlaknya dan mental spiritual. Akan tetapi pada kenyataannya, di zaman modern ini manusia dihadapkan pada masalah akhlak yang cukup serius. Pendidikan akhlak K.H. Muhammad Zaini Ghani yang diterapkan mampu mencetak kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia pada waktu itu. Pendidikan akhlak yang beliau sampaikan mampu melatih jiwa manusia untuk senantiasa membersihkan dari penyakit hati dan mampu menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari yang selalu dilandasi dengan nilai-nilai ketuhanan. Yang menjadi permasalahan di sini bagaimana pendidikan akhlak yang dilakukan oleh K.H. Muhammad Zaini Ghani. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani, sehingga dapat mengatasi permasalahan akhlak. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih dalam pengembangan khazanah ilmu pengetahuan, khsusnya dalam pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian perpustakaan (Library Research), dimaksudkan untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan menentukan tindakan yang diambil dalam kegiatan ilmiah. Dalam penelitian ini data diolah dan digali dari berbagai buku atau kitab, internet, CD atau VCD dan beberapa tulisan yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani adalah melalui sikap atau tingkah laku beliau, karena dengan sikap tersebut sebagai dasar upaya pembentukan kepribadian peserta didik yang berakhlakul karimah. Kedua, materi dalam pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani adalah lebih menekankan pada sikap seperti sabar, pemurah dan ramah, sehingga dalam praktiknya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari selalu mencerminkan akhlak yang baik. Ketiga, metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode uswataun hasanah, metode demonstrasi, metode hafalan, dan metode membaca kitab. Metode yang sering digunakan oleh K.H. Muhammad Zaini Ghani dalam penyampaian pendidikan akhlak adalah metode ceramah

    K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani Martapura Kalimantan Selatan (telaah terhadap karisma dan peran sosial)

    No full text
    Disertasi ini menunjukkan bahwa K. H. Muhammad Zaini Abdul Gani adalah seorang ulama karismatik. Dia memiliki sejumlah kelebihan yang merupakan pemberian Tuhan. Seorang yang dikaruniai sifat adikodrati, adimanusiawi, serta mempunyai kualitas kepribadian yang luar biasa. Di samping sebagai pimpinan pengajian Sekumpul Martapura, sebagai guru tarikat Sammaniyyah, dia juga memiliki peran yang sangat luar biasa dalam mengembangkan sektor pendidikan, sosial dan ekonomi. Khusus di sektor ekonomi, dia berhasil mengembangkan usaha dengan membangun sebuah usaha yang dikenal dengan nama Al-Zahra. Selain itu, disertasi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat di Martapura Kalimantan Selatan beragama Islam, dan hanya sedikit pemeluk agama lain. Kehidupan umat beragama baik intern dan antar umat sangat rukun. Masyarakat Martapura adalah masyarakat yang agamis, jumlah rumah ibadah masjid 315 buah, musala 29 buah, langgar 924 dan tempat ibadah agama lain 29 buah. Masjid terbesar adalah masjid Al-Karomah dan pesantren terbesar adalah Darussalam.xii, 271 hl

    Pemikiran Pendidikan Islam K.H.Muhammad Zaini Abdul Ghani

    No full text
    Muhammad Yusran, NIM 1203520024, Pemikiran Pendidikan Islam KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Mahyuddin Barni, M.Ag dan II Drs. H. Ahdi Makmur, M.Ag, Ph.D, pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2017. Kata Kunci Pemikiran Pendidikan, Pendidikan Islam, KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau KH. Muhammad Zaini penulis jadikan sebagai tokoh dalam kajian disertasi ini. Diantaranya, Pertama, dari sisi ketokohan, KH. Muhammad Zaini adalah ulama Banjar yang sangat dikenal di Nusantara, bahkan dunia setelah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Itu terlihat dari tamu-tamu yang datang bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari beberapa negara Islam seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Makkah, Mesir, Hadramaut, Maroko dan lainnya. Kedua, di tengah kesibukannya mengajar (pengajian) dan menerima tamu, beliau tergolong ulama yang produktif mengungkapkan pikiran-pikirannya dalam karya tulis. Ketiga, meskipun sudah meninggal di tahun 2005, tetapi pengaruhnya masih dirasakan hingga sekarang, bahkan makamnya menjadi tempat yang dikeramatkan dan selalu dikunjungi masyarakat. Keempat, disamping konsen membina kehidupan keagamaan, KH. Muhammad Zaini juga sangat memperhatikan pengembangan seni-budaya Islami, seperti pembacaan syair simtuddurar atau maulid habsyi, dan maulid azab. Kelima, KH. Muhammad Zaini juga dikenal sebagai seorang tokoh yang konsen memperhatikan dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Itu terbukti di masa hidupnya, KH. Muhammad Zaini sempat mendirikan lembaga pendidikan Islam Darul Ma’rifah yang terletak di sebelah timur komplek Sekumpul. Keenam, sekaliber ketokohan KH. Muhammad Zaini, belum ditemukan penelitian yang secara khusus meneliti pemikiran pendidikan Islam beliau, khususnya pada aspek komponen pendidikan Islam. Dengan beberapa alasan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran pendidikan Islam KH. Muhammad Zaini yang meliputi tujuan, pendidik, peserta didik, kurikulum dan metode. Penelitian ini menggunakan model kepustakaan murni (library reseach), artinya data penelitian berasal dari sumber-sumber kepustakaan, baik berupa buku-buku, jurnal, majalah, kaset atau CD. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, karena jenis data yang dikumpulkan berbentuk narasi atau pengisahan suatu cerita atau kejadian. Penelitian ini adalah studi pemikiran tokoh, dalam hal ini pemikiran pendidikan Islam KH. Muhammad Zaini sebagai objek atau fokus penelitian. Karena pendidikan Islam dalam penelitian ini dipahami sebagai suatu sistem, maka sistem-pun dijadikan sebagai pendekatan dalam penelitian ini. Kemudian, untuk memudahkan penggalian dan penemuan data, penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, mengumpulkan karya KH. Muhammad Zaini khususnya rekaman ceramah beliau. Kedua, mendengarkan ceramah KH. Muhammad Zaini sambil mencatat atau menulisnya. Ketiga, melakukan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan sistem. Keempat, mempetakan pemikiran KH. Muhammad Zaini. Kelima, merumuskan kesimpulan atau menemukan pemikiran pendidikan Islam KH. Muhammad Zaini. Kesimpulan yang ditemukan inilah yang ditulis menjadi laporan penelitian disertasi. Adapun sumber data primer dalam disertasi ini adalah karya-karya langsung dari KH. Muhammad Zaini, baik yang ditulisnya sendiri atau rekaman ceramah-ceramah berupa kaset atau CD; juga termasuk kitab-kitab karya ulama salaf yang pernah diajarkan beliau. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari tulisan orang lain tentang KH. Muhammad Zaini, informasi dari orang terdekat (informan) baik kerabat ataupun murid-murid beliau, serta laporan hasil observasi, hasil penelitian, buku yang diterbitkan, atau wawancara orang lain tentang KH. Muhammad Zaini. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik dokumentasi dan wawancara. Tujuan pendidikan Islam menurut KH. Muhammad Zaini ada tujuh macam, yaitu: Pertama, mendapatkan rahmat Allah SWT. Kedua, membentuk pribadi yang sadar akan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT yaitu beribadah kepada-Nya. Ketiga, melepaskan segala dosa dan kembali kepada taat. Keempat, untuk kebersihan hati atau membentuk hati yang selamat. Kelima, memperkuat yakin (iman yang kuat) dalam hati. Keenam, mengenal Allah dengan sebenarnya, sehingga tidak lupa kepada-Nya dalam setiap keadaan. Ketujuh, berusaha menyamakan aktivitas zahir dengan apa yang diperbuat Nabi Muhammad SAW, sembari hati menghayalkan Rasulullah SAW. Sehingga kedirian ini akan hilang, yang ada hanya Rasulullah SAW atau dalam istilah yang lain, membentuk anak didik menjadi manusia yang sempurna (insan kamil). KH. Muhammad Zaini menggunakan istilah mursyid dan murabbi untuk sebutan guru atau pendidik. Mursyid adalah guru yang memberikan atau mendidik ilmu. Sedangkan murabbi adalah guru yang memimpin atau mengajar ibadah. Guru adalah orang yang merubah prilaku murid menjadi lebih baik. Guru utama menurut KH. Muhammad Zaini adalah Rasulullah SAW. Adapun syarat seorang guru adalah ulama. Ulama yang dapat dijadikan guru menurut KH. Muhammad Zaini memiliki kriteria, diantaranya: tidak cinta dengan harta, pangkat dan kedudukan di hati manusia, sedikit bicara, sedikit tidur, banyak sembahyang sunat, banyak sedekah, banyak puasa sunat, dan banyak baca Al-Qur’an, mempunyai akhlak terpuji seperti sabar, syukur, tawakal, yakin, tenang, pemurah, dipercaya, tidak pemarah, tidak senang pangkat atau jabatan, mempunyai sifat sebagimana sifat yang dimiliki para nabi dan rasul. Sedangkan peserta didik menurut KH. Muhammad Zaini adalah manusia seluruhnya yang terus berproses untuk dapat selalu dekat dengan Allah SWT., mengenal-Nya, dan selalu merasa diawasi-Nya. Adapun kurikulum dalam pandangan KH. Muhammad Zaini tidak terbatas pada mata pelajaran tetapi juga menyangkut pengalaman-pengalaman di luar sekolah sebagai bagian dari kegiatan pendidikan. Kurikulum menurut KH. Muhammad Zaini bila dikaitkan dengan materi pendidikan, urutannya adalah: pendidikan tauhid, pendidikan fiqh, dan pendidikan akhlak. Tetapi jika dikaitkan materi pendidikan Islam tersebut dengan anak usia sekolah, KH. Muhammad Zaini merincikan berdasarkan usia anak. Usia 0-11 tahun anak dididik mempelajari ilmu tauhid dan cara membaca Al-Qur’an. Usia 12 tahun, satu tahun penuh diisi dengan belajar membaca Al-Qur’an dengan ilmu tajwid. Usia 13 tahun anak dididik ilmu syaraf. Diteruskan dengan belajar ilmu nahwu diusia 14 tahun. Usia 15 tahun anak dididik belajar ilmu bahasa Arab. Dan di usia 16 sampai 20 tahun (selama 5 tahun), anak dididik belajar membaca kitab yang berbahasa Arab (kitab gundul). Selanjutnya metode, KH. Muhammad Zaini tidak menjelaskan apa itu metode; dan metode apa yang digunakan di majlis ta’lim yang dipimpinnya. Akan tetapi jika diperhatikan secara mendalam metode pendidikan yang ada atau yang digunakan oleh KH. Muhammad Zaini adalah metode keteladanan, pembiasaan, bandongan, ceramah, demontrasi, dan metode tanya jawab

    PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (STUDI PENDIDIKAN AKHLAK DI MARTAPURA, KALIMANTAN SELATAN)

    No full text
    Abstract: This study uses qualitative method using biography approach which means the study of an individual by explaining the results of K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani\u27s thoughts. Research findings about Islamic education thought. K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani include the purpose of Islamic education which means to really know Allah SWT, so always remembering Him in every situation. Then, educators mean people who change students to be better, the curriculum which is used related with experience outside of school as part of educational activities. Then the method used by K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani is an exemplary method, habituation, *bandongan*, demonstration, and question and answer method. While the works of KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani included Risalah al-Mubarakah, Manakib asy-syeikh Muhammad Samman al-Madani, Ar-risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a \u27 zham Muhammad bin ali ba\u27alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Ash-Shaykh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri and Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah. Keywords: Thought, Islamic Education, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani.Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan biografi yang berarti studi tentang seorang individual dengan memaparkan hasil pemikiran K.H.Muhammad Zaini Abdul Ghani. Temuan penelitian tentang pemikiran pendidikan Islam K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani meliputi tujuan pendidikan Islam yang berarti mengenal Allah SWT dengan sebenarnya, sehingga tidak lupa kepada-Nya pada setiap keadaan. Kemudian pendidik berarti orang yang merubah perilaku murid menjadi lebih baik, peserta didik, kurikulum yang digunakan adalah menyangkut pengalaman-pengalaman di luar sekolah sebagai bagian dari kegiatan pendidikan. Kemudian metode yang digunakan oleh K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani adalah metode keteladanan, pembiasaan, ceramah, bandongan demonstrasi, dan metode tanya jawab. Adapun karya-karya K.H.Muhammad Zaini Abdul Ghani antara lain Risalah al mubarakah, Manakib asy- syeikh Muhammad samman al-madani, Ar risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a’zham Muhammad bin ali ba’alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Asy-Syaikh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri dan Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah. Kata Kunci : Pemikiran, Pendidikan Islam, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani

    PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (STUDI PENDIDIKAN AKHLAK DI MARTAPURA, KALIMANTAN SELATAN)

    No full text
    Abstract: This study uses qualitative method using biography approach which means the study of an individual by explaining the results of K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani's thoughts. Research findings about Islamic education thought. K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani include the purpose of Islamic education which means to really know Allah SWT, so always remembering Him in every situation. Then, educators mean people who change students to be better, the curriculum which is used related with experience outside of school as part of educational activities. Then the method used by K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani is an exemplary method, habituation, *bandongan*, demonstration, and question and answer method. While the works of KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani included Risalah al-Mubarakah, Manakib asy-syeikh Muhammad Samman al-Madani, Ar-risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a ' zham Muhammad bin ali ba'alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Ash-Shaykh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri and Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah. Keywords: Thought, Islamic Education, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani

    SEJARAH TOKOH PENDIDIKAN ISLAM DI KALIMANTAN SELATAN (TUAN GURU ABDURRASYID, TUAN GURU H. MAHFUZ AMIN, PROF. DRS. H. ASYWADIE SYUKUR, LC DAN KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)

    No full text
    Masrawiyah. 2015. Sejarah Tokoh Pendidikan Islam di Kalimantan Selatan (Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani). Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Dra. Hj. Mudhiah, M. Ag. Kata kunci: Sejarah Tokoh Pendidikan Islam di Kalimantan Selatan(Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani). Penelitian ini berlatar belakang dari betapa pentingnya sejarah Islam itu sendiri seperti berkembangnya pendidikan Islam khususnya di Kalimantan Selatan. Beberapa tokoh penting yang berperan diantaranya, Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H.M. Asywadie Syukur, Lc, dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran dan kedudukan Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, dalam bidang pendidikan Islam di Kalimantan Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang tokoh yaitu Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H.M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pendidikan Islam di Kalimantan Selatan yakni peran dan kedudukan tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan kedudukan yang dapat diberikan oleh keempat tokoh terhadap pendidikan Islam di Kalimantan Selatan khususnya di wilayah Banjarmasin, Martapura, Amuntai dan Barabai. Sumber data diperoleh melalui buku-buku atau literatur, manaqib tokoh dan wawancara setelah terkumpul semua data tersebut, maka langkah yang selanjutnya menganalisis data melalui teknik studi tokoh dimaksud dengan keluarga. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran Abdurrasyid pendiri Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai diresmikan pada tahun 1928. Kedudukan beliau sebagai ulama, pendidik, pendakwah dan panutan masyarakat. Peran Mahfuz Amin pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih diresmikan 11 Mei 1958. Kedudukan beliau sebagai ulama, pendakwah, pendidik dan tokoh masyarkat. Peran Asywadie pendiri Lembaga Dakwah IAIN, pencetus program Pascasarjana IAIN Antasari dan sebagai pendidik. Kedudukan beliau sebagai rektor, guru besar IAIN Antasari dan tiga kali memimpin MUI Kalimantan Selatan. Peran Guru Sekumpul sebagai penceramah dan pendakwah. Kedudukan beliau sebagai wali mursyid yang mashur

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    SEJARAH TOKOH PENDIDIKAN ISLAM DI KALIMANTAN SELATAN (TUAN GURU H. ABDURRASYID, TUAN GURU H. MAHFUZ AMIN, PROF. DRS. H. M. ASYWADIE SYUKUR, LC DAN KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)

    No full text
    Penelitian ini berlatar belakang dari betapa pentingnya sejarah Islam itu sendiri seperti berkembangnya pendidikan Islam khususnya di Kalimantan Selatan. Beberapa tokoh penting yang berperan diantaranya, Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H.M. Asywadie Syukur, Lc, dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran dan kedudukan Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, dalam bidang pendidikan Islam di Kalimantan Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang tokoh yaitu Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H.M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pendidikan Islam di Kalimantan Selatan yakni peran dan kedudukan tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan kedudukan yang dapat diberikan oleh keempat tokoh terhadap pendidikan Islam di Kalimantan Selatan khususnya di wilayah Banjarmasin, Martapura, Amuntai dan Barabai. Sumber data diperoleh melalui buku-buku atau literatur, manaqib tokoh dan wawancara setelah terkumpul semua data tersebut, maka langkah yang selanjutnya menganalisis data melalui teknik studi tokoh dimaksud dengan keluarga. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran Abdurrasyid pendiri Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai diresmikan pada tahun 1928. Kedudukan beliau sebagai ulama, pendidik, pendakwah dan panutan masyarakat. Peran Mahfuz Amin pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih diresmikan 11 Mei 1958. Kedudukan beliau sebagai ulama, pendakwah, pendidik dan tokoh masyarkat. Peran Asywadie pendiri Lembaga Dakwah IAIN, pencetus program Pascasarjana IAIN Antasari dan sebagai pendidik. Kedudukan beliau sebagai rektor, guru besar IAIN Antasari dan tiga kali memimpin MUI Kalimantan Selatan. Peran Guru Sekumpul sebagai penceramah dan pendakwah. Kedudukan beliau sebagai wali mursyid yang mashur. Kata kunci: sejarah, tokoh, pendidikan Isla

    SEJARAH TOKOH PENDIDIKAN ISLAM DI KALIMANTAN SELATAN (TUAN GURU H. ABDURRASYID, TUAN GURU H. MAHFUZ AMIN, PROF. DRS. H. M. ASYWADIE SYUKUR, LC DAN KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)

    No full text
    Penelitian ini berlatar belakang dari betapa pentingnya sejarah Islam itu sendiri seperti berkembangnya pendidikan Islam khususnya di Kalimantan Selatan. Beberapa tokoh penting yang berperan diantaranya, Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H.M. Asywadie Syukur, Lc, dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran dan kedudukan Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, dalam bidang pendidikan Islam di Kalimantan Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang tokoh yaitu Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H.M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pendidikan Islam di Kalimantan Selatan yakni peran dan kedudukan tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan kedudukan yang dapat diberikan oleh keempat tokoh terhadap pendidikan Islam di Kalimantan Selatan khususnya di wilayah Banjarmasin, Martapura, Amuntai dan Barabai. Sumber data diperoleh melalui buku-buku atau literatur, manaqib tokoh dan wawancara setelah terkumpul semua data tersebut, maka langkah yang selanjutnya menganalisis data melalui teknik studi tokoh dimaksud dengan keluarga. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran Abdurrasyid pendiri Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai diresmikan pada tahun 1928. Kedudukan beliau sebagai ulama, pendidik, pendakwah dan panutan masyarakat. Peran Mahfuz Amin pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih diresmikan 11 Mei 1958. Kedudukan beliau sebagai ulama, pendakwah, pendidik dan tokoh masyarkat. Peran Asywadie pendiri Lembaga Dakwah IAIN, pencetus program Pascasarjana IAIN Antasari dan sebagai pendidik. Kedudukan beliau sebagai rektor, guru besar IAIN Antasari dan tiga kali memimpin MUI Kalimantan Selatan. Peran Guru Sekumpul sebagai penceramah dan pendakwah. Kedudukan beliau sebagai wali mursyid yang mashur.   Kata kunci: sejarah, tokoh, pendidikan Isla

    Biografi dan peran KH.Muhammad Zaini Abdul Ghani tahun 1942-2005

    No full text
    Ulama merupakan tokoh yang begitu dihormati di masyarakat Martapura, Kalimantan Selatan. Salah satu tokoh ulama berpengaruh di kota dengan julukan Serambi Mekkah ini yaitu KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru) yang lahir sebagai penerus ke-8 dari Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari. Sebagai ulama besar, kehadiran beliau dalam dakwah Islam di wilayah Kalimantan Selatan turut memegang peran penting. Bahkan setelah kepergian beliau pengajian serta kegiatan keagamaan di Musholla ar-Raudah Sekumpul masih rutin dihadiri oleh umat muslim hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan biografi KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (1942-1988) serta untuk Menjelaskan peran KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani di masyarakat Martapura Kalimantan Selatan (1988-2005). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Sejarah, yang terbagi menjadi empat tahapan. Pertama, heuristik atau proses mencari sumber dan data; Kedua, kritik yaitu menyeleksi sumber berdasarkan keaslian dan kredibilitasnya baik secara internal maupun eksternal; Ketiga, interpretasi yaitu menafsirkan data yang diperoleh sehingga menjadi sebuah fakta sejarah; dan Keempat, historiografi yaitu penulisan ulang fakta-fakta yang didapat secara kronologis. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan salah satu ulama besar dari Martapura Kalimantan Selatan yang lahir pada 27 Muharram 1361 H. Ayahnya bernama Abdul Ghani dan ibunya Masliah. Latar belakang dan turunan keluarga KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani memiliki nasab langsung dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Sejak kecil beliau mendapatkan pendidikan agama dari keluarga, dilanjutkan dalam madrasah formal maupun menghadiri pengajian - pengajian. Sebagai ulama beliau memiliki peranan penting di masyarakat, terutama dalam membimbing masyarakat dalam ajaran Islam. Beliau melakukan aktivitas dakwah dimulai dari umur 25 tahun dan membangun tempat pengajian di Sekumpul yang diberi nama komplek ar – Raudhah. Seiring waktu pengajian yang diadakan beliau mulai meningkat pesat jam’ahnya, bahkan masih aktif berjalan dan ramai didatangi sampai saat ini
    corecore