4 research outputs found
KONTRIBUSI SASTRA ANAK BAGI PERKEMBANGAN NILAI PERSONAL ANAK DALAM BUKU CERITA ANAK INDONESIA
ABSTRAKYusrawati JR Simatupang. 2018. Kontribusi Sastra Anak Bagi Perkembangan Nilai Personal Anak dalam Buku Cerita Anak Indonesia. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Pembimbing (1) Dr. Mohd. Harun, M.Pd., Pembimbing (2) Dr. Ramli, M.Pd.Kata Kunci: Sastra Anak, Nilai Personal, Cerita Anak IndonesiaPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kontribusi sastra anak dalam buku cerita anak Indonesia bagi perkembangan nilai personal anak. Sumber data penelitian ini adalah enam buku cerita rakyat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, yaitu (1) Burung Ajaib, (2) Kisah Dua Putri dan Si Raja Ular, (3) Kain Tenun dan Putra Mahkota, (4) Ular Hitam Bukit Teganan, (5) Kisah Burung Udang dengan Ikan Toman, dan (6) Sang Piatu Menjadi Raja. Data penelitian ini adalah paragraf-paragraf dan kalimat-kalimat dalam bentuk pernyataan atau percakapan dalam dialog yang menggambarkan nilai personal. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam enam buku cerita rakyat yang diterbitkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud secara keseluruhan ditemukan kontribusi nilai personal berupa; (1) kotribusi perkembangan emosional yang mencakup aspek emosi positif (antusiasme, kegembiraan, dan cinta) dan emosi negatif (kecemasan, kemarahan, rasa bersalah dan kesedihan), (2) kontribusi perkembangan intelektual yang mencakup ranah kognitif pada aspek pengetahuan, (3) kontribusi perkembangan imajinasi yang mencakup ranah berpikir kreatif, (4) kontribusi pertumbuhan rasa sosial yang mencakup aspek menyesuaikan diri, bekerja sama, dan peduli terhadap orang lain, dan (5) kontribusi pertumbuhan rasa etis dan religius yang mencakup aspek religious belief (aspek keyakinan), religious practice (aspek peribadatan), religious felling (aspek penghayatan), religious knowledge dan religious effect (aspek pengamalan). Secara keseluruhan dalam enam buku cerita rakyat terbitan yang dikaji kontribusi yang mendominasi adalah perkembangan emosional yaitu berjumlah tiga puluh lima kutipan.ABSTRACTYusrawati JR Simatupang. 2018. Children's Literature's Contribution to The Development Of Personal Values in The Children's Book Indonesia. Master's degree courses Education Indonesia language and literature, Faculty of teacher training and Educational Sciences University of Syiah Kuala. Supervisor (1) Dr. Mohd. Harun, M.Pd., Supervisor (2) Dr. Ramli, M.Pd.Keywords: Children's Literature, Children's Stories, Personal Value IndonesiaThis study aims to describe the contribution of children literature in children's book Indonesia for the development of personal values. Data source this study is six books of folklore publications Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, i.e. (1) Burung Ajaib, (2) Kisah Dua Putri dan Si Raja Ular, (3) Kain Tenun dan Putra Mahkota, (4) Ular Hitam Bukit Teganan, (5) Kisah Burung Udang dengan Ikan Toman, and (6) Sang Piatu Menjadi Raja. The data of this research is paragraphs-paragraphs and sentences in the form of statements or conversations in dialogue that illustrates the value of personal. This type of research uses an objective approach. Research data collected through literature study techniques. Results of the study concluded that in the six books of folk tales published Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud overall value of personal contributions to be found; (1) contribution emotional development which covers aspects of positive emotions (joy, enthusiasm, and love) and negative emotions (anxiety, anger, guilt and sorrow), (2) contribution to the development of intellectual property which includes cognitive domain on aspects of knowledge, (3) contribution to the development of the imagination that covers the realm of creative thinking, (4) contribution to the growth of social cover flavored acclimated, working, and caring towards others, and (5) contribution to the growth of a sense of ethical and religious covers aspects of religious belief, religious practice, religious felling, religious knowledge and religious effect. Overall in six books of folklore publications examined the contribution which dominates is emotional development that is numbered thirty-five citations
Eksistensialisme Sastra Anak: Mengajarkan Kebebasan dan Tanggung Jawab kepada Anak melalui Seri Antologi Fabel Nusantara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebebasan, tanggung jawab, dan konsekuensi dalam buku Seri Antologi Fabel Nusantara "Kisah Ikan dan Teman-Temannya" yang diterbitkan oleh Badan Bahasa bekerja sama dengan Penerbit PT Elex Media Komputindo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Pendekatan ini bertujuan untuk menggali makna mendalam terkait representasi konsep kebebasan, tanggung jawab, dan konsekuensi dalam setiap cerita dengan perspektif filsafat eksistensialisme. Analisis ini akan memadukan teori filsafat eksistensialisme Jean-Paul Sartre, pendidikan karakter Thomas Lickona, dan hermeneutika Paul Ricoeur untuk memahami narasi serta nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat cerita utama dalam buku ini, yaitu "Ayam dan Ikan Tongkol", "Asal-Usul Ikan Patin", "Cerita Teri Nasi Tulangbawang", dan "Oyo Ba Susua", merepresentasikan nilai-nilai tanggung jawab, integritas, kesetiaan, dan kesadaran moral. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa buku ini tidak hanya menyampaikan pesan moral tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif di sekolah dasar
Budaya Bersalaman sebagai Pengembangan Materi Lintas Budaya Bagi Penutur Asing di Indonesia
Bersalaman merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang memiliki nilai budaya di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis bersalaman dalam budaya Indonesia dan potensinya sebagai pengembangan materi lintas budaya untuk pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Dengan pendekatan kualitatif dan melalui studi literatur. Hasil penelitian ini diperoleh lima jenis bersalaman yang meliputi (a) bersalaman dengan cara berjabat tangan; (b) bersalaman dengan mencium tangan (salim); (c) bersalaman dengan tidak menyentuh tangan; (d) bersalaman dengan sungkeman; dan (e) bersalaman dengan menyentuh ujung-ujung jari. Setiap jenis memiliki cara, konteks bersalaman, dan filosofi tersendiri sehingga tercermin adanya nilai-nilai penghormatan, kerendahan hati, dan penerimaan. Integrasi materi budaya bersalaman ke dalam pengajaran BIPA dapat membantu pemelajar asing memahami norma-norma budaya lokal, mengurangi gegar budaya, dan meningkatkan kompetensi komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan materi ajar BIPA yang lebih kontekstual dan mendukung adaptasi sosial-budaya pemelajar asing di Indonesia terkhusus jenis bersalaman
Exploring Alternative Models of Localisation in Food Supply Chains: A Theory of Constraints Approach
Local food and the localisation of food are beset by many problems in the UK. We have still yet to agree on a consensus view of the term ‘local food’ despite the call for an enforceable definition. The continued absence of rules around products and their relative spatial determinacy has lead to the development of both fluid, and subjective interpretations around the term ‘local’, as well as a willingness by key actors to readily conflate ‘local’ with ‘regional’ as a pluralistic device in a market worth £4.6 billion in sales from farm shops and farmers’ markets alone. This research sets out to identify and diffuse the problems we have in defining what local food is, and presciently, what it may become. The research itself utilises a qualitative multiple case study approach, engaging with a final cohort of 23 producers of similar products, but at different scales of supply, and across a broad geographic spread of England. In encompassing areas which do not have a reputation for local food, the research mitigates against previous micro-analytical research and adds both construct and internal validity to its data, gathered by semi structured interviews, process mapping and questionnaires. Template analysis is used as a data extraction tool in this research, which seeks to provide disambiguation around the sector and suggest a way forward which has the potential to offer greater derived benefit to current and future stakeholders
