13 research outputs found
Analisa Pengaruh Pemanasan Awal Pengelasan ulang Aluminium 5083 pada Lambung Kapal
Proses pengelasan merupakan hal yang sangat penting dalam industri perkapalan untuk menilai kualitas kapal. Dalam proses pekerjaan di lapangan sering kali terjadi kesalahan dalam proses pengelasan ataupun perawatan pada kapal sehingga perlu dilakukan replating. Pemanasan awal bertujuan untuk mencegah terjadinya perbedaan pemuaian material yang disebabkan oleh perbedaan temperatur antara sumber panas lokal dan logam, sehingga dapat meminimalkan masalah yang terjadi seperti distorsi serta tegangan sisa yang berlebih. Dalam skripsi ini dilakukan, pengelasan ulang sebanyak 4x dengan perlakuan pemanasan awal (preheat). Suhu awal maksimal sebesar 80oC dan suhu interpass maksimal sebesar 150oC. Proses pengelasan yang di gunakan untuk pengelasan Aluminium 5083 adalah Gas Metal Arch Welding (GMAW). Setelah pengelasan, dilakukan pengujian yang meliputi:Radiography Test, Ultrasonic Flaw Detector, Tensile Test, Hardness Vickers Test dan Struktur Mikro. Berdasarkan hasil pengujian radiography dan Ultrasonic Flaw Detector  tidak ditemukan defect/cacat pada proses pengelasan ulang. Nilai kuat tarik tertinggi sebesar 209.61 N/mm2 (Yield Strenght) dan 248.16 N/mm2 (Ultimate Tensile Strenght) pada material 1x pengelasan dan nilai kuat tarik terendah sebesar 153.12 N/mm2 (Yield Strenght) dan 170.02 N/mm2 (Ultimate Tensile Strenght) pada 4x pengelasan. Nilai kekerasan tertinggi padaweld metal 1x pengelasan sebesar 85.67 HV dan nilai kekerasan terendah pada weld metal 4x pengelasan sebesar 65.33 HV. Hasil uji metalografi Partikel Mg2Al3 memiliki komposisi yang relative tinggi jika dibandingkan dengan partikel lainnya. Hal tersebut disebabkan komposisi filler metal memiliki partikel Mg2Al3 yang lebih dominan sehingga partikel Mg2Al3 cenderung lebih banyak, sedangkan partikel Mg2Si dan (Fe,Mn)3SiAl12 cenderung lebih stabil karena pada daerah weld metal partikel yang mendominasi adalah Mg2Al3. Terjadi penurunan komposisi partikel Mg2Al3 seiring dilakukannya proses pengelasan ulang. Hal tersebut disebabkan pengaruh panas yang diterima material semakin meningkat seiring dilakukannya pengelasan ulang
Pengelasan disimilar material DSS (Duplex Stainless Steel) 2205 dan HSS (High Strength Steel) Grade VL D36 untuk kapal Chemical Tanker
Pemilihan material DSS untuk konstruksi kapal chemical tanker adalah sangat tepat karena material tersebut selain mempunyai mekanikal properti (high tensile and yield strength dan toughness) yang baik sebagai struktur konstruksi kapal, juga sekaligus tahan terhadap muatan bahan kimia cair yang sangat korosif. Tidak layaknya seperti material Mild Steel maupun HSLA, pengelasan dan perlakuan material DSS memerlukan prosedur yang sangat ketat dan harus berhati-hati. Pemilihan proses pengelasan yaitu kombinasi antara FCAW (Flux Cored Arc Welding) dan SAW (Submerged Arc Welding) merupakan proses las yang sangat sesuai untuk pengelasan konstruksi kapal. Proses las tersebut dikategorikan sebagai proses las yang semi otomatis dan otomatis sehingga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat pekerjaan pengelasan. Tulisan ini mengilustrasikan tentang pengelasan dua material dengan spesifikasi yang berbeda yaitu material pelat DSS 2205 dan material pelat VL D36, berikut petunjuk praktis pengelasannya sampai dengan hal-hal yang harus diperhatikan tentang prosedur penanganannya. Dalam pengelasan material pelat DSS 2205 adalah sangat penting menjaga masukan panas (Heat Input) dalam rentang antara 0,5-2,5 kj/mm. Â Kata kunci: Pengelasan, Duplex Stainless Steel, FCAW, SA
Analisa Penerapan Metode Lean Production untuk Pemasangan Stopper Baut pada Joint Block di Area Grand Assemby (Erection)
Teknologi yang berkaitan dengan pembangunan kapal akan terus dikembangkan, dengan titik perhatian pada pengembangan metode yang digunakan untuk dapat menghasilkan proses pembangunan kapal yang lebih efisien dan produktif. Stopper merupakan salah satu cara yang digunakan dalam proses penyambungan block pada umumnya, dengan menggunakan metode pendekatan lean production proses produksi yang ada sekarang menjadi lebih efektif dan efisien. Pada penelitian ini dilakukan analisa perhitungan nilai efektivitas pemasangan stopper pada proses joint block daerah deck di grand assembly / erection. Jadi dari hasil analisa tersebut, dihasilkan nilai prosentase menghemat (reduce) waktu total sebanyak 23,72 %, menghemat jam orang (JO) 23,72 %, dan lebih menghemat material stopper 11,11 %, dengan mengurangi nilai sisa material (waste) pada proses pemasangan stopper.Kata kunci : Erection, Grand Assembly, Joint Block, Lean Production, Material, Stoppe
Analisa Pengaruh Variasi Sudut Bevel Akibat Kombinasi Pengelasan Fcaw dan SMAW terhadap Kekuatan Impact Butt Joint pada Spesimen Pipa Api 5l Grade X42
Kekuatan sambungan las pada suatu konstruksi perlu diperhatikan dengan baik dan pengujian pun perlu dilakukan untuk mengetahui ketahanan bahan terhadap suatu beban. Dalam penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut bevel dan kondisi optimal akibat kombinasi pengelasan FCAW dan SMAW terhadap kekuatan impact butt joint pada material pipa API 5L grade X42. Variasi sudut bevel yang digunakan adalah 60o, 40o, dan 0o. Pengujian impact merupakan suatu upaya untuk mensimulasikan kondisi operasi material yang sering ditemui dalam perlengkapan transportasi atau konstruksi dimana beban tidak selamanya terjadi secara perlahan-lahan melainkan datang secara tiba-tiba, khususnya dalam konstruksi bangunan lepas pantai dimana beban secara tiba – tiba sangat memungkinkan untuk terjadi. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa nilai kekuatan impact pada sudut bevel 60o di bagian weld adalah sebesar 2.01 J/mm2 dan bagian HAZ sebesar 2.08 J/mm2. Sudut bevel 40o memiliki nilai pada bagian weld sebesar 2.10 J/mm2 dan bagian HAZ sebesar 2.13 J/mm2. Namun memiliki pengaruh yang jauh berbeda dengan sudut bevel 0o yaitu memiliki nilai impact sebesar 1.72 J/mm2 untuk bagian weld dan 1.13 J/mm2 untuk bagian HAZ . Kondisi optimal pengaruh sudut bevel terhadap kekutan impact adalah sudut 40o . Hal ini dikarenakan persentase ferrite metalografi struktur mikronya lebih banyak dibandingkan dengan sudut bevel 60o dan 0o dan juga memiliki nilai kekerasan yang rendah sehingga bersifat ulet menyebabkan nilai impact-nya lebih unggul. Selain itu efisensi dalam segi penghematan waktu kerja, perkerja maupun biaya produksi lebih baik.</p
Pengaruh Susunan Serat Laminasi Fiberglass terhadap Kekuatan Tarik dan Tekuk Material Menggunakan Variasi Chopped Standart Mat dan Woven Roving
Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) adalah sebuah bahan fiberglass yang sudah dikuatkan dengan sebuah resin thermosetting sebagai matriks dan bahan penguat sehingga memiliki kekuatan dan daya tahan yang lebih baik, dan baik digunakan pada kapal-kapal berukuran kecil, misal kapal pemancingan, kapal penangkapan ikan, kapal wisata, dll, dimana bagian side shell/lambung kapal sering mengalami benturan, dengan demikian penelitian ini akan dilakukan pengujian tarik dan tekuk terhadap sampel laminasi dari variasi susunan serat CSM 300, 450 dan WR 600,800 gram/m2 dapat mempengaruhi kekuatan tarik dan tekuk material berdasarkan rule BKI 2015 Vol.A Guidance For FRP And Wooden Fishing Vessel Up To 24 M, serta mengetahui komposisi laminasi yang cocok digunakan pada lambung kapal. Berdasarkan standart pada BKI 2015 Vol. A dari 9 sampel laminasi uji Tarik yang telah diuji terdapat 4 sampel uji yang dapat mencapai syarat minimum sesuai standart BKI 2015 Vol. A yang telah ditentukan. Namun sebaliknya dari hasil uji tekuk 9 sampel laminasi tidak dapat mencapai nilai minimum standart yang telah ditentukan oleh BKI 2015 Vol. A hal ini menunjukkan bahwa tebal material tidak menjamin nilai kekuatan Tarik dan tekuk material. Akan tetapi jenis serat dan susunan pada laminasinya yang dapat mempengaruhi kekuatannya tersebut
Analisa Teknis Modifikasi Kapal Rib Bl S 32 Dengan Pendekatan Cfd (Computational Fluid Dynamics)
Kapal RIB BL S32 awalnya didesain untuk kepentingan militer sehingga ada beberapa fungsi kapal yang kurang maksimal apabila digunakan untuk penunjang kegiatan SAR yaitu tidak adanya kabin atau bangunan atas yang berfungsi untuk melindungi crew dan penumpang kapal dari cuaca dan jatuh ke laut, dalam skripsi ini akan dilakukan modifikasi kapal dengan menambah bangunan atas atau kabin dan sebelumnya dilakukan analisa teknis dari segi stabilitas, daya mesin dan kecepatan kapal. Metode yang digunakan dengan pendekatan CFD menggunakan software Maxsurf dan Solidwork. Hasil analisa menunujukkan bahwa kapal setelah dimodifikasi memenuhi kriteria IMO, kapal sebelum dimodifikasi memiliki stabilitas lebih baik dari pada kapal setelah dimodifikasi karena memiliki panjang dan sudut GZ yang lebih besar, sebelum dimodifikasi panjang GZ (0.38 m) dan sudut GZ (42.7 deg), setelah dimodifikasi panjang GZ (0.333 m) dan sudut GZ (40.9 deg), dengan kecepatan yang sama yaitu 30 Knot kapal setelah dimodifikasi membutuhkan daya mesin yang lebih besar yaitu 404.6 HP dibandingkan kapal sebelum dimodifikasi yang hanya membutuhkan daya mesin 398.5 HP sedangkan daya mesin terpasang sebesar 2 x 200 HP
Strategi produktivitas tenaga kerja dan daya saing : studi kasus galngan kapal kawasan pulau Batam dan Jawa
Artikel ini hanya bisa dibaca di dalam Perpustakaa
Simulasi Perubahan Bentuk Bulbous Bow Terhadap Hambatan Total Kapal Rumah Sakit
Kemajuan perkembangan teknologi dan inovasi semakin berkembang dengan adanya pembangunan kapal kemanusiaan, kapal ini biasa disebut kapal rumah sakit. Kapal rumah sakit ini cenderung memiliki bentuk lambung U dan memiliki bulbous bow pada haluannya untuk mengurangi hambatan. Pada simulasi ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk bulbous bow yang baru dengan nilai hambatan total yang lebih kecil. Dibuat (tiga) model bulbous bow baru dan (satu) model tanpa menggunakan bulbous bow dengan variasi 4 sarat yang berbeda dan 3 load yang berbeda. Serta mengetahui bentuk aliran dari model tersebut. Hasil dari simulasi ini telah mendapatkan model bulbous bow yang memiliki hambatan total lebih kecil yaitu pada bulbous bow model ke 3 dengan nilai deviasi rata – rata pada kecepatan 12 knot adalah 3,4 kN, pada kecepatan 14 knot adalah 4,067 kN, pada kecepatan 16 knot adalah 4,467 kN dan pada kecepatan 18 knot adalah 5,2 kN
REKAYASA VIDEO PROFILE SEBAGAI MEDIA PROMOSI STMIK SYAIKH ZAINUDDIN NW ANJANI MENGGUNAKAN TEKNIK VIDEOGRAFI: REKAYASA VIDEO PROFILE SEBAGAI MEDIA PROMOSI STMIK SYAIKH ZAINUDDIN NW ANJANI MENGGUNAKAN TEKNIK VIDEOGRAFI
Currently, competition in the world of education is getting tougher, therefore it takes the right strategy in achieving success to increase the interest of prospective students. In their promotional activities, they have not used the media, only limited word of mouth promotion between the Nahdlatul Wathan congregation which results in incomplete information conveyed. To overcome this, the author will create promotional media in the form of profile videos using videography techniques which can be used as promotional media. This technique is very interesting and innovative so that it has a special attraction for those who see it, this profile video will be used during campus socialization visits to schools and shared via social media. Promotional videos for elements of motion, pictures, sounds, and music that explain in detail about the profile, facilities, advantages, achievements, academic and student activities and learning methods. With this media, it can be used as a means of promotion to introduce and deliver STMIK information for Shaykh Zaenuddin NW AnjaniSaat ini, persaingan dalam dunia pendidikan semakin ketat, oleh karena itu dibutuhkan strategi yang tepat dalam mencapai keberhasilan untuk meningkatkan kepeminatan calon mahasiswa. Dalam kegiatan promosinya belum menggunakan media hanya terbatas promosi dari mulut ke mulut antara jama’ah Nahdlatul Wathan yang hasilnya kurang lengkapnya informasi yang tersampaikan. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis akan membuat media promosi dalam bentuk video profil dengan menggunakan teknik videografi yang dapat dimaanfatkan sebagai media promosi. Teknik ini sangat menarik dan inovatif sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya, video profil ini akan digunakan saat kunjungan sosialisasi kampus ke sekolah-sekolah serta dibagikan melalui media sosial. Video promosi unsur gerak, gambar, suara, dan juga musik yang menjelaskan secara detail mengenai profil, fasilitas, keunggulan, prestasi, kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta metode pembelajaran. Dengan media tersebut bisa dijadikan sebagai sarana promosi untuk mengenalkan dan menyampiakan informasi STMIK Syaikh Zaenuddin NW Anjani
Development of Technology Parameter Towards Shipbuilding Productivity Predictor Using Cubic Spline Approach
Development of Technology Parameter Towards Shipbuilding Productivity Predictor Using Cubic Spline Approach. Ability of production processes associated with state-of-the-art technology, which allows the shipbuilding, is customized with modern equipment. It will give impact to level of productivity and competitiveness. This study proposes a nonparametric regression cubic spline approach with 1 knot, 2 knots, and 3 knots. The application programs Tibco Spotfire S+ showed that a cubic spline with 2 knots (4.25 and 4.50) gave the best result with the value of GCV = 56.21556, and R2 = 94.03%.Estimation result of cubic spline with 2 knots for the PT. Batamec shipyard = 35.61 MH/CGT, PT. Dok & Perkapalan Surabaya = 27.49 MH/CGT, PT. Karimun Sembawang Shipyard = 27.49 MH/CGT, and PT. PAL Indonesia = 19.89 MH/CGT
