1,720,994 research outputs found
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH) Berbantuan Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV Tema Cita-citaku Subtema Hebatnya Cita-citaku di SDN Balunglor 03 Jember
Kemampuan siswa berbeda-beda dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru, menyebabkan guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam memilih metode yang sesuai dengan tema maupun model pembelajaran yang menarik agar siswa dapat mencapai tujuam pembelajaran. Guru kelas IV di SDN Balunglor 03 Jember belum menerapkan model pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa kurang tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan cenderung cepat merasa bosan. Kurangnya media yang digunakan guru pada saat mengajar juga menyebabkan siswa mudah mengantuk. Model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe CRH berbantuan audio visual terhadap hasil belajar siswa kelas IV tema cita-citaku subtema hebatnya cita-citaku di SDN Balunglor 03 Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020.
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Balunglor 03 Jember. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IVA dan IVB yang bejumlah 49 siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen semu (quasi experimental) menggunakan desain non-equivalent control group design pola pretest posttest control group design. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data yang digunakan berupa beda nilai hasil belajar ranah kognitif sebelum dan sesudah pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Sebelum menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol, dilakukan uji homogenitas terlebih dahulu menggunakan skor hasil belajar UTS ganjil tahunpelajaran 2019/2020. Penentuan kelas eksperimen dan kontrol dilakukan menggunakan perlakuan silang dikarenakan kondisi kedua kelas yang tidak homogen. Kondisi kedua kelas sebelum diberi perlakuan adalah tidak homogen dikarenakan ragamnya berbeda. Kedua kelas tersebut sama-sama diberikan perlakuan eksperimen maupun kontrol. Skor hasil belajar kelas eksperimen diperoleh dari gabungan skor hasil belajar kedua kelas setelah diberi perlakuan eksperimen. Skor hasil belajar kelas kontrol diperoleh dari gabungan skor hasil belajar kedua kelas setelah diberi perlakuan kontrol.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan penghitungan uji-t pada taraf signifikansi 5%, dengan data yang dianalisis adalah nilai hasil belajar kognitif (pretest dan posttest). Penghitungan pada uji-t menunjukkan nilai thitung sebesar 4,888 dan selanjutnya nilai thitung tersebut dikonsultasikan dengan ttabel, db = 96 pada taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh ttabel sebesar 1,985. Jadi, hasil analisis tersebut menujukkan bahwa thitung > ttabel (4,888 > 1,985), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Selain itu, juga dilakukan penghitungan terhadap uji keefektifan relatif (ER), diperoleh ER sebesar 66,3% dengan kategori keefektifan tinggi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berbantuan audio visual terhadap hasil belajar tema cita-citaku subtema hebatnya cita-citaku di SDN Balunglor 03 Jember.
Penelitian ini menjadi masukan dalam rangka memperbaiki kualitas dan mutu pembelajaran di sekolah. Model pembelajaran CRH dapat menjadi bahan evaluasi sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru pada saat pembelajaran agar pembelajaran lebih bervariasi, kreatif, dan menyenangkan. Temuan-temuan baru dari penelitian ini dapat menambah wawasan dan memberikan masukan untuk penelitian selanjutnya. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, sehingga diharapkan hasil penelitian selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih baik
Analisis Kelayakan Isi Buku Teks Siswa Kelas IV SD/MI Tema Cita-Citaku Berdasarkan Kurikulum 2013
Buku siswa terbitan kementerian pendidikan dan kebudayaan merupakan
buku tematik yang memuat materi pembelajaran dan digunakan untuk
memaksimalkan pembelajaran. Buku teks siswa berisi materi, kegiatan, dan
evaluasi yang disesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai oleh siswa.
Implementasi Kurikulum 2013 mengharuskan guru untuk menganalisis isi buku
terlebih dahulu agar tidak ada kerancuan dalam penyampaian materi namun,
berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV SDN Gumelar 02 bahwa guru
pernah menemukan kerancuan materi pada buku siswa tema lain. Kerancuan
tersebut berupa ketidaksesuaian ilustrasi dan materi. Berdasarkan hal tersebut
perlu adanya analisis pada buku siswa untuk mengetahui kelayakan isi dalam
buku tersebut apakah sudah sesuai dengan kurikulum 2013 sehingga sudah
menunjang kebutuhan belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui kelayakan isi buku siswa kelas IV SD/MI tema cita-citaku terbitan
kementerian pendidikan dan kebudayaan edisi revisi 2017.
Analisis dilakukan pada buku siswa kelas IV Tema Cita-citaku edisi revisi
2017. Kelayakan isi buku siswa berdasarkan Kurikulum 2013 memiliki beberapa
indikator untuk diteliti antara lain: kesesuaian materi dengan KD (keluasan
materi), kedalaman materi, kesesuaian materi dengan ilustrasi gambar, dan
kesesuaian materi dengan pendekatan saintifik. Jenis penelitian yang digunakan
adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan
yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung yaitu instrumen kelayakan isi
buku siswa dengan kurikulum 2013. Metode pengumpulan data yang digunakan
yaitu metode wawancara dan dokumen sedangkan teknik analisis data berupa
analisis isi atau dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan isi pada buku siswa Tema
Cita-citaku dengan kurikulum 2013 diperoleh skor pada masing-masing indikator
sebagai berikut; (1) Kesesuian materi dengan KD diperoleh persentase sebesar
97,87% dan dikategorikan sangat layak. Ketidaksesuaian materi dengan KD
diperoleh persentase sebesar 2,33%; (2) Kedalaman materi diperoleh persentase
sebesar 60,10% dan dikategorikan layak; (3) Kesesuaian materi dengan ilustrasi
gambar diperoleh persentase sebesar 97,87% dan dikategorikan sangat layak.
Ketidaksesuaian materi dengan ilustrasi gambar diperoleh persentase sebesar
2,12%; (4) Kesesuaian materi dengan pendekatan saintifik diperoleh persentase
sebesar 96,67% dan dikategorikan sangat layak.
Berdasarkan hasil penelitian kesimpulan yang diperoleh yaitu buku siswa
kelas IV SD/MI tema cita-citaku sangat layak untuk digunakan. Saran bagi guru,
dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan menambah materi yang ada di
dalam buku sebagai bahan ajar. Selain itu, diharapkan juga guru dapat lebih
kreatif dalam mencari sumber belajar yang akan digunakan sehingga tujuan dan
indikator pembelajaran dapat tercapai. Bagi pengawas sekolah, dengan
dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi dan meningkatkan
kualitas proses dan hasil prestasi belajar dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan. Bagi peneliti lain, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai
acuan untuk melakukan penelitian lain yang sejenis. Bagi penerbit buku, hasil
penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan
buku tematik kelas IV edisi selanjutnya
Upaya Peningkatan Minat Belajar Guling Depan (Forward Roll) dan Guling Belakang (Backward Roll) Menggunakan Model Permainan Bagi Siswa Kelas X Jurusan KPR (Keperawatan) 1 SMK Negeri 2 Malang
ABSTRAK Ningsih, Yuni Fitriyah. 2013. Upaya Peningkatan Minat Belajar Guling Depan (Forward Roll) dan Guling Belakang (Backward Roll) Menggunakan Model Permainan Bagi Siswa Kelas X Jurusan KPR (Keperawatan) 1 SMK Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd. Kata Kunci: Peningkatan, Minat Belajar Senam Lantai Guling Depan dan Belakang, Model Permainan. Senam lantai guling depan adalah gerakan berguling yang halus dengan menggunakan tubuh yang berbeda untuk kontak lain dengan lantai, dimulai dari kedua kaki, kedua lengan, ke tengkuk, lalu ke bahu, ke punggung, pinggang dan pantat, sebelum akhirnya ke kaki kembali. Sedangkan guling belakang adalah suatu gerakan menggulingkan badan ke belakang dengan posisi tubuh menghadap ke belakang dengan menggunakan matras. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa minat belajar senam lantai guling depan dan belakang siswa kelas X Keperawatan 1 SMK Negeri 2 Malang, masih kurang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran senam lantai guling depan dan belakang siswa kelas X Keperawatan 1 SMK Negeri 2 Malang yang Masih Kurang dengan menggunakan model permainan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Keperawatan 1 SMK Negeri 2 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dan tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa melalui model permainan guling depan dan guling belakang mampu meningkatkan minat belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Hal ini bisa dilihat dari persentase minat belajar siswa pada pembelajaran senam lantai guling depan dan belakang setelah diberikan tindakan dari siklus1 dan siklus 2 hasilnya Sedangkan hasil observasi awal jumlah persentase minat belajar siswa dalam senam lantai guling depan dan belakang yaitu (1) Pada sub variabel keinginan jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang 0% sangat tinggi, 0% tinggi, 21,8% cukup tinggi, dan 78,4% kurang tinggi. (2) Pada sub variabel perasaan senang/rasa suka terhadap guling depan dan belakang sebanyak 0% sangat tinggi, (0%) tinggi, 59% cukup tinggi, dan 41% kurang tinggi. (3) Pada sub variabel ketertarikan jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang sebanyak 0% sangat tinggi, 0% tinggi, 43% cukup tinggi, dan 57% kurang tinggi. (4) Pada sub variabel perilaku jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang sebanyak 0% sangat tinggi. Mengalami peningkatan pada akhir siklus 1: (1) Pada sub variabel keinginan jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang sebanyak 0% sangat tinggi, 51,4% tinggi, cukup tinggi 48,6% cukup tinggi, dan 0% kurang tinggi. (2) pada sub variabel perasaan senang/rasa suka terhadap guling depan dan belakang sebanyak 0% sangat tinggi, 59% tinggi, 41% cukup tinggi, dan 0% kurang tinggi. (3) Pada sub variabel ketertarikan jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang sebanyak 0% sangat tinggi, 81% tinggi, 19% cukup tinggi, dan 0% siswa kurang tinggi. (4) Pada sub variabel perilaku jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang sebanyak 0% sangat tinggi, 65% tinggi, 35% cukup tinggi, dan 0% kurang tinggi.Dan pada akhir siklus 2 mengalami peningkatan: (1) Pada sub variabel keinginan jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang sebanyak 95% sangat tinggi, 5% tinggi, cukup tinggi 0% cukup tinggi, dan 0% kurang tinggi. (2) pada sub variabel perasaan senang/rasa suka terhadap guling depan dan belakang sebanyak 100% sangat tinggi, 0% tinggi, 0% cukup tinggi, dan 0% kurang tinggi. (3) Pada sub variabel ketertarikan jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang sebanyak 95% sangat tinggi, 5% tinggi, 0% cukup tinggi, dan 0% siswa kurang tinggi. (4) Pada sub variabel perilaku jumlah minat siswa terhadap guling depan dan belakang sebanyak 100% sangat tinggi, 0% tinggi, 0% cukup tinggi, dan 0% kurang tinggi. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah dengan model permainan dapat memperbaiki pembelajaran senam lantai yang belum optimal dan dapat meningkatkan minat belajar senam lantai guling depan dan belakang siswa kelas X Keperawatan 1 SMK Negeri 2 Malang. ABSTRACT Ningsih, Yuni Fitriyah. 2013. Efforts to increase interest in learning forward roll and backward roll to use game models for class X nursing program 1 SMK N 2 Malang .Thesis. Department of Health and Physical Education, Sport Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd. Key words: Improvement, forward roll and backward roll of gymnastic floor, game models. Gymnastic floor of forward roll is a smooth rolling motion using a different body to another contact with the floor, starting from the second leg, both arms, to neck, then to the shoulder, to the back, hips and buttocks, before eventually into the return leg. While forward roll is a movement to overthrow the backward body postures using a mat facing backward. Based on initial observations, the result that the interest in learning gymnastics floor front and rear bolsters class X Nursing Program 1 SMK Negeri 2 Malang, still less. The purpose of this research is to improve students' interest towards learning gymnastics floor front and rear bolsters students of class X of Nursing 1 SMK N 2 Malang is still less by using a model of the game. This research is a kind of action research with quantitative descriptive approach and qualitative descriptive. The implementation of this class action is done through two cycles where each cycle consists of four stages, namely: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, (4) reflection. Subjects in this study were students of class X of Nursing 1 SMKN 2 Malang. Collection techniques in this study using observation and tests. The results of this study stated that the game through the model can improve students' learning interest from cycle 1 to cycle 2. It can be seen from the percentage of student interest in learning gymnastics floor front and rear roll after being given the actions of siklus1 and cycle 2 While the results are preliminary observations result the percentage of student interest in gymnastics floor front and rear bolsters, namely (1) In sub-variables wishes number of students' interest towards the front and rear bolsters students as much as 0 or 0% is very high, 0% high students, fairly high 21,8%, 78,4% is not high enough. (2) The sub-variables feelings of pleasure/ taste like the front and rear bolsters 0% of students are very high, 0% high, 59% is quite high, 41% less high. (3) In sub variable interest amount bolster students' interest towards the front and rear as many 0% of students are very high, high 0% students, 43% is quite high, and 57% less high. (4) In sub behavioral variable number bolsters students' interest towards the front and rear as many 0% of student are very high. Has increased at the end of cycle 1: (1) In sub-variables desire to bolster the amount of student interest as much as the front and rear 0% of students are very high , 51,4% higher, fairly high 48,6% is quite high, 0% is not high enough. (2) The sub-variables feelings of pleasure/taste like the front and rear bolsters 0% of students are very high, 59% high, 41% is quite high, 0% is not high enough. (3) In sub variable interest amount bolster towards the front and rear as 0% is very high, 81% higher, 19% is quite high, and 0% of students are less high. (4) In sub behavioral variable number bolsters students' interest towards the front and rear as many 0 % of students are very high, 65% high of, 35 % is quite high, and 0% less high. In the end of cycle 2 experienced improvement: (1) In sub variable amount of interest in students a desire to bolster the front and rear as many as very high 95%, 5% high, students sufficiently high 0% is quite high, 0% is not high enough. (2) The sub-variables feelings of pleasure/taste like to bolster the front 100% is very high, 0% high, 0 % is quite high, and 0% is not high enough. (3) In sub variable interest amount bolster students' interest towards the front and rear as many a very high 95%, 5% high student, 0% is quite high, and 0% of students are less high. (4) In sub behavioral variable number bolsters students' interest towards the front and rear as many as 100% is very high, 0% students high, 0% is quite high, and 0% is not high enough. The conclusion of this study is model the games can improve learning gymnastics floor is not optimal and may increase interest in learning gymnastics floor front roll and backward roll class X Nursing Program 1 SMKN 2 Malang.
Analisis Integrasi Ekonomi Indonesia-China Terhadap Perekonomian Indonesia (Sebelum Dan Sesudah Asean-China Free Trade Area)
Proses pembelajaran kurikulum 2013 difasilitasi oleh pemerintah dengan
buku teks yang meliputi buku guru dan buku siswa yang diterbitkan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud). Pada setiap
buku siswa terdapat muatan nilai yang tersirat pada kalimat maupun paragraf
dalam bacaan yang dapat dijadikan sebagai penguat pendidikan karakter siswa
selama proses pembelajaran. Guru sebagai pelaksana pembelajaran harus mampu
mengeksplorasi muatan nilai pada buku siswa. Hal tersebut menjadi salah satu
langkah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk karakter
siswa. Keberadaan buku siswa menjadi salah satu sumber utama bagi guru dan
siswa untuk mencontoh dan menerapkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu yang dapat dilakukan untuk mengetahui muatan nilai karakter pada
buku siswa, maka dapat dilakukan dengan menganalisis buku siswa tersebut.
Rumusan masalah berdasarkan uraian yang telah dikemukakan yaitu: (1)
Bagaimanakah hasil analisis muatan nilai karakter yang terdapat pada buku siswa
kelas II kurikulum 2013 tema bermain di lingkunganku?; dan (2) Bagaimanakah
persentase muatan nilai karakter yang terdapat pada buku siswa kelas II
kurikulum 2013 tema bermain di lingkunganku
Analisis Muatan Nilai Karakter Pada Buku Siswa Kelas II Kurikulum 2013 Tema Bermain DI Lingkunganku
Proses pembelajaran kurikulum 2013 difasilitasi oleh pemerintah dengan
buku teks yang meliputi buku guru dan buku siswa yang diterbitkan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud). Pada setiap
buku siswa terdapat muatan nilai yang tersirat pada kalimat maupun paragraf
dalam bacaan yang dapat dijadikan sebagai penguat pendidikan karakter siswa
selama proses pembelajaran. Guru sebagai pelaksana pembelajaran harus mampu
mengeksplorasi muatan nilai pada buku siswa. Hal tersebut menjadi salah satu
langkah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk karakter
siswa. Keberadaan buku siswa menjadi salah satu sumber utama bagi guru dan
siswa untuk mencontoh dan menerapkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu yang dapat dilakukan untuk mengetahui muatan nilai karakter pada
buku siswa, maka dapat dilakukan dengan menganalisis buku siswa tersebut.
Rumusan masalah berdasarkan uraian yang telah dikemukakan yaitu: (1)
Bagaimanakah hasil analisis muatan nilai karakter yang terdapat pada buku siswa
kelas II kurikulum 2013 tema bermain di lingkunganku?; dan (2) Bagaimanakah
persentase muatan nilai karakter yang terdapat pada buku siswa kelas II
kurikulum 2013 tema bermain di lingkunganku?
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
