9,324 research outputs found

    Pendidikan Akhlak Menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani

    Full text link
    Muhammad Ilman. 2012. Pendidikan Akhlak Menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. H. Syarifuddin Sy, M.Ag, (II) M. Noor Fuady, M.Ag. Dalam ajaran Islam pada hakikatnya menghendaki manusia untuk selalu memperbaiki akhlaknya dan mental spiritual. Akan tetapi pada kenyataannya, di zaman modern ini manusia dihadapkan pada masalah akhlak yang cukup serius. Pendidikan akhlak K.H. Muhammad Zaini Ghani yang diterapkan mampu mencetak kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia pada waktu itu. Pendidikan akhlak yang beliau sampaikan mampu melatih jiwa manusia untuk senantiasa membersihkan dari penyakit hati dan mampu menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari yang selalu dilandasi dengan nilai-nilai ketuhanan. Yang menjadi permasalahan di sini bagaimana pendidikan akhlak yang dilakukan oleh K.H. Muhammad Zaini Ghani. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani, sehingga dapat mengatasi permasalahan akhlak. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih dalam pengembangan khazanah ilmu pengetahuan, khsusnya dalam pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian perpustakaan (Library Research), dimaksudkan untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan menentukan tindakan yang diambil dalam kegiatan ilmiah. Dalam penelitian ini data diolah dan digali dari berbagai buku atau kitab, internet, CD atau VCD dan beberapa tulisan yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani adalah melalui sikap atau tingkah laku beliau, karena dengan sikap tersebut sebagai dasar upaya pembentukan kepribadian peserta didik yang berakhlakul karimah. Kedua, materi dalam pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani adalah lebih menekankan pada sikap seperti sabar, pemurah dan ramah, sehingga dalam praktiknya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari selalu mencerminkan akhlak yang baik. Ketiga, metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode uswataun hasanah, metode demonstrasi, metode hafalan, dan metode membaca kitab. Metode yang sering digunakan oleh K.H. Muhammad Zaini Ghani dalam penyampaian pendidikan akhlak adalah metode ceramah

    Teologi Muhammad Zaini Abdul Ghani

    Full text link
    Muhammad Zaini Abdul Ghani seorang tokoh ulama di Kalimatan Selatan yang memiliki karisma sekaligus pengetahuan luas dan mendalam tentang ilmu agama dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam termasuk teologi dan ajaran sifat dua puluh. Muhammad Zaini Abdul Ghani mengkaitkan kajian tentang ketauhidan dengan perilaku keberagaman, sehingga mudah diterima oleh masyarakat dalam menyampaikan tentang ilmu ketauhidan. Pemahaman Muhammad Zaini Abdul Ghani dapat dimasukan sebagai ulama pengikut al-Sanusi, karena melihat pengajian dan pemahaman yang disampaikan sesuai kitab yang beliau bacakan yaitu kitab “Sifat Dua Puluh” karangan Utsman bin Abdullah (Habib Utsman Betawi). Figur Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan sosok ulama yang memegang kuat akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ia mengajarkan prinsip-prinsip dasar Islam yang mengedepankan pemahaman yang moderat dan menekankan pentingnya persatuan umat. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui teologi Muhammad Zaini Abdul Ghani dan ajaran sifat dua puluh yang disampaikan Muhammad Zaini Abdul Ghani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara detail. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa Teologi Muhammad Zaini Abdul Ghani lebih menekankan pengesaan Allah dalam semua aspek kehidupan, termasuk af’al, asma’, sifat, dan Zat-Nya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menuntut ilmu secara mendalam. Segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah. Teologinya mengikuti Ahlusunnah Wal Jama’ah, lebih condong kepada paham Asy’ariah, dengan dasar al-Quran, hadis, dan ijma’ ulama, tercermin dalam pembelajaran tentang tauhid dan sifat dua puluh. Adapun ajaran sifat dua puluh Muhammad Zaini Abdul Ghani menekankan pemahaman mendalam tentang sifat-sifat Allah yang wajib dan mustahil. Ia mengajarkan agar jemaah selalu mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan, misalnya melalui sholat dan berdoa

    K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani Martapura Kalimantan Selatan (telaah terhadap karisma dan peran sosial)

    No full text
    Disertasi ini menunjukkan bahwa K. H. Muhammad Zaini Abdul Gani adalah seorang ulama karismatik. Dia memiliki sejumlah kelebihan yang merupakan pemberian Tuhan. Seorang yang dikaruniai sifat adikodrati, adimanusiawi, serta mempunyai kualitas kepribadian yang luar biasa. Di samping sebagai pimpinan pengajian Sekumpul Martapura, sebagai guru tarikat Sammaniyyah, dia juga memiliki peran yang sangat luar biasa dalam mengembangkan sektor pendidikan, sosial dan ekonomi. Khusus di sektor ekonomi, dia berhasil mengembangkan usaha dengan membangun sebuah usaha yang dikenal dengan nama Al-Zahra. Selain itu, disertasi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat di Martapura Kalimantan Selatan beragama Islam, dan hanya sedikit pemeluk agama lain. Kehidupan umat beragama baik intern dan antar umat sangat rukun. Masyarakat Martapura adalah masyarakat yang agamis, jumlah rumah ibadah masjid 315 buah, musala 29 buah, langgar 924 dan tempat ibadah agama lain 29 buah. Masjid terbesar adalah masjid Al-Karomah dan pesantren terbesar adalah Darussalam.xii, 271 hl

    Pemikiran Pendidikan Islam K.H.Muhammad Zaini Abdul Ghani

    Full text link
    Muhammad Yusran, NIM 1203520024, Pemikiran Pendidikan Islam KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Mahyuddin Barni, M.Ag dan II Drs. H. Ahdi Makmur, M.Ag, Ph.D, pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2017. Kata Kunci Pemikiran Pendidikan, Pendidikan Islam, KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau KH. Muhammad Zaini penulis jadikan sebagai tokoh dalam kajian disertasi ini. Diantaranya, Pertama, dari sisi ketokohan, KH. Muhammad Zaini adalah ulama Banjar yang sangat dikenal di Nusantara, bahkan dunia setelah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Itu terlihat dari tamu-tamu yang datang bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari beberapa negara Islam seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Makkah, Mesir, Hadramaut, Maroko dan lainnya. Kedua, di tengah kesibukannya mengajar (pengajian) dan menerima tamu, beliau tergolong ulama yang produktif mengungkapkan pikiran-pikirannya dalam karya tulis. Ketiga, meskipun sudah meninggal di tahun 2005, tetapi pengaruhnya masih dirasakan hingga sekarang, bahkan makamnya menjadi tempat yang dikeramatkan dan selalu dikunjungi masyarakat. Keempat, disamping konsen membina kehidupan keagamaan, KH. Muhammad Zaini juga sangat memperhatikan pengembangan seni-budaya Islami, seperti pembacaan syair simtuddurar atau maulid habsyi, dan maulid azab. Kelima, KH. Muhammad Zaini juga dikenal sebagai seorang tokoh yang konsen memperhatikan dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Itu terbukti di masa hidupnya, KH. Muhammad Zaini sempat mendirikan lembaga pendidikan Islam Darul Ma’rifah yang terletak di sebelah timur komplek Sekumpul. Keenam, sekaliber ketokohan KH. Muhammad Zaini, belum ditemukan penelitian yang secara khusus meneliti pemikiran pendidikan Islam beliau, khususnya pada aspek komponen pendidikan Islam. Dengan beberapa alasan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran pendidikan Islam KH. Muhammad Zaini yang meliputi tujuan, pendidik, peserta didik, kurikulum dan metode. Penelitian ini menggunakan model kepustakaan murni (library reseach), artinya data penelitian berasal dari sumber-sumber kepustakaan, baik berupa buku-buku, jurnal, majalah, kaset atau CD. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, karena jenis data yang dikumpulkan berbentuk narasi atau pengisahan suatu cerita atau kejadian. Penelitian ini adalah studi pemikiran tokoh, dalam hal ini pemikiran pendidikan Islam KH. Muhammad Zaini sebagai objek atau fokus penelitian. Karena pendidikan Islam dalam penelitian ini dipahami sebagai suatu sistem, maka sistem-pun dijadikan sebagai pendekatan dalam penelitian ini. Kemudian, untuk memudahkan penggalian dan penemuan data, penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, mengumpulkan karya KH. Muhammad Zaini khususnya rekaman ceramah beliau. Kedua, mendengarkan ceramah KH. Muhammad Zaini sambil mencatat atau menulisnya. Ketiga, melakukan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan sistem. Keempat, mempetakan pemikiran KH. Muhammad Zaini. Kelima, merumuskan kesimpulan atau menemukan pemikiran pendidikan Islam KH. Muhammad Zaini. Kesimpulan yang ditemukan inilah yang ditulis menjadi laporan penelitian disertasi. Adapun sumber data primer dalam disertasi ini adalah karya-karya langsung dari KH. Muhammad Zaini, baik yang ditulisnya sendiri atau rekaman ceramah-ceramah berupa kaset atau CD; juga termasuk kitab-kitab karya ulama salaf yang pernah diajarkan beliau. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari tulisan orang lain tentang KH. Muhammad Zaini, informasi dari orang terdekat (informan) baik kerabat ataupun murid-murid beliau, serta laporan hasil observasi, hasil penelitian, buku yang diterbitkan, atau wawancara orang lain tentang KH. Muhammad Zaini. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik dokumentasi dan wawancara. Tujuan pendidikan Islam menurut KH. Muhammad Zaini ada tujuh macam, yaitu: Pertama, mendapatkan rahmat Allah SWT. Kedua, membentuk pribadi yang sadar akan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT yaitu beribadah kepada-Nya. Ketiga, melepaskan segala dosa dan kembali kepada taat. Keempat, untuk kebersihan hati atau membentuk hati yang selamat. Kelima, memperkuat yakin (iman yang kuat) dalam hati. Keenam, mengenal Allah dengan sebenarnya, sehingga tidak lupa kepada-Nya dalam setiap keadaan. Ketujuh, berusaha menyamakan aktivitas zahir dengan apa yang diperbuat Nabi Muhammad SAW, sembari hati menghayalkan Rasulullah SAW. Sehingga kedirian ini akan hilang, yang ada hanya Rasulullah SAW atau dalam istilah yang lain, membentuk anak didik menjadi manusia yang sempurna (insan kamil). KH. Muhammad Zaini menggunakan istilah mursyid dan murabbi untuk sebutan guru atau pendidik. Mursyid adalah guru yang memberikan atau mendidik ilmu. Sedangkan murabbi adalah guru yang memimpin atau mengajar ibadah. Guru adalah orang yang merubah prilaku murid menjadi lebih baik. Guru utama menurut KH. Muhammad Zaini adalah Rasulullah SAW. Adapun syarat seorang guru adalah ulama. Ulama yang dapat dijadikan guru menurut KH. Muhammad Zaini memiliki kriteria, diantaranya: tidak cinta dengan harta, pangkat dan kedudukan di hati manusia, sedikit bicara, sedikit tidur, banyak sembahyang sunat, banyak sedekah, banyak puasa sunat, dan banyak baca Al-Qur’an, mempunyai akhlak terpuji seperti sabar, syukur, tawakal, yakin, tenang, pemurah, dipercaya, tidak pemarah, tidak senang pangkat atau jabatan, mempunyai sifat sebagimana sifat yang dimiliki para nabi dan rasul. Sedangkan peserta didik menurut KH. Muhammad Zaini adalah manusia seluruhnya yang terus berproses untuk dapat selalu dekat dengan Allah SWT., mengenal-Nya, dan selalu merasa diawasi-Nya. Adapun kurikulum dalam pandangan KH. Muhammad Zaini tidak terbatas pada mata pelajaran tetapi juga menyangkut pengalaman-pengalaman di luar sekolah sebagai bagian dari kegiatan pendidikan. Kurikulum menurut KH. Muhammad Zaini bila dikaitkan dengan materi pendidikan, urutannya adalah: pendidikan tauhid, pendidikan fiqh, dan pendidikan akhlak. Tetapi jika dikaitkan materi pendidikan Islam tersebut dengan anak usia sekolah, KH. Muhammad Zaini merincikan berdasarkan usia anak. Usia 0-11 tahun anak dididik mempelajari ilmu tauhid dan cara membaca Al-Qur’an. Usia 12 tahun, satu tahun penuh diisi dengan belajar membaca Al-Qur’an dengan ilmu tajwid. Usia 13 tahun anak dididik ilmu syaraf. Diteruskan dengan belajar ilmu nahwu diusia 14 tahun. Usia 15 tahun anak dididik belajar ilmu bahasa Arab. Dan di usia 16 sampai 20 tahun (selama 5 tahun), anak dididik belajar membaca kitab yang berbahasa Arab (kitab gundul). Selanjutnya metode, KH. Muhammad Zaini tidak menjelaskan apa itu metode; dan metode apa yang digunakan di majlis ta’lim yang dipimpinnya. Akan tetapi jika diperhatikan secara mendalam metode pendidikan yang ada atau yang digunakan oleh KH. Muhammad Zaini adalah metode keteladanan, pembiasaan, bandongan, ceramah, demontrasi, dan metode tanya jawab

    Verbal Expressions of Refusing and Begging of 4,9 to 5,1 Years Old Boy: Case Study of Muhammad Zaini

    Full text link
    This research aims to describe and explain about verbal expression of refusing and begging (pitiful) on Muhammad Zaini, a boy aged 4 years 9 months to 5 years 1 month. The method used in this research is qualitative method with based language acquisition of children. Data were analyzed by applying longitudinal techniques.The result of this research shows that there are verbal expressions for refusing on Muhammad Zaini who set in Banjar people, such as “indah” (not or don't want to), jangan (do not), eh ... ehm, “kada” (not), “lain” (not), and the expression of pain.In addition also the verbal expression is found begging (pitiful) on Muhammad Zaini in the form of greeting ”jangan sarik”(do not get angry),“ulun indah disariki” (I don't want to get yelled at), jangan (do not), and ask something

    PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (STUDI PENDIDIKAN AKHLAK DI MARTAPURA, KALIMANTAN SELATAN)

    Full text link
    Abstract: This study uses qualitative method using biography approach which means the study of an individual by explaining the results of K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani\u27s thoughts. Research findings about Islamic education thought. K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani include the purpose of Islamic education which means to really know Allah SWT, so always remembering Him in every situation. Then, educators mean people who change students to be better, the curriculum which is used related with experience outside of school as part of educational activities. Then the method used by K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani is an exemplary method, habituation, *bandongan*, demonstration, and question and answer method. While the works of KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani included Risalah al-Mubarakah, Manakib asy-syeikh Muhammad Samman al-Madani, Ar-risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a \u27 zham Muhammad bin ali ba\u27alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Ash-Shaykh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri and Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah. Keywords: Thought, Islamic Education, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani.Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan biografi yang berarti studi tentang seorang individual dengan memaparkan hasil pemikiran K.H.Muhammad Zaini Abdul Ghani. Temuan penelitian tentang pemikiran pendidikan Islam K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani meliputi tujuan pendidikan Islam yang berarti mengenal Allah SWT dengan sebenarnya, sehingga tidak lupa kepada-Nya pada setiap keadaan. Kemudian pendidik berarti orang yang merubah perilaku murid menjadi lebih baik, peserta didik, kurikulum yang digunakan adalah menyangkut pengalaman-pengalaman di luar sekolah sebagai bagian dari kegiatan pendidikan. Kemudian metode yang digunakan oleh K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani adalah metode keteladanan, pembiasaan, ceramah, bandongan demonstrasi, dan metode tanya jawab. Adapun karya-karya K.H.Muhammad Zaini Abdul Ghani antara lain Risalah al mubarakah, Manakib asy- syeikh Muhammad samman al-madani, Ar risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a’zham Muhammad bin ali ba’alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Asy-Syaikh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri dan Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah. Kata Kunci : Pemikiran, Pendidikan Islam, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani

    PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (STUDI PENDIDIKAN AKHLAK DI MARTAPURA, KALIMANTAN SELATAN)

    No full text
    Abstract: This study uses qualitative method using biography approach which means the study of an individual by explaining the results of K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani's thoughts. Research findings about Islamic education thought. K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani include the purpose of Islamic education which means to really know Allah SWT, so always remembering Him in every situation. Then, educators mean people who change students to be better, the curriculum which is used related with experience outside of school as part of educational activities. Then the method used by K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani is an exemplary method, habituation, *bandongan*, demonstration, and question and answer method. While the works of KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani included Risalah al-Mubarakah, Manakib asy-syeikh Muhammad Samman al-Madani, Ar-risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a ' zham Muhammad bin ali ba'alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Ash-Shaykh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri and Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah. Keywords: Thought, Islamic Education, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani

    Colloque sur le Sasterawan Negara Muhammad Haji Salleh (Kuala Lumpur, 9-10 novembre 2010)

    No full text
    Zaini-Lajoubert Monique. Colloque sur le Sasterawan Negara Muhammad Haji Salleh (Kuala Lumpur, 9-10 novembre 2010). In: Archipel, volume 82, 2011. pp. 7-14

    KARISMA K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI DAN PERAN SOSIALNYA (1942-2005)

    Full text link
    In this exposure, the author proposed about KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, the study on charisma and social role and Kharisma of KH Muhammad Zaini Abd. Ghani also supported by the ability to master the classical Islamic sciences. He was able to explain the concepts and to construct elaborate religious in simple language. Therefore, when listening to the description of his talk was easy to understand, understood and grown the love (awe) to him. Feelings of love and admiration were also growing in the hearts of thousands of his disciples. Therefore, a lot of people who liked to tell his karamah - Karamah, although teachers themselves said, Karamah not very important for one's piety, but the consistency in doing good, more better than a thousand Karamah. Once passed away into Rahmatullah, the tomb of K.H. Muhammad Zaini Abd. Ghani always visited by the public until now. Hundreds of people come every day from various parts of this city. This shows that his charisma is not lost when the person dies

    PERSUASI DALAM CERAMAH PENGAJIAN K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (PERSUASIVE IN ISLAMIC LECTURING KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)

    Full text link
    AbstractPersuasive In Islamic Lecturing KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani. The purpose of this study was to describe the use of form and persuasion techniques used in KH's recitation lectures. Zaini Abdul Ghani. The method used in this research is descriptive with a qualitative approach. Data collection was carried out by interviewing the congregation and observing the recitation video. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the lectures of KH. Zaini Abdul Ghani applies forms and techniques of persuasion. KH. Zaini Abdul Ghani tries to attract, hope, and move the congregation as an application of persuasion. In the technique of persuasion KH. Zaini Abdul Ghani applies rationalization, knowing, suggestion, conformity, compensation, replacement, and estimation. The findings that the researchers found, KH. Zaini Abdul Ghani attracted the attention of the congregation who were dominated by presenting materials related to new or sensational things, presented in a simple language style, and always inserting humor. In addition, KH. Zaini Abdul Ghani also attracted the attention of the congregation by associating the material with actual, diverse sentence structures, using Banjar proverb quotes to explain the recitation material, including comparisons and examples, asking questions to the congregation, connecting with local events and figures, and teaching descriptions of events that will be happening. happen in the future. KH. Zaini Abdul Ghani in the recitation tries to make the congregation by presenting the material that is included with specific and concrete examples. The example given by KH. Zaini Abdul Ghani was not only conveyed through recitation, but also exemplified his practice in everyday life. In addition, in an effort to realize the congregation, KH. Zaini Abdul Ghani quotes books, hadiths, and interpretations of the holy verses of the Qur'an. In an effort to touch and move the congregation, KH. Zaini Abdul Ghani by finding and selecting material discussions that suit the wishes and needs of the congregation. The persuasion technique used is by conveying the material rationally, trying to direct the congregation, giving advice, positioning themselves such as, directing the congregation to act in accordance with the teachings of the Prophet, the congregation to prioritize and multiply worship, as well as describing future ideals.Keywords: persuasion, lecture, recitation. KH. Zaini Abdul Ghani, IslamicAbstrakPersuasi dalam Ceramah Pengajian KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penggunaan wujud dan teknik persuasi yang digunakan dalam ceramah pengajian KH. Zaini Abdul Ghani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara jamaah dan observasi video pengajian. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ceramah pengajian KH. Zaini Abdul Ghani menerapkan wujud dan teknik persuasi. KH. Zaini Abdul Ghani berusaha untuk menarik, meyakinkan, dan menggerakkan jamaah sebagai penerapan wujud persuasi. Pada teknik persuasi KH. Zaini Abdul Ghani menerapkan rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, kompensasi, penggantian, dan proyeksi. Temuan yang peneliti temukan, KH. Zaini Abdul Ghani menarik perhatian jamaah didominasi dengan cara memaparkan materi-materi terkait hal-hal baru atau fakta sensasional, disajikan dengan gaya bahasa yang sederhana, dan selalu menyelipkan humor. Selain itu, KH. Zaini Abdul Ghani juga menarik perhatian jamaah dengan mengaitkan materi dengan peristiwa aktual, struktur kalimat yang beragam, menggunakan kutipan Peribahasa Banjar untuk menjelaskan materi pengajian, menyertakan perbandingan dan contoh, mengajukan rangkaian pertanyaan kepada jamaah, menghubungkan dengan peristiwa dan tokoh lokal, dan mengajarkan gambaran peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. KH. Zaini Abdul Ghani dalam pengajian berusaha untuk meyakinkan jamaah dengan cara memaparkan materi disertakan dengan contoh yang spesifik dan konkrit. Contoh yang diberikan KH. Zaini Abdul Ghani tak hanya disampaikan melalui pengajian, tetapi juga dicontohkan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dalam upaya untuk meyakinkan jamaah, KH. Zaini Abdul Ghani mengutip kitab, hadist, dan tafsir ayat suci Al-Qur’an.Sebagai upaya untuk menyentuh dan menggerakkan jamaah, KH. Zaini Abdul Ghani dengan cara menemukan dan memilih bahasan materi yang dikaitkan dengan keinginan dan kebutuhan jamaah. Teknik persuasi yang digunakan yakni dengan menyampaikan materi pengajian dengan rasional, berusaha mengaburkan konflik jamaah, memberikan nasihat, memposisikan diri seperti jamaah, mengarahkan jamaah untuk bertindak sesuai dengan ajaran Rasulullah, memotivasi jamaah untuk mengutamakan dan memperbanyak ibadah, serta memaparkan cita-cita untuk masa yang akan datang.Kata-kata kunci: persuasi, ceramah, pengajian. KH. Zaini Abdul Ghani, Isla
    corecore