1,720,963 research outputs found
Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa
Background; improving the quality of human resources is a must for the world, especially in the era of globalization which demands the readiness of every nation to compete freely. Method; Analytical descriptive with a cross sectional study design where the researcher made observations or instantaneous variable measurements, meaning that the subject was observed only once and explored simultaneously using a questionnaire measuring instrument. Through population determination, sampling and sampling, data collection, data processing and data analysis. Result; The analysis shows that 28 respondents (84.8%) have good motivation, 1 respondent (3.0%) is moderate, and there is no lack of achievement. Meanwhile, 4 respondents (12.1%) had less motivation to learn. Conclusion; motivation has an important function in learning, because motivation will determine the intensity of the student's learning effortsLatar belakang; peningkatan kualitas sumber daya manusia sudah merupakan suatu keharusan bagi dunia apalagi pada era globalisasi yang menuntut kesiapan setiap bangsa untuk bersaing secara bebas. Metode; deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study dimana peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel sesaat artinya subyek diobservasi satu kali saja dan dieksplorasikan secara bersamaan dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Melalui penentuan populasi, sampel dan sampling, pengumpulan data, pengolahan data dan analisa data. Hasil; analisis menunjukkan bahwa motivasi baik sebanyak 28 responden (84,8%) memiliki prestasi baik, 1 responden (3,0%) sedang, dan prestasi kurang tidak ada. Sedangkan untuk responden motivasi belajar kurang sebanyak 4 responden (12,1%) memiliki prestasi baik. Kesimpulan; motivasi mempunyai fungsi yang penting dalam belajar, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan mahasiswa
STUDI KASUS PADA PASIEN Tn. “B†DENGAN DIABETES MILLITUS DIRUANG IGD RUMAH SAKIT LABUANG BAJI MAKASSAR
Pendahuluan, gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduk yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi atau gambaran yang nyata tentang pelaksanaan studi kasus pasien dengan Diabetes Mellitus.Metode penelitian ini yang digunakan dengan pendekatan Studi Kasus desain deskriptif dimana akan menjelaskan tentang kasus yang dialami oleh pasien dengan Diabetes Militus. Subyek dari studi kasus ini adalah pasien Tn.â€B†dengan Diabtes Militus yang dirawat di instalasi uni gawatdarurat rumah sakit Labuang Baji Makassar.Hasil penelitian ini adalah Pada pengkajian data yang di temukan pada teori tapi tidak ditemukan dikasus yaitu: poliuria (banyak kencing), Diagnosa yang ditemukan dalam kasus tapi tidak ditemukan diteori adalah kelemahan berhubungan dengan energi metabolik. Sedangkan diagnosa keperawatan yang ditemukan diteori tapi tidak ditemukan dikasus yaitu: kelelahan, ketidakberdayaan, dalam rencana asuhan keperawatan yang dikemukakan dalam kasus sesuai dengan kebutuhan klien, sedangkan perencanaan asuhan keperawatan dalam teori tetap memperhatikan kondisi dan respon klien,Implementasi asuhan keperawatan mengacu pada masalah keperawatan yang muncul dengan berpedoman pada teori dan tetap memperhatikan keadaan klien, respon klien serta fasilitas yang ada dan kebijakan dari rumah sakit,Pada evaluasi keperawatan, diagnosa keperawatan yang muncul ada tiga. Dari ketiga diagnosa keperawatan tersebut ada satu diagnosa keperawatan yang belum teratasi. Kesimpulan Pasien dengan Diabetes Mellitus agar selama dalam masa perawatan, selalu melakukan anjuran dari petugas kesehatan, begitupun setelah keluar dari rumah sakit. Agar meningkatkan mutu pelayanan keperawatan perlu ditunjang dengan pengadaan fasilitas-fasilitas yang memadai seperti : alat-alat instrumen, tempat cuci tangan dan handuk sendiri, celemek dan sarung tangan yang dapat dipakai perawat sebagai pelindung bila merawat penderita diabetes millitu
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TERHADAP HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPALA SINJAI
Pendahuluan,Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang luasdengan jumlah penduduk yang sangat besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi tercapainya tujuan pembangunan kesejahteraan melalui Indonesia sehat 2013, yaitu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku kesehatan yang optimal.Tujuan penelitian, memperoleh gambaran secara umum tentang tingkat pengetahuan lansia terhadap hipertensi di Puskesmas kampala sinjai.Metode penelitian, Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena berujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang akan mengukur/menilai pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi di puskesmas kampala sinjai.Hasil, Diperolehnya gambaran tentang pengetahuan lanjut usia terhadap hipertensi di wilayah kerja puskesmas kampala sebanyak 25 responden didapatkan pengetahuan baik sebanyak 2 orang (8%), pengetahuan cukup 21 orang (84%), pengetahuan kurang 2 orang (8%).Diperolehnya gambaran sikap lanjut usia diwilayah kerja puskesmas kampala sebanyak 25 reponden didapatkan tingkat bersikap baik sebanyak 11 orang ( 44 % ), bersikap buruk sebanyak 13 orang ( 52%).Kesimpulan, meningkatkan keilmuan dan mutu asuhan keperawatan yang di berikan,di harapkan di perhatikan pengembangan informasi khususnya tentang pengetahuan dan sikap yang erat hubungannya terhadap hipertensi.Sehingga baik masyarakat khususnya lansia dan perawat atau pekerja sosial sebagai pemberi pelayanan mendapat kepuasan masing-masing. Pihak Puskesmas agar meningkatkan kemampuan petugas kesehatan, baik itu dokter maupun perawat serta perawat-perawat desa agar kiranya memberikan penyuluhan atau health education tentang pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi
OPTIMALISASI KESELAMATAN KERJA MELALUI PELATIHAN KESELAMATAN KERJA
Keselamatan kerja mencakup keselamatan peralatan, tempat kerja, dan lingkungan serta terhindar dari bahaya yang menyebabkan penderitaan, kerusakan, atau kerugian selama berada di lingkungan kerja. Mahasiswa yang akan menjadi calon pelaut harus memiliki pengetahuan keselamatan kerja termasuk masalah keselamatan kerja, termasuk sistem manajemen keselamatan kerja. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, tim pengabdian mencoba untuk mengadakan pelatihan keselamatan kerja untuk membantu mahasiswa dalam penguatan pengetahuan keselamatan kerja. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, praktik keselamatan kerja dan Focus Group Discussion. Hasil pelatihan menunjukkan selama pelatihan keselamatan kerja, memiliki pengetahuan yang memadai terkait potensi dan risiko ketika bekerja diatas kapal, mahasiswa mengetahui bahwa setiap pekerjaan pasti memiliki risiko, dan harus menerima konsekuensi dari risiko tersebut, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, setiap awak kapal harus mengetahui potensi bahaya agar mereka dapat mencegah kecelakaan kerja. Selanjutnya, tim pengabdian menemukan bahwa selama pelatihan mahasiswa menyadari bahwa kelengkapan dan peralatan kerja berarti dalam keselamatan kerja, semakin lengkap peralatan keselamatan kerja yang dimiliki, semakin aman untuk bekerja. Tim pengabdian menyimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan keselamatan kerja berjalan dengan baik dan memenuhi tujuan pengabdian.  
Knowledge and Attitude of Community towards Tuberculosis Prevention Efforts within Batua Public Health Center in Makassar, Indonesia
This study is an endeavor to acquire an overview of the knowledge and attitudes of the community in efforts to prevent tuberculosis. This study was carried out at working area of Puskesmas Batua (Public Health Center), involving 52 subjects who were the outpatient care. An interview utilizing a selected questionnaire by convenience sampling was the data collection instrument. Results indicated that the subjects with good knowledge were 36 (69.23%), and less one were 16 (30.77%), while with a positive attitude were 36 (69.23%) and negative one were 16 (30.77%). The outcome inferred that there is still a lack of knowledge of the community in the terms of the Tuberculosis prevention. However, the knowledge does not affect the attitude to the community in the prevention efforts
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Penulisan karya ilmiah merupakan kegiatan kegiatan kompleks dengan cara yang terorganisir, tepat, dan mudah dipahami sehingga dapat membantu diskusi ilmiah. Ketepatan, objektivitas, organisasi logis, dan argumentasi berbasis bukti adalah prinsip-prinsip utama yang ditekankan dalam penulisan karya ilmiah. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa mahasiswa kurang termotivasi untuk menulis karya ilmiah, mereka memiliki pemahaman yang kurang tentang bagaimana menulis karya ilmiah, tulisan mereka masih kurang berkualitas dan anggapan karya ilmiah sebagai syarat lulus kuliah saja. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian mencoba untuk mengadakan pelatihan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, praktik menulis karya ilmiah dan Focus Group Discussion. Hasil pelatihan telah menunjukkan hasil yang positif berupa peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa. Hampir semua mahasiswa menyatakan bahwa mereka berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan intensif, sehingga kualitas karya tulis ilmiah mereka akan meningkat. Tim pengabdian menyimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan karya ilmiah berjalan sesuai tujuan dan mendorong mahasiswa untuk menulis karya ilmiah
Relationship of Motivation to Be a Nurse with Learning Achievement
Academic achievement is the last learning achievement achieved by students in a certain period of time in which student academic achievement is usually expressed in the form of numbers or symbols. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation to be a nurse and student achievementat the Sandi Karsa Nursing Academy. Research method descriptive-analytic using a cross-sectional approach, analyzing the relationship between motivation to be a nurse and academic achievement of the Nursing Academy Sandi Karsa Makassar students. The results of the study with Chi-Square with a significance level (α) = 0, 05. p-value = 0.046 p <α was obtained. This means that there is a relationship between motivation to become a nurse and student achievement at the Sandi Karsa Nursing Academy. Conclusion there is a very close relationship between motivation and learning achievement, it is expected that students to maintain motivation to be nurses who are already high as a driver to improve learning achievement and educational institutions in order to motivate and introduce the role of nurses in health and work prospects that are quite promising for the future.Prestasi akademik adalah hasil belajar terakhir yang dicapai oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu, yang mana prestasi akademik mahasiswa biasanya dinyatakan dalam bentuk angka atau simbol tertentu, Salah satu faktor penentu prestasi belajar adalah motivasi. Jika motivasi tinggi, maka usaha untuk mencapai hasil kerja akan tinggi, sehingga prestasi belajar akan tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa Akademi Keperawatan Sandi Karsa. Metode penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, menganalisis hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi akademik mahasiswa Akademi Keperawatan Sandi Karsa Makassar. Hasil penelitian dengan Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (α) = 0, 05. diperoleh nilai p = 0,046 p < α. Hal ini berarti ada hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa Akademi Keperawatan Sandi Karsa. Kesimpulan ada hubungan yang sangat erat antara motivasi dengan prestasi belajar, diharapkan kepada mahasiswa untuk mempertahankan motivasi menjadi perawat yang sudah tinggi sebagai pendorong untuk meningkatkan prestasi belajar dan institusi pendidikan supaya memotivasi dan memperkenalkan peran perawat dalam bidang kesehatan dan prospek kerja yang cukup menjanjikan untuk kedepa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
