1,721,131 research outputs found
FILM ANIMASI CERITA DENGAN KONTEKS MULTIBUDAYA UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KEKRITISAN PENALARAN ANAK USIA SD
FILM ANIMASI CERITA DENGAN KONTEKS MULTIBUDAYA
UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KEKRITISAN
PENALARAN ANAK USIA SD
Yuni Pratiwi
Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menghasilkan enam judul film animasi serial cerita dengan
konteks sosial multibudaya untuk mendukung proses pengembangan kemampuan berpikir
kritis anak usia SD. Penelitian menggunakan desain penelitian dan pengembangan model
R2D2 (recursive, reflective, design, and development) yang dikemukakan oleh Willis. Hasil
penelitian sebagai berikut. Pertama, tema film dikembangkan dengan mempertimbangkan
pengalaman kehidupan sehari-hari, perkembangan kognitif, dan perkembangan mental.
Kedua, tokoh film yakni anak dan orang-orang di sekitar anak dikembangkan dengan latar
belakang multietnik. Ketiga, alur cerita dikembangkan dengan mengintegrasikan masalah
yang mendorong anak berpikir kritis. Keempat, dialog dikembangkan dengan bahasa
sehari-hari. Kelima, aspek audio-visual dikembangkan untuk memperkaya pengalaman
anak tentang realitas kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia dengan latar masyarakat
agraris (pertanian dan peternakan).
Kata kunci: film animasi, multibudaya, kekritisan, usia SD
ANIMATED STORY MOVIES WITH MULTICULTURAL CONTEXTS
TO SUPPORT THE DEVELOPMENT OF PRIMARY SCHOOL AGED CHILDREN’S
CRITICAL REASONING
Abstract
This study aims to produce six titles of animated story movies with multicultural social
contexts to support the process of the development of primary school aged children’s
critical thinking skills. This was a research and development study using the R2D2
(recursive, reflective, design, and development) model proposed by Willis. The results of
the study were as follows. First, the theme of the movies was developed by taking account
of the daily life experience, cognitive development, and mental development. Second,
the movie characters, namely children and people around them, were developed with
multi-ethnic backgrounds. Third, the plot was developed by integrating the problems
encouraging children to think critically. Fourth, the dialogs were developed in daily
language. Fifth, the audio-visual aspect was developed to enrich children’s experiences
about the realities of the daily life of Indonesian people with the background of an agrarian
society (agriculture and livestock).
Kata kunci: animated movies, multicultural, critical, primary school aged children’
PENGGUNAAN TEPUNG DAUN MIANA (Coleus atropurpureus, L.) DALAM RANSUM BASAL TERHADAP PERFORMA BROILER
Penggunaan Tepung Daun Miana (Coleus atropurpureus, L.) dalam Ransum Basal terhadap Performa Broiler
Clariesta Yuni Pratiwi (11781201764)
Di bawah bimbingan Eniza Saleh dan Evi Irawati
INTISARI
Daun miana merupakan salah satu tanaman herbal yang dimanfaatkan sebagai pakan tambahan dalam ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun miana (Coleus atropurpureus, L.) dalam ransum terhadap performa broiler meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di UIN Agriculture Research and Development Station (UARDS) Fakultas Pertania dan Peternakan Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim RIAU. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dan menggunakan 80 ekor broiler yang dibagi secara acak berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Tiap-tiap perlakuan terdiri atas 4 ekor ayam, selama 21 hari. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (tepung daun miana 0%), P1 (tepung daun miana 0,5%), P2 (tepung daun miana 1%), P3 (tepung daun miana 1,5%), dan P4 (tepung daun miana 2%). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun miana (Coleus atropurpureus, L.) hingga level 2% tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dengan rentang antara 197,35197,35-214,29 rataan 206,75 (g/ekor/minggu), pertambahan bobot badan dengaan rentang antara 108,97-120,56 rataan 126,94 (g/ekor/minggu), dan konversi ransum dengan rentang antara 1,64-1,87 rataan 1,78. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan tepung daun miana sampai level 2% dalam ransum tidak dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum tetapi hanya dapat mempertahankan.
Kata kunci: Broiler, daun miana, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum
STRATEGI PEMASARAN PRODUK MURABAHAH DALAM MENINGKATKAN PROFITABILITAS DI BMT PETA TULUNGAGUNG DAN BMT PAHLAWAN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Murabahah dalam
Meningkatkan Profitabilitas di BMT PETA Tulungagung dan BMT Pahlawan
Tulungagung” ini ditulis oleh Tina Yuni Pratiwi, Jurusan Perbankan Syariah, NIM
12401173031, Pembimbing Bapak Nur Aziz Muslim, M.H.I.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh persaingan dan pertumbuhan lembaga
keuangan yang pesat. Produk murabahah ini sangat familiar di lembaga keuangan
syariah, bahkan dalam prakteknya penggunaan akad murabahah ini hampir 7080%
dibandingkan jasa yang lain. adanya strategi pemasaran diharapkan mampu
menarik minat masyarakat untuk menggunakan produk murabahah di BMT
PETA Tulungagung dan BMT Pahlawan Tulungagung sehingga dapat
meningkatkan profitabilitas dan mempertahankan eksistensinya di masyarakat.
Rumusan masalah dalam penelitian skripsi ini adalah (1) Bagaimana
strategi pemasaran produk murabahahdalam meningkatkan profitabilitas di BMT
PETA Tulungagung dan BMT Pahlawan Tulungagung?(2)Bagaimana dampak
dari strategi pemasaran produk murabahahdalam meningkatkan profitabilitas di
BMT PETA Tulungagung dan BMT Pahlawan Tulungagung?(3)Bagaimana
hambatan dan solusi dari pelaksanaan strategi pemasaran produk
murabahahdalam meningkatkan profitabilitas di BMT PETA Tulungagung dan
BMT Pahlawan Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data-data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah primer maupun sekunder, data ini diperoleh peneliti
melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data-data yang sudah terkumpul
kemudian dianalisis dengan model kualitatif deskriptif.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa strategi pemasaran produk
murabahah yang dilakukan BMT PETA Tulungagung yaitu sosialisasi tatap
muka, jemput bola dan publisitas. Strategi pemasaran produk murabahah yang
dilakukan BMT Pahlawan Tulungagung yaitu sosialisasi tatap muka, mulut ke
mulut, publisitas dan periklanan. Sedangkan dampak dari strategi pemasaran
produk murabahah yaitu produk dikenal masyarakat, peningkatan jumlah
anggota, keuntungan yang cepat. Sedangkan hambatan yang dihadapi berupa
persaingan yang ketat dan kurangnya pengetahuan masyarakat, untuk mengatasi
hal tersebut BMT PETA melakukan pendekatan kepada masyarakat, sedangkan
BMT Pahlawan melakukan sosialisasi.
Kata kunci: strategi pemasaran, produk murabahah, profitabilita
Perbandingan Materi Kemampuan Bersastra Dalam Buku Teks Bahasa Dan Sastra Indonesia SMP Kelas VIII Terbitan Erlangga
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kesesuaian materi kemampuan bersastra dalam buku teks Bahasa Indonesia karya Nurhadi, Dawud dan Yuni Pratiwi dengan standar isi, materi, dan evaluasi, (2) mendeskripsikan kesesuaian materi kemampuan bersastra dalam buku teks Bahasa Indonesia karya E, Kokasih dan Restuti dengan standar isi, materi, dan evaluasi, (3) mendeskripsikan kesesuaian materi kemampuan bersastra dalam buku teks Bahasa Indonesia karya Saefudin, Haryanto dan Hadi Sunaryo dengan standar isi, materi, dan evaluasi, (4) menemukan perbandingan materi kemampuan bersastra dalam ketiga buku teks terbitan erlangga tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah materi kemampuan bersastra Data penelitian ini adalah kata, frase, kalimat materi kemampuan bersastra pada buku teks. Sumber data penelitian ini adalah buku teks Bahasa Indonesia karya Nurhadi-Dawud-Yuni Pratiwi, E. Kokasih-Restuti, dan Saefudin-Haryanto-Hadi Sunaryo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, pilah dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik penelitian komparasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kesesuaian dengan Standar Isi buku Nurhadi, Dawud dan Yuni Pratiwi memiliki kesesuaian sebesar 94,1%, kurang sesuai 5,9%. Buku E. kokasih dan Restuti memiliki kesesuaian sebesar 52,9%, kurang sesuai sebesar 35,3%, tidak sesuai 11,8%. Buku Saefudin, Haryanto dan Hadi Sunaryo memiliki kesesuaian sebesar 88,2%, kurang sesuai 11,8%. Kesesuaian dengan materi buku Nurhadi, Dawud dan Yuni Pratiwi memiliki kesesuaian sebesar 35,2%, kurang sesuai sebesar 29,4%, tidak sesuai sebesar 35,4%. E. Kokasih dan Restuti memiliki kesesuaian sebesar 52,9%, kurang sesuai 35,3%, tidak sesuai sebesar 11,8%. Saefudin, Haryanto dan Hadi Sunaryo memiliki kesesuaian sebesar 47,1%., kurang sesuai 17,6%, tidak sesuai 35,3%. Kesesuaian dengan evaluasi buku Nurhadi, Dawud dan Yuni Pratiwi memiliki kesesuaian sebesar 76,5%, kurang sesuai 23,5%. E. Kokasih dan Restuti memiliki kurang sesuai sebesar 70,6%, tidak sesuai sebesar 29,4%. Saefudin, Haryanto dan Hadi Sunaryo memiliki kesesuaian sebesar 70,6%, kurang sesuai sebesar 29,4%. Hasil penelitian ini menghasilkan buku teks yang paling baik adalah buku teks karya Nurhadi, Dawud dan Yuni Pratiwi selanjutnya adalah buku karya Saefudin, Haryanto dan Hadi Sunaryo dan kemudian karya E. Kokasih dan Restuti. Berdasarkan analisis tersebut, kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ketiga buku bahasa Indonesia untuk SMP kelas VIII terbitan Erlangga dapat digunakan sebagai pedoman pembelajaran bagi guru dengan rata-rata penilaian kesesuaian sebesar 57, 5%, kurang sesuai 28,8% dan tidak sesuai 13,7
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
