2 research outputs found
Penyuluhan Mencuci Tangan sebagai Upaya Mencegah Cacingan di SD Negeri 177 Pekanbaru
Infeksi cacing kerap menjadi permasalahan bagi anak sekolah baik di negara berkembang atau negara miskin di seluruh dunia. Penyakit ini mempengaruhi pemasukan (intake), pencernaan (digestif), penyerapan (absorbsi) dan metabolisme makanan.. Cacingan berakibat buruk pada kemampuan anak dalam menerima dan mengikuti pelajaran di sekolah. Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun untuk memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun dapat lebih efektif membersihkan kotoran dan telur cacing yang menempel pada permukaan kulit, kuku dan jari-jari pada kedua tangan. Kegiatan enam langkah cuci tangan menurut ketentuan WHO ini berlangsung 40 sampai 60 detik, tidak kurang dan tidak lebih. Kami membuat program Penyuluhan Mencuci Tangan Sebagai Upaya Mencegah Cacingan dengan mengubah lirik lagu Balonku Ada Lima menjadi Enam Langkah Cuci Tangan, agar mudah diingat dan memberikan edukasi kepada siswa SDN 177 Kota Pekanbaru kelas 4 sebanyak 30 siswa, mengenai pentingnya mencuci tangan pakai sabun dan cara mencuci tangan pakai sabun yang baik dan benar. Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan siswa SDN 177 Pekanbaru dapat selalu menjaga kebersihan terutama kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan pakai sabun untuk menghindari mereka dari penyakit infeksi. Tingkat pengetahuan anak-anak mengenai kegiatan mencuci tangan pakai sabun setelah diadakannya penyuluhan ini meningkat, hal ini dapat terlihat dari kelancaran mereka dalam mempraktikkan cara mencuci tangan pakai sabun dan menjawab pertanyaan yang diberikan dengan baik dan benar
PERMASALAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SUMBA DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)
ABSTRAK
Vera Triani. PERMASALAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SUMBA DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA). Pembimbing 1 Dr. M. Yusuf, M.Hum. pembimbing II Dr. Yurmailis, M.A. Jurusan Sastra Indonesia fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, 2022.
Skripsi ini membahas tentang masalah sosial budaya masyarakat Sumba dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo dengan tinjauan sosiologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permasalahan sosial budaya masyarakat Sumba dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi dalam masyarakat Sumba yang tidak sesuai dengan norma-norma adat.
Dalam penelitian novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo ini digunakan tinjauan sosiologi sastra. Teori yang digunakan adalah teori yang dikemukakan oleh Alan Swingewood tentang karya sastra merupakan aspek dokumenter yang memberi perhatian pada cermin zaman. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan studi teks yang dibaca dan dipahami, menganalisis data, dan penyajian hasil analis data dalam bentuk tulisan ilmiah. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam terdapat permasalahan sosial budaya sebagai berikut; 1) Kawin tangkap (yappa mawine), 2) Larangan nikah satu kabisu, 3) Perempuan yang tidak bisa bersuara dalam rumah, dan 4) Kepercayaan terhadap nenek moyang dan kutukan adat.
Kata kunci: Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam, Dian Purnomo, Sumba, Sosial Buday
