1,720,979 research outputs found

    AMBILINGUAL BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA BAGI MASYARAKAT PENDATANG DI KECAMATAN KARANGBINANGUN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masyarakat pendatang yang ambilingual terhadap bahasa Indonesia dan bahasa Jawa di kecamatan Karang Binangun Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah tes inteligensi dan wawancara dengan memberikan lembar pertanyaan berupa soal penerjemahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Jawa maupun sebaliknya, serta memberikan pertanyaan secara langsung seputar fungsi dan manfaat ambilingualisme. Pengujian subjek melibatkan 10 orang pendatang yang menetap di kecamatan Karang Binangun. Analisis data dilakukan menggunakan perhitungan mean untuk menghasilkan nilai rata-rata antara dua pemahaman berbahasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat pendatang di kecamatan Karang Binangun berada pada taraf baik dalam memahami dua bahasa, sehingga masyarakat pendatang di kecamatan Karangbinangun belum dapat dikatakan sebagai ambilingualisme pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, akan tetapi hasil dari penelitian ini tidak dapat menjadi patokan ambilingual masyarakat pendatang di masa mendatang, sebab dapat meningkat seiring waktu. Penelitian ini menyoroti bahwa pemahaman berbahasa masyarakat dapat dipandang sebagai cerminan dinamika sosial dan budaya yang ada, sehingga penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam studi linguistik dan pengajarannya. Simpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa memiliki kemampuan ambilingualisme menjadi fungsi dan manfaat tersendiri bagi masyarakat pendatang untuk berinteraksi dan akses informasi sosial demi keberlangsungan bermasyarakat. Kata Kunci: Ambilingual, Bahasa, Masyarakat. &nbsp

    PERIFRASA DALAM BERITA BERTEMA PEMILU PADA MEDIA ONLINE CNNINDONESIA.COM

    No full text
    Dalam berbahasa, manusia dapat menggunakan berbagai gaya atau teknik untuk menyampaikan sesuatu, seperti perifrasa. Perifrasa merupakan ungkapan panjang pengganti ungkapan pendek. Bahasa atau ungkapan panjang biasanya dipertimbangkan dalam penggunaanya. Namun, untuk alasan tertentu ungkapan panjang justru dibutuhkan, seperti memperindah bahasa ataupun memperhalus bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk secara morfosintaksis, jenis, dan fungsi perifrasa dalam berita bertema pemilu pada media online CNNIndonesia.com. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Sumber data penelitian yaitu berita bertema pemilu pada media online CNNIndonesia.com edisi Januari 2024. Data yang digunakan berupa kutipan teks berbentuk frasa, klausa, atau kalimat yang memunculkan masalah penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi dan catat. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam berita bertema pemilu pada media onine CNNIndonesia.com terdapat 67 data perifrasa yang dianalisis sesuai bentuk, jenis, dan fungsinya. Bentuk perifrasa yang ditemukan yaitu perifrasa berbentuk frasa (61) dan perifrasa berbentuk klausa (6). Sementara itu, perifrasa berbentuk kalimat tidak ditemukan. Perifrasa berbentuk frasa dan klausa tersebut berupa nomina, adjektiva, dan verba. Dalam penelitian ini, jenis perifrasa yang ditemukan yaitu perifrasa logis (53), perifrasa figuratif (7), dan perifrasa eufemistik (7). Jenis perifrasa yang paling banyak ditemukan yaitu perifrasa logis. Dalam penelitian ini, fungsi perifrasa yang ditemukan yaitu memperhalus bahasa (7), memperindah bahasa (9), menerjemahkan secara literal (12), dan menunjukkan karateristik sesuatu (39). Fungsi perifrasa mempelajari bahasa baru khususnya bagi penderita afasia tidak ditemukan. Fungsi perifrasa yang paling banyak digunakan yaitu fungsi menunjukkan karakteristik sesuatu sedangkan fungsi yang paling sedikit digunakan yaitu fungsi memperhalus bahasa. Kata Kunci: Perifrasa, Berita, Morfosintaksis. &nbsp

    Representation of Symbolic Metaphors in Minangkabau Proverbs

    No full text
    This study examines the representation of figurative symbols in Minangkabau proverbs using a discourse analysis approach to understand the symbolic relationship between language, culture, and environment in the oral tradition of the Minangkabau people. The study focuses on identifying forms of figurative symbols based on Michael C. Haley\u27s Theory of human perception space, which includes the categories of human, living, and terrestrial. This research used a qualitative descriptive method through content analysis of 1000 Minangkabau proverbs by Idrus Hakimy as well as employed field observations. The analysis was carried out by mapping figurative symbols into nine categories of human perception and interpreting their meanings in a sociocultural context. The results showed that the human Category dominates with a proportion of 42.7%, followed by the living category (16.1%), while the terrestrial Category only accounts for 0.9%. Theoretically, this study expands the application of Haley\u27s perception framework in the local Minangkabau context, revealing the close interaction between human perception, ecological experience, and cultural wisdom. Practically, this study confirms the role of proverbs as a medium for preserving local wisdom values and a means of cultural education. Thus, Minangkabau proverbs have been functioned as a cognitive archive of ecological culture that preserves, passes on, and strengthens the community\u27s cultural identity amid changing times

    TOPONIMI NAMA KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TIMUR

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penamaan wilayah yang beragam tentunya memiliki asal-usul yang berbeda. Kajian tentang nama suatu tempat atau lokasi sangatlah penting, oleh karena itu ada ilmu yang menyelidiki yaitu toponimi. Toponimi adalah ilmu linguistik yang menyelidiki asal-usul penamaan khususnya pada nama tempat atau sebuah wilayah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan toponimi 29 nama kabupaten dan 9 nama kota di Jawa Timur berdasarkan bentuk leksikal  dan aspek toponimi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari website resmi pemerintah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Timur. Data dianalisis menggunakan teknik padan intralingual yaitu dengan cara analisis menghubung-bandingkan antar unsur pembentukan kata untuk mengetahui bentuk leksikal menggunakan teori Kridalaksana dan aspek toponimi yang melatarbelakangi penamaan menggunakan teori Sudaryat. Hasil dari penelitian ini ditemukan enam bentuk leksikal, yaitu bentuk derivasi zero, bentuk afiksasi, bentuk reduplikasi, bentuk pemendekan, bentuk derivasi balik, dan bentuk perpaduan. Sedangkan dalam hal aspek toponimi, nama-nama kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur mempunyai latar belakang penamaan berdasarkan 1) aspek wujud air, wujud rupa bumi dan wujud lingkungan alam; 2) aspek kemasyarakatan berupa harapan masyarakat, kegiatan masyarakat, dan perjuangan tokoh masyarakat; dan 3) aspek kebudayaan berupa cerita rakyat, yaitu legenda tempat dan mitos. Kata Kunci: toponimi, bentuk, leksikal, kabupaten/kota

    RETORIKA DALAM NOVEL CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA

    Full text link
    Retorika merupakan seni berbahasa dengan pilihan kata yang memberikan efek keindahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui jenis-jenis retorika dalam novel Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata dan (2) bentuk retorika dalam novel Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari kutipan kalimat dalam novel Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata yang mengandung retorika. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Penelitian ini menggunakan metode analisis data model Miles dan Huberman dengan melakukan analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan 92 data yang berkaitan dengan retorika dalam novel Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata. Dari keseluruhan data, 14 diantaranya berkaitan dengan jenis retorika yang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu retorika forensik, retorika demonstratif 9 dan retorika deliberatif 5. Sedangkan 78 data berkaitan dengan bentuk retorika, 30 data berkaitan dengan bentuk pemajasan, 15 data bentuk penyiasatan struktur dan 33 data bentuk bahasa citraan. Kata Kunci : Retorika, Novel, Jenis, Bentu

    METAFORA PADA KUMPULAN LAGU POP TAHUN 80 DAN 90-AN: KAJIAN SEMANTIK

    Full text link
    Bahasa termasuk alat komunikasi menyampaikan gagasan, perasaan, serta pikiran. Penyampaian tersebut dapat dituangkan pada lirik lagu. Lagu pop tahun 80 dan 90-an menjadikan tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan jenis metafora. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah 21 lagu pop tahun 80 dan 90-an terdiri atas Bintang Kehidupan, Surat Cinta, Tak Ingin Sendiri, Sandiwara Cinta, Menjilat Matahari,Barang Antik, Misteri Cinta, Hasrat dan Cita, Di sini di batas Kota Ini, Tersiksa Lagi, Lenggang Puspita, Selembut Mega, Anugerah, Selamat Tinggal Kenangan, Pijar, Sore Tugu Pancoran, Tentang Kita, Prahara Cinta, Bimbang, Jarum Neraka dan Raib. Data penelitian ini berupa penggalan lirik lagu yang terdapat gaya bahasa metafora. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini (1) Bentuk metafora ditemukan sebanyak 6 data bentuk metafora konvensional dan 20 data bentuk metafora kreatif (2) Fungsi metafora ditemukan sebanyak 7 data fungsi informatif, 6 data fungsiekspresif, 3 data fungsi direktif, dan 6 data fungsi fatik (3) Jenis metafora ditemukan sebanyak 8 data metafora antropomorfik, 1 data metafora binatang, 9 data metafora abstrak ke konkret, dan 6 data metafora sinestesia. Kata Kunci: Lagu pop tahun 80 dan 90-an, metafora, bentuk, fungsi dan jenis

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEDEKAH BUMI MENGGUNAKAN MODEL ADDIE PADA MATERI TEKS CERITA PENDEK UNTUK SISWA KELAS XI

    Full text link
    Bahan ajar adalah segala bahan atau komponen penting dalam proses pendidikan yang disusun dengan baik sebagai alat pendukung dalam pembelajaram. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pengembangan, kevalidan, dan keefektifan bahan ajar berbasis kearifan lokal sedekah bumi menggunakan model ADDIE pada materi teks cerita pendek untuk siswa kelas XI. Jenis penelitian yang diguakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan yaitu (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sumber data utama pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-6 dan XI-4 SMA Khadijah Surabaya, serta data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian menggunakan angket kebutuhan peserta didik, validasi, observasi, dan tes hasil belajar. Sementara itu, analisis data dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Seluruh proses pengembangan bahan ajar dilakukan dengan baik sesuai tahapan pengembangan ADDIE. Hasil kevalidan diperoleh dari penilaian validator ahli materi, kebahasaan, dan kegrafikaan. Hasil kevalidan bahan ajar mendapatkan persentase dari validasi materi 92,2%, validasi kebahasaan 88,6%, validasi kegrafikaan 92,2%, serta seluruh kategori memiliki kriteria “Sangat Baik”. Sementara itu, keefektifan bahan ajar diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik dengan skor sebanyak 90%, serta telah memenuhi kategori “Sangat Baik”. Hasil rata-rata nilai tes belajar peserta didik kelas XI-6 sebesar 92,27 dan XI-4 sebesar 93,28. Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah nilai rata-rata secara keseluruhan sebesar 92,89 dengan kategori “Sangat Baik”. Dengan demikian, bahan ajar yang telah dikembangkan menggunakan model ADDIE dapat dikatakan layak digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar, Kearifan Lokal Sedekah Bumi, Model ADDIE, Teks Cerita Pendek

    MAKNA GEREFLEKTER DALAM FILM BERGENRE DRAMA KELUARGA: KAJIAN SEMANTIK

    Full text link
    Saat berkomunikasi, sering didapati adanya penggunaan bahasa yang salah dan tidak sesuai dengan tujuannya. Contohnya adalah fenomena penggunaan ujaran bermakna gereflekter dalam konteks dan situasi yang salah sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman hingga berujung konflik. Penggunaan ujaran bermakna gereflekter yang seharusnya lebih diperhatikan kini dengan bebas diperdengarkan di berbagai platform publikasi seperti dalam film yang dapat diakses kapan saja dan oleh siapa saja. Maraknya penggunaan ujaran bermakna gereflekter dalam dialog film, perlu lebih diperhatikan fungsi dan cara penggunaannya, khususnya pada film yang bergenre drama keluarga selain bersinggungan dengan dengan keseharian kehidupan nyata manusia sehingga memiliki pengaruh terhadap perkembangan emosional dan sosial penikmatnya, genre tersebut juga dapat mempresentasikan norma dan nilai sosial yang dipegang oleh anggota keluarga saat berkomunikasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna gereflekter yang dilihat dari bentuk, fungsi penggunaan ujaran, dan cara berkomunikasi dengan menggunakan ujaran yang bermakna gereflekter tersebut dalam film bergenre drama keluarga yakni (1) Cek Toko Sebelah. (2) Susah Sinyal. (3) Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. (4) Gara-gara Warisan. (5) Ngeri-ngeri Sedap. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan simak catat, sedangkan untuk menganalisis data yang telah ditemukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah bentuk ujaran yang bermakna gereflekter yang berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat, fungsi penggunaan ujaran yang mengandung makna gereflekter dengan berupa fungsi ekspresif, fungsi konatif, fungsi fatis, fungsi referensial, fungsi metalingual, dan fungsi puitis, cara berkomunikasi dengan menggunakan ujaran yang mengandung makna gereflekter, cara tersebut berupa sindiran, pertanyaan, humor, perbandingan, dan secara langsung. Kata Kunci: makna, gereflekter, film, drama keluarga

    PENGGUNAAN AKROLEK DALAM GELAR WICARA MATA NAJWA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan akrolek dalam gelar wicara Mata Najwa. Tujuan khusus penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk, makna dan ciri pola tutur akrolek pada tuturan presenter dengan narasumber dalam program acara Mata Najwa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yaitu dari tuturan yang mengandung akrolek dalam percakapan. Penelitian ini menggunakan metode simak dan catat. Teknik pengumpulan data berupa (1) Search yaitu pencarian data (2) Attention yaitu menyimak. (3) Copy Paste yaitu melakukan unduhan video dan menyalin data (4) Transcript yaitu melakukan transkrip data. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan tahapan yaitu: identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variasi bahasa akrolek dalam bentuk kata sebanyak 17 data, bentuk frasa sebanyak 9 data dan variasi bahasa akrolek dalam bentuk klausa sebanyak 17 data. (2) makna yang ditemukan yaitu makna leksikal, non-referensial dan kontekstual. (3) ciri pola tutur akrolek terdiri atas bahasa yang berkonotasi tinggi serta bergengsi dan ketidaksesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia sebanyak 3 data dan 10 data dengan ciri pola tutur akrolek berupa menyelipkan bahasa asing. Kata kunci: Akrolek,variasi bahasa, sosiolinguistik, mata najw
    corecore